Lifestyle

Sering kali yang namanya pekerjaan pasti menyita semua energi dan perhatian kita. Tapi tidak salahnya beristirahat sejenak melakukan beberapa hal saat jam kerja supaya otak tidak jenuh dan lelah.

Mungkin beberapa kegiatan pilihan DuitPintar.com ini bisa Anda lakukan saat kebosanan melanda pada jam kerja. 

1. Jalan-jalan sejenak 
Cobalah jalan-jalan sebentar dari meja kerja. Bukan jalan-jalan ke luar kantor. Turun saja ke lantai dasar kalau kantor ada di gedung bertingkat. Cari udara segar di taman atau lobi kantor sejenak.

Duduk terus di dalam ruangan ber-AC selama berjam-jam menatap laptop pasti membuat badan pegal dan mata lelah. Pemandangan dan udara luar bisa mengembalikan mood dan semangat kerja lagi. Kalau tak percaya, coba saja.

2. Olahraga ringan 
Badan yang berada di posisi yang sama selama berjam-jam dan terkena udara dingin pasti akan terasa kaku. Coba setiap 2 jam coba lakukan gerakan-gerakan kecil badan terasa luwes lagi. Kalau badan kaku dan pegal, pasti bekerja pun menjadi tidak enak.

Tapi ingat, kalau kantor adalah tempat bekerja, bukan gym. Olahraga ringan yang dimaksud bisa berupa peregangan otot-otot, menggelengkan kepala, atau naik-turun tangga sebentar. Badan yang kembali segar pasti bisa membantu otak bekerja lagi.

Tapi jangan lakukan gerakan yang sampai mengganggu kegiatan rekan-rekan kerja sekitar. Dan jangan terlalu sering juga. Sesuaikan gerakan olah tubuh ringan dengan situasi dan kondisi di tempat kerja kita masing-masing.

3. Berinteraksi dengan rekan kerja 
Tentu saja berinteraksi di sini maksudnya bisa dengan mengajak ngobrol beberapa rekan kerja yang kelihatannya sedang tak terlalu sibuk. Ingat, jangan ajak ngobrol yang sedang serius dan fokus dengan pekerjaannya.

Bisa saja ajak rekan kerja mengobrol sambil membahas pekerjaan atau sekedar berbagi ide atau apa pun selama bukan gosip. Berinteraksi sesekali di sela-sela jam kerja itu boleh, justru bisa menstimulus otak untuk mendapatkan inspirasi terkait pekerjaan.

4. Meditasi 
Jangan meremehkan apa yang bisa dilakukan meditasi untuk tubuh, pikiran, serta jiwa kita. Jika dilakukan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, jiwa dan pikiran akan terasa lebih rileks dan tenang. Bukan tidak mungkin otak jadi bisa lebih produktif, semangat, dan kreatif.

Kita juga akan menjadi orang yang lebih tenang dan tak mudah panik. Hal Ini penting dalam pekerjaan, karena dapat membantu kita dalam mengambil keputusan. Kita juga bisa jadi pribadi yang menyenangkan buat semua orang di kantor, termasuk atasan.

Kalau atasan puas dengan apa yang kita kerjakan, bukan tidak mungkin mereka akan mempromosikan kita.

5. Cari hiburan sejenak di internet 
Anda bisa menonton video lucu di media sosial atau browsing informasi-informasi seputar topik yang sedang hits.

Kasihan kalau otak Anda terus menerus dipaksa melakukan aktivitas berpikir serius dan berat selama berjam-jam tanpa istirahat atau jeda. Bisa-bisa malah stres.

Manusia itu bukan robot dan mesin, yang pastinya butuh istirahat. Memaksakan diri untuk terus fokus dan konsentrasi bekerja selama berjam-jam bisa tidak baik juga untuk kesehatan.

Selama disesuaikan dengan situasi dan kondisi kantor masing-masing, serta dilakukan sewajarnya, sah-sah saja melakukan 5 hal di atas saat jam kerja. Yang penting tidak disalahgunakan dan mengganggu rekan kerja. (liputan6.com)

Semua orang bisa menebak apa yang biasanya dilakukan orang sukses sepanjang minggu, bekerja, bekerja, dan bekerja. Namun, bisakah Anda memperkirakan apa yang biasanya dilakukan orang sukses di Minggu malam?

Hari Minggu sering diartikan sebagai hari terakhir dalam seminggu yang bisa digunakan untuk bersantai, sebelum menghadapi satu minggu ke depan yang penuh tantangan tidak terduga. Dilansir dari mydomaine.com, Jumat (10/3/2017), Business Insider baru saja membeberkan beberapa hal yang selalu dilakukan orang sukses di Minggu malam, penasaran?

1. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang terkasih
Sebelum menghadapi minggu yang sibuk, Anda membutuhkan amunisi yang cukup. Pertanyaannya, dalam bentuk apa? Berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi, kumpulkan semua energi positif yang ada sebagai kekuatan Anda.

2. Menghubungi kerabat yang jauh
Jika Anda tidak memiliki anggota keluarga yang dekat, maka Minggu malam adalah waktu yang tepat untuk menghubungi mereka, entah melalui telepon atau email. Atau Anda juga membersihkan kotak masuk email Anda, agar minggu selanjutnya menjadi lebih tertata.

3. Bersantai tanpa barang elektronik
Orang-orang sukses juga sangat mengetahui bagaimana caranya bersantai di hari libur, seperti mematikan ponsel selama beberapa jam sebelum tidur. Lakukan perawatan kecantikan, membaca, atau sekedar bersantai mendengarkan musik akan membantu tubuh dan pikiran Anda lebih santai.

4. Refleksi
Orang-orang sukses cenderung melihat kembali bagaimana minggu yang mereka lalui. Jika sesuatu berjalan dengan baik, maka selanjutnya mereka akan berusaha lebih baik lagi, karena mereka memiliki tujuan yang ingin dicapai.

5. Memiliki rencana untuk seminggu ke depan
Setelah Anda melihat kembali bagaimana perjalanan minggu lalu, orang sukses juga terbiasa merencanakan apa yang akan mereka lakukan di minggu berikutnya. Ini maksudnya adalah tujuan, strategi, dan jadwal baru untuk dijalani. (liputan6.com)

Kenaikan gaji sudah pasti jadi pencapaian berarti buat seseorang yang telat meniti karier bertahun-tahun. Kenapa? Karena banyak makna di baliknya yang pantas membuat kita bangga. Tentunya tidak mungkin perusahaan memberikan kenaikan gaji kalau kinerja kita tidak baik. 
Momentum ini memang pantas dirayakan. Tapi bukan berarti kita harus lupa daratan dan gaya hidup pun jadi serba mewah bak sosialita.

Ingat, bersama dengan kenaikan gaji, datang pula tanggung jawab yang lebih besar.
Kualitas hidup seseorang itu tidak dinilai semata-mata dari harta yang dimiliki. Tapi lebih kepada manajemen yang baik untuk mengelola harta tersebut. Percuma gaji naik, kalau pengeluaran juga tak terkontrol.

Nah, supaya Anda tidak terbawa euphoria naik gaji yang berlebihan, cobalah menata keuangan dengan lebih saksama. Coba tips dari DuitPintar.com berikut ini:

1. Konsisten menabung
Gaji sudah menyentuh angka Rp 10 juta, itu bukan jumlah yang sedikit. Bahkan untuk ukuran Jakarta, Anda sudah bisa hidup berkecukupan dengan nilai tersebut. Jadi, tak ada alasan untuk tak bisa menabung. Coba mulai galak dengan diri sendiri dan konsisten menabung dengan jumlah tertentu. Artinya, tiap bulan, apapun yang terjadi Anda harus bisa menabung. Patok minimal 10 persen dari gaji Anda untuk tabungan. Kalau tidak yakin bisa disiplin, coba ikut program tabungan berjangka dan buat rekening berbeda. Dengan begitu, dana di rekening gaji bisa langsung ditarik ke rekening tabungan secara otomatis (auto-debit).

2. Ikut asuransi kesehatan
Asuransi kesehatan itu banyak gunanya. Apalagi kalau plafon asuransi yang disediakan oleh kantor Anda tidak terlalu besar. Siapa tahu tiba-tiba Anda sakit dan harus dirawat sampai seminggu di rumah sakit.

Kalau hanya mengandalkan asuransi dari kantor, Anda bisa menambah dana pribadi yang tidak sedikit. Tapi kalau punya asuransi sendiri, risiko ini bisa dihilangkan. Gaji bulanan pun aman.
Dengan ikut asuransi kesehatan, perencanaan keuangan Anda jadi lebih matang. Karena Anda bisa mengeliminasi biaya pengobatan dari pos kebutuhan tak terduga. Sebab risikonya sudah dialihkan ke perusahaan asuransi.

3. Buat tabungan pensiun
Tidak banyak orang yang sadar akan pentingnya ikut dana pensiun sejak dini. Mayoritas pasti berpikir, ”Kan pensiunnya masih lama. Nanti saja deh!” Ini salah besar.

Semakin dini Anda ikut dana pensiun, semakin siap Anda menghadapi hari tua. Karena semakin lama Anda menunda, semakin sempit pula waktu yang Anda punya untuk mengumpulkan uang.
Memang perusahaan di Indonesia sudah wajib mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan seperti tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Tapi apakah ini saja cukup?

Pastinya Anda tidak mau merepotkan anak dan saudara ketika hari tua kan? Oleh karena itu, mempersiapkan dana pensiun sejak dini sangatlah penting supaya Anda bisa hidup tenang dan bahagia walaupun sudah tua nanti.

4. Mulai investasi
Nah, kalau jumlah uang simpanan di tabungan sudah banyak, Anda harus mulai berpikir soal investasi. Tidak mau kan duit simpanan terpotong bunga terus tiap bulan? Banyak instrumen investasi yang bisa Anda pilih, mulai dari saham, deposito, reksa dana, sampai emas dan properti. Anda cuma perlu memilih yang sesuai dengan kemampuan dan horizon investasi.
Kalau mau investasi jangka panjang, pilih saham dan properti. Kalau mau jangka pendek, bisa pilih deposito atau reksa dana.

5. Punya kartu kredit
Kok kartu kredit? Nanti banyak utang dong?
Ini namanya ketinggalan zaman. Coba ubah mindset Anda soal kartu kredit. Ini bukan kartu utang, tapi alat pembayaran. Artinya, kartu ini berfungsi untuk mempermudah transaksi keuangan kita dari yang tadinya serba tunai menjadi cashless. Lebih ringkes dan efisien.
Kunci menggunakan kartu kredit adalah disiplin lunasi tagihan setiap bulan. Dengan begitu, Anda tidak akan kena bunga di bulan berikutnya.

Buat Anda yang sudah punya gaji di atas Rp 10 juta, sudah saatnya punya kartu kredit. Kenapa? Dengan gaji tersebut, lazimnya Anda sudah menempati posisi manager atau paling tidak supervisor. Pasti sering keluar kantor dan bertemu klien. Nah, di sinilah fungsi kartu kredit berperan. Kartu kredit banyak menawarkan promo dengan merchant partner. Artinya, Anda bisa dapat potongan harga tiap order dengan jumlah tertentu. Tidak malu-maluin depan klien, tapi tetap hemat kan?

Belum lagi kalau sering melakukan perjalanan bisnis. Kartu kredit juga sangat membantu Anda dalam pembelian tiket. Ditambah lagi kalau ada point reward yang dapat ditukar dengan airline mileage dan fasilitas airport lounge yang bisa diakses gratis.

Buat Anda yang ingin mengajukan kartu kredit pertama kali, tentunya harus teliti dalam memilih. Riset di situs komparasi, baru tentukan yang paling cocok dengan kebutuhan.

Sekarang sudah ada bayangan soal perencanaan keuangan Anda ke depan? Gaji tinggi bukan berarti pengeluaran juga tak terkendali. Justru jadikan momentum kenaikan gaji sebagai peluang untuk menata keuangan Anda menjadi lebih baik demi masa depan. (liputan6.com)

Orang tua yang baik pasti menginginkan anak-anak mereka menjadi sukses, jauh dari masalah, berkelakuan baik di sekolah dan melakukan hal yang luar biasa ketika dewasa.

Dan tak ada resep khusus untuk membuat anak-anak menjadi lebih sukses di masa depan. Penelitian secara psikologislah yang menjadi poin penting untuk memprediksi anak kelak menjadi orang sukses.

Melansir dari laman Businessinsider.com, Kamis (23/2/2017) ada 13 hal yang dimiliki orang tua dengan anak-anak yang sukses. Apa saja? Simak berikut ini.

1. Orang tua membiarkan anak-anaknya melakukan pekerjaan di rumah
Menurut mantan dekan di Stanford University dan penulis buku "How to Raise an Adult", Julie Lythcott-Haims jika anak-anak tidak dibiarkan melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, itu artinya orang lainlah yang akan melakukan hal tersebut.

Lythcott-Haims pun percaya bila anak-anak yang dibesarkan dari tugas-tugas akan menjadi seseorang yang bisa berkolaborasi dengan baik dengan rekan kerja saat bekerja nanti. Selain itu, lebih berempati karena berjuang secara langsung dan mampu melakukan tugas secara mandiri.

2. Orang tua mengajar anak mereka bersosialisasi
"Studi menunjukkan bahwa membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional adalah salah satu hal yang paling penting dilakukan untuk mempersiapkan masa depan yang sehat." ujar Kristin Schubert, direktur program Robert Wood Johnson Foundation.

Anak-anak yang kompeten secara sosial, dapat bekerja sama dengan orang lain. Misalnya membantu orang lain tanpa disuruh, memahami perasaan orang lain dan menyelesaikan masalah sendiri, jauh lebih mungkin mendapatkan gelar sarjana dan memiliki pekerjaan di usia 25 tahun dan sukses dibanding dengan anak tanpa keterampilan bersosialisasi.

3. Terjalin hubungan yang sehat antara orang tua dan anak

Menurut penelitian University of Illinois, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan konflik tinggi, cenderung lebih buruk dibanding anak-anak yang tumbuh dari orang tua yang bergaul dengan anaknya.

Satu studi menemukan bahwa, setelah perceraian, ketika seorang ayah lebih sering mengunjungi anak-anaknya akan mengurangi konflik keluarga dibanding dengan ayah yang sama sekali tidak pernah mengunjungi anak-anaknya.

4. Orang tua mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi
Sebuah studi di tahun 2014 yang dipimpin oleh psikolog Sandra Tang dari University of Michigan, menemukan bahwa ibu yang menyelesaikan sekolah SMA atau perguruan tinggi lebih mungkin untuk membesarkan anak-anak yang melakukan hal sama terhadap dirinya.

Menarik data dari sekelompok lebih dari 14.000 anak-anak yang masuk TK pada tahun 1998-2007, studi ini menemukan bahwa anak yang lahir dari ibu berusia 18 tahun atau lebih muda, akan kurang mungkin untuk menyelesaikan sekolah tinggi dibanding anak lainnya.

5. Orang tua mengajarkan matematika pada anak sejak dini
Meta-analisis di tahun 2007 dari 35 ribu anak-anak prasekolah di seluruh AS, Kanada dan Inggris, menemukan bahwa mengembangkan keterampilan matematika dari awal akan menjadi keuntungan yang besar untuk anak di masa depan.

"Pentingnya keterampilan matematika sejak sekolah awal dengan pengetahuan tentang angka, urutan nomor dan konsep-konsep matematika dasar akan memprediksi prestasi anak di masa depan." ungkap Greg Duncan, penulis dan peneliti Northwestern University.

6. Mereka memiliki harapan tinggi pada anak 
Menggunakan survei nasional pada 6600 anak di tahun 2001, profesor Neal Halfon dari University of California di Los Angeles, menemukan bahwa harapan orang tua pada anaknya memiliki pengaruh yang besar pada sebuah pencapaian. Orang tua yang memiliki harapan tinggi pada anaknya hingga ke perguruan tinggi di masa depan, dapat mengelola anak mereka ke arah tujuan yang terlepas dari pendapatan dan aset yang dimiliki.

7. Orang tua menjalin hubungan yang erat dengan anak
Sebuah studi di tahun 2014 yang dilakukan pada 243 orang anak, menemukan bahwa anak-anak yang menerima pengasuhan sensitif dari orang tua dalam tiga tahun pertama akan mendapatkan nilai akademik yang lebih baik. Tak hanya itu, anak-anak juga dapat memiliki hubungan yang sehat dan pencapaian akademik yang lebih besar di usia 30-an.

8. Orang tua yang bebas stres

Menurut penelitian terbaru yang dikutip oleh Brigid Schulte di The Washington Post, jumlah waktu yang ibu habiskan dengan anak antara usia 3 - 11 tahun tidak sedikit berpengaruh pada perilaku dan prestasi anak. Secara psikologis, rasa emosional juga dapat menular pada orang lain. Jadi, bila orang tua bahagia, anak-anak pun akan merasakan rasa bahagia yang sama. Sebaliknya, bila orang tua frustasi, tentunya anak-anak pun akan ikut frustasi.

9. Orang tua menghargai anak untuk hindari kegagalan
Selama beberapa dekade, psikolog Carol Dweck dari Stanford University telah menemukan bahwa anak-anak dan orang dewasa berpikir tentang keberhasilan agar sukses. Seperti misalnya anak-anak diberitahu bahwa mereka tak pernah gagal karena memiliki kecerdasan. Sementara ada juga anak-anak yang harus berjuang terus meski gagal dan terus berusaha mencapai sukses.

10. Para ibu bekerja
Menurut penelitian dari Harvard Business School, ada manfaat yang signifikan bagi pertumbuhan anak dengan ibu bekerja. Studi ini juga menemukan anak peremuan dari ibu bekerja lebih cenderung mendapatkan pekerjaan hingga bidang supervisor. Lebih banyak menghasilkan uang 23% dibanding dengan anak-anak lain yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga. Selain itu, Anak-anak dari ibu yang bekerja cenderung lebih mandiri melakukan pekerjaan rumah.

11. Orang tua memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi
Di Amerika Serikat, menurut peneliti Sean Reardon dari Stanford University, kesenjangan sosial antara keluarga berpenghasilan rendah lebih tinggi 30-40% dari yang berpenghasilan tinggi. Penulis Dan Pink pun mencatat, semakin tinggi pendapatan orang tua, maka semakin tinggi juga pendidikan untuk anak-anaknya.

12. Orang tua dengan pola asuh otoritatif bukan otoriter
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikolog University of California Berkeley, Diana Baumride, ditemukan ada tiga jenis gaya pengasuhan yang berpengaruh bagi kesuksesan anak.

Yang pertama permisif; orang tua harus bisa menerima apa pun kondisi anaknya. Kedua otoriter; orang tua membentuk dan mengontrol anak berdasarkan perilaku. Lalu yang terakhir adalah otoritatif; orang tua mencoba untuk mengarahkan anak menjadi lebih rasional.

Dari ketiga pola asuh tersebut, yang paling berpengaruh adalah otoritatif. Anak akan tumbuh dengan menghormati otoritas tanpa terasa terkekang. (liputan6.com)

Page 1 of 7

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net