Lifestyle



Tumbuh dan kembang anak dapat dilihat dari beragam indikator, salah satunya ukuran tinggi badan. Anak-anak yang pendek dapat dikategorikan stunting—apabila penyebab utamanya karena kekurangan nutrisi.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Anak stunting berisiko mengalami ragam masalah: gangguan emosi, kecerdasan, hingga performa akademis yang rendah.

Dokter spesialis anak, Ahmad Suryawan, mengatakan meskipun tak akan benar-benar kembali normal, stunting perlu ditangani secara cepat. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi tumbuh dan kembang anak, mulai dari melihat tinggi dan berat badan anak. Bila bermasalah dan dianggap stunting, segera atasi dengan memberikan nutrisi dan stimulasi gerak.

“Kalau diberikan nutrisi, aspek tumbuh kembang anak stanting bisa meningkat. Kalau ditambah stimulasi aktivitas gerak, skornya bisa naik lagi. Langsung di bawah anak tidak stanting, meskipun tidak sama,” kata Ahmad saat acara kampanye ‘Gerak 123’ Frisian Flag Indonesia, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Oleh karena itu, Ahmad mengatakan orangtua harus memastikan anak mendapatkan ASI eksklusif hingga enam bulan serta makanan pendamping (MP) ASI yang bernutrisi.

Adapun untuk stimulus gerak, dr Michael Triangto, Spesialis Kesehatan Olahraga, menyarankan agar anak dilibatkan dalam aktivitas fisik.

“Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mampu merangsang ketrampilan motorik, perkembangan kognitif dan kemampuan mengelola emosi,” kata Michael. (kompas.com)

Hampir semua ibu akan mengalami masa-masa di mana anak mereka akan mencoba berbohong. Sebagian besar ibu, dengan menggunakan nalurinya, pasti akan tahu kapan anak-anak mereka berbohong bahkan jika anak-anak mereka sudah bersumpah telah berperilaku baik.

Tapi sekarang seorang ahli bahasa tubuh telah mengungkapkan tiga tanda yang bisa menunjukkan bahwa anak-anak telah berbohong kepada Ibu.

Psikolog Judi James mengatakan, yang harus Ibu lakukan hanyalah melihat ke wajah anak untuk melihat apakah mereka mengatakan yang sebenarnya.

Judi mengatakan, "Anak akan sering membesarkan bola matanya, mengangkat alis, dan berkata 'Saya tidak melakukan itu' dan kemudian tiba-tiba Ibu akan mendapatkan sedikit isyarat penolakan, seperti ekspresi wajah lucu dengan memainkan mulut. "

Sementara itu, ia juga mengungkapkan dua tanda lain yang harus diwaspadai pada anak-anak yang berbohong.

Anak yang berbohong biasanya bersikeras bahwa mereka tidak melakukan hal yang nakal atau terkadang mereka akan mengungkapkan kebenarannya atau mengaku, namun disertai sebuah permohonan untuk diberi belas kasihan.

Judi menambahkan, terkadang, alih-alih memutar kepala dengan tanda 'tidak', pada akhirnya anak akan mengangguk dan mengatakan kebenarannya.

Sebuah studi menemukan bahwa anak-anak yang terbiasa bohong di usia dini lebih cenderung melakukannya dengan baik di kemudian hari.

Sebuah penelitian di Kanada terhadap 1.200 anak yang berusia dua sampai 17 tahun menemukan bahwa mereka yang mampu berbohong sejak dini lebih cerdas.

Para ahli dari Institute of Child Study di Toronto University mengatakan berbohong memerlukan proses yang kompleks karena anak harus mengarang/membayangkan sebuah cerita. Ini adalah indikator bagus tentang IQ anak. (Nakita.grid.id/Avrizella Quenda) (kompas.com)

Jakarta, Delta FM -- Dalam rangka peringatan Hari Anak Perempuan Internasional 2017, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama Plan International Indonesia menggelar acara ‘Sehari Jadi Menteri’ pada Rabu (11/10). Acara ini memberikan kesempatan pada 21 remaja khususnya perempuan dari berbagai provinsi untuk mengikuti sebuah rapat yang membahas isu perkawinan anak. Mereka dengan serius memainkan perannya masing-masing sebagai menteri, sekretaris menteri, dan deputi kementerian.
Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny Rosalin menyatakan pemilihan topik pada acara ini menjadi salah satu upaya menjadikan Indonesia negara layak anak pada tahun 2030. Maka dari itu, KPPPA sangat berharap diskusi anak muda dapat memberikan rekomendasi program yang segar bagi perlawanan pada perkawinan usia anak.
“Anak-anak kita menjadi bagian dari SDM yang perlu kita pupuk terus ke depan dan sebagai informasi saja, kita ingin menjadi Indonesia layak anak di tahun 2030 dan salah satu indikator yang harus kita capai adalah tidak adanya perkawinan anak di Indonesia ini,” tegas Lenny saat konferensi pers.
Sebelum menjalankan peran "Sehari Jadi Menteri", para remaja mendapatkan pelatihan dasar kepemimpinan, pembekalan tentang organisasi di KPPPA, isu hak anak dan kesetaraan gender, terutama berkaitan dengan pencegahan perkawinan usia anak.
Ayu Juwita, remaja asal Sumatera Utara terpilih untuk menggantikan Yohana Yambrise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam satu hari tersebut. Selama 90 menit Ayu bersama remaja lain membahas dan berdiskusi tentang masalah pernikahan anak di lantai 10, kantor KPPPA, Jakarta Pusat. Seluruh peserta masing-masing menyatakan argumen dan rekomendasi programnya.


Berikut sembilan rekomendasi program yang Ayu dan kawan kawan nyatakan kepada KPPPA perihal pencegahan perkawinan usia anak :

1. Mendorong Presiden menindaklanjuti Perppu terkait pencegahan pernikahan usia anak dan membuat Peraturan Menteri (Permen) serta merekomendasikan kepada setiap daerah untuk membuat Perda, Pergub, Perwali, dan Perdes tentang pendewasaan usia perkawinan yang didukung oleh gerakan 10.000 hashtag.

2. Ketegasan hukum saat menangani kasus kekerasan seksual dengan mendorong rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual untuk disahkan

3. Melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik dari pemerintah, penyedia pelayanan kesehatan, perusahaan, dan masyarakat secara umum untuk membahas menstruasi agar terhindar tindakan bullying yang terjadi akibat kesadaran yang rendah mengenai menstruasi dan nutrisi ibu hamil guna menanggulangi kematian ibu dan anak yang berdampak pada perkawinan usia anak.

4. Memanfaatkan akses digital dan non digital ramah anak yang sebelumnya telah disaring oleh KPI memperlihatkan bahaya perkawinan usia anak dan pornografi sehingga dapat diakses oleh kaum urban sampai non urban dengan kampanye online, baliho, program TV, dan film.

5. Membuat program TIVIMAS, Tim Evaluasi Masyarakat sebagai wadah independen dalam membantu pemerintah untuk mengevaluasi empat hal, pertama, Perda Pergub Perdes terkait pencegahan perkawinan usia anak, kedua, kabupaten layak anak, ketiga, pelayanan kesehatan, keempat, akte kelahiran yang sudah ada didukung dengan fakta

6. Mendukung parlemen muda dan pelatihan kepemimpinan untuk perempuan sejak dini agar dapat menjadi kepala daerah, anggota parlemen, dan menteri

7. Memberikan kesempatan pada korban pernikahan usia anak agar dapat berkembang, berpendapat, serta memutuskan dengan cara membuat program untuk mendorong korban kembali bersekolah

8. Pemerataan dan penguatan program yang sudah ada yaitu, Puspada dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mencegah perkawinan usia anak dengan tiga program, yaitu pertama, Sekolah Keterampilan Untuk Anak (Serap) dengan menambah pelatihan untuk keterampilan dan kemampuan kewirausahaan. Kedua, New (No Exploitation to Women), gerakan baru untuk memberikan kegiatan pada perempuan agar mampu teredukasi secara fisik mapun mental mengenai informasi pernikahan usia anak yang dilakukan dengan metode menarik. Ketiga, Pekan Kreatif yang melibatkan komunitas dengan menyelipkan seni budaya.

9. Bekerja sama dengan tokoh keagamaan dan adat dalam mensosialisasikan pendidikan kesehatan reproduksi kespro yang komprehensif dan pencegahan perkawinan usia anak di komunitas dan sekolah.
Kesembilan rekomendasi tersebut dibacakan Ayu pada akhir acara. Salah satu remaja asal NTT sekaligus pemeran sekretaris menteri, Angelinna Putri menyatakan harapannya atas pembacaan rekomendasi kaum remaja tersebut.
“Yang paling penting adalah pemerintah mendengar rekomendasi-rekomendasi yang sudah diberikan tadi dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini para anak-anak itu dapat menyadari bahwa seharusnya sebagai anak-anak kita bisa menunda usia perkawinan,” kata Angelinna.
KPPPA dan seluruh masyarakat berharap, remaja Indonesia dapat menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. (ADRIAN)

Para orangtua, coba perhatikan coretan-coretan yang dibuat anak Anda. Ternyata ada alasan ilmiah yang menunjukkan apakah anak Anda berbakat menjadi orang sukses lewat apa yang dia gambarkan.

Menurut study yang dilakukan tahun 2016 lalu, anak usia 7 hingga 9 tahun yang berbakat umumnya menyertakan detail-detail khusus ketika menggambar sosok manusia. Bila anak Anda ternyata menggambarkan detail-detail ini, bisa jadi dia memiliki bakat jenius.

Para peneliti yang menganalisa gambar-gambar yang dibuat oleh 120 anak mengidentifikasi 30 detail kunci yang bisa jadi merupakan tanda bakat lahir yang dimiliki anak. Dari 47 anak berbakat yang dilibatkan dalam study itu, 43 persen ternyata menggambarkan hal-hal khusus pada coretannya.

Hal-hal itu antara lain adalah riasan mata, ingus, kerutan kulit, janggut tipis, kawat gigi, dasi, badge, bulu-bulu di tangan, sarung tangan, cincin, atau dompet berantai. Selain detail itu, peneliti juga mencatat bahwa anak yang berbakat menggunakan pendekatan berbeda saat menggambar orang. Tidak seperti pose yang umum, mereka menggambar dengan pose unik, misalnya orang dengan tangan dimasukkan dalam kantong, atau tangan di belakang.

“Meski begitu, jangan keliru menganggap ini sebagai ukuran kecerdasan. Penelitian ini tidak mengukur IQ, namun melihat tanda-tanda bakat yang dimiliki anak,” ujar Sven Mathijssen, salah satu peneliti yang bekerja di Pusat Penelitian Bakat Universitas Radboud, Belanda. “Apa yang dianggap bakat ini lebih besar dari kecerdasan.”

Menurut Mathijssen, tes IQ atau tingkat kecerdasan umumnya hanya menguji apakah jawaban seseorang salah satau benar. Namun bakat diukur lewat banyak hal, salah satu indikatornya adalah kreativitas.

Penting juga untuk dicatat bahwa tidak semua anak berbakat akan membuat gambar-gambar khusus. Ini hanyalah salah satu indikator bahwa anak memiliki pengamatan secara detail dan lebih kreatif dalam menggambarkannya.

Namun bila Anda mendapati tanda-tanda khusus seperti di atas pada gambaran anak Anda, berbahagialah karena barangkali junior Anda memiliki bakat untuk menjadi orang sukses. (kompas.com)

Page 1 of 8

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM