Lifestyle



Mulai 31 Oktober 2017, para pelanggan jasa operator telekomunikasi diwajibkan melakukan registrasi dan registrasi ulang (bagi pengguna lama) dengan validasi Nomor Induk Kependudukan. Tak repot, begini caranya. (detik.com)

Bersalaman atau jabat tangan adalah bentuk ekspresi yang lumrah dilakukan, baik di belahan dunia barat maupun timur. Akan tetapi, sebenarnya setiap orang dari setiap budaya memiliki cara salaman yang khas.

Apa yang membedakan cara salaman masing-masing orang? Benarkah gaya salaman seseorang bisa menunjukkan kepribadiannya?

Menurut Jesse Bering, seorang ahli ilmu komunikasi dari University of Otago New Zealand dalam Scientific American, catatan mengenai jabat tangan sudah muncul sekitar abad ke-12 SM. Bukti-bukti sejarah juga telah membuktikan bahwa jabat tangan banyak terjadi di Afrika, Indian, Guatemala, dan Asia Tengah sejak masa lampau.

Dulu, salaman memiliki beberapa arti. Pertama, menunjukkan maksud untuk berdamai. Mengapa begitu? Orang yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan ingin menunjukkan bahwa dia bertangan kosong dan tidak membawa senjata apa pun serta tidak memiliki penyakit menular.

Kemudian, gerakan naik turun diartikan proses pembuangan senjata seperti pisau yang bisa saja disembunyikan di dalam lengan baju orang yang bersalaman.

Selain itu, makna lain dari salaman adalah sebagai simbol kepercayaan tinggi terhadap perjanjian atau janji yang telah dibuat.

Walaupun tidak sama persis, ternyata bentuk salaman juga ada pada hewan seperti simpanse. Namun, ada perbedaan yang cukup kentara antara cara salaman manusia dan simpanse.

Salaman yang dilakukan oleh simpanse dilakukan untuk menunjukkan dominasi atau kekuasaan. Jadi, simpanse yang mengulurkan tangannya duluan berarti ia lebih berkuasa dibandingkan simpanse yang diajak bersalaman.

Menunjukkan kepribadian

Ternyata salaman juga bisa menunjukkan kepribadian atau maksud orang yang melakukannya. Ini dilihat dari cengkeramannya, berapa lamanya, hingga bahasa tubuh ketika sedang berjabat tangan.
Salaman yang kuat dan kencang

Salaman yang dilakukan dengan keras biasanya dilakukan oleh mereka yang punya maksud mendominasi. Lillian Glass, Ph.D., seorang ahli bahasa tubuh dari Amerika Serikat berpendapat bahwa salaman jenis ini layaknya pertempuran untuk menujukkan siapa yang paling berkuasa.

Sebuah penelitian oleh para psikolog dari University of Alabama di AS juga menguak fakta yang serupa. Salaman dengan genggaman tangan yang kuat, kontak mata, dan durasi yang cukup lama menunjukkan sifat ekstrovert dan lebih terbuka terhadap pengalaman baru.

Orang-orang dengan sifat demikian umumnya memang memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi sosok yang dominan atau berkuasa.

Salaman yang lemas

Masih dalam penelitian dari University of Alabama, orang yang berjabat tangan dengan sangat pelan dan lemas ternyata cenderung menunjukkan kepribadian yang lebih mudah cemas, gugup, atau stres. Kondisi mental ini disebut dengan neurosis.

Akan tetapi, menurut Lillian Glass, salaman yang lemas juga bisa menandakan bahwa Anda tidak terlalu tertarik atau menghargai orang yang bersalaman dengan Anda. Yang ada di pikiran Anda hanyalah untuk cepat-cepat selesai berbasa-basi.

Salaman tanpa tatap mata

Memang ada beberapa orang yang merasa canggung saat bertatapan mata dengan orang lain. Apalagi dengan orang asing. Karena itu, bila Anda sering bersalaman tanpa bertatapan mata dengan orang lain, bisa jadi Anda adalah orang yang memang kurang nyaman berada di situasi-situasi sosial atau bahkan mengidap fobia sosial.

Namun, sekali lagi cara salaman ini juga bisa mengartikan hal yang berbeda. Misalnya Anda sebenarnya malas atau tidak tertarik untuk berjabat tangan dengan orang lain. Jadi belum tentu punya fobia sosial, Anda hanya sedang tidak minat saja untuk beramah-tamah dengan orang yang bersalaman dengan Anda.

Salaman yang kelamaan

Kalau salaman tanpa tatap mata menunjukkan kecanggungan, salaman dengan tatap mata yang terlalu lama bisa menandakan sifat yang agresif. Begitu juga kalau Anda menjabat tangan seseorang terlalu lama.

Menurut para ahli bahasa tubuh, durasi salaman yang tepat tidak lebih dari dua detik. Karena itu, bila Anda tidak ingin terlihat terlalu agresif, tidak perlu salaman terlalu lama. (kompas.com)

Banyak orang tidak suka membuang waktu dengan rapat yang tidak penting. Tapi, Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX, memiliki strategi agar rapat tetap berjalan, menurut mantan karyawan SpaceX yang ditulis di Quora, situs berbagi pengetahuan.

Mantan karyawannya menceritakan kembali ketika Musk menegur salah satu peserta rapat.

“Salah satu teman dekat saya mulai bekerja di sana (SpaceX) beberapa tahun sebelum saya. Dia bekerja (hingga sekarang) dalam kelompok analisis, sehingga rapat kurang berguna kalau Anda hanya melewati dan bertanya kepada seseorang sebuah pertanyaan. Dia menceritakan kejadiaan saat itu:

“Elon kepada peserta rapat: “Anda tidak mengatakan apapun. Mengapa Anda di sini?”

Mantan karyawan tersebut kemudian menjelaskan rasionalitas Musk membuat pernyataan blak-blakan tersebut.

“Itu mungkin agak kurang sopan (blak-blakan), tapi itu masuk akal,” tulisnya. “Jangan ikut dalam sebuah rapat kecuali ada tujuan tertentu; apakah untuk membuat keputusan atau mendorong agar bekerja lebih keras. Dalam banyak kasus, sebuah email sudah cukup.”

Musk bukan satu-satunya CEO yang melakukan rapat secara efisien. Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, menggunakan “two-pizza-rule” untuk mengurangi rapat yang tak efisien.

Idenya sederhana: rapat seharusnya cukup dengan dua pizza untuk dimakan seluruh peserta rapat. Jika tidak, rapat mungkin terlalu besar dan tidak produktif.

Bezos juga mengatakan pada Fortune tahun 2012 bahwa beberapa rapat dengan eksekutif senior dimulai dengan keheningan membaca, di mana para peserta biasanya memegang catatan di tangan, mencatat beberapa hal dan menganalisis masalah sebelum memulai diskusi.

Oleh karena itu, katanya, dia segera membuat perhatian semua orang—karena tidak ada yang suka menghabiskan waktu dalam ruang rapat. (kompas.com)

Apakah Anda termasuk orang dengan tipikal sulit bangun pagi? Sekalipun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melepaskan diri dari bantal dan selimut, namun tubuh rasanya masih ingin menempel di tempat tidur.

Tenang saja, Anda tidak sendiri. Bangun pagi hari memang terasa sangat sulit bagi orang-orang seperti itu. Perlu perjuangan dan niat yang besar untuk beranjak dari dunia mimpi. Namun ada hal yang bisa dilakukan agar kita bisa bangun tidur dalam kondisi segar tanpa rasa malas.

Menurut peneliti kebiasaan tidur. Dr Nerina ada lima hal yang bisa dikerjakan. "Selama 20 tahun pengalaman saya menangani orang-orang yang sulit tidur, saya menemukan beberapa hal kecil yang dapat membuat perbedaan besar terkait bagaimana Anda tidur. Saya menyebutnya sebagai lima hal yang tidak bisa dinegosiasi."

1. Sarapan pagi

Anda mungkin sudah terbiasa sarapan, namun salah satu hal yang penting soal ini adalah waktunya. "Sarapan sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu 30 menit setelah bangun," kata Dr Nerina. "Bukan saat berangkat kerja atau terjebak dalam kemacetan. Sarapan 30 menit setelah bangun itu menstabilkan kadar gula darah."

Selain itu, sarapan di pagi hari juga memberi sinyal pada tubuh bahwa seseorang tidak dalam kondisi kelaparan, sehingga pada malam berikutnya Anda akan memproduksi melatonin, hormon tidur.

Nerina menambahkan kalau melatonin hanya diproduksi saat kita merasa aman, sehingga ketika seseorang segera sarapan setelah bangun, maka ia akan mengirimkan pesan ke tubuh bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

2. Tunda kopi

Jangan panik, Anda masih boleh kok minum kopi. Hanya saja pastikan untuk tidak mengonsumsi kafein sebelum makan."Idealnya tidak boleh ada kafein sebelum makan. Banyak orang yang tidak sarapan dan hanya minum secangkir teh atau kopi pada pagi hari. Jadi mereka secara artifisial menaruh stimulan ke tubuh yang akan menghentikan produksi melatonin."

Selain itu, jangan menggunakan kafein sebagai pengganti makanan setelah pukul tiga sore. Efeknya akan membuat Anda susah tidur nyanyak

3. Minum air putih

Air diperlukan oleh tubuh. Minum air putih yang banyak memiliki manfaat baik, terutama untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

"Tubuh manusia terdiri dari 70 hingga 80 persen air. Jadi agar biokimia tidur kita berfungsi optimal dan agar otak kita memproses hormon yang mengatur kita tidur, tubuh perlu terhidrasi,"ujar Dr Nerina. "Oleh karena itu, minumlah dua liter air dalam sehari."

4. Tidur lebih cepat

Beberapa orang karena kesibukannya tidak bisa segera tidur. Namun bila kita berusaha tidur lebih cepat tiga atau empat kali dalam sepekan, kita akan mendapatkan manfaat signifikan.

"Fase tidur 90 menit sebelum tengah malam merupakan tahap yang sangat penting. Dalam fase tersebut tubuh memperbaiki diri di setiap level, fisik, mental, emosional dan juga spiritual."

Oleh karena itu, ketika sedang berada di fase ini, terutama ketika sedang mengalami kondisi tubuh menurun atau dalam masa penyembuhan, cobalah untuk tidur lebih awal. Berbaringlah pukul 10 malam untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

5. Singkirkan ponsel

Seberapa penting bermain ponsel sebelum tidur? Biasanya tidak terlalu penting karena kita hanya memeriksa media sosial. Oleh karena itu, untuk mendapatkan malam yang berkualitas, kata Nerina, kita perlu berhenti melihat ke layar, termasuk TV, laptop, dan tablet.

Matikan gadget satu jam sebelum tidur untuk membantu otak kita memasuki suasana istirahat.

Nerina menambahkan agar kita tidak menonton televisi di tempat tidur. "Kamar tidur Anda seharusnya bebas dari teknologi. Dan adalah sesuatu yang normal jika kita terbangun tanpa memeriksa ponsel."

Penelitian membuktikan bahwa terbebas dari teknologi seperti ponsel dapat membuat tidur lebih nyenyak pada malam hari. (kompas.com)

Page 1 of 26

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM