Lifestyle



Bekerja di kafe yang berisik ternyata lebih produktif dibanding dengan kantor yang sibuk. Alasannya karena tidak ada jeda untuk mengobrol dengan rekan sekerja yang sebenarnya justru mengganggu.

Kesimpulan itu dihasilkan dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Yamaguchi Jepang. Mereka meminta relawan untuk bekerja di komputer dengan dua kondisi, pertama dalam latar belakang suara-suara berisik tanpa arti dan kedua bekerja sambil mengobrol. Kemudian hasil pekerjaan mereka dimonitor.

Hasilnya, bekerja sambil sesekali berdiskusi atau mengobrol jauh tidak efektif dibanding dengan bekerja di ruangan yang berisik seperti di kafe.

"Percakapan di sekitar kita seringkali mengganggu pekerjaan. Padahal sekarang ini konsep perkantoran adalah open office atau tdak bersekat," kata Dr.Takahiro Tamesu, peneliti.

Suara-suara berisik seperti musik atau percakapan dengan teman di latar belakang ternyata berpengaruh besar pada konsentrasi bekerja. Saat kita mendengar teman kerja berdiskusi atau kita diajak ngobrol, fokus kita sepenuhnya akan kepada isi obrolan tersebut.

Hasil penelitian ini serupa dengan studi yang dilakukan tim dari Universitas Sussex Inggris. Disimpulkan bahwa pengemudi yang berbicara di telepon menggunakan earphone atau hands-free sama mengganggunya dengan saat menggenggam ponsel. Karena percakapan itu sendiri yang mengganggu konsentrasi pengemudi.

Melakukan percakapan membutuhkan imajinasi visual dan ini menciptakan kompetisi pada kapasitas pemrosesan di otak. Akibatnya, pengemudi bisa tidak fokus pada jalanan.

"Percakapan ternyata lebih visual dari yang kita kira, sehingga pengemudi akan mengabaikan sekitarnya karena mereka berada dalam dunia visual di dalam," katanya. (kompas.com)

Apa cita-cita Anda saat masih kecil? Apakah kini Anda bekerja sesuai cita-cita tersebut? Sebagian orang mungkin tidak, termasuk Anda barangkali.

Memiliki impian pekerjaan di masa kecil adalah hal lumrah. Namun, berapa banyak orang yang berhasil bekerja sesuai dengan cita-cita? Jawabannya cukup mencengangkan, karena memang tidak banyak.

Berdasarkan survei yang dirilis bulan Juli 2017 oleh LinkedIn, salah satu jaringan profesional terbesar dunia, hanya 13 persen profesional muda yang memiliki pekerjaan sesuai yang diimpikan di masa kecil.

Selain itu 29 persen mengaku pekerjaan saat ini masih ada kaitan dengan cita-cita masa kecil sementara 60 persen mengatakan pekerjaan sekarang sama sekali berbeda dengan impian masa kecil.

Adapun cita-cita masa kecil dari para profesional muda ini kebanyakan menjadi dokter/perawat, pengusaha, guru/dosen, tentara/polisi/berkarir di bidang militer dan ilmuwan.

Survei ini dilakukan pada 1.000 responden, dengan kategori pelajar 16-23 tahun dan profesional muda berusia 25-36 tahun yang memiliki pengalaman kerja dua tahun. Masing-masing kategori berjumlah 500 responden.
Dari survei yang diterima Kompas Lifestyle pada Sabtu (22/7/2017), juga disebutkan bahwa alasan pertama mereka bekerja di tempat sekarang karena tidak memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi sebab latar belakang pendidikan dan kemampuan.

Alasan kedua adalah minat dan ketertarikan yang telah berubah. Dan alasan ketiga adalah memiliki komitmen keluarga dan alasan lainnya sehingga tidak dapat meraih pekerjaan impian.

Selain itu, mereka berpendapat memilih pekerjaan saat ini karena sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang dimiliki. Ditambah, pendapatan dan keuntungan yang baik.

Alasan terakhir adalah, "Saya memiliki minat yang tinggi terhadap pekerjaan saya saat ini dan pekerjaan tersebut juga memiliki makna khusus bagi diri saya," tulis survei. (kompas.com)

Ketika sedang mengerjakan suatu pekerjaan, ada hal-hal kecil yang seringkali menarik dan mengalihkan perharian dari pekerjaan yang sedang dilakukan. Sehingga konsentrasi dalam bekerja akan terpecah dan menurunkan produktifitas.

Dilansir dari MyfatPocket, Rabu (5/04/2017), hal ini bisa dicegah jika Anda bisa menghentikan kebiasan-kebiasan buruk berikut ini.

1. Melihat Ponsel
Hampir semua orang setuju bahwa ponsel adalah barang yang paling penting yang harus selalu siap. Tapi tahukah Anda, sebuah getaran sederhana dari perangkat ini akan cukup memecahkan konsentrasi. Untuk itu set ponsel Anda ke dalam Airplane Mode, atau silent agar Anda dapat fokus terhadap pekerjaan.

2. Keluar dari Zona Nyaman
Zona nyaman seringkali membuat Anda menjadi malas dan kehilangan produktifitas. Sehingga pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dengan cepat akan menjadi terbengkalai. Tetapi ada sebagian orang yang justru akan dapat berkonsentrasi di tempat-tempat yang tenang seperti perpustakaan.

3. Menunda Pekerjaan
Menunda pekerjaan adalah musuh besar dalam produktifitas. Hal ini mungkin menjadi sebuah kebiasaan dan sangat sulit untuk disingkirkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa energi positif untuk mendapatkan produktivitas akan didapatkan pada pagi hari. Menempatkan pekerjaan di siang hari atau keesokan harinya justru akan menurunkan produktifitas dan menimbulkan sifat malas.

4. Cek Pesan Secara Konstan
Hal inilah yang menjadi kebiasaan yang penunda pekerjaan paling populer kedua. Ketika sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Anda, Anda akan sangat tergoda untuk langsung menjawab. Akan tetapi penting untuk mengatur waktu agar pesan singkat yang masuk ke dalam ponsel tidak mengalihkan fokus Anda.

5. Melewatkan Waktu Makan
Mungkin Anda sudah diburu oleh deadline pekerjaan. Jangan sampai hal ini membuat Anda melewatkan sarapan, makan siang atau malam Anda. Karena tetap sehat dan berenergi adalah kunci untuk tetap produktif. Sebagai permulaan, melewatkan sarpan akan mengurangi dan memperlambat pekerjaan karena menurunnya tingkat konsentrasi. Jika perut Anda terisi maka akan memberikan dorongan energi.

6. Tentukan Prioritas
Sangat penting untuk merencanakan langkah-langkah sebelum memulai pekerjaan. Hal ini dilakukan agar dapat menentukan mana yang lebih prioritas sehingga pekerjaan akan menjadi produktif.

7. Mencoba menjadi sempurna
Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi kesempurnaan adalah apa yang bisa kita perjuangkan. Dengan mencoba untuk menjadi sempurna, Anda akan lebih semangat untuk bekerja menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan sesuai dengan keinginan. (liputan6.com)

Mengikuti wawancara kerja merupakan hal yang ditunggu setiap pelamar kerja. Anda pasti akan merasa sedikit gugup jika mengalami tahapan ini. Tidak perlu gugup, lakukanlah persiapan yang matang. Dilansir dari magforwomen.com, Kamis (09/02/2017), ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan wawancara kerja.

1. Mencari tahu tentang perusahaan tersebut
Pastikan Anda mengetahui sejarah, asal-usul, prestasi, dan profil dari perusahaan yang akan Anda masuki. Hal ini biasanya akan ada dalam wawancara kerja.

2. Kontak seseorang yang mengundang Anda wawancara
Anda dapat menghubungi HRD atau seseorang yang mengundang Anda untuk mengikuti wawancara kerja di perusahaan tersebut. Anda dapat bertanya dan memastikan apa saja yang harus Anda bawa dan siapkan.

3. Siapkan cerita sukses Anda
Anda juga dapat menceritakan kesuksesan Anda atau prestasi sebelum Anda melamar kerja di perusahaan tersebut. Hal ini menjadi nilai positif dan nilai tambah. 

4. Berpakaian rapi
Anda harus berpakaian rapi. Kerapian dalam berbusana mencerminkan kepribadian Anda. Ini baik untuk menciptakan kesan pertama yang bagus.

 

5. Siapkan referensi atau portofolio
Anda dapat menyiapkan kontak atau nomor telepon seseorang yang merekomendasikan Anda di perusahaan tersebut dan tak lupa untuk membawa portofolio pekerjaan Anda. (liputan6.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM