Lifestyle



Banyak dari kita berusaha mencari kebahagiaan dalam hidup namun belum juga menemukannya. Salah satu sebabnya, kita seringkali membatasi kebahagiaan itu dengan syarat, misalnya dengan mengatakan, saya bahagia bila saya memiliki anu, atau menikah dengan si anu, dan lain sebagainya.

Namun setelah hal-hal yang kita inginkan itu menjadi milik kita, kebahagiaan itu belum juga datang. Atau bila belum kesampaian, kebahagiaan yang kita dambakan hanya menjadi angan-angan.

Belakangan, ada banyak buku yang menuliskan topik soal kebahagiaan, beberapa di antaranya mendasarkan pencarian kebahagiaan itu lewat konsep Ikigai. Misalnya buku “Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life” oleh Hector Garcia atau “The Little Book of Ikigai” oleh Ken Mogi.

Ikigai yang merupakan konsep dari Jepang, sebenarnya sesuatu yang dimiliki setiap orang. Maknanya kurang lebih adalah “tujuan hidup” atau “alasan kita hidup” atau “sesuatu yang memberi arti pada hidup kita”.

Dalam ulasannya terhadap buku-buku di atas, situs Guardian menyebutkan bahwa Ikigai bisa dicapai dengan menjalani hidup sesuai hakekat dan panggilan masing-masing orang. Pendek kata, lakukan yang kau suka dalam hidupmu. Oleh karenanya pertama-tama yang harus ditemukan adalah apa yang kita sukai dalam hidup.

Menurut konsepnya, Ikigai dibangun dari empat hal, yaitu: passion atau minat, profesi atau keahlian, misi atau tugas, dan vocation atau pekerjaan.
Ke-empatnya bisa ditemukan melalui pertanyaan; Apakah hal yang paling Anda sukai? Apakah keahlian utama Anda? Apakah yang Anda lakukan itu layak mendapat bayaran? Dan Apakah yang Anda lakukan itu memberi manfaat bagi orang lain, masyarakat, dunia?

Sederhananya, kebahagiaan dalam konsep Ikigai tercapai saat seseorang melakukan apa yang dia sukai, dan dia menjadi ahli dalam hal itu, sehingga ia bisa mendapatkan imbalan darinya, dan apa yang dia lakukan itu memberi arti pada kehidupan.

“Ini seperti melakukan yang anda sukai, dengan cara terbaik, dan berguna bagi banyak orang, lalu Anda mendapat imbalan,” begitu dijelaskan. “Melalui jalan tersebut, seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan dan usia yang lebih panjang.”

Menurut buku-buku itu, Ikigai membuat Anda mengenali tujuan hidup Anda dan membantu menjalaninya dengan suka cita.

Maka bila Anda sudah menemukan Ikigai Anda, barangkali kebahagiaan tidak lagi ditentukan pada apa yang anda miliki, melainkan diperoleh dengan menjalani panggilan hidup Anda. (kompas.com)

Korea Utara, negara “pembangkang” berbagai resolusi DK PBB, kembali menembakkan sejumlah rudal dari pantai timur bagian utara negara itu, Kamis (8/6/2017) pagi.

Berbeda dengan rudal balistik sebelumnya, kali ini rentetan senjata yang ditembakkan itu adalah jenis rudal ‘darat-ke-kapal’ (land-to-ship).

Kepastian tentang adanya uji coba rudal ‘darat-ke-kapal’ tersebut, yang dilakukan dari kota pesisir Wonsan, Korut bagian utara itu, disampaikan pihak militer Korea Selatan, Kamis pagi.

Menurut kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korsel, rudal-rudal yang ditembakkan itu melesat sejauh 200 km ke Laut Timur atau Laut Jepang.

Negara tertutup dan bersenjata nuklir Korut telah melakukan uji coba peluncuran rudal hampir setiap minggu selama beberapa pekan terakhir tahun 2017.

"Korut menembakkan beberapa proyektil tak dikenal, yang diduga merupakan rudal darat-ke-kapal, pada pagi ini dari sekitar Wonsan, Provinsi Gangwon," kata militer Korsel.

Pemerintah Jepang juga mengkonfirmasi peluncuran rudal tersebut, demikian kantor berita Kyodo.

"Kami belum mengkonfirmasi adanya dampak langsung terhadap keamanan negara kami, sampai saat ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan AS dan Korsel untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, dan tetap mempertahankan status siaga tinggi," kata Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida. (kompas.com)

Kepolisian Jepang mengatakan mereka mewaspadai kemungkinan terjadinya kekerasan setelah salah satu geng penjahat pecah menjadi dua kelompok yang bermusuhan.

Sebagian anggota geng mafia Jepang, Kobe Yamaguchi-gumi, salah satu kelompok penjahat terkenal di Jepang, menyatakan keluar dan membentuk grup sempalan di prefektur Hyogo, Jepang bagian tengah. Demikian dilaporkan oleh media Jepang.

Seorang anggota geng mengatakan sebagian anggota kelompok itu tidak senang dengan cara pentolan geng menarik uang.

Kepada para wartawan, sempalan geng tersebut mengatakan kelompoknya akan diberi nama Ninkyo Daintai Yamaguchi-gumi. Meskipun tidak akan memiliki bos, geng baru ini akan diwakili oleh Yoshinori Oda, 50, seorang mantan pentolan geng lama.

Geng Kobe Yamaguchi-gumi dibentuk dua tahun lalu setelah faksi-faksi berpengaruh memisahkan diri dari kelompok utama Yamaguchi-gumi.

Dengan perpecahan terbaru itu, kepolisian menyatakan dalam keadaan siaga jika sewaktu-waktu pecah kekerasan. Kepolisian Jepang diberi wewenang tambahan untuk memburu geng-geng yang dalam bahasa setempat disebut yakuza.

Kelompok penjahat Yamaguchi-gumi merupakan sindikat kejahatan terorganisir terbesar di Jepang. Menurut kepolisian, anggota geng itu mencapai 23.000 orang.

Yakuza sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan secara nasional jumlah anggota berbagai kelompok itu mencapai 60.000 orang.

Geng-geng tidak digolongkan sebagai kelompok gelap, walaupun sebagian besar pemasukan mereka didapat secara gelap melalui perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba dan belakangan dari kegiatan peretasan maya. (bbcindonesia.com)

Korea Utara telah menembakkan rudal balistik dari pelabuhan Sinpo di kawasan timur ke Laut Jepang, kata para pejabat AS dan Korea Selatan.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan rudal itu terbang sekitar 60km.

Ini merupakan uji coba terbaru dalam serangkaian tes yang disebutkan Korut sebagai langkah bertujuan damai, namun Barat mencemaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari program untuk mengembangkan senjata nuklir.

Peluncuran itu terjadi semalam sebelum kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Keduanya akan membahas langkah untuk mengendalikan program nuklir dan rudal Korea Utara.

Korut dilarang melakukan uji rudal atau uji coba nuklir oleh PBB, namun mereka telah berulang kali melanggar sanksi tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyebut peluncuran itu merupakan rudal balistik jarak menengah yang lain, dan menambahkan: "Amerika Serikat telah cukup berbicara tentang Korea Utara. Kami memberikan komentar lebih lanjut."

Komando Pasifik AS mengatakan, rudal itu kemungkinan adalah rudal balistik jarak menengah KN-15.

"Komando pertahanan wilayah udara Amerika Utara (Norad) memastikan bahwa peluncuran rudal dari Korea Utara itu tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Utara," kata pernyataan itu.

Jepang menyebut peluncuran itu langkah yang 'provokatif,' sementara Korea Selatan mengecamnya sebagai 'tantangan terang-terangan' terhadap PBB dan 'ancaman bagi perdamaian dan keamanan masyarakat internasional serta semenanjung Korea.'

Bulan lalu, Korea Utara menembakkan empat rudal balistik ke arah Laut Jepang dari kawasan Tongchang-ri, dekat perbatasan dengan China.

PM Jepang Shinzo Abe menyebutnya sebagai 'tahap baru ancaman' ancaman dari Korea Utara. (bbcindonesia.com)

Page 3 of 6

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM