Lifestyle



Tinggal di negara yang intensitas sinar mataharinya tinggi sepanjang tahun dan kelembaban tinggi, wanita di negara beriklim tropis seperti Indonesia punya masalah kulit berbeda. Menurut penjelasan dr.Anesia Tania Sp.KK, secara umum kulit orang Indonesia mudah timbul pigmentasi (bintik hitam), kusam, dan cenderung kering. "Karena kadar melanin dalam kulit orang Indonesia tinggi, kulit lebih terproteksi dari sinar matahari. Hanya saja reaksinya lebih cepat sampai terbentuk pigmentasi. Bahkan flek atau deposit melanin sudah muncul di usia 20-an," kata Anesia dalam acara yang diadakan Ristra Cosmetodermatology di Jakarta (24/4). Karena permasalahan kulit tersebut timbul akibat paparan sinar matahari yang tinggi, menurut Anesia, perlindungan kulit dari sinar ultraviolet adalah hal yang wajib. “Penuaan dini kulit lebih cepat dialami orang yang sering terpapar sinar matahari. Untuk melindungi kulit dapat dilakukan dengan proteksi fisik dan kimia. Proteksi fisik misalnya menggunakan topi, payung, atau kacamata hitam. Sedangkan proteksi kimia dilakukan dengan penggunaan sunscreen,” paparnya. Kebutuhan sunscreen atau SPF berbeda tergantung pada aktivitasnya. Untuk kulit kecokelatan seperti orang Indonesia, SPF 15 sudah cukup melindungi. "SPF 15 artinya bisa bertahan 2-3 jam. Jadi harus diulang lagi pemakaiannya. Kalau untuk yang beraktivitas di luar lama, misalnya olahraga atau main di pantai, pakai yang kadar SPF-nya tinggi," paparnya. Ia mengingatkan, suncreen biasanya baru aktif setelah 30 menit diaplikasikan. "Jangan pakai sunscreen ketika akan beraktivitas atau sudah di luar rumah," katanya. Selain pemakaian tabir surya, kita juga wajib membersihkan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit. Kemudian selalu gunakan pelembab kulit dan seminggu sekali lakukan pengangkatan sel kulit mati (eksfoliasi). (kompas.com)

Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Membantu mereka agar memiliki tidur yang cukup merupakan langkah awal mengurangi rasa kecemasannya.

Stres pada anak sering tidak disadari orangtua karena anak tidak bisa menjelaskan kondisinya. Padahal, kondisi ini mempengaruhi aktivitas mereka, baik psikologis maupun fisik. Efek samping stres yang paling sering adalah anak menjadi susah tidur. Anak juga susah tidur nyenyak, mengeluh mimpi buruk, minta ditemani tidur oleh orangtua, atau malah menolak tidur dengan orangtuanya.

Memang tidak semua gangguan kecemasan menyebabkan susah tidur, tapi yang pasti anak dan remaja yang susah tidur memiliki hormon stres (korsitol) lebih tinggi.

Kabar baiknya, kecemasan dan susah tidur bisa diatasi dan dicegah. Peran orangtua sangat penting untuk membantu anak keluar dari kondisi tersebut. Beri tahu anak bahwa Anda, orangtuanya, akan selalu ada saat mereka butuh bantuan atau merasa cemas.

Selain itu, orangtua juga harus peka pada gejala-gejala stres yang dialami buah hatinya. Selain susah tidur, berikut adalah beberapa gejala stres yang sering dialami anak, seperti dikutip dari sleepfoundation.org.

1. Nafsu makan berkurang

2. Mengeluh sakit kepala

3. Mengompol saat tidur

4. Sakit perut

5. Agresivitas atau keras kepala

6. Ketidakmampuan mengendalikan emosi

7. Menolak terlibat dalam kegiatan keluarga atau sekolah

Rutinitas dalam keluarga, seperti makan malam bersama atau bermain dan mengobrol sebelum tidur bisa membantu mengurangi stres anak. Kegiatan santai bersama orangtuanya akan membuat mereka merasa tenang dan rileks. Orangtua juga jangan segan berkonsultasi dengan psikolog jika gejala stres anak tidak berkurang. (kompas.com)

Setiap tahapan tumbuh kembang anak penting untuk mendapat perhatian orangtua, terlebih saat anak berusia 0-3 tahun. Di usia ini biasanya bisa dikenali adanya gangguan tumbuh kembang seperti autisme. 

Menurut dr. Eva Suryani Sp.KJ, autisme sudah bisa didiagnosis pada anak dengan rentang usia 0-3 tahun. “Sebelum tiga tahun sudah bisa didiagnosis. Beda dengan ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan perilaku) yang (baru bisa didiagnosis di) usia sekolah sekitar 6-7 tahun,” kata Eva kepada Kompas.com di Tanamera, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Setidaknya ada tiga tanda-tanda penting untuk mendeteksi autisme. Pertama adalah kesulitan bahasa (bicara), interaksi sosial dan melakukan gerakan terbatas serta pengulangan. 

Anak yang memiliki gangguan autisme biasanya tidak merespon ketika namanya dipanggil, lebih suka menyendiri, tidak suka dipeluk, tidak ada kontak mata, serta sering melakukan gerakan berulang-ulang. 

Kendati demikian, menurut Eva, masih ada penderita autisme yang didiagnosis di luar rentang usia tersebut. Diagnosis yang terbilang terlambat itu dinilai karena beberapa faktor, seperti keterbatasan informasi hingga harga pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, Eva mengingatkan bahwa diagnosis autisme anak sejak dini bisa bermanfaat bagi para orangtua. “Sebenarnya kalau kita bisa kenali sejak dini, penanganannya juga bisa lebih awal,” ujar dokter dari RS Siloam Karawaci Tangerang ini. (kompas.com)

Mengunyah permen karet yang bebas gula terbukti untuk menjaga nafsu makan, menghilangkan stres, dan meningkatkan produktivitas. Bahkan, permen karet dapat menghindari gigi berlubang karena mampu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa-sisa makanan dan melindungi gigi dari kerusakan.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata mengunyah permen karet tidak selamanya berdampak positif bagi kesehatan. Dilansir dari Seventeen, Kamis (23/02/17), bahan yang banyak ditemukan pada permen karet mengandung nanopartikel titanium oksida, yaitu suatu whitening atau zat pencerah yang digunakan untuk memperbaiki tekstur makanan. Selain banyak ditambahkan pada banyak jenis permen karet, titanium oksida juga sering ditemukan pada pasta gigi, mayones, cokelat, roti, dan susu skim.

Penelitian yang dilakukan di Binghamton University menemukan bahwa paparan dari zat titanium oksida juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan, terutama pada usus yang seharusnya menyerap makanan yang Anda konsumsi. Zat ini mengakibatkan sel-sel usus kesusahan dalam menyerap zat besi, zinc, asam lemak, bahkan menyebabkan kekurangan gizi, khususnya pada kalangan perempuan yang kehilangan zat besi ketika mereka mengalami menstruasi setiap bulan.

Karena penelitian ini hanya melihat efek pada sel terisolasi, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efek dari paparan kandungan zat tersebut terhadap manusia. Namun para peneliti khawatir jika konsumsi nanopartikel titanium oksida ini berlebihan, maka benar-benar bisa mengubah fungsi usus secara normal. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk menghindari makanan olahan. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM