Lifestyle



Stres dan depresi bisa menjangkiti setiap manusia, terlepas dari berapa pun usianya. Tapi, ada golongan usia tertentu yang disebut lebih rawan terkena stres. Psikolog Tara de Thouars mengungkapkan, usia dewasa muda, 20-29 tahun, salah satu kategori usia rawan stres. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dewasa muda, kata Tara de Thouars, adalah masa di mana produktivitas tinggi, banyak target yang ingin dicapai, hingga urusan keluarga di masa-masa awal pernikahan. Sehingga, mereka yang berada di rentang usia ini perlu lebih mengeskplorasi hidupnya.

“Mengejar hal-hal tersebut bukan perkara mudah, sehingga tentu banyak momen penat yang menghampiri." "Jadi stres paling tinggi memang dialami mereka yang memasuki masa dewasa muda,” kata dia dalam acara peluncuran logo dan slogan baru Vit, Jakarta, Selasa (13/3/2018). Di sisi psikologis, dewasa muda disebut penuh ambisi. Mereka ingin membuktikan kemampuan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Selain karena ambisi itu, tantangan dari luar pun tak bisa diabaikan. Mereka dituntut harus belajar.

“Tak jarang akhirnya kewalahan, sehingga lelah, capek dan berujung stres,” kata dia.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari situasi tersebut? Tara mengingatkan agar mereka bisa mengatur jeda di sela-sela kerja. Saat penat, dibutuhkan masa rileks agar bisa kembali berpikir dengan baik. Dia mencontohkan otak seperti komputer, jika banyak program dibuka dan berjalan, maka akan panas. Begitu juga dengan otak, bila terlalu banyak berpikir, maka akan lelah dan tak fokus. “Yang bisa dilakukan adalah istirahat sejenak agar fungsi otak kembali optimal,” kata Tara. (kompas.com)

Wi-Fi gratis di ruang publik pasti menggoda untuk digunakan. Mayoritas wisatawan dunia menggunakan fasilitas Wi-Fi gratis yang tersedia di hotel, bandara, hingga restoran dan tempat wisata.

Beberapa kota besar seperti Seoul, New York, Helsinki, Makau, Paris, Taipei, Hongkong, dan Perth punya banyak Wi-Fi gratis yang tersebar di berbagai sudut. Namun, tak banyak wisatawan yang tahu bahwa mengakses Wi-Fi gratis bisa berisiko tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh situs perjalanan Skyscanner Australia. Dalam artikelnya yang dikutip KompasTravel, Anda harus berhati-hati karena kebanyakan koneksi publik ini tidak aman, terutama terkait passworddan informasi saat log in.

Saat mengakses Wi-Fi gratis, Anda wajib mewaspadai hacker yang akan mencuri informasi dan data diri. Wi-Fi gratis cukup mudah diretas menggunakan perangkat lunak Sniffer. Perangkat ini punya kemampuan untuk memindai dan memindahkan data dari gadget Anda ke gadget lainnya.

Dengan kata lain, hacker alias orang lain bisa log in dengan data diri Anda, dan menggunakan data Anda untuk mengakses laman lainnya.

Bahkan, bukan hal yang mustahil hacker bisa melihat login history pada perangkat yang Anda gunakan. Ini memudahkan mereka untuk mengakses situs dengan data diri Anda, kemudian meretasnya. Hal ini tentu berbahaya, bagaimana jika hacker tersebut mengakses situs pembelian barang dan menggunakan data kartu kredit Anda? 

Lalu, bagaimana cara mengakses Wi-Fi gratis yang aman?

Matikan fitur file sharing pada gadget Anda. Sebisa mungkin jangan ketik nama atau username serta password dan berbagai informasi sensitif lainnya. Jangan gunakan kartu kredit sebagai alat transaksi secara online.

Jika Anda sudah telanjur membuka aplikasi atau situs tertentu menggunakan password, ada baiknya langsung mengubah passwordtersebut. Sedikit banyak, hal ini akan membantu Anda agar terjauh dari para hacker. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM