Lifestyle



Hari Bahagia Sedunia yang jatuh setiap 20 Maret setiap tahunnya menjadi pengingat bahwa manusia tak boleh lupa untuk bahagia.

Mengalami kesedihan itu wajar, tapi setelahnya jangan lupa bahagia. Hanya saja, jika pagi hari sudah dimulai dengan hal sedih, mungkin makan bisa membantu meningkatkan kebahagiaan seseorang dan mengembalikan mood jadi lebih baik.

Mengutip Delish, berikut beberapa makanan yang bisa membuat Anda jadi lebih bahagia.

1. Pisang
Pisang adalah buah yang kaya dengan potasium. Tak cuma itu, menurut penelitian Ara De Marderosian, University of the Sciences, pisang juga mengandung tryptophan, senyawa kimia di otak yang membantu memperbaiki mood.

Kandungan vitamin B, folat, akan membantu menurunkan senyawa yang berperan untuk menyebabkan depresi.

2. Beri
Menurut penelitian yang dilakukan Torrey Pines Institute for Molecular Studies, saeka buah beri mengandung senyawa kimia yang mirip dengan asam valproic, yang biasanya diresepkan sebagai obat penstabil mood.

Kandungan flavonoid anthocyanidin yang ditemukan dalam buah beri juga akan membantu menurunkan senyawa yang berasosiasi dengan depresi.

3. Tiram
Berdasar studi daam Nutrition and Metabolic Insights, kekurangan seng dalam tubuh sering dihubungkan dengan kecemasan. Untuk menjaga agar tubuh jadi tetap tenang, tiram yang mengandung senyawa seng sangat baik untuk dikonsumsi.

4. Cokelat hitam
Makanan yang satu ini sudah lama dikenal sebagai makanan pembangkit mood. Cokelat hitam mengandung antioksidan yang juga bisa menurunkan hormon stres, kortisol.

5. Salmon
Berdasarkan penelitian dalam jurnal Pharmacological Research, salmon mengandung asam lemak omega 3 yang bisa meningkatkan mood dan memerangi depresi.

6. Kunyit
Rempah kuning ini dikenal sebagai rempah yang bisa membuat aneka makanan berwarna kuning dan lebih aromatik. Berdasarkan ahli botani Chris Kilham, kunyit mengandung kurkumin yang bisa meningkatkan mood dan memerangi depresi.

7. Jamur
Kekurangan asupan vitam D akan menyebabkan depresi dan penurunan mood. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari University of Melbourne. Jamur adalah salah satu sumber vitamin D yang tinggi sehingga diklaim bisa meningkatkan mood.

8. Bayam
Makan bayam diklaim bisa membuat orang jadi lebih bahagia. Sayur kesukaan Popeye ini mengandung folic acid yang membuat risiko depresi menurun dan meningkatkan stamina.

9. Apel
Satu butir apel sehari tak cuma akan menjauhkan Anda dari dokter. Menurut British Journal o Health Psychology, makan buah dan sayur, termasuk apel akan memberikan efek menenangkan, meningkatkan energi dan kebahagiaan.

10. Kopi
Berdasarkan JAMA Internal Medicine, konsumsi kopi dihubungkan dengan tingkat depresi yang lebih rendah

(cnnindonesia.com)

Ada satu alasan baik untuk berhenti sejenak, melihat sekitar, lalu mencium aroma kayu, bunga, rumput, atau tanah: Itu akan membuat Anda lebih bahagia!

Memperhatikan dan melihat alam—bahkan di kota—bisa meningkatkan perasaan bahagia, keterhubungan, dan kesehatan secara keseluruhan, demikian menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology.

“Ini bukan berarti harus menghabiskan waktu di luar ruangan atau berjalan-jalan ke hutan. Ini bisa tentang pohon yang tumbuh dekat tempat pemberhentian bus yang memberi dampak positif kepada orang,” kata pemimpin peneliti Anne Passmore kepada Medical News Today.

Untuk studi tersebut, peneliti University of British Columbia membagi 395 mahasiwa ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengamati dan memfoto objek buatan manusia seperti gedung, patung, atau mesin yang biasa dijumpai sehari-hari.

Kelompok kedua diminta melakukan hal sama dengan objek alam seperti pohon, tanaman dan matahari terbenam. Kelompok ketiga tidak diminta untuk mengobservasi apa pun.

Mahasiswa kemudia diminta untuk menilai tingkat “kebahagiaan dan kesehatan” mereka, dan hasilnya, orang yang memandang alam merasa “secara siginifikan” lebih gembira, menurut Passmore.
"Kebahagiaan mereka, rasa lebih berharga, dan tingkat keterhubungan dengan orang lain, tak hanya alam—secara signifikan lebih tinggi dibandingkan peserta dalam kelompok yang memerhatikan objek buatan manusia dan kelompok yang tak mengamati apapun,” kata Passmore.

Studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan akses ke ruang hijau ternyata hidup lebih lama memiliki kesehatan mental yang lebih baik. (kompas.com)

Orang yang paling bahagia ternyata bukanlah orang yang tak pernah menunjukkan rasa marahnya, ungkap sebuah temuan baru. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, kata penulis studi. Kebahagiaan juga tentang merasakan emosi lain, seperti kecewa atau marah, yang sama-sama berharga bagi kesehatan mental.

Tak bisa dipungkiri, dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi “bom waktu” dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga, beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Para peserta disurvei tentang perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, serta perasaan apa yang paling ingin mereka tunjukkan. Peserta juga menjawab pertanyaan tentang gejala depresi dan kepuasan hidup.

Tak heran, temuan yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka.

Tetapi terlepas dari jenis emosi yang paling ingin ditunjukkan dan terlepas dari negara atau budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi emosi yang mereka alami, melaporkan kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi.

Walau begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti Anda bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain.

Semisal, saat Anda merasa kesal, Anda boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

Selanjutnya, penelitian masa depan diperlukan untuk melihat apakah jenis emosi tidak menyenangkan lainnya, seperti rasa bersalah, ketakutan, kesedihan, atau rasa malu, juga merupakan bagian penting dari pengalaman hidup, kata Tamir. (kompas.com)

Uang memang tak bisa membeli cinta—tapi bisa membelikan Anda waktu untuk menikmati hidup. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang-orang yang membayar pekerja untuk melakukan pekerjaan yang mengganggu dan menghabiskan begitu banyak waktu cenderung lebih bahagia.

"Uang bisa membeli kebahagiaan jika Anda ‘menghabiskannya’ dengan benar," kata profesor psikologi Universitas British Columbia, Elizabeth Dunn, salah satu peneliti dalam studi ini.

Dalam penelitian tersebut, lebih dari 6.000 orang di empat negara diberi tambahan uang 40 US dollar per pekan selama dua minggu. Pada pekan pertama, para peserta diminta untuk membeli barang-barang material.

Pekan kedua, mereka diminta untuk menghemat waktu dengan dengan membayar seseorang untuk melakukan tugas harian yang mereka anggap membosankan. Pada akhirnya, orang mengatakan bahwa mereka mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dengan menghemat waktu berharga daripada membeli lebih banyak barang, tidak peduli betapa bagusnya barang itu.

Peneliti, Ashley Whillans, dari Harvard Business School, mengatakan membayar seseorang untuk mengerjakan sesuatu yang membosankan dan tidak disukai adalah cara tepat mencapai kebahagiaan. Ketika melakukan itu, mereka mengalami rasa kepuasan yang lebih besar dan lebih bahagia saat hari itu.

Whillans menambahkan, tapi saat membeli benda material berupa barang ternyata efek kebahagiaan tidak sebesar jika kita membayar orang. Bagaimana pun, saat kita merasa waktu sudah tersita banyak oleh pekerjaan, menggaji asisten rumah tangga adalah pilihan yang bijak agar kita tidak stres oleh urusan domestik.

Kita bisa memanfaatkan waktu yang semula dipakai untuk mengerjakan tugas rumah dengan menemani anak bermain, melakukan hobi, atau sekedar bersantai menonton serial favorit di TV.

"Anda selalu bisa mendapatkan uang. Tapi, Anda tidak bisa membeli kembali waktu, "tulis peneliti.

Penelitian sebelumnya juga mengungkap bahwa menggunakan uang untuk membantu orang lain atau merasakan pengalaman yang menyenangkan seperti pergi ke spa atau travelling uga membuat hati lebih bahagia dibanding membeli barang-barang. (kompas.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM