Lifestyle



Tahukah Anda kalau cara jalan bisa menunjukkan kepribadian seseorang? Pada umumnya, kesan pertama bisa dinilai dari penampilan, ucapan, dan perilaku Anda terhadap orang lain. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Social Psychological and Personality Science menyatakan bahwa cara berjalan seseorang juga bisa mencerminkan kepribadiannya. Benarkah demikian?

Studi baru ini menemukan bahwa orang dengan tipe kepribadian ekstrovert berjalan lebih cepat daripada orang dengan tipe kepribadian introvert. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis ini, menggunakan data dari lebih dari 15.000 orang dewasa berusia 25 sampai 100 tahun untuk melihat apakah ciri kepribadian terkait dengan gaya berjalan atau tidak.

Kepribadian para peserta penelitian dinilai melalui survei dan dinilai berdasarkan lima ciri kepribadian Big Five, yang mencakup ekstraversi, sifat berhati-hati (conscientiousness), keterbukaan (openness), mudah akur atau sepakat (agreableness), dan neurotisme/ neurotik.

Orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari interaksi sosial dengan orang lain (eksternal). Kebalikannya, orang dengan kepribadian introvert cenderung lebih fokus dan bisa mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari dalam diri sendiri (internal) atau hanya dari orang-orang terdekatnya saja dalam jumlah kecil.

Ternyata, kepribadian ekstrovert lebih sering dikaitkan dengan rata-rata jalan yang lebih cepat, yaitu sekitar 0,06 meter per detik lebih cepat daripada orang dengan kepribadian introvert. (kompas.com)

Susu selama ini sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati seseorang yang keracunan. Tapi, apakah Anda tahu alasannya? Dan benarkah susu bisa dijadikan obat penawar keracunan?

Menurut Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K), susu bukanlah obat untuk keracunan. Namun susu bisa memberi manfaat tertentu saat seseorang mengalami kondisi tersebut.

"Manfaat susu itu pertama untuk dilusi, artinya untuk pengenceran. Jadi saat seseorang keracunan, kalau kita memberikan cairan dalam jumlah besar, otomatis kadar racun jadi kecil," kata Ariani saat diskusi bersama Forum Ngobras di KalaKopi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Manfaat lain susu adalah bisa melapisi saluran cerna. Susu, kata Ariani, bisa membilas sehingga seseorang tidak mengalami penyempitan saluran cerna. Susu juga mengandung laktosa, sehingga bila dikonsumsi dalam jumlah besar, maka ia akan cepat juga dikeluarkan. Apalagi untuk orang yang tidak dapat menampung susu dalam jumlah banyak atau intoleran laktosa.

"Kalau kita minum susu banyak, perut akan merasa tidak enak lalu buang air. Itu yang kita butuhkan untuk mengeluarkan racun," kata dia.

Lantas bagaimana dengan air putih? Ariani mengatakan air memiliki beberapa fungsi serupa susu seperti membilas, mendilusi serta membuat lebih encer. "Tapi enggak ada fungsi mengeluarkan dengan kecepatan tinggi," kata dia.

Meski demikian dia tetap mengingatkan bahwa susu tidak direkomendasikan untuk pengobatan keracunan. Bila memang mengalami keracunan maka disarankan untuk dibawa ke dokter. "Kalau sampai ke dokter nanti dipasang selang ke lambung, dibilas. Dikasih air banyak, disedot lagi, dikasih air banyak disedot lagi sampai racun habis," kata Ariani. (kompas.com)

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Emotion mengungkapkan bahwa bangun pagi membuat tubuh lebih segar, produktif, dan bahagia. Selain itu, bangun pagi juga sering dikaitkan dengan kesuksesan dan kekayaan.

Namun, beberapa penelitian dan pakar di bawah ini justru menapik adanya hubungan antara bangun pagi dan kesuksesan. Berikut uraiannya:

Mengurangi kebahagiaan dan kesuksesan?

Kebanyakan orang yang berhasil dan sukses dalam bisnis ataupun karier mengaku bahwa mereka selalu bangun pagi.

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Russel Foster, seorang peneliti ilmu neuro mengatakan, tidak ada riset yang membuktikan bahwa bangun pagi memang membuat Anda lebih produktif, tetapi bukan jaminan Anda mudah menjadi kaya dan sukses.

Dia mengungkapkan menjadi kaya tidak berhubungan dengan waktu Anda bangun tidur, tetapi lebih kepada kemampuan bersosialisasi dan komunikasi.

Badan menjadi lebih segar dan bugar?

Dr Michael Breus yang juga dikenal sebagai The Sleep Doctor mengatakan tubuh setiap orang memiliki waktu produktif yang berbeda-beda tergantung dari stres dan aktivitas harian masing-masing.

Waktu biologis, kata Dr Breuss, memengaruhi kapan waktu paling produktif tubuh manusia.

Penelitian yang dilakukan olehnya menyimpulkan bahwa kebanyakan tubuh orang didunia tidak konsisten produktif setiap jam lima pagi.

Bangun siang membuat Anda malas bekerja?

Pada dasarnya bangun di waktu yang tidak normal dari jadwal harian Anda bisa menyebabkan kondisi tubuh yang kurang tidur sehingga produktivitas pun menurun.

Umumnya, orang yang kurang tidur menjadi mudah marah dan tidak berfungsi dengan baik dalam kegiatan harian.

Penelitian mengungkapkan bahwa manusia yang terus bekerja selama 17 hingga 19 jam tanpa istirahat tidur memiliki performa fungsi yang serupa dengan tubuh yang terkontaminasi konsentrasi alkohol level tinggi.

Anda yang memang terbiasa bangun pagi maka hal itu menjadi keuntungan dan membantu performa kerja Anda. Namun, jika siklus tidur Anda tidak terbiasa bangun pagi dan Anda secara spontan mengubahnya, maka ini seperti melawan grativitas. Alhasil, tubuh Anda pun akan mudah lelah dan stamina menurun sepanjang hari. (kompas.com)

Anda baru saja diangkat menjadi manajer. Muncul tuntutan untuk menjaga kewibawaan. Benarkah ketika karier menanjak naik, kita jadi harus siap soliter? Sebelumnya, sewaktu masih di level bawahan, mungkin Anda satu ruangan beramai-ramai dengan rekan satu divisi. Makan siang bareng, nongkrong bersama di kafe, atau bahkan main kemana-mana di luar jam-jam kerja bersama mereka.

Akan tetapi, semakin naik posisi Anda, dunianya makin terasa berbeda. Anda menempati ruangan sendiri, tanggung jawab dan beban kerja yang makin bertambah membuat waktu bersosialisasi dengan rekan-rekan kantor makin terbatas. Mungkin hubungan dengan teman-teman kantor yang kini menjadi bawahan menjadi berjarak karena konsekuensi posisi Anda.

Meski nyatanya tidak semua orang sepakat dengan anggapan tersebut. Hal ini juga tergantung dari karakter individu masing-masing dan kultur lingkungan kerja juga yang bersangkutan. Berikut adalah lima hal yang perlu dilakukan menyangkut pertemanan di kantor, saat karier Anda kian menanjak.

1. Lingkungan kerja sangat menentukan karakter seorang pimpinan

Di beberapa tempat yang kulturnya formalistik dan kaku, biasanya pimpinan cenderung mengambil jarak yang tegas dengan bawahan. Sementara di lingkungan yang biasa cair, hubungan antara atasan dan bawahan pun lebih cair. Di kantor dengan tipe seperti ini, jangankan menempatkan diri sebagai atasan, mencoba untuk berteman saja susahnya bukan main. Berhadapan dengan kondisi ini, Anda perlu untuk lebih sabar. 

2. Di lingkungan kerja yang terbuka dan cair, kedekatan dengan teman kerja juga tetap ada batasnya

Di kantor manapun pasti ada pihak-pihak yang memanfaatkan politik kantor untuk kepentingan pribadi. Tidak menutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan problem pribadi Anda sebagai senjata untuk menjatuhkan Anda. Karena itu, Anda perlu pintar-pintar memilah mana yang perlu dibagi dengan rekan kerja, dan mana yang sebaiknya tidak.

3. Membuka diri dengan persahabatan di luar kantor

Di satu sisi, mungkin hubungan ke dalam, dengan bawahan menjadi berkurang, tetapi Anda tidak perlu berkecil hati. Sebab, di sisi lain, hubungan Anda dengan pihak luar akan menjadi lebih luas. Anda akan banyak berhubungan dengan stake holder, broker, vendor, dan klien-klien ataupun pihak-pihak dari luar kantor.

4. Mulai dari diri kita terlebih dulu

Kalau kita menutup diri dan bersikap arogan, otomatis bawahan juga akan enggan bersikap ramah pada kita. Kalau tidak sempat menyapa, ya minimal tersenyumlah ketika berpapasan.

5. Menjaga komunikasi tetap terbuka

Interior kantor juga berpengaruh dalam membangun alur komunikasi. Umpamanya kalau ruangan pimpinan dinding dan pintunya kaca terbuka, hal itu menunjukkan keterbukaan komunikasi. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM