Lifestyle



Rata-rata seorang manager HRD (human resources management) hanya butuh waktu 6 detik untuk menentukan apakah CV yang Anda kirimkan layak dibaca atau tidak. Selanjutnya hanya ada dua pilihan, Anda akan dipanggil untuk wawancara atau CV Anda hanya akan ditumpuk bersama berkas-berkas yang tak terpakai.

Itu sebabnya, mempersiapkan resume sebaik dan seefektif mungkin adalah langkah pertama untuk meraih impian Anda bekerja di perusahaan yang diidam-idamkan.

Berikut adalah beberapa tips yang dilansir dari laman Business Insider untuk membuat resume yang akan dilirik oleh HRD.

- Buatlah ringkasan singkat yang isinya mengapa Anda tertarik pada pekerjaan yang ditawarkan. Tidak perlu terlalu panjang, satu paragraf saja namun sudah mencakup alasan mengapa Anda merupakan kandidat yang tepat.

- Jangan menuliskan pengalaman kerja yang tidak relevan dengan posisi yang Anda incar. Mungkin Anda memiliki keahlian memasak atau membuat minuman yang enak di restoran tempat Anda bekerja sebelumnya. Namun, jika Anda melamar pekerjaan sebagai staff perbankan misalnya, maka pengalaman tersebut tidak perlu dicantumkan.

"Hanya tampilkan pengalaman jika berkaitan dengan posisi yang Anda lamar," kata pakar dan pendiri perusahaan konsultan karir, Alyssa Gelbard.

- Yang perlu menjadi fokus adalah pencapaian atau prestasi Anda yang relevan dengan posisi yang dilamar.

- Kirimkan data diri Anda selengkap mungkin. Namun, disarankan untuk tidak mencantumkan status perkawinan dan agama. Tujuannya, agar informasi tersebut tak menyebabkan diskriminasi yang akan menghambat proses pemanggilan interview.

- Cantumkan alamat tempat tinggal dan sertakan nomor telepon lebih dari satu nomor telepon. Pastikan nomor ponsel yang Anda miliki selalu dibawa kemana pun agar kesempatan panggilan wawancara tidak sampai terlewat.

- Jangan pernah berbohong tentang pengalaman kerja yang pernah Anda jalani. Rosemary Haefner, kepala personalia sumber daya manusia di CareerBuilder mengatakan, kebohongan akan menyusahkan Anda ketika benar-benar diterima di perusahaan tersebut.

Kemampuan seseorang akan tampak ketika dirinya menjalani masa percobaan di setiap pekerjaan. Pada umumnya setiap perusahaan memberlakukan masa percobaan dalam kurun waktu tertentu untuk mengangkat atau memutus hubungan kerja.

- Hal lain yang musti diperhatikan adalah, hapus tahun kelulusan dan buatlah format tulisan yang konsisten.

Selamat mencoba. (kompas.com)

Tingkat kecerdasan (IQ) seseorang memang dipengaruhi oleh faktor genetik. Khusus dalam peran ayah, ternyata interaksi dengan bayi sejak awal kehidupan ikut memengaruhi kecerdasan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari Imperial College London, diketahui bahwa para ayah yang ikut mengurus anak dan punya interaksi positif dengan bayinya akan meningkatkan perkembangan kecerdasan buah hatinya.

Interaksi positif yang dimaksudkan adalah seberapa berkualitas interaksi antara ayah dan anak. Misalnya saja memberi perhatian penuh saat bermain dengan bayinya, membacakan buku, atau mengajak bernyanyi.

"Pesan dari hasil studi ini jelas, ayah yang memiliki bayi harus aktif berinteraksi. Bahkan meski masih bayi, bermain akan berpengaruh positif bagi kecerdasannya," kata Paul Ramchandani, ketua peneliti.

Hasil penelitian itu dilakukan dengan mengamati interaksi 128 ayah dengan bayinya yang berusia 3 bulan. Kemudian bayi-bayi itu dites tingkat kecerdasannya saat mereka sudah masuk usia balita. Bayi yang punya interaksi positif dengan ayahnya, memiliki skor IQ lebih tinggi.

Walau penelitian itu bersifat observasi dan tidak diketahui apakah ada kaitan langsung antara tingkat IQ dan interaksi positif bersama ayah, tetapi hasilnya jelas berbeda dibanding dengan bayi yang ayahnya kurang terlibat dalam pola asuh anak.

Ini bukan penelitian pertama dalam topik yang sama. Studi tahun 2002 juga menunjukkan hasil yang mirip. Anak-anak yang ayahnya terlibat dalam tumbuh kembang anak ternyata memiliki prestasi akademik lebih baik. Mereka juga lebih menikmati sekolah dan kegiatan ekstra kurikuler.

Secara umum, keterlibatan ayah dalam pola asuh bayi juga berpengaruh pada kepuasan hidup anak. Menurut sebuah studi tahun 2012, anak perempuan yang dekat dengan ayahnya memiliki tingkat kepercayaan diri dan kepuasan hidup lebih baik. (kompas.com)

Ada pendapat umum bahwa jika Anda belajar keras dan lulus dengan nilai tinggi, akan menjamin Anda menemukan pekerjaan dan karier yang besar dengan bayaran yang baik. Ternyata, hal ini tidak semuanya benar.

Meskipun, sebagian besar posisi mengharuskan Anda untuk memiliki ijazah, tidak semua perusahaan melihat melalui nilai Anda. Ketika Anda lulus, satu-satunya hal yang penting adalah memperbanyak pengetahuan dan pengalaman dalam bidang karier Anda.

Ternyata siswa yang mendapat nilai rendah atau pas-pasan pada akhir semester juga dapat berhasil dan sukses. Dilansir dari lifehack.org, Selasa (22/11/2016) berikut 7 alasan mengapa siswa dengan nilai rendah dapat menjadi orang yang paling sukses di dunia.

1. Mereka memahami apa yang mereka inginkan lebih awal

Siswa dengan nilai pas-pasan atau rendah tidak menghabiskan banyak waktu di kelas. Jika Anda ingin menjadi seorang teknisi, Anda jelas tidak perlu menulis seratus esai menjengkelkan tentang budaya dan pengalaman Anda.

Mereka biasanya akan berhenti mengambil kelas yang tidak perlu dan fokus pada mata pelajaran yang diperlukan serta berhubungan dengan pekerjaan yang dapat membantu pekerjaan mereka. Terkenal di dunia inovator dan pengusaha, Steve Jobs tidak pernah selesai kuliah dan berhasil mencapai puncak di industri TI hanya karena ia fokus pada apa yang dia suka.

Dalam pidatonya yang terkenal untuk lulusan Stanford, dia menekankan bahwa satu-satunya cara untuk sukses, adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Terus mencari, dan tidak cepat puas.

2. Mereka mendapatkan pengalaman lebih dulu

Kebanyakan siswa dengan dengan nilai rendah atau pas-pasan mulai bekerja lebih awal dari rekan-rekan mereka, yang menurunkan memilih untuk melewatkan kelas dan mulai mencari nafkah.

Pada saat yang sama, mereka mendapatkan pengalaman yang tak ternilai dan mungkin belum tentu siswa dengan nilai tinggi dapat mengalaminya. 

3. Membangun jaringan

Sementara siswa tinggi sibuk dan terjebak belajar mempelajari semua pelajaran yang belum tentu diperlukan, siswa dengan nilai rendah dan pas-pasan berkomunikasi dengan puluhan orang setiap hari untuk menambah pengalaman.

Dalam kehidupan nyata, ternyata kemampuan berkomunikasi dapat membuat perbedaan dalam karier Anda.

4. Mereka tahu bagaimana menikmati hidup

Saat kuliah, mereka mengunjungi pesta dan datang ke pelajaran dengan sedikit mengantuk, mereka lebih menikmati hidup mereka. Sama terjadi ketika mereka mulai bekerja. Polos dan sederhana, orang yang bahagia lebih berhasil daripada mereka yang tidak.

Hal ini terjadi karena mereka menyenangkan berada di sekitar lingkungan mereka, Bisa menjadi pemain tim proaktif yang akan menghibur seluruh tim, dan memiliki keterampilan terbaik yang dicari perusahaan-perusahaan besar. 

5. Mereka menemukan solusi yang paling sederhana.

Miliarder spesialis komputer Bill Gates adalah salah satu dari banyak orang sukses yang tidak pamer dengan tanda perguruan tinggi mereka. Namun demikian, ia berhasil sampai ke puncak kesuksesan dengan membangun Microsoft, salah satu perusahaan IT raksasa.

Bill Gates berpikiran terbuka dan tidak seperti orang lain, ia tidak pernah melihat nilai atau bahkan diploma. Selain itu, dia pikir itu adalah penting untuk berpikir di luar kotak. Salah satu kutipannya yang terkenal: "Saya akan selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit. Karena dia akan menemukan cara mudah untuk melakukannya ."

6. Mereka mengikuti impian mereka

Banyak keberhasilan berasal dari mencintai apa yang Anda lakukan. Ketika Anda memasuki perguruan tinggi Anda sangat muda dan mungkin tidak mengerti apa yang sebenarnya Anda butuhkan.

Itulah mengapa penting untuk memahami bahwa Anda tidak diwajibkan untuk mengikuti pilihan Anda saat Anda berada di usia 18 tahun. Lihatlah miliarder termuda perempuan Elizabeth Holmes, yang merevolusi pengobatan.

Dia keluar dari Stanford, salah satu perguruan tinggi paling bergengsi untuk mengikuti mimpinya. Contoh lain adalah Richard Branson, ia meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun, sekarang dia mengelola sebuah perusahaan pesawat raksasa "Virgin."

7. Mereka memahami apa itu perjuangan

Kesuksesan membutuhkan kecerdasan emosional, ketekunan, semangat dan, yang paling penting, kemampuan untuk mengatasi kegagalan. Dalam bisnis serta dalam hidup, Anda akan pergi melalui pasang surut tidak peduli nilai apa yang Anda punya di perguruan tinggi. Siswa dengan nilai rendah menjadi lebih sukses karena mereka tahu apa artinya berjuang, dimulai dengan melewati ujian dan berakhir dengan menemukan uang untuk memulai bisnis mereka sendiri.

Jika Anda lulus dari perguruan tinggi dengan nilai yang lebih rendah, jangan putus asa. kehidupan, pengalaman dan pelajaran ketika Anda meninggalkan kelas akan menjadi modal yang paling penting dalam karier. (liputan6.com)

Sebagai manusia dewasa, tentu banyak sikap yang harus disesuaikan dengan berbagai kondisi, terutama di tempat kerja. Bagi Anda yang sampai sekarang masih sering bertanya-tanya, sikap seperti apa yang seharusnya dilakukan saat bekerja, mungkin ini dapat membantu Anda.

Dilansir dari mydomaine.com, Selasa (15/11/2016), ada beberapa perilaku negatif di tempat kerja yang seharusnya dihindari oleh generasi milenial, dan ini merupakan sikap yang dapat menentukan kemajuan karier profesional seseorang. Apakah itu?

Para peneliti menemukan perilaku kerja yang negatif ini juga merupakan salah satu alasan mengapa begitu banyak pekerja atau karyawan yang berjuang mati-matian untuk memajukan karier mereka. Mereka merasa berhutang kepada perusahaan atau bos di tempat kerja.

Faktanya, tidak ada yang berhutang apapun kepada siapapun. Jika ada, maka Anda telah membayarnya dengan menyalurkan bakat, keterampilan, dan pengetahuan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.

Daripada terus menerus berkutat dengan perilaku kerja yang negatif ini, sebaiknya Anda belajar mensyukuri apapun yang telah Anda miliki saat ini. Dengan rasa syukur ini, kemungkinan besar Anda akan lebih dihargai oleh orang lain, karena memiliki sikap yang positif.

 

Kurangi bergosip atau sikap-sikap lain yang hanya akan mengurangi akuntabilitas Anda di tempat kerja. Inilah yang seringkali menjadi hambatan besar bagi generasi milenial saat ini. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM