Makarena



Saat diet telah berhasil, musuh selanjutnya adalah ruang kerja Anda. Stres karena pekerjaaan bisa membuat seseorang mengalihkan pikiran pada makanan ringan yang mengandung gula dan lebih memilih duduk di kursi sepanjang hari. Tak heran bila tempat kerja kemudian dituduh sebagai penyebab tubuh kembali berlemak.

Namun Anda tidak sendirian. Survei tahun 2013 menunjukan bahwa dua dari lima orang mengatakan bahwa mereka bermasalah dengan berat badan karena pekerjaan.

Jadi, apa yang harus dilakukan para karyawan ?

Studi terbaru dalam Journal of Physical Activity and Health menunjukkan bahwa 15 menit aktivitas ringan bisa menjadi solusi terbaik untuk mencegah datangnya kembali lemak berlebih. Dan yang dibutuhkan hanyalah satu perubahan sederhana pada hari kerja Anda.

Peneliti Universitas Pittsburgh merekrut 74 responden sehat di usia pertengahan 20an. Mereka diminta untuk duduk, berdiri, atau berjalan selama 15 menit. Lalu, tiap responden diukur berapa kalori yang mereka bakar.

Hasilnya, mereka yang berjalan mampu membakar kalori tiga kali lebih banyak daripada yang duduk atau berdiri.

Pekerja yang duduk dan berdiri membakar sekitar 20 kalori dalam 15 menit, sementara yang berjalan kaki membakar hingga 60 kalori dalam waktu yang sama.

Anehnya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berdiri membakar kalori dalam jumlah sama dengan mereka yang duduk.

Hasilnya menunjukkan apa yang mungkin sudah Anda ketahui bahwa duduk seharian penuh akan menambah lingkar pinggang.

Sementara itu, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa olahraga kebugaran tidak hanya dapat meningkatkan mood Anda. Namun juga dapat meningkatkan kinerja Anda di tempat kerja.

Intinya adalah Anda harus tetap berolahraga meski berada di tempat kerja. (kompas.com)

Kekebalan tubuh yang baik merupakan kunci untuk hidup sehat. Bukan saja kita akan terlindungi dari sakit flu yang menyebalkan, bahkan penyakit kanker pun bisa dihindari jika sistem imun tubuh kita kuat.

Kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan tidur cukup, pola makan bergizi seimbang, dan olahraga teratur. Tapi, jangan berhenti sampai di situ. Ada beberapa cara tak terduga yang ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun.

1. Jalan di hutan
Para ilmuwan di Jepang kini mulai meresepkan "terapi hutan" untuk membantu banyak orang merasa rileks dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini didasari oleh penelitian terhadap seorang pria yang menghabiskan 6 hari hiking di hutan ternyata memiliki "sel pembunuh alami" dalam level tinggi. Sel pembunuh alami itu berarti ia akan lebih kuat melawan penyakit, termasuk kanker.

Efek menyehatkan dari berjalan-jalan di hutan itu ternyata bertahan sampai 30 menit. Sebenarnya tak melulu harus di hutan, berjalan kaki di taman yang penuh pepohonan juga sama efektifnya. Pada dasarnya, kembali ke alam merupakan pereda stres yang efektif dan bisa memperluat sel-sel imun.

2. Menabuh drum
Walau sulit untuk mengetahui berapa lama efeknya, tapi penelitian wellness di Amerika Serikat menemukan sekelompok pemain drum memiliki sistem imun lebih tinggi.

3. Seks singkat
Anda juga bisa mengajak pasangan untuk melakukan rekreasi singkat di tempat tidur yang bertujuan untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan, melakukan seks singkat dua kali seminggu bisa meningkatkan imunoglobulin A, antibodi pelawan virus dan bakteri, sampai 30 persen.

Selain seks, kegiatan lain yang memiliki efek setara adalah bermesraan dan berpelukan, bersantai menonton film komedi, atau tertawa lepas.

4. Minuman fermentasi
Mengonsumsi kefir, minuman hasil fermentasi biji-bijian utuh, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda lebih menyukai yogurt, sebenarnya tak masalah. Minuman probiotik diketahui menyehatkan saluran cerna dan memperbaiki kekebalan tubuh. (kompas.com)

Tulang merupakan salah satu bagian tubuh penting yang menunjang aktivitas sehari-hari. Tanpa tulang yang kuat, aktivitas yang bisa dilakukan menjadi terbatas.

Untuk itu, penting menjaga kesehatan tulang agar tetap kuat. Ini perlu dilakukan sedini mungkin karena umumnya kepadatan tulang menurun seiring dengan pertambahan usia. Nah, sekarang ini, apakah tulang Anda masih kuat?

Tentu sulit untuk mengetahui apakah tulang masih terjaga dengan baik karena kekuatan dan kepadatan tulang tidak bisa dilihat begitu saja. Anda perlu mengunjungi dokter untuk melakukan tes yang dapat menunjukkan kepadatan tulang sehingga dapat mendeteksi apakah berisiko osteoporosis atau tidak.

Ada berbagai tes yang bisa mengukur kepadatan tulang. Salah satu tes yang paling umum dilakukan adalah dual energy x-ray absorptiometry (DEXA). DEXA menggunakan mesin pemindai sinar-x khusus yang bisa mengukur kepadatan tulang.

Biasanya, tes kepadatan tulang ini hanya direkomendasikan pada mereka yang berisiko mengalami osteoporosis, osteopenia, pernah mengalami fraktur, punya kelainan tulang belakang, atau pada wanita setelah menopause.

Selain dengan melakukan tes kepadatan tulang, memperhatikan tanda-tanda berikut ini dapat membantu Anda mengetahui kesehatan tulang. Tanda-tanda berikut bisa muncul saat kesehatan tulang Anda mulai menurun.

  • Kuku mudah patah. Kuku bisa mencerminkan kondisi tulang Anda. Hal ini karena kuku dan tulang tersusun dari mineral yang sama, yaitu kalsium, dan protein (kolagen) yang sama. Jika kuku Anda mudah patah, ini bisa berarti tubuh Anda kekurangan kalsium dalam tulang. Sehingga, tulang juga bisa menjadi mudah rapuh
  • Gusi mulai menurun atau lepas dari gigi. Kalsium yang menyusun tulang bisa terus menurun jumlahnya sehingga membuat tulang rapuh. Hal ini juga bisa terjadi pada tulang rahang. Tulang rahang yang kepadatannya menurun dapat membuat gusi ikut menurun atau lepas dari gigi. Akibatnya, gigi Anda mudah goyang dan tanggal. Seperti dilansir dari Prevention, penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan osteoporosis berisiko tiga kali lebih besar kehilangan gigi.
  • Genggaman tangan mulai melemah. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekuatan genggaman tangan dengan kepadatan tulang di lengan, tulang belakang, dan pinggul. Sehingga, jika Anda merasa genggaman Anda melemah, misalnya saat berpegangan di bus atau saat membuka botol, maka kepadatan tulang Anda mungkin mulai menurun.
  • Sering merasakan kram atau nyeri otot dan nyeri tulang. Kadang, gejala tersebut mungkin sering diabaikan atau dianggap terjadi karena kurang olahraga. Tapi, gejala ini bisa mengindikasikan tulang Anda mulai kehilangan kepadatannya.

Bagaimana menjaga tulang tetap kuat?

Beberapa hal bisa Anda lakukan untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat, yaitu:

  • Perbanyak asupan kalsium. Kalsium merupakan mineral utama penyusun tulang. Sehingga, kekurangan asupan kalsium dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang. Anda bisa memperoleh kalsium dari makanan maupun suplemen kalsium. Beberapa orang, seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, remaja, dan orang dengan diet vegan mungkin butuh asupan suplemen kalsium karena kebutuhan kalsium mereka sangat tinggi dan kalsium dari makanan saja mungkin tidak cukup.
  • Cukupi kebutuhan vitamin D. Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium, sehingga kebutuhan vitamin D juga harus terpenuhi. Anda bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari pagi atau sore hari, setidaknya selama 10-15 menit. Juga, dari makanan, seperti sarden, salmon, tuna, telur, dan susu.
  • Olahraga teratur. Olahraga, terutama yang memberi beban pada tulang –seperti berlari dan angkat beban-, dapat membantu memperkuat tulang. Sehingga, olahraga teratur perlu diterapkan sejak dini karena ini dapat memengaruhi kesehatan tulang di masa tua.
  • Menjaga berat badan ideal. Berat badan juga memengaruhi kesehatan tulang. Kelebihan berat badan dapat membuat risiko patah tulang dan osteoporosis semakin meningkat. Namun, jika Anda kelebihan berat badan dan memutuskan untuk melakukan diet penurunan berat badan, tetaplah perhatikan asupan kalsium dan lakukan olahraga teratur agar kepadatan tulang tetap terjaga. Lakukan diet penurunan berat badan yang sehat.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol. Merokok dan minum alkohol dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan buruk ini jika Anda ingin tulang tetap kuat sampai tua. (kompas.com)

Entah itu takut kehilangan seseorang yang dicintai atau karena nonton film horor, setiap orang pasti pernah merasa ketakutan.

Rasa takut bukan berarti Anda lemah. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup. Rasa takut membantu menyadari adanya bahaya sehingga muncul keinginan untuk menjauh untuk melindungi diri dari bahaya tersebut.

Namun, tidak semua rasa takut itu sama. Ketakutan berlebihan bisa juga berdampak negatif. Bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan berlebihan?

Rasa takut dapat terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi biokimia dan respon emosional. Sederhananya begini: saat kita merasa takut, atas apapun alasannya, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dalam jumlah yang cukup banyak. Ini adalah reaksi biokimia, yang kemudian menyebabkan beberapa reaksi fisik seperti berkeringat deras dan jantung berdebar kencang.

Reaksi biokimia tubuh tersebut terjadi di segala situasi yang memicu rasa takut, baik dari hal yang nyata (misal, menghadapi operasi besar) atau yang hanya dipicu oleh kondisi emosional (misalnya, takut untuk berbicara depan publik). Pada akhirnya, rasa takut ini akan memicu respon emosional, seperti rasa cemas dan/atau penghindaran.

Di sisi lain, ketakutan yang dipicu oleh kondisi emosional cenderung lebih bersifat subjektif dan tidak selalu realistis. Misalnya, takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak seperti yang ditunjukkan pada orang-orang yang memiliki fobia sosial.

Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan berlebihan akan suatu hal atau kondisi tertentu sehingga muncul keinginan untuk menghindar bagaimanapun caranya. Kondisi emosional tersebut juga dapat memicu reaksi biokimia tubuh yang sama sekaligus menyebabkan gangguan kecemasan yang bahkan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Apapun ketakutan Anda, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketakutan berlebihan dan kecemasan yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari:

1. Cari waktu untuk menenangkan diri

Mengatasi ketakutan memerlukan pikiran yang santai dan terbebas dari stres. Maka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri secara fisik dan mental. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik napas dalam, minum air, atau mencari pengalihan dari rasa takut tersebut dengan berjalan kaki sejenak atau dengarkan musik ceria.

2. Kenali pemicu kecemasan dan rasa takut Anda

Untuk bisa mengatasi ketakutan berlebihan, Anda sebelumnya harus tahu dulu apa yang jadi pemicu dan apa saja gejala yang ditunjukkan ketika merasa takut. Dengan begitu Anda akan jadi lebih mudah memfokuskan diri untuk mencari cara mencegah dan mengurangi masalahnya, daripada menghindari yang nantinya akan berbuah negatif.

3. Bangun kepercayaan diri

Mengatasi rasa takut berlebihan tak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Tapi satu hal yang dapat mempercepatnya adalah dengan memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat. Menghindari rasa takut hanya akan membuatnya bertambah serius.

Lawan rasa takut tersebut atau melakukan hal yang sebelumnya Anda hindari akan menurunkan respon emosional terhadap ketakutan tersebut.

Misalnya, jika Anda memiliki ketakutan untuk berbicara depan publik, maka luangkanlah waktu dari jauh-jauh hari untuk berlatih bicara di depan teman dekat atau anggota keluarga untuk membantu mengurangi rasa takut itu. Apapun ketakutan Anda, ketika dihadapi maka hal tersebut akan mulai berkurang.

4. Bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi

Memperkirakan kemungkinan terburuk dapat membantu Anda lebih realistis dalam memperkirakan kerugian apa yang mungkin dialami. Selain itu dengan menyadari hal terburuk otak akan mulai mengenali ancaman tersebut, meningkatkan kecemasan dan kemudian mendorong untuk lebih bersiap menghadapinya.

5. Berpikir positif

Ketakutan berlebihan bisa berakar dari bayangan dan pikiran negatif yang selama ini dibiarkan terus meneror diri. Meyakini semua akan baik-baik saja dan membayangkan hal-hal positif dapat membuat Anda lebih kebal terhadap tekanan yang dialami ketika rasa takut.

6. Kendalikan stres

Ketakutan sering datang bersama dengan stres dan hal tersebut dapat menyulitkan Anda untuk mengalami ketakutan. Hindari perasaan cemas berlebihan dengan melakukan hal-hal yang dapat mengusir stres Anda, seperti menyibukan diri dengan hal lain, berolahraga, atau melakukan relaksasi.

7. Hindari berusaha menjadi sempurna

Menerima kenyataaan akan jauh lebih mudah membuat seseorang merasa tenang dan lebih siap menghadapi ketakuan. Oleh karena itu penting untuk mengingat kejadian buruk terjadi secara wajar dan mengetahui tidak semua hal di dunia ini dapat kita kendalikan.

8. Jangan ragu meminta bantuan

Sama seperti emosi lainnya, mengekspresikan rasa takut juga diperlukan karena dapat membantu kitaa mengenali masalah dan mengurangi stres daripada harus memendamnya sendirian. Jika bicara dengan orang terdekat tidak dapat menolong, maka jangan ragu untuk mencari pertolongan dari professional seperti menjalani terapi bicara atau kejiwaan (psikoterapi).

9. Hindari melampiaskannya pada alkohol, obat-obatan, atau rokok

Minimalisir penggunaan rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang jika Anda merasa perlu menjauhkan diri dari kecemasan. Sebagai gantinya cobalah cara yang lebih sehat seperti mencukupkan waktu istirahat dan tidur malam untuk mengurangi rasa tertekan. (kompas.com)

Page 1 of 27

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM