Lifestyle



Aktor pemeran Thor, Chris Hemsworth dikenal memiliki tubuh yang amat fit, bugar, dan ideal. Padahal, pria Australia 34 tahun ini memiliki jadwal syuting yang amat padat belakangan ini. Bayangkan saja, selain harus terlibat dalam Avengers: Infinity War, di saat yang bersamaan Chris juga membintangi film perang "12 Strong". Alhasil, di tengah kepadatan syuting yang tumpang tindih, Chris harus tetap menjaga kondisi fisiknya. Lalu, apa rahasia pria bercambang ini agar mampu menjaga kebugaran tubuh di tengah padatnya kegiatan? Dilansir dari laman Men's Journal, ayah tiga orang anak ini ternyata memiliki 'senjata rahasia' untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

Bersama pelatih pribadinya, Luke Zocchi, Christ mampu membentuk ototnya dengan cepat. "Saya harus memastikan untuk tidak membuatnya kelelahan karena dia harus bekerja dalam waktu yang lama setiap harinya," ucap Zocchi. Zocchi mengungkapkan, sebagian besar latihan yang mereka lakukan untuk membentuk tubuh Chris demi totalitas aktingnya sebagai Thor, dilakukan sebelum masa syuting tiba. Ini berarti, latihan yang diterapkan oleh Zocchi untuk Chris bergantung pada fondasi untuk membangun otot inti. "Selalu ada latihan otot inti di setiap sesi latihan yang kita lakukan," ucapnya. Banyak orang berpikir jika otot inti selalu tentang otot perut. Namun, kata Zocchi, jangkauan otot inti tidak sesempit itu.

"Ada punggung, glute dan posterior yang merupakan bagian otot inti (core). Saya percaya pada latihan fungsional," paparnya. "Saya suka gerakan bear crawl, plank, dan gerakan yang lebih dinamis. Saya ingin dia bergerak lebih alami," tambahnya.

Pola pikir fungsional ini dimulai sejak film Avengers:Age of Ultron, di mana Zocchi pertama kali bekerjasama dengan Chris Hemsworth. Mereka telah saling mengenal jauh sebelum memulai latihan di boxing gym. Menurut pengakuan Zocchi, Chris mengatakan kepadanya meskipun ototnya telah terbentuk sejak pertama kali membintangi film Thor, namun ia merasa kurang lincah bergerak. "Jadi, kami berpindah dari latihan pembentukan badan murni menuju latihan full-body thinking. Latihan bebannya masih ada, tapi hanya bagian dari program bukan keseluruhan program," paparnya. Latihan ini lebih menekankan pada gerakan sebagai Thor, yang dengan kuat bisa mengayunkan palu sakti Mjolnir dan berkelahi melawan musuh-musuhnya. Bagi Zoochi, latihan otot inti tidak hanya membuat Chris Hemsworth terlihat lebih kuat dan lebih ramping di depan kamera. Tapi, juga membantunya melakukan adegan-adegan akrobatnya yang intensif. Keberhasilan latihan ini juga merasuk ke dalam kehidupan pribadinya, membuat Chris menyukai olahraga selancar dan Muay Thai. "Dia suka kickboxing, jadi, hal itu juga masuk dalam latihannya," paparnya. Ia juga bercerita bagaimana dirinya harus memegang pad Muay Thai dan bersiap untuk menangkis tendangannya. (kompas.com)

Semua orang pasti ingin memiliki berat badan ideal. Berbagai metode diet pun tak segan untuk dicoba demi meraih keinginan tersebut. Sayangnya, tidak semua metode diet dapat berfungsi maksimal bagi tubuh kita. Setiap orang membutuhkan pola makan yang berbeda. Yah, kepribadian ternyata juga menentukan kesesuaian pola makan. Seperti dilansir laman Reader's Diggest, berikut beberapa metode diet berdasarkan kepribadian.

1. Menilai diri sendiri

Aturan utama dalam diet adalah "tidak ada ukuran yang cocok untuk semua". Menurut Susan Albers, seorang psikolog dan penulis tujuh buku tentang pola makan, setiap orang disarankan berada di jalur masing-masing mengenai diet ini. "Kami mencoba membandingkan diri kami dengan orang lain, tetapi kita yang menemukan apa yang berhasil pada diri," kata dia. Dengan demikian, jangan secara otomatis menganggap apa yang berhasil juga akan mendatangkan hasil yang sama dengan diri kita. Kita harus mencari, cara terbaik yang benar-benar sesuai dengan kepribadian, kecintaan, dan gaya hidup.

2. Hidup di masa lalu

Setiap kali mencoba upaya baru, mungkin yang ada di dalam pikiran kita adalah kegagalan diet di masa lalu yang menghantui pikiran. Padahal, tak ada salahnya kita mencoba lagi. "Pikirkan kembali saat ketika kita berhasil dengan makan sehat." "Ada manfaat besar yang dapat ditemukan dalam pengalaman itu," papar Susan Albers. Misalnya, jika kamu memahami fungsi sarapan kaya protein yang dapat mengontrol rasa lapar sampai makan siang, sebaiknya tetap lakukanlah hal itu. Sebaiknya, susunlah strategi bagaimana membawa sarapan sehat kembali ke dalam hidup kita.

3. Cenderung berpikir berlebihan

Tipe kepribadian semacam ini —seseorang yang terlalu analitis, cenderung menetapkan harapan yang tidak realistis. Mirisnya, oganisasi penelitian Australia bernama CSIRO menggambarkan hal ini terjadi pada sebagian besar wanita yang sedang melakukan diet. Menurut US News & World Reports pola diet Weight Watchers -yang digolongkan sebagai diet populer untuk menurunkan berat badan, sangat cocok untuk tipe kepribadian ini. Pola diet ini akan memberi banyak konseling nutrisi, termasuk strategi yang bermanfaat untuk mengatasi tantangan.

4. Pengikut aturan

Apakah kamu tahu persis kapan dan apa yang harus dimakan? "Otak bekerja lebih baik dengan rencana formal yang terstruktur, memiliki panduan harian untuk mengetahui kapan dan apa yang harus dimakan, maka ini dapat memberi manfaat besar." Demikian dikatakan Vicki Shanta Retelny, penulis Total Body Diet for Dummies. Menurut dia, inilah yang disebut cara 'mengatur dan melupakannya'. Banyak diet komersial yang menawarkan jenis makanan terstruktur ini.

5. Suka bergaul

Pola diet apa pun biasanya tak cukup fleksibel untuk tipe kepribadian ekstrovert. Jika dapat berbagi makanan dengan keluarga dan teman adalah hal yang penting, sebaiknya kita mempelajari kiat diet yang memberi pengetahuan untuk memilih yang lebih sehat, terutama saat makan di luar. Jadi, pemilik kepribadian ekstrovert ini masih bisa menikmati makanan di luar sana. "Bergaul dengan bijaksana dan katakan tidak untuk beberapa hal," saran Retelny. Mungkin kita harus mengurangi intensitas sosialisasi, misalnya yang biasanya berkumpul bersama teman empat kali dalam seminggu, kita pangkas menjadi dua kali saja. Selain itu, kita juga bisa menerapkan alternatif cara dengan makan malam saat berada di rumah. Atau, kita bisa memilik konsumsi sayuran saat makan bersama kerabat, dan berkomitmen untuk mengurangi porsi makan.

6. Pelanggar aturan

Menurut Albers, seorang pakar mindful eating, bagi mereka yang tak suka aturan, menerapkan kesadaran saat makan akan memberi banyak manfaat. Kesadaran saat makan —meskipun bukan "diet", membuat tubuh merasa lapar, memperlambat kecepatan makan, dan membuat kita menikmati setiap gigitan. Hal yang hebat tentang pendekatan mindful eating ini adalah, tidak ada makanan "terlarang", termasuk gula, jadi tak akan ada masalah saat kita mengonsumsinya. "Pendekatan ini sangat membebaskan bagi [beberapa] orang," kata Albers.

7. Emosional

Makan berlebihan tidak selalu diakibatkan oleh emosi. Namun, banyak orang menganggap makan berlebihan adalah dampak dari perasaan sedih. Riset dalam jurnal Appetite menunjukkan, cara berpikir ini dapat mempengaruhi perilaku kita. "Ketika kita merasa emosional dan siap untuk menikmati makanan, ada gunanya untuk berhenti sejenak sebelum meraih camilan itu." "Periksa rasa lapar yang kita rasakan, dan ketahui alasan kita untuk makan," kata Albers. Mereka yang makan karena emosional tak dapat melakukan diet super ketat, yang biasanya menerapkan larangan atau pengurangan konsumsi makanan tertentu, dengan baik. Menurut Mayo Clinic, hal tersebut justru hanya meningkatkan keinginan makan. Mereka dengan kepribadian emosional bisa menerapkan pola diet mediterania. Pola diet ini tidak seperti pola diet kebanyakan, melainkan condong pada gaya hidup dan merupakan cara makan tanpa harus mengurangi porsi.

8. Impulsif

Menurut Retelny, mereka yang mengonsumsi cokelat atau es krim tanpa berpikir dua kali, adalah tipe kepribadian yang diuntungkan dari menjaga makanan pemicu di luar rumah. Namun, ini bukan berarti kita tidak bisa menikmatinya. Kuncinya adalah dengan sengaja bekerja pada hal-hal yang memuaskan diri dalam hari-hari kita. "Misalnya, jika kamu berminat untuk es krim, rencanakan untuk memiliki es krim setelah makan malam," ucap Retelny. Fakta bahwa porsi yang dikendalikan dapat membantu kita mengendalikan keinginan. Nah, kita bisa menggunkan pendekatan 80/20 dalam kasus ini untuk mendapatkan manfaat maksimal. Dengan kata lain, 80 persen dari waktu yang kita miliki bisa dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan sehat. Sementara 20 persen sisanya, bisa kita manfaatkan untuk menikmati makanan favorit. Cara ini dapat membantu orang yang impulsif untuk lebih bijaksana pada makanan.

9. Pengambil keputusan

Tidak masalah jenis rencana makan apa yang kita pilih, tentu kita tidak bisa mendapatkan berat badan ideal secara instan. "Keinginan untuk memilih makanan yang sehat dan utuh harus menjadi agenda harian, apakah itu sangat terstruktur atau tidak, kita harus siap berkomitmen untuk gaya hidup sehat," kata Retelny. "Ini adalah perjalanan sehari-hari yang berkesinambungan dari pilihan makan yang sadar," tambah dia. Setiap keputusan makanan hanyalah satu keputusan yang harus diambil dalam sehari penuh dengan keputusan yang tepat. Caranya adalah dengan mengenal diri sendiri, dan pilih rencana yang cocok untuk kita. (kompas.com)

Salah satu tantangan terberat bagi mereka yang baru memulai olahraga lari secara rutin adalah menambah jarak lari. Namun, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar bisa lari lebih jauh dan menyenangkan. Sambil tetap mengingat, bahwa untuk menghindari cidera, tidak dianjurkan untuk menambah beban dan jarak dari lebih dari 10 persen setiap minggunya.

1. Mulai dengan pemanasan

Pemanasan yang baik dan tepat bisa menghindarkan kita dari sejumlah masalah, seperti cidera otot, yang bisa mengganggu lari kita. Selain pemanasan, kita juga harus selalu melakukan pendinginan usai berolahraga sekurang-kurangnya lima menit lari kecepatan ringan.

2. Kombinasikan lari dan jalan

Jangan paksakan diri untuk terus berlari kencang selama waktu olahraga. Kombinasikan lah lari dan jalan agar kamu bisa menempuh jarak yang lebih jauh. Dengan mengkombinasikannya, kamu akan tetap mendapatkan manfaat dari olahraga. Secara perlahan kamu akan membangun kebugaran dan kepercayaan diri bahwa suatu saat bisa berlari tanpa disela jalan kaki.

3. Lari di luar ruangan

Berlari di treadmill kadang membuat kita bosan, meskipun secara fisik seringkali lebih ringan. Jika cuacanya sedang baik, coba lah berlari di luar ruangan. Udara segar, pemandangan dan rute-rute baru akan 'menggoda' pikiranmu sehingga kamu bisa berlari lebih jauh daripada di treadmill.

4. Hindari kebosanan saat nenggunakan treadmill

Ada waktu-waktu dimana kita perlu berlari di treadmill untuk alasan keamanan dan efisiensi. Namun, jangan langsung melompat ke treadmill dan mulai berlari. Pastikan kamu memiliki rencana khusus untuk mengusir kebosananmu pada treadmill dan buatlah kegiatan lari di treadmill menjadi lebih menyenangkan.

5. Istirahat untuk peregangan

Otot tegang adalah hal umum yang dialami para pelari pemula. Hal ini juga menghambat seseorang untuk berlari lebih jauh. Untuk menghindarinya, cobalah melakukan peregangan selama 30 detik di tengah sesi lari sebelum melanjutkannya kembali. Jika kamu masih merasakan sakit meski sudah melakukan peregangan dan pelemasan otot-otot, berhentilah berlari.

6. Mencari teman lari

Banyak pelari pemula menganggap mereka tak bisa lari jarak jauh karen tak ada teman lari. Entah karena terdistraksi obrolan, dukungan motivasi, atau alasan lainnya, memang mereka yang berlari bersama biasanya bisa lari lebih lama. Jika kamu terbiasa lari sendiri, cobalah ajak teman atau keluarga untuk menemani.

7. Lari dengan kecepatan rendah

Salah satu alasan mengapa para pelari pemula cepat berhenti sebelum mencapai jarak tujuan adalah karena berlari terlalu cepat. Jika kamu baru mengawalinya, cobalah lari dengan kecepatan rendah seperti jika kamu mengobrol dengan seseorang. Jika kamu ngos-ngosan di tengah lari, maka artinya kamu berlari terlalu cepat.

8. Latihan kekuatan (strength training)

Strength training atau latihan kekuatan otot akan membantu tubuh lebih terhindar dari stres dalam berlari. Otot-otot kita juga akan bisa bergerak lebih lama tanpa merasakan keletihan, yang berarti kita bisa lari lebih lama. Cukup lakukan selama 15-20 menit dan berulang dua atau tiga kali seminggu untuk membangun massa otot.

9. Mengganti rute

Mencoba rute-rute lari baru akan menghilngkan kebosananmu saat lari dan kemungkinan berhenti akan lebih sedikit. Jika kamu tipe orang yang suka berlari di jalur-jalur lokal, maka cobalah berlari di sekitar pemukiman atau daerah sekitar.

10. Atur target sederhana

Memiliki target jangka pendek untuk dicapai juga bisa membantu mental seseorang agar berlari lebih lama. Target sederhana tersebut, misalnya 'lari hingga tanda lalu lintas berikutnya'. Selama target itu membantumu untuk terus bergerak lebih jauh, maka cara itu berhasil.

11. Percaya bisa lari lebih jauh

Beberapa pelari pemula sebetulnya mampu menempuh jarak lari tertentu, tapi mereka tak memiliki kepercayaan diri atau kekuatan mental untuk mendorong diri mereka agar mencapainya. Sederhananya, semua itu bergantung pada pikiran. Cobalah mencari hal yang bisa menjauhkanmu dari pikiran 'tidak bisa lari jauh'. Setiap orang memiliki metode efektifnya masing-masing. (kompas.com)

Tinggal di negara yang intensitas sinar mataharinya tinggi sepanjang tahun dan kelembaban tinggi, wanita di negara beriklim tropis seperti Indonesia punya masalah kulit berbeda. Menurut penjelasan dr.Anesia Tania Sp.KK, secara umum kulit orang Indonesia mudah timbul pigmentasi (bintik hitam), kusam, dan cenderung kering. "Karena kadar melanin dalam kulit orang Indonesia tinggi, kulit lebih terproteksi dari sinar matahari. Hanya saja reaksinya lebih cepat sampai terbentuk pigmentasi. Bahkan flek atau deposit melanin sudah muncul di usia 20-an," kata Anesia dalam acara yang diadakan Ristra Cosmetodermatology di Jakarta (24/4). Karena permasalahan kulit tersebut timbul akibat paparan sinar matahari yang tinggi, menurut Anesia, perlindungan kulit dari sinar ultraviolet adalah hal yang wajib. “Penuaan dini kulit lebih cepat dialami orang yang sering terpapar sinar matahari. Untuk melindungi kulit dapat dilakukan dengan proteksi fisik dan kimia. Proteksi fisik misalnya menggunakan topi, payung, atau kacamata hitam. Sedangkan proteksi kimia dilakukan dengan penggunaan sunscreen,” paparnya. Kebutuhan sunscreen atau SPF berbeda tergantung pada aktivitasnya. Untuk kulit kecokelatan seperti orang Indonesia, SPF 15 sudah cukup melindungi. "SPF 15 artinya bisa bertahan 2-3 jam. Jadi harus diulang lagi pemakaiannya. Kalau untuk yang beraktivitas di luar lama, misalnya olahraga atau main di pantai, pakai yang kadar SPF-nya tinggi," paparnya. Ia mengingatkan, suncreen biasanya baru aktif setelah 30 menit diaplikasikan. "Jangan pakai sunscreen ketika akan beraktivitas atau sudah di luar rumah," katanya. Selain pemakaian tabir surya, kita juga wajib membersihkan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit. Kemudian selalu gunakan pelembab kulit dan seminggu sekali lakukan pengangkatan sel kulit mati (eksfoliasi). (kompas.com)

Page 1 of 9

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM