Lifestyle



Alanda (32) sedikit terkejut melihat anaknya, Nisa (6), menuangkan bubuk cokelat sampai berlebih hingga banyak yang tumpah dari gelas takaran saat mereka hendak memanggang kue. Namun, ia tak kesal dan malah tertawa karena muka anak semata wayangnya itu jadi ikut belepotan, berlumur coklat bubuk.Tak ketinggalan, baju dan celemeknya juga kotor. “Kalau lebih begini, kuenya nanti terlalu manis, sayang,” ujar Alanda ke Nisa. Sesekali pada akhir pekan, Alanda suka mengajak Nisa untuk memasak bersamanya. Menurutnya, Nisa sangat antusias di dapur karena bisa memegang banyak bahan masakan, baik itu untuk kue atau untuk lauk pauk lainnya. Bagi Anda yang mau meluangkan waktu khusus bersama anak, mengajak anak memasak seperti yang dilakukan Alanda bagus untuk dicoba sebagai proses ia belajar. Jika biasanya Anda menemani anak belajar dengan buku, pensil, dan kertas, ternyata dengan memasak, anak pun bisa belajar banyak hal dan mengasah aneka kemampuan dirinya. Berikut beberapa manfaat yang di dapat anak jika ia mau ikut berkecimpung memasak.

Asah kemampuan berhitung

Memasak merupakan aktivitas yang terorganisir dan membutuhkan perhitungan. Karenanya, memasak jadi cara yang bagus untuk memperkenalkan matematika secara sederhana ke anak-anak. Melansir dari earlylearningfurniture.co.uk, Senin (4/12/2017), menimbang bahan makanan, mengukur takaran tepung, dan juga menghitung jumlah telur yang dibutuhkan menjadi contoh-contoh yang secara tak langsung menjadi pelajaran berhitung bagi anak.

Selain itu, anak pun bisa mengukur waktu terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak suatu makanan. Dengan begitu, anak juga dapat mengerti kalau memasak pun butuh perhitungan yang tepat agar menjadi makanan yang bisa disantap.

Mengenal hal baru

Ketika ikut memasak, anak-anak bisa mengobservasi dan merasakan hal-hal yang sebelumnya ia tidak ketahui. Misalnya, anak bisa mengenal lebih banyak bahan-bahan makanan dan teksturnya. Contoh, anak bisa mengerti bagaimana membedakan daun jeruk dan daun kunyit. Kemudian, saat memasak kue dan menggunakan pencetak makanan, anak juga jadi bisa mengetahui nama-nama bentuk seperti lingkaran, segitiga, atau bentuk ragam binatang. Perubahan makanan yang terjadi saat memasak seperti cokelat yang mencair, kue yang memakai baking soda yang kemudian mengembang saat dipanggang juga dapat menarik perhatian anak. Orangtua pun dapat menjelaskan perubahan-perubahan tersebut sebagai pengetahuan baru untuk anak.

Tingkatkan kepercayaan diri

Memasak pun turut menambah kepercayaan diri anak. Mengutip dari livestrong.com, Selasa (3/03/2017), anak akan merasa berkontribusi karena akan menyajikan makanan untuk keluarganya. Karena itu, dukung anak untuk melakukan tugas-tugas yang sesuai kemampuannya. Perlu diingat, buat aturan dahulu apa yang tak boleh ia lakukan dan alat-alat apa yang bisa berbahaya baginya, seperti hindari memotong dengan pisau tajam, terlalu dekat dengan kompor atau air panas. Orangtua bisa mengarahkan anak mulai dari menyiapkan alat makan, membantu membersihkan bahan makanan, hingga mengaduk adonan kue.

Tingkatkan komunikasi dan interaksi

Kemampuan anak berkomunikasi dengan ayah atau ibu bisa meningkat karena proses memasak membutuhkan banyak interaksi. Orangtua menjelaskan tentang resep masakan dan instruksi memasak, lalu anak bisa mendengarkan dan mengikuti instruksi memasak dari mereka.

Wajar jika anak pun suka ragu dan banyak bertanya, tapi tak mengapa karena itu merupakan proses belajarnya tersendiri. Pengetahuan anak tentang kata-kata atau bahan memasak baru juga bisa bertambah dari proses memasak bersama ini. Ketika memasak, anak dapat menggunakan celemeknya sendiri agar lebih semangat dan terasa serius berkecimpung di dapur. Wajar bila saat memasak anak masih ceroboh dan lebih berantakan sehingga celemek dan bajunya ikut kotor. Untuk itu, orangtua juga harus siap dengan dapur yang lebih kotor dan berantakan karena bantuan anak saat memasak tak selalu rapi. Anggap baju dan celemek anak yang lebih kotor tak menjadi masalah karena berani kotor itu baik. Usai memasak, orangtua pun tidak perlu khawatir noda-noda masakan itu akan sulit hilang, sebab jika dicuci dengan deterjen yang tepat, baju, celemek, dan kain lainnya yang kotor bisa kembali bersih dan wangi. Bahan dasar deterjen, seperti enzim dan alkali merupakan kandungan yang mampu menghilangkan kotoran tersebut. Alkali atau garam laut yang ada dalam formula deterjen seperti Rinso, misalnya, terdiri pula dari kandungan natrium dan kalium yang mampu melunturkan noda lemak dan minyak dengan optimal. (kompas.com)

Hubungan sosial menjadi hal penting bagi kesehatan emosional dan kualitas hidup. Namun ternyata, ada pula keterkaitan antara hubungan sosial dan kesehatan otak. Dalam sebuah riset Ohio State University pada 2014, seperti diberitakan psychologytoday.com, ditemukan bahwa ada kesulitan konsentrasi yang tinggi pada para pengidap kanker payudara yang mengalami kesepian tingkat tinggi. Dalam studi ini, jelas bahwa mereka yang kesepian mengalami kesulitan berkonsentrasi dan memori yang kurang baik dibandingkan dengan yang tidak terlalu kesepian. Banyak dari kita yang belum mengetahui ini, kan?

Keterkaitan kesepian dan otak

Para ilmuwan memahami bahwa kesepian berdampak buruk pada otak. Ada sebuah keterkaitan antara perasaan tidak dicintai dan tidak dipedulikan dengan peradangan otak, yang diketahui sebagai faktor risiko alzheimer. Meski begitu, masih sedikit studi yang mendukung temuan tersebut. Para periset mengumpulkan tiga kelompok penderita kanker payudara dan sebagai grup kontrol, juga mengumpulkan mereka yang tidak mengidap kanker. Pada dua studi pertama, partisipan melaporkan tingkatan kesepian mereka dan fungsi kognitif yang mereka miliki. Satu kelompok diberi kuisioner standar dan tes kognisi. Tiga fase studi yang dilakukan memberikan hasil yang konsisten. Tidak hanya penderita kanker payudara yang kesepian, namun kelompok kesepian yang tidak menderita kanker juga menunjukkan hasil serupa, bahwa masalah perhatian dan memori muncul juga pada mereka.

Dilema pengobatan

Keterkaitan antara isolasi sosial dan kesehatan otak ini penting untuk diobati. Tapi, penelitian juga menghasilkan pertanyaan tambahan yang kompleks dan menggarisbawahi kesulitan mengukur variabel subjek mana yang berdampak pada performa kognitif. Kita tahu, bahwa para dokter bisa mencari metode pengobatan yang tepat untuk masalah tersebut. Namun, di sisi lain definisi "kesepian" sendiri dianggap terlalu abstrak. Pasalnya kondisi ini didasari perasaan subjektif setiap orang saat merasa kesepian. Para peneliti kemudian masih belum yakin tentang bagaimana kesepian bisa diobati secara medis, karena belum ada bukti yang jelas tentang bagaimana mengurangi rasa kesepian. Namun, riset ini setidaknya memberikan satu ide, bahwa kesehatan fisik dan mental tidak hanya diakibatkan oleh penyakit tapi juga suatu fenomena abstrak tentang apakah kita menjadi seseorang yang dicintai atau dipedulikan atau tidak secara sosial. Hubungan sosial yang berarti menjadi sesuatu yang fundamental bagi kesehatan seaeorang. Sama seperti tubuh membutuhkan nutrisi untuk hidup dan berkembang, kita juga membutuhkan hubungan sosial yang baik sebagai sumber energi dalam hidup. (kompas.com)

"Dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu, insiden stroke meningkat sighnifikan pada orang dewasa muda," kata ahli saraf neurologis Diana Greene-Chandos, M.D., direktur perawatan neurokologis di The Ohio State University Wexner Medical Center.

"Angka rawat inap stroke iskemik (berhentinya aliran darah pada otak akibat gumpalan darah) meningkat baik untuk pria dan wanita di bawah usia 45 tahun. Di rentang usia 18 sampai 34, tingkat rawat inap untuk stroke iskemik akut meningkat 31,8 persen, sementara di rentang usia 35 sampai 44 jumlahnya meningkat 30 persen."

Dr. Greene-Chandos menilai, kebanyakan orang dewasa muda tidak menganggap skrining kesehatan seperti tes kolesterol, tekanan darah, dan gula darah adalah hal yang perlu dilakukan sampai mereka beranjak lebih tua. Padahal, skrining rutin tersebut dapat memberi gambaran tentang risiko stroke.

Selain itu, adanya peningkatan besar pada faktor risiko stroke umum seperti hipertensi, kelainan lipid, diabetes, penggunaan tembakau, dan obesitas, juga menjadi penyebab meningkatnya kasus stroke di usia muda. Studi di JAMA Neurology menemukan bahwa gangguan lipid-juga dikenal sebagai kolesterol tinggi-meningkat paling banyak, dari sekitar 12 persen menjadi 21 persen.

Ironisnya, risiko stroke justru menurun untuk orang dewasa yang lebih tua, menurut Koto Ishida, M.D., direktur Pusat Stroke Komprehensif NYU Langone. Menurut studi JAMA Neurology, tingkat rawat inap stroke pada orang berusia 55 sampai 64 benar-benar menurun 2,2 persen. Itu karena faktor risiko seperti kolesterol dan tekanan darah biasanya dikelola lebih baik pada usia di atas 50 tahun.

"Orang dewasa yang lebih tua lebih peduli tentang masalah semacam ini, jadi mereka akan melakukan skrining," katanya. "Tapi seseorang di usia dua puluhan biasanya tidak memikirkan sesuatu seperti tekanan darah kecuali sampai benar-benar ada masalah."

Sakit kepala hebat bisa menjadi gejala stroke ringan

FAST (Face, Arm, Speech, Time) biasanya menjadi tanda awal adanya serangan storke. Satu sisi tubuh akan mengalami efek saat stroke saat terjadi di otak, membuat wajah seseorang menjadi tidak simetris, tak mampu mengangkat lengan di satu sisi, ucapan samar atau bingung, dan mungkin mempengaruhi kemampuan ingatan dan verbal.

Namun, kini tidak semua stroke terlihat seperti insiden FAST yang klasik, kata Dr. Greene-Chandos. Orang dewasa yang lebih tua cenderung terpengaruh pada pembuluh darah yang lebih besar, membuat mereka cenderung memiliki "gejala stroke besar" seperti wajah yang terkulai.

Sedangkan orang yang lebih muda cenderung mengalami penggumpalan darah dari area tubuh yang lain dan gumpalan darah itu dapat bergerak melalui pembuluh darah yang lebih kecil. Dr Greene-Chandos mengatakan, perbedaan inilah yang sering menyebabkan gejala stroke pada dewasa muda kerap berbeda, lebih sering berupa mati rasa, kesemutan, atau sakit kepala.

Dr Greene-Chandos menambahkan bahwa orang yang memiliki stroke cenderung mengalami sakit kepala hebat yang melemahkan, dan bahwa orang-orang yang menderita migrain biasa sebenarnya berisiko lebih besar terkena stroke. Bahkan cegukan yang tidak bisa diatasi juga bisa menjadi gejala stroke, catatnya.

"Anda bisa saja mengalami stroke ringan dan tidak menyadarinya," kata Dr. Greene-Chandos. "Anda bahkan bisa mengalami banyak stroke dan tidak memiliki gejala fisik. Tapi seiring berjalannya waktu, perubahan otak bisa mempengaruhi ingatan dan ucapan Anda secara signifikan. Jadi, lakukan cek kesehatan rutin, walaupun Anda berpikir masih terlalu muda dan Anda sehat.”

Dr. Greene-Chandos mencatat, jangan berpikir bahwa stroke hanya untuk orang tua. Hal itu kini tidak berlaku lagi. Menerapkan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan dengan gizi seimbang serta olahraga rutin, adalah langkah sederhana dan terbaik dalam pencegahan stroke. (kompas.com)

Susu selama ini sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati seseorang yang keracunan. Tapi, apakah Anda tahu alasannya? Dan benarkah susu bisa dijadikan obat penawar keracunan?

Menurut Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K), susu bukanlah obat untuk keracunan. Namun susu bisa memberi manfaat tertentu saat seseorang mengalami kondisi tersebut.

"Manfaat susu itu pertama untuk dilusi, artinya untuk pengenceran. Jadi saat seseorang keracunan, kalau kita memberikan cairan dalam jumlah besar, otomatis kadar racun jadi kecil," kata Ariani saat diskusi bersama Forum Ngobras di KalaKopi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Manfaat lain susu adalah bisa melapisi saluran cerna. Susu, kata Ariani, bisa membilas sehingga seseorang tidak mengalami penyempitan saluran cerna. Susu juga mengandung laktosa, sehingga bila dikonsumsi dalam jumlah besar, maka ia akan cepat juga dikeluarkan. Apalagi untuk orang yang tidak dapat menampung susu dalam jumlah banyak atau intoleran laktosa.

"Kalau kita minum susu banyak, perut akan merasa tidak enak lalu buang air. Itu yang kita butuhkan untuk mengeluarkan racun," kata dia.

Lantas bagaimana dengan air putih? Ariani mengatakan air memiliki beberapa fungsi serupa susu seperti membilas, mendilusi serta membuat lebih encer. "Tapi enggak ada fungsi mengeluarkan dengan kecepatan tinggi," kata dia.

Meski demikian dia tetap mengingatkan bahwa susu tidak direkomendasikan untuk pengobatan keracunan. Bila memang mengalami keracunan maka disarankan untuk dibawa ke dokter. "Kalau sampai ke dokter nanti dipasang selang ke lambung, dibilas. Dikasih air banyak, disedot lagi, dikasih air banyak disedot lagi sampai racun habis," kata Ariani. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM