Lifestyle

Banyak orang yang meremehkan kekuatan anak kecil untuk membuat dunianya indah. Terkadang kita juga lupa bagaimana caranya bisa membuat kebahagiaan sederhana layaknya saat kecil dahulu. Padahal banyak orang dewasa yang menganggap kehidupan masa kecilnya lebih menyenangkan dibanding kenyataan yang dihadapinya saat ini. Untuk itu, melakukan 5 hal ini akan membantu Anda lebih bahagia, seperti yang dirils oleh lifehack.org, Kamis (12/1/2017).

Anak-anak senang dengan ulang tahunnya
Mereka sangat senang dengan ulang tahun, bahkan mereka ingin memberitahukannya pada dunia bahwa ia sudah beranjak dewasa. Mereka bisa menciptakan berbagai kebahagiaan dan menyebarkan cinta pada keluarganya di saat yang bahagia ini. Anak-anak juga peduli untuk mengajak orang lain untuk ikut serta berbahagia pada hari ulang tahun mereka. Jadi untuk Anda yang ingin lebih bahagia, buat dan sebarkanlah perasaan bahagia kepada orang-orang di sekeliling Anda layaknya seorang anak kecil.

Anak-anak tidak ingin berbohong
Saat diajari untuk berbicara, mereka akan berusaha jujur untuk mengungkapkannya bahkan dengan kata-kata yang tidak kita duga. Bila mereka ditawari untuk makan, mereka akan jujur bilang lapar dan tidak malu untuk mengungkapkannya. Jadi bila Anda ingin lebih bahagia hari ini, usahakan jujur dengan diri Anda dan sampaikan dengan cara yang baik pada orang lain, sehingga tidak terjadi salah paham.

Anak-anak butuh temannya
Pada kehidupan dewasa, seringkali kita terbiasa hidup sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Namun anak-anak berbeda karena mereka butuh disukai oleh banyak orang. Mereka ingin ikut serta dalam berbagai kelas dan permainan sehingga bisa bersahabat dengan orang banyak. Bila ingin lebih bahagia, Anda bisa melakukan hal yang serupa dengan mulai membuka diri kepada orang-orang yang baru dan nikmati persahabatannya.

Anak-anak memperhatikan orang dewasa
Anak-anak memiliki proses dalam belajar setiap harinya. Tidak hanya di sekolah, mereka juga belajar langsung dari orang-orang terdekatnya dan meniru perilaku kita sehari-hari. Hal ini juga bisa Anda terapkan untuk menjadi lebih bahagia dengan cara mempelajari berbagai nila-nilai dan cara hidup orang tua kita, melestarikan yang baik dan menuruti setiap kata orang tua, karena mereka yang lebih berpengalaman.

 

Anak-anak tidak takut untuk bermimpi
Jujurlah, pada saat anak-anak kita memiliki banyak mimpi. Kita percaya ada keajaiban yang bisa mewujudkan setiap mimpi kita hingga bisa menjadi kenyataan. Namun seiring waktu kita mulai menghapus mimpi-mimpi tersebut dari otak kita karena mulai menyadari kenyataan. Secara tidak sadar, kita juga membunuh kemampuan imajinasi yang luar biasa. Agar lebih bahagia, bangkitkan kembali mimpi dan buatlah keinginan baru untuk dikejar. (liputan6.com)

Nama anak menjadi sebuah ujian bagi orangtua di fase akhir kehamilan. Sering kali mereka kesulitan mencari nama-nama unik yang berbeda dari orang kebanyakan. Bahkan banyak kata-kata yang berasal dari bahasa asing menjadi pilihan pertama orangtua untuk diberikan oleh anaknya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Inilah alasan mengapa orangtua enggan memberi nama populer bagi anak.

Kebiasaan orang Indonesia yang memiliki nama yang berasal dari keluarga sudah mendarah daging sejak zaman dahulu. Bahkan pada daerah tertentu, penambahan kata suku dibelakang nama, atau nama ayah di belakang nama menjadi praktik yang lazim digunakan untuk memberi nama anak yang baru lahir. Nama anak juga dihasilkan dari musyawarah keluarga, yang akhirnya memberikan sebuah nama dengan makna doa yang sangat besar.

Profesor Jane Pilcher, sosiologis dari Universitas Leicester menyatakan, nama merupakan hal utama dari identitas manusia dan berhubungan dengan berbagai identitas resmi yang penting di mata negara. Nama juga menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya karena menentukan apa jenis kelamin, kebudayaan yang kita terima, dan lain sebagainya. seperti yang disarikan dari bbc.com, Sealsa (10/1/2017).

 
 

 

Ternyata, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Universitas Negeri San Diego pada tahun 2010 menyatakan bahwa nama populer sudah mulai menghilan pada tahun 1950. Hal ini terus berlanjut hingga saat ini, karena para orangtua memilih untuk memberikan nama yang unik bagi anaknya.

Perubahan kebiasaan memberikan nama anak juga terjadi di belahan dunia lain, Jepang misalnya. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan, banyak nama unik yang diberikan pada anak pada tahun 2004 hingga 2013. Para orangtua di Jepang menggabungkan berbagai karakter kanji yang tidak umum pengucapannya, namun tetap menggunakan nama belakang di bagian belakang nama anak.

Alasan sebenarnya adalah

Jadi sebenarnya apa alasan yang menyebabkan orangtua enggan memberikan nama populer? Jawabannya adalah pergeseran kebudayaan dari hidup berkelompok, menjadi lebih individualis. Pergeseran ini terjadi di semua aspek kehidupan, mulai dari kehidupan bermasyarakat, penggunaan media sosial, hingga merembet ke permasalahan nama anak.

Orangtua berharap anaknya mampu untuk berdiri dan tampil beda diantara orang lain melalui nama yang mereka berikan. Hal ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan, bahkan kepercayaan gender melalui nama juga mulai menghilang. Banyaknya nama anak laki-laki yang digunakan untuk perempuan dan kebalikannya menjadi bukti, nama anak diberikan karena keunikannya.

Sedangkan di Indonesia, banyak nama-nama unik yang bermunculan hingga saat ini karena pengaruh kebudayaan asing yang kuat dalam kebudayaannya. Mulai dari kebudayaan India, Arab, Amerika, hingga pengaruh kebudayaan daerah yang tersebar kuat di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi kemudahan bagi orang Indonesia untuk memilih nama populer dari berbagai kebudayaan untuk anak.

Beberapa kejadian serius di Indonesia juga menjadi pemicu orangtua enggan memberikan nama umum pada anaknya. Salah satu contohnya adalah kejadian Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI, yang memaksa rakyat Minangkabau menanggalkan nama adat dan menggunakan nama populer sehingga mereka tidak dicap sebagai pengkhianat negara.

Tentunya, nama anak mempengaruhi kehidupan hingga akhir hayat serta mempengaruhi persepsi orang lain yang memandang kita. Disarankan untuk memberikan nama anak bukan hanya faktor keunikannya saja, namun melalui makna, dan bagaimana masyarakat nantinya menerima nama baru ini sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (liputan6.com)

Anak laki-laki Afghanistan yang menjadi terkenal di internet karena mengenakan plastik dengan nomor punggung 10 untuk Lionel Messi sudah bertemu dengan pujaannya.

Foto Murtaza Ahmadi di internet yang mengenakan 'kaus bola' kantong plastik bergaris biru-putih dengan nomor 10 dan nama Messi menyebar ke seluruh dunia pada Januari tahun ini.

Anak berusia enam tahun tesebut kemudian mendapat seragam bola yang ditandatangani oleh Messi.

Namun kini keduanya sudah bertemu langsung di Doha, ibu kota Qatar, kata komite penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar.

Barcelona sedang berada di Qatar untuk pertandingan persahabatan melawan Al Ahli, Selasa (13/12) malam waktu setempat, dan Murtaza bakal mendampingi Messi saat memasuki lapangan.

"Gambar yang ingin dilihat dunia," tulis Komite Agung PD 2022 dalam pesan Twitter. "Anak berusia enam tahun yang bermimpi bertemu dengan pujannya, #Messi, akhirnya terwujud."

Murtaza -yang berasal dari kawasan Jaghori di sebelah timur Provinsi Ghazni, Afghanistan- mengungsi ke Pakistan pada Bulan Mei.

Dia bisa diidentifikasi setelah pamannya, Azim Ahmadi -yang tinggal di Australia- menghubungkan BBC dengan saudara prianya, Arif yang merupakan ayah dari pemuja Messi itu. (bbcindonesia.com)

Hidup di zaman digital, membuat anak-anak lebih dini mengenali gadget atau gawai. Di satu sisi, anak-anak pun menjadi lebih akrab dengan teknologi, tetapi di sisi lain, ada dampak negatif apabila anak sudah kecanduan gawai.

Tumbuh kembang yang melambat adalah contoh nyata dampak negatif dari penggunaan gawai oleh anak-anak. Karena itu orangtua memegang peran penting untuk mengatur pengenalan gawai kepada anak-anak.

Psikolog anak-anak dan keluarga Alia Mufida mengatakan, tantangan menghadapi era digital pun bukan hanya milik anak, tetapi juga orangtua. Sebab, orangtua lah yang bertanggung jawab dalam mengenalkan hal-hal yang berbau digital.

“Waktu memperkenalkan gawai kepada anak disarankan tidak terlalu dini. Meskipun para ahli menyarankan waktu yang berbeda-beda, tetapi memang direkomendasikan usia 18 bulan ke bawah tidak diberikan sama sekali,” ucap Fida, di sebuah talkshow pada Sabtu (6/11/2016) di Jakarta.

Fida menjelaskan, anak-anak di bawah usia 18 bulan belum membutuhkan gawai, mereka lebih membutuhkan hal-hal yang mampu merangsang sensori. Sementara gawai hanya dapat merangsang visual dan auditori saja.

“Anak-anak membutuhkan rangsangan fisik, semua inderanya perlu dirangsang, seperti sentuhan, otot-otot mereka juga harus bergerak,” kata alumnus pascasarjana dari Universitas Indonesia ini.

Setelah lewat dari usia 18 bulan, anak sudah boleh diperkenalkan dengan gawai, tetapi dengan pendampingan hingga usia 2 tahun. Selanjutnya, anak bisa menggunakannya sendiri tetapi dengan pengawasan dan durasinya maksimal 1 jam dalam sehari.

Ibrahim Arif, Vice President of Engineering Bukalapak, mengatakan, orangtua dapat melakukan pengawasan terhadap konten yang dilihat anak melalui pengaturan di gawai. Sebelumnya, orangtua dapat mengatur konten terlebih dulu sebelum memberikan gawai kepada anak.

“Bisa dilakukan dengan opsi parental control yang ada di OS (operating system) di Android atau iOS,” kata Ibrahim.

Misalnya untuk memilih app yang bisa dipasang anak, orangtua harus paham usia aman app tersebut dimainkan. Biasanya, ada kode sebelum app diunduh, usia minimum yang aman memainkan app tersebut. Orangtua dapat memanfaatkannya untuk menentukan app apa saja yang bisa dimainkan anaknya. (liputan6.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net