Lifestyle



Manusia memang seringkali mudah terganggu fokus pikirannya. Hal-hal menarik yang dilihatnya, baik itu wanita cantik, pria tampan, atau kue lezat akan mampu membuat mata seseorang "jelalatan".

Terkadang bahkan kita lupa melepaskan pandangan sampai orang yang dilihat menyadari bahwa kita memperhatikannya.

Kondisi "ingin memelototi" ini biasanya terkait dengan hal-hal yang disukai dan dianggap berharga, seperti seks, makanan, barang-barang berharga dan lainnya.

Tuduhan " mata jelalatan" kerap diasosiakan pada pria, karena memang gangguan fokus ini lebih sering dialami pria. Namun para pria sendiri tidak tahu apakah ini refleks atau sudah menjadi kebiasaan.

Pertanyaannya adalah, seberapa normal keinginan melihat itu? Di antara melirik, memandang, dan mengamati, sejauh mana itu dianggap berlebihan?

Saat seseorang yang menarik lewat di depan kita, lalu kita meliriknya, siapakah yang bisa menentukan bahwa kita memandangnya terlalu lama atau?

Sebelum mencoba menemukan jawaban ringkas yang diterima secara umum atas pertanyaan itu, fakta menunjukkan bahwa wanita membutuhkan waktu hanya 150 milidetik (tak sampai sedetik) untuk sadar bahwa seorang pria memandangnya.

Namun, bila secara naluri manusia memang tergerak oleh sesuatu yang menggairahkan, apakah menatap sekilas adalah hal yang tidak normal? Dalam hal ini yang berbicara kemudian nilai-nilai dan tata krama yang dianut dalam masyarakat.

Yang pasti godaan melirik adalah sesuatu yang tak terhindarkan, dan bahwa orang yang dilirik akan menyadarinya juga merupakan fakta.

Meskipun hal itu kerap dianggap penyimpangan, mengelak dengan dalih "saya tidak melihat" adalah sesuatu yang konyol dan tidak jujur. Lebih baik mengakuinya dengan asumsi bahwa itu adalah hal normal yang menunjukan sisi manusiawi daripada berpura-pura menjadi orang yang tahan terhadap godaan.

Tes dot-probe

Sejak pertengahan 1990-an, para ilmuwan berusaha memahami bagaimana kita merespons "rangsangan yang tiba-tiba", atau dikenal sebagai gangguan yang tidak terduga.

Riset telah mengkorfirmasi berdasarkan pengalaman- ketika sesuatu atau seseorang menarik pandangan kita, seringkali hal itu tidak disengaja dan tidak kita kehendaki. Pelitian mengenai dorongan stimulus ini menunjukkan bahwa perhatian seseorang bisa teralihkan oleh rangsangan eksternal tertentu.

Para ilmuwan menunjukkan hal ini dengan tes dot-probe atau sebuah tes yang digunakan psikolog kognitif untuk menilai perhatian selektif.

Peserta duduk di depan layar komputer dan menatap tanda silang di tengah layar kosong. Dua rangsangan kemudian muncul di sekitar tanda silang, satu bersifat netral dan satu "mengganggu".

Kedua rangsangan ini tetap berada di layar sekitar setengah detik, sampai salah satu stimulus digantikan oleh sebuah titik.

Peserta diinstruksikan untuk mengklik keyboard segera setelah mereka melihat titiknya. Jeda waktu antara munculnya titik dan mengklik keyboard akan menunjukkan seberapa besar gangguan itu bisa mengalihkan perhatian orang.

Uji coba terhadap peserta yang sedang lapar menunjukkan bahwa mereka lebih cepat mengklik keyboard saat ditampilkan kata-kata yang berhubungan dengan makanan.

Sementara itu, penelitian terhadap orang-orang dengan perilaku seksual kompulsif yang diberi gangguan gambar porno menunjukkan bahwa mereka lebih lambat mengklik keyboar. ini berarti mereka mengalami tingkat gangguan yang lebih tinggi.

Nah, Tes dot-probe juga bisa menjawab pertanyaan berapa lama sebuah tatapan dianggap terlalu lama, dan kapan sebuah gangguan dianggap normal atau menjadi perilaku yang hampir kompulsif.

Seberapa lamakah itu?

Uji coba menunjukkan bahwa kita memerlukan setidaknya 50 milidetik untuk mengalihkan perhatian kita dari satu isyarat ke isyarat yang lain.

Sementara itu, kita setidaknya perlu 150 milidetik untuk mengalihkan perhatian kita saat sebuah isyarat mengharuskan kita berpaling untuk menangkapnya. Dan secara umum, seseorang hanya butuh satu detik untuk melihat stimulus baru.

Jadi jika saat Anda mengemudi ada seekor lalat melayang di kaca depan mobil, Anda akan melihatnya dalam waktu sekitar 50 milidetik. Namun, jika seekor rusa tampak di samping Anda, Anda baru akan menyadarinya dalam waktu 150 milidetik. Namun bila Anda sedang bengong, maka butuh satu detik untuk menyadari keberadaan lalat dan rusa itu.

Tapi, begitu Anda menyadari objek itu, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum pikiran Anda mampu menolaknya?

Menggunakan contoh yang sedikit berbeda, jika Anda berkendara di kota dan ada sebuah billboard yang provokatif, maka Anda akan menyadarinya dalam waktu sekitar 50 milidetik. Bila billboard itu ada di samping Anda, maka perlu 150 milidetik untuk menyadarinya.

Lalu berapa lamakah rata-rata orang bisa mengalihkan pandangan dari gambar yang menarik itu?

Studi menggunakan gambar porno atau sexy menemukan jawaban. Ternyata kemampuan untuk mengendalikan atau mengalihkan pandangan seseorang dari gambar yang aduhai paling cepat 450 milidetik.

Jadi waktu paling cepat untuk mengalihkan perhatian dari gambar seksual hanya 0,5 detik setelah pertama kali melihatnya.

Bagaimana cara mengatasi hal ini?

Tidak ada hal yang bisa membantu Anda. Kemungkinan besar istri atau pasangan Anda akan mengetahui bahwa Anda telah melirik wanita lain, sebelum Anda berhasil memalingkan wajah.

Coba berhitung. Jika Anda membutuhkan waktu 150 milidetik untuk memperhatikan seorang yang cantik, maka istri Anda juga memerlukan 150 milidetik untuk tahu apa yang Anda lakukan.

Masalahnya Anda baru bisa mengalihkan pandangan sampai 450 milidetik, yang berarti sudah terlambat untuk mengelak.

Namun perhitungan di atas adalah hasil penelitian di laboratorium. Di dunia nyata mungkin mata Anda akan jauh lebih lama "mengembara", dan Anda dapat memilih untuk menikmati "pemandangan" tersebut daripada menolaknya, karena istri Anda barangkali juga lebih lambat menyadarinya.

Selain itu perbedaan antara menatap dengan alami dan tidak sangat kabur. Ini sangat bergantung pada orang yang diperhatikan juga.

Satu studi menunjukkan bahwa kontak mata selama lebih dari 3,4 detik secara universal dianggap menyeramkan. Artinya, jika Anda ingin mengagumi seseorang, batasilah dengan menatapnya tak lebih dari 3 detik.

Jadi bila istri Anda mengeluh bahwa Anda suka jelalatan dan melirik perempuan lain, jelaskan kepadanya bahwa ini terjadi secara naluri dan ia menyadarinya terlalu cepat... (kompas.com)

Meskipun perjalanan udara pada umumnya aman, tetapi kita dapat mengalami beberapa efek samping yang tidak begitu menyenangkan pada jarak jelajah 35.000 kaki di udara. Berikut ini adalah 10 hal tak mengenakan yang mungkin akan dirasakan ketika bepergian dengan pesawat.

1. Oksigen rendah membuat ngantuk

Selain kerumunan orang di bandara yang membuat stres, berada di ketinggian memiliki efek nyata pada tubuh. Meski tekanan kabin barometrik sudah disesuaikan untuk mencegah penyakit ketinggian, Anda masih bisa mengalami kantuk atau sakit kepala.

"Tekanan oksigen yang rendah di kabin pesawat setara dengan 6.000 sampai 8.000 kaki ketinggian, serupa dengan Kota Meksiko," kata Paulo M. Alves, MD, direktur medis global untuk kesehatan penerbangan dan perusahaan jasa keselamatan perjalanan MedAire.

Satu studi dari Inggris menunjukkan, tingkat oksigen penumpang turun 4 persen, yang bisa menjadi kekhawatiran jika Anda memiliki masalah jantung atau paru-paru. Untuk membantu mencegah sakit kepala, banyak minum air putih, dan hindari alkohol dan kafein. Cobalah trik ini untuk minum lebih banyak air.

"Tekanan parsial oksigen turun dengan cepat, menciptakan hipoksia ringan (oksigen rendah), yang dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa individu yang rentan," kata Alves.

2. Pengumpulan darah di kaki

Duduk di tempat yang sempit selama berjam-jam dapat mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh, menyebabkan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Risiko gumpalan darah yang disebut deep vein thrombosis (DVT) meningkat saat darah tidak beredar dengan baik, seperti yang terjadi selama perjalanan pesawat.

"Pada posisi itu, pembuluh darah di kaki kita tertekan dan aliran darah yang mengalir di bagian ini melambat," kata Alves. DVT bukanlah kondisi yang bisa diremehkan karena berakibat fatal.

Meski Anda sering mendengar saran untuk bangun dan berjalan kaki di pesawat, Alves mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan kesemrawutan jika ada banyak orang yang melakukannya sekaligus, dan bisa berbahaya jika terjadi turbulensi yang tidak terduga.

Melakukan gerakan stretching di bagian kaki beberapa kali sebenarnya bisa membantu mencegah penumpukan darah di kaki. DVT lebih rentan dialami oleh mereka yang kegemukan, sedang hamil atau baru melahirkan, berusia di atas 40 tahun, dan menderita penyakit serius. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko tersebut dan akan melakukan penerbangan jarak jauh.

3. Dehidrasi

Udara yang Anda hirup di kabin pesawat sebenarnya berasal dari luar, dan udara di ketinggian itu memiliki kelembaban yang sangat sedikit. "Udara ini sangat kering, memiliki kelembaban di bawah 10 persen," kata Quay Snyder, MD, MSPH, Presiden dan CEO Aviation Medicine Advisory Service.

Dehidrasi dapat menyebabkan rasa lelah, terutama bila dikombinasikan dengan tekanan udara kabin yang diturunkan. Cegah dehidrasi dengan minum banyak air, bahkan sebelum Anda naik ke pesawat. Bawalah botol air Anda sendiri sehingga Anda tidak perlu bergantung pada pramugari untuk memberikan air. Penggunaan obat tetes mata untuk menghilangkan mata kering juga disarankan. (kompas.com)

Pemerintah Provinsi Western Cape yang mencakup kota Cape Town, Afrika Selatan mengumumkan bencana kekeringan pada Senin (21/5). Kondisi tersebut merupakan kekeringan air terburuk selama lebih dari 113 tahun terakhir.

Diberitakan AFP, sumur bor akan dibuat di rumah sakit sekitar Cape Town dan sebuah mobil desalinasi akan diuji dan bebatuan penyaring air alami di Pegunungan Table akan digunakan dalam menyediakan air bersih.

Negara-negara Afrika Selatan didera dua tahun kekeringan yang disebabkan fenomena El Nino. Menurut data PBB, kekeringan ini telah mengancam hidup lebih dari 40 juta orang.

“(Pemimpin daerah) Helen Zille telah secara resmi menyatakan daerah Western Cape sebagai wilayah bencana sebagai respon krisis yang tengah berlangsung, terburuk sejak 1904,” tulis pernyataan Pemerintah Western Cape.

“Peringatan bencana akan mempercepat strategi provinsi untuk memastikan bahwa keran penduduk tidak berhenti menyalurkan air,” kata Zille.

Pernyataan tersebut menjelaskan deklarasi itu berlaku selama tiga bulan dan dapat diperpanjang bila krisis masih berlangsung.

“Pemerintah kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa deklarasi bencana tersebut tidak menimbulkan kepanikan,”

Deklarasi itu juga berarti pemerintah setempat dapat memprioritaskan dana publik untuk operasi bantuan kekeringan. 

Menurut badan statisik setempat, dua waduk di Provinsi Western Cape telah benar-benar mengering.

Wilayah Karoo dan West Coast di Western Cape sebelumnya telah menyatakan bencana kekeringan pada 2016, namun pengumuman yang baru diumumkan ini telah memperluas cakupan daerah bencana ke seluruh provinsi.

Pada Februari lalu, kota Cape Town yang terkenal menjadi salah satu destinasi internasional itu mengumumkan telah menerapkan serangkaian peraturan tegas guna menghemat air.

Salah satunya, pemerintah kota itu meminta warga tidak menggunakan lebih dari 100 liter air setiap harinya. (cnnindonesia.com)

Coachella Festival untuk tahun ini memulai perhelatannya di hari Jumat, 14 April lalu. Band rock Radiohead menjadi headliner pertama dan membuka festival. Sayangnya, pertunjukan Thom Yorke dan teman-teman tidak berjalan mulus akibat terjadinya gangguan teknis.

Akibatnya Radiohead harus meninggalkan panggung. Dan tidak hanya sekali, tapi dua kali, karena gangguan teknis terjadi hanya setelah band memainkan 3 buah lagu. Sound tiba-tiba mati dan kemudian terdegar feedback yang menginterupsi lagu-lagu yang dimainkan Radiohead, ‘Full Stop’, ’15 Step’ dan ‘Let Down’. Menurut laporan Pitchfork, Radiohead tetap melanjutkan pertunjukkan mereka. “F**king aliens,” kata Yorke kepada penonton.

Saat di akhir lagu ‘Let Down’, sebuah masalah terjadi dengan speaker utama dan memaksa band untuk turun dari atas panggung untuk kedua kalinya. Saat masalah sudah teratasi, Yorke bertanya kepada penonton, “Bisakah kalian mendengarkanku sekarang? Aku maunya sih menceritakan lelucon untuk meringankan mood. Tapi kami Radiohead, so f**k it.

Rupanya mood band memang sudah ringan kemudian karena Radiohead memainkan salah satu hit klasik mereka, ‘Creep’, yang sungguh di luar dugaan mengingat kabarnya Radiohead membenci lagu yang sudah mengangkat nama mereka tersebut. Oleh karena itu, tidak heran penonton menjadi histeris saat Radiohead membawakan lagunya.

Selepas Coachella, Radiohead akan kembali tampil di festival besar lain, yaitu Glastonburry di Inggris di bulan Juni mendatang. Semoga saat itu konser mereka bisa berjalan mulus tanpa gangguan teknis lagi. (creativedisc.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM