Lifestyle



Ada satu alasan baik untuk berhenti sejenak, melihat sekitar, lalu mencium aroma kayu, bunga, rumput, atau tanah: Itu akan membuat Anda lebih bahagia!

Memperhatikan dan melihat alam—bahkan di kota—bisa meningkatkan perasaan bahagia, keterhubungan, dan kesehatan secara keseluruhan, demikian menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology.

“Ini bukan berarti harus menghabiskan waktu di luar ruangan atau berjalan-jalan ke hutan. Ini bisa tentang pohon yang tumbuh dekat tempat pemberhentian bus yang memberi dampak positif kepada orang,” kata pemimpin peneliti Anne Passmore kepada Medical News Today.

Untuk studi tersebut, peneliti University of British Columbia membagi 395 mahasiwa ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengamati dan memfoto objek buatan manusia seperti gedung, patung, atau mesin yang biasa dijumpai sehari-hari.

Kelompok kedua diminta melakukan hal sama dengan objek alam seperti pohon, tanaman dan matahari terbenam. Kelompok ketiga tidak diminta untuk mengobservasi apa pun.

Mahasiswa kemudia diminta untuk menilai tingkat “kebahagiaan dan kesehatan” mereka, dan hasilnya, orang yang memandang alam merasa “secara siginifikan” lebih gembira, menurut Passmore.
"Kebahagiaan mereka, rasa lebih berharga, dan tingkat keterhubungan dengan orang lain, tak hanya alam—secara signifikan lebih tinggi dibandingkan peserta dalam kelompok yang memerhatikan objek buatan manusia dan kelompok yang tak mengamati apapun,” kata Passmore.

Studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan akses ke ruang hijau ternyata hidup lebih lama memiliki kesehatan mental yang lebih baik. (kompas.com)

Bagaimana rasanya tiba-tiba kehilangan memori Anda selama lebih dari sepekan? Claudia Hammond menyelidiki kondisi otak yang meresahkan dan misterius.
Dua tahun yang lalu, Paul Bolding yang berusia 63 tahun berlibur di Kroasia, mengunjungi sebuah pantai di sebuah pulau kecil bersama istrinya, Kirsty. Mereka memutuskan untuk snorkelling, bergiliran turun ke laut sementara yang satu lagi menjaga barang-barang mereka. Paul berenang dan kemudian tertidur sebentar di sebuah tikar pantai di atas kerikil. Saat bangun dia tidak tahu di mana dia berada atau mengapa dia bisa sampai di sana.
Tak heran, Paul sangat takut. Istrinya membawanya duduk di tempat yang teduh, mati-matian mencari cara untuk menenangkannya dan mencari tahu apa yang terjadi padanya. Dia mengatakan kepada saya di acara All in the Mind di Radio 4 bahwa dia tidak bisa menyimpan memori baru karena dia kerap menanyakan pertanyaan yang sama: "Apakah menurutmu saya kelengar karena matahari? Apakah menurutmu saya tertidur di bawah matahari?" pertanyaan itu diulang sampai 20 kali.


Dia tidak dapat mengingat 10 hari terakhir liburan mereka

Kirsty bertanya-tanya apakah ini awal demensia. Takut dia mungkin harus menghabiskan seluruh hidupnya merawat suaminya, dia membawa Paul ke kota tempat mereka tinggal, berharap lingkungan yang lebih lazim dapat memicu ingatannya. Dia harus memesan makan siang untuk Paul karena suaminya tak tahu mau memesan apa. Dia tidak dapat mengingat 10 hari terakhir liburan mereka, meski sebagian dari itu melibatkan beberapa kerabat untuk pertama kalinya.

Di penghujung sore hari dia mulai merasa lebih baik, mengajak berjalan kaki seperti yang didiskusikan di hari sebelumnya, menyiratkan bahwa memorinya mulai kembali. Dalam sejam, semuanya mulai kembali normal - semuanya kecuali kehilangan memorinya selama enam jam, yang, hingga saat ini tidak pernah terulang kembali.
Begitu kembali di Inggris dia mengunjungi dokternya, yang mengatakan bahwa dia mengalami satu episode dari amnesia transien global, sebuah kondisi yang lebih lazim terjadi di orang-orang di atas usia 50 tahun (begitu pula dengan Paul). Unit kecelakaan dan darurat biasa menghadapi dua atau tiga kasus seperti ini setiap bulan.

Selama episode, orang-orang masih mengetahui bagaimana menyetir dan berbicara, namun biasanya seperti di kasus Paul mereka tidak dapat mengingat apa yang mereka telah kerjakan dalam beberapa hari sebelumnya. Kerap mengulangi pertanyaan ke orang lain, seperti yang Paul lakukan di pantai, adalah tanda khas diagnosanya.


Unit kecelakaan dan darurat biasa menghadapi dua atau tiga kasus seperti ini setiap bulan

Penyebabnya masih menjadi misteri. Awalnya dokter mengira serangan ini dapat merupakan gejala epilepsi atau migrain, atau bahkan stroke ringan. Namun sekarang mereka diperkirakan tak berhubungan dengan masalah kesehatan lain. Hipokampus -bagian otak besar- berbentuk kuda laut, yang mengolah memori otobiografi kita, berfungsi menyimpan memori jangka panjang kita, diperkirakan menjadi kuncinya.

Adam Zeman, profesor neurologi kognitif dan perilaku di University of Exeter Medical School menjelaskan bagaimana hal itu bekerja: "Apa yang kami duga terjadi adalah hipokampus berhenti sementara. Kasus Paul adalah kasus klasik. Anda kehilangan ingatan beberapa minggu sebelumnya dan tidak dapat membuat memori baru selama episode berlangsung."
Studi pencitraan otak mendukung teori ini, menunjukkan kelainan sementara di hipokampus selama episode berlangsung.


Orang-orang yang punya masalah sakit kepala lebih mungkin mengalami hal ini

Memeriksa 142 perempuan dengan amnesia transien global, tim dokter di Prancis menemukan bahwa kasus-kasus ini ditimbulkan oleh peristiwa emosional yang penuh tekanan seperti sebuah argumen, sementara di pria hal ini terjadi lebih sering setelahaktivitas fisik atau perendaman dalam air dingin. Orang-orang yang punya masalah sakit kepala lebih mungkin mengalami hal ini.

Terkadang, orang-orang dengan kondisi berbeda yang disebut amnesia epilepsy transien, namun dengan disertai sejenis epilepsi, episode amnesia berlangsung lebih singkat den lebih sering, sering terjadi saat seseorang baru bangun tidur. Zeman mengatakan bahwa sering kali gejalanya mudah dilihat: "Jika Anda melihat seseorang setelah episode dan mereka memberikan penjelasan seperti yang diberikan Paul, hanya sedikit keraguan. Jika Anda melihat mereka di tengah-tengah episode, sedikit lebih sulit dan Anda harus mempertimbangkan kemungkinan yang lain, seperti stroke ringan, epilepsi atau amnesia psikogenik." Perbedaan besar dengan amnesia psikogenik adalah pasien tidak mengingat siapa diri mereka, namun mereka dapat mengumpulkan ingatan baru.
Berita baik mengenai amnesia transien global adalah biasanya, hal itu hanya terjadi sekali secara misterius dan tidak mengindikasikan masalah lain. Sangat sedikit otang yang mengalami sebuah episode akan mengalaminya kembali. Namun jika itu terjadi pada Anda, tentu saja, itu akan sangat menakutkan.
Paul berharap itu tidak akan terjadi kembali. Namun jika itu terjadi, setidaknya Kirsty akan mengetahui apa yang terjadi. (bbcindonesia.com)

Orang yang paling bahagia ternyata bukanlah orang yang tak pernah menunjukkan rasa marahnya, ungkap sebuah temuan baru. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, kata penulis studi. Kebahagiaan juga tentang merasakan emosi lain, seperti kecewa atau marah, yang sama-sama berharga bagi kesehatan mental.

Tak bisa dipungkiri, dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi “bom waktu” dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga, beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Para peserta disurvei tentang perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, serta perasaan apa yang paling ingin mereka tunjukkan. Peserta juga menjawab pertanyaan tentang gejala depresi dan kepuasan hidup.

Tak heran, temuan yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka.

Tetapi terlepas dari jenis emosi yang paling ingin ditunjukkan dan terlepas dari negara atau budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi emosi yang mereka alami, melaporkan kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi.

Walau begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti Anda bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain.

Semisal, saat Anda merasa kesal, Anda boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

Selanjutnya, penelitian masa depan diperlukan untuk melihat apakah jenis emosi tidak menyenangkan lainnya, seperti rasa bersalah, ketakutan, kesedihan, atau rasa malu, juga merupakan bagian penting dari pengalaman hidup, kata Tamir. (kompas.com)

Mempunyai berat badan ideal tentu merupakan dambaan semua orang. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan berat badan idealnya. Tapi tunggu dulu, apakah berat badan yang Anda harapkan itu sudah sesuai dengan berat badan ideal berdasarkan hitungan?

Terkadang, ada orang yang mengiginkan mempunyai berat badan di bawah normal. Tentu, hal ini tidak baik bagi kesehatan. Mempunyai berat badan yang sangat kurus atau sangat gemuk, keduanya tidak disarankan.

Mempunyai berat badan ideal tentu penting sebagai upaya untuk mempertahankan kesehatan secara keseluruhan. Ini juga merupakan salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit.

Mempunyai berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes mellitus tipe 2, batu empedu, dan kanker tertentu.

Cara menghitung berat badan ideal

Apakah berat badan yang Anda punya sudah masuk dalam kategori ideal? Berat badan ideal setiap orang berbeda-beda. Jadi, jangan membandingkan berat badan yang Anda punya dengan berat badan teman, saudara, keluarga, dan orang lain.

Untuk mengetahui berapa idealnya berat badan, Anda bisa menyesuaikannya dengan tinggi badan yang Anda miliki. Karenanya, sebelum mulai menghitung berapa berat badan yang ideal untuk Anda, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tinggi badan Anda.

Untuk mengetahui berat badan yang Anda punya normal atau tidak, Anda bisa menghitungnya dengan rumus:

Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) – 100

Jadi, jika Anda mempunyai tinggi badan 160 cm, Anda cukup mempunyai berat 60 kg untuk dikatakan normal. Namun, berbeda lagi jika Anda ingin mempunyai berat badan ideal.

Berat badan ideal ini dibedakan antara pria dan wanita. Hal ini karena komposisi tubuh pria dan wanita berbeda. Pria lebih banyak memiliki massa otot dibandingkan wanita, sedangkan wanita lebih banyak memiliki komposisi lemak dalam tubuh.

Untuk menghitung berat badan ideal, Anda bisa menggunakan rumus Broca yang ditemukan oleh Pierre Paul Broca. Sangat mudah untuk menggunakan rumus ini.

Pria : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]

Wanita : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]

Contoh, jika Anda wanita memiliki tinggi badan sebesar 158 cm, maka berat badan Anda yang ideal adalah sebesar 58-8,7 = 49,3 cm.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa walaupun Anda memiliki berat badan normal, tapi belum tentu itu termasuk ideal untuk Anda. Biasanya para wanita yang ingin sekali mempunyai berat badan yang ideal.

Untuk mendapatkan berat badan yang ideal, bukan berarti Anda harus melakukan diet ketat. Kuncinya adalah menyeimbangkan antara energi yang masuk ke tubuh Anda dengan energi yang keluar.

Jika Anda harus menurunkan berat badan untuk mendapat berat badan yang ideal, maka energi yang keluar dari tubuh Anda harus lebih besar daripada energi yang masuk, dan sebaliknya. (kompas.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM