Lifestyle



Ada yang berbeda dari sosok Cristiano Ronaldo di libur natal tahun ini. Mega bintang Real Madrid itu terlihat sibuk mengurus ketiga buah hatinya yang masih balita di masa liburannya kali ini.

Seperti yang sudah diketahui, pagelaran La Liga tengah masuk masa rehat selama dua Minggu. Kompetisi antar tim-tim Spanyol itu baru dilanjutkan kembali pada tanggal 6 Januari 2018 mendatang.

Di masa liburan ini, biasanya para pemain La Liga menghabiskan waktunya untuk berlibur. Namun tidak banyak juga yang menghabiskan waktunya bersama keluarga mereka seperti yang dilakukan Cristiano Ronaldo.

Natal kali ini memang terasa beda bagi Ronaldo. Pasalnya tahun ini ia mendapat tambahan 3 anggota keluarga baru, yaitu dua bayi kembar bernama Eva Maria dan Mateo dan anaknya dari Georgina Rodriguez bernama Alana Martina.

Dengan tambahan momongan ini, Ronaldo yang biasanya berhura-hura di masa libur ini berbalik haluan 180 derajat. Ia lebih memilih menghabiskan waktu liburnya kali ini untuk mengasuh ketiga bayinya tersebut.

Tingkah Ronaldo ini bisa dikatakan berbeda drastis. Pasalnya tahun lalu, di waktu yang sama, Ronaldo memilih untuk berpesta di hotelnya di Madeira. (bola.net)

Terdapat dua hal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, yaitu faktor lingkungan dan faktor keturunan. Tentu, faktor lingkungan adalah faktor yang bisa diperbaiki. Sedangkan, faktor keturunan tidak bisa dimodifikasi lagi. Salah satu hal yang sering dianggap berhubungan dengan keturunan adalah tinggi badan.

Biasanya, orangtua yang pendek akan mempunyai anak yang pendek, dan sebaliknya. Namun, sebenarnya seberapa besar sih pengaruh faktor keturunan pada tinggi badan anak?

Keturunan memang sangat berperan pada tinggi badan seseorang. Menurut Chao-Qiang Lai dari Tufts University, sekitar 60-80% perbedaan tinggi badan antar individu ditentukan oleh faktor genetik, sedangkan 20-40% dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama nutrisi, dilansir dari Scientific American.

Hal ini sedikit berbeda dengan hasil penelitian Dubois, et al pada tahun 2012. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor keturunan memengaruhi tinggi badan seseorang saat lahir dalam jumlah yang rendah (hanya sekitar 4,8-7,9% pada wanita). Namun, seiring dengan pertambahan usia, pengaruh faktor keturunan pada tinggi badan akan semakin meningkat, menggantikan faktor lingkungan yang semakin rendah.

Sebaliknya, pengaruh faktor lingkungan pada saat lahir ternyata sangat besar (sekitar 74,2-87,3% pada wanita). Hal ini membuktikan bahwa kondisi lingkungan yang mendukung dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak lebih baik. Pada awal-awal kehidupan, faktor keturunan hanya berperan kecil terhadap tinggi badan anak.

Jadi, faktor lingkungan yang baik dapat memperbaiki faktor keturunan yang buruk di awal-awal kehidupan. Sedangkan, saat anak sudah besar, faktor keturunan lebih berpengaruh dibandingkan faktor lingkungan. Tak heran jika masa dua tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

Akan menjadi lebih baik jika anak mempunyai tinggi badan yang lebih tinggi dibandingkan orangtuanya. Namun, beberapa anak juga bisa memiliki tinggi badan yang lebih pendek daripada orangtuanya. Nah, faktor lingkungan -terutama nutrisi- ternyata berperan di sini.

Faktor lingkungan yang baik, terutama di awal-awal kehidupan anak, dapat memaksimalkan potensi genetik (keturunan) yang dimiliki anak. Sehingga, anak bisa mencapai tinggi badan optimalnya sesuai dengan potensi genetik yang ia miliki. Ingat, tinggi badan merupakan akumulasi selama bertahun-tahun. Jadi, tinggi badan pada masa anak bisa memengaruhi tinggi badan dewasa.
Seperti apa lingkungan yang bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan?

Selain mendapatkan nutrisi yang cukup, cara terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan adalah dengan melakukan olahraga teratur, tidur cukup, dan selalu menjaga kesehatan.

Kebutuhan nutrisi yang dipenuhi dengan baik, terutama kalsium, dapat membantu pertumbuhan tulang, sehingga tulang bertambah lebih panjang. Nutrisi yang baik juga dapat membantu menjaga kesehatan, sehingga anak tidak mudah sakit. Sering sakit, terutama di masa bayi dan anak-anak, dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, sehingga tidak berjalan maksimal.

Tidur yang nyenyak dan olahraga teratur juga dapat membantu menambah tinggi badan. Mengapa begitu? Saat tidur dan olahraga, tubuh ternyata melepaskan hormon pertumbuhan lebih banyak. Hal ini dapat membantu pertumbuhan tinggi badan lebih maksimal. (kompas.com)

Tumbuh dan kembang anak dapat dilihat dari beragam indikator, salah satunya ukuran tinggi badan. Anak-anak yang pendek dapat dikategorikan stunting—apabila penyebab utamanya karena kekurangan nutrisi.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Anak stunting berisiko mengalami ragam masalah: gangguan emosi, kecerdasan, hingga performa akademis yang rendah.

Dokter spesialis anak, Ahmad Suryawan, mengatakan meskipun tak akan benar-benar kembali normal, stunting perlu ditangani secara cepat. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi tumbuh dan kembang anak, mulai dari melihat tinggi dan berat badan anak. Bila bermasalah dan dianggap stunting, segera atasi dengan memberikan nutrisi dan stimulasi gerak.

“Kalau diberikan nutrisi, aspek tumbuh kembang anak stanting bisa meningkat. Kalau ditambah stimulasi aktivitas gerak, skornya bisa naik lagi. Langsung di bawah anak tidak stanting, meskipun tidak sama,” kata Ahmad saat acara kampanye ‘Gerak 123’ Frisian Flag Indonesia, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Oleh karena itu, Ahmad mengatakan orangtua harus memastikan anak mendapatkan ASI eksklusif hingga enam bulan serta makanan pendamping (MP) ASI yang bernutrisi.

Adapun untuk stimulus gerak, dr Michael Triangto, Spesialis Kesehatan Olahraga, menyarankan agar anak dilibatkan dalam aktivitas fisik.

“Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mampu merangsang ketrampilan motorik, perkembangan kognitif dan kemampuan mengelola emosi,” kata Michael. (kompas.com)

Hampir semua ibu akan mengalami masa-masa di mana anak mereka akan mencoba berbohong. Sebagian besar ibu, dengan menggunakan nalurinya, pasti akan tahu kapan anak-anak mereka berbohong bahkan jika anak-anak mereka sudah bersumpah telah berperilaku baik.

Tapi sekarang seorang ahli bahasa tubuh telah mengungkapkan tiga tanda yang bisa menunjukkan bahwa anak-anak telah berbohong kepada Ibu.

Psikolog Judi James mengatakan, yang harus Ibu lakukan hanyalah melihat ke wajah anak untuk melihat apakah mereka mengatakan yang sebenarnya.

Judi mengatakan, "Anak akan sering membesarkan bola matanya, mengangkat alis, dan berkata 'Saya tidak melakukan itu' dan kemudian tiba-tiba Ibu akan mendapatkan sedikit isyarat penolakan, seperti ekspresi wajah lucu dengan memainkan mulut. "

Sementara itu, ia juga mengungkapkan dua tanda lain yang harus diwaspadai pada anak-anak yang berbohong.

Anak yang berbohong biasanya bersikeras bahwa mereka tidak melakukan hal yang nakal atau terkadang mereka akan mengungkapkan kebenarannya atau mengaku, namun disertai sebuah permohonan untuk diberi belas kasihan.

Judi menambahkan, terkadang, alih-alih memutar kepala dengan tanda 'tidak', pada akhirnya anak akan mengangguk dan mengatakan kebenarannya.

Sebuah studi menemukan bahwa anak-anak yang terbiasa bohong di usia dini lebih cenderung melakukannya dengan baik di kemudian hari.

Sebuah penelitian di Kanada terhadap 1.200 anak yang berusia dua sampai 17 tahun menemukan bahwa mereka yang mampu berbohong sejak dini lebih cerdas.

Para ahli dari Institute of Child Study di Toronto University mengatakan berbohong memerlukan proses yang kompleks karena anak harus mengarang/membayangkan sebuah cerita. Ini adalah indikator bagus tentang IQ anak. (Nakita.grid.id/Avrizella Quenda) (kompas.com)

Page 1 of 9

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM