Lifestyle



Apakah kamu adalah orang yang di maksud?

Kirim sekarang juga CV kamu ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan subjek BRAND PROMOTION sekarang juga!

Apakah pekerjaan membuatmu tertekan dan menjadi stres? Kamu jelas tidak sendiri karena penelitian menyebutkan sumber stres yang paling umum adalah pekerjaan.

Sebuah riset terbaru telah menemukan fakta bahwa jutaan orang Inggris terbebani oleh tekanan kerja yang semakin lama semakin tinggi, jadwal sosial yang sibuk, dan kekhawatiran finansial.

Penelitian juga mengungkapkan dua pertiga orang Inggris memiliki ketakutan tinggi yang disebabkan tekanan kehidupan sehari-hari. Enam dari 10 orang dalam riset tersebut mengaku berjuang untuk mempertahankan hidup mereka dengan segala hal yang mereka hadapi.

Pekerjaan adalah sumber stres yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari, diikuti oleh uang, masalah keuangan, dan masalah keluarga.

Namun, stres terbesar berasal dari kehidupan dan hal umum, seperti seperti pekerjaan rumah tangga dan tuntutan hidup lainnya.

Greg Tatton-Brown dari kasino online Casumo.com, pemimpin riset tersebut, mengatakan, beberapa orang didorong oleh stres, sedangkan yang lain terjebak dalam daftar tugas yang selalu bertambah dan tampak tak ada habisnya.

"Seiring gaya hidup kita yang semakin sibuk, kita akan menghabiskan lebih banyak hidup kita untuk kesibukan tersebut dan merasakan waktu yang kurang. Jadi penting untuk bisa tetap teratur di mana pun kamu berada dan menyediakan waktu untuk kesenangan dalam hidup kapan pun kamu bisa," ucapnya.

Riset terhadap 2.000 pekerja di Inggris menemukan bahwa Inggris adalah negara dengan masyarakat sibuk, dengan 22 persen penduduknya berjuang dengan "lembur" yang harus mereka hadapi di kantor.

Sebanyak 66 persen berharap mereka bisa mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk mencari pekerjaan dan menyelesaikan tugas dalam kehidupan sehari-hari.

Dan 17 persen subyek penelitian bahkan percaya bahwa ponsel mereka telah menguras waktu, serta mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan.

Tujuh dari 10 orang menganggap hidup mereka telah menjadi "terlalu sibuk" dalam beberapa tahun terakhir, dan merasakan bahwa mereka butuh waktu untuk diri sendiri.

Hal ini rupanya tak hanya di alami masyarakat Inggris saja. Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa sekitar 14 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun ke atas menderita gangguan mental yang ditunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan.

Survei yang dilakukan pada tahun 2015 di Jakarta juga menyebutkan bahwa salah satu penyebab stres warga Jakarta adalah beban pekerjaan, termasuk di dalamnya adalah tenggat, beban kerja, tekanan dari atasan dan kolega kerja.

Lebih dari sepertiga responden dalam survei tersebut menghabiskan waktu di kantor selama lebih dari 10 jam per hari. Padahal idealnya orang bekerja hanya selama delapan jam saja dalam sehari.

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dan merupakan kota paling sibuk di negara ini.

Dan 48 persen berpikir mereka bisa menghilangkan stres dan mengatur hidup mereka lebih efisien jika mereka hanya lebih banyak waktu untuk melakukan semuanya.

Setengah dari mereka yang disurvei menyimpan daftar hal yang ahrus dilakukan agar tak ada satupun tugas yang terlewat, dan seperempat lainnya memiliki aplikasi khusus di telepon untuk membantu mengingat janji atau tenggat waktu tugas yang harus dilakukan.

Lebih dari sepertiga masih melakukan hal kuno seperti menandai kalender kertas. Hanya sedikit orang dalam survei tersebut yang menolak mengambil langkah untuk mengatur kegiatan atau tugas yang harus mereka lakukan.

Namun survei yang dilakukan via OnePoll.com, ternyata rata-rata orang Inggris hanya memiliki waktu 73 menit dalam sehari untuk diri mereka sendiri.

Uniknya, hanya 15 persen peserta dalam survei tersebut yang menyebut diri mereka sebagai 'pecandu kerja'. Ini menunjukkan bahwa tidak orang yang senang memiliki pekerjaan terlalu banyak.

Hampir seperempat peserta dalam survei berpikir keseimbangan kehidupan kerja mereka sangat membutuhkan penyesuaian, dan hanya 16 persen yang berpikir bahwa tidak ada masalah antara kehidupan kerja dan kehidupan sosial mereka. (kompas.com)

Banyak orang memiliki resolusi hidup saat memasuki tahun baru. Uniknya, sebagian pekerja Indonesia memiliki resolusi istimewa, yakni mendapatkan pekerjaan baru.

Riset “Global Leadership Study” yang digagas Dale Carnegie memperlihatkan bahwa lebih dari 30 persen tenaga kerja di Indonesia akan mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat -- akumulasi dari 20 persen karyawan yang berencana pindah tempat kerja pada tahun baru, dan 13 persen yang mengaku saat ini sedang mencari pekerjaan baru.

Sementara, hanya 28 persen karyawan di Indonesia yang berniat bertahan dalam jangka waktu cukup panjang di perusahaannya. Apa penyebab dari keinginan para pekerja untuk mencari pekerjaan baru?

“Kepuasan dalam bekerja (job satisfaction) dan keinginan untuk bertahan di suatu perusahaan (intention to stay) dipengaruhi oleh perilaku atasan di tempat karyawan tersebut bekerja,” kata Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.

Data dari studi ini juga menunjukkan bahwa 85 persen karyawan menganggap apresiasi dan pujian dari atasan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah penting. Namun pada praktiknya hanya 36 persen atasan yang melakukannya.

Digelar di 14 negara termasuk Indonesia, studi ini melibatkan sekitar 3.300 pekerja dengan rentang usia 22–61 tahun, mulai dari level karyawan hingga direktur. Di Indonesia, studi menyertakan 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga menengah, dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan yang efektif di tanah air.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa hanya 17 persen karyawan yang mengaku puas dengan pekerjaan mereka -- dan riset memperlihatkan bahwa kepuasan tersebut kuat dipengaruhi perilaku atasan.

Lantas, bagaimana kepemimpinan yang efektif berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan?

Menurut Dale Carnegie, ada beberapa perilaku atasan yang mempengaruhi kepuasan karyawan, seperti kesediaan memberi apresiasi serta pujian yang tulus kepada karyawan, kemauan melihat dari sudut pandang orang lain, menjadi pendengar yang baik, kesediaan mengakui kesalahan, dan mau menghargai kontribusi karyawan.

“Terbukti, atasan yang menunjukkan perilaku tersebut mampu meningkatkan kepuasan karyawan hingga lebih dari dua kali lipat, 36 persen,” katanya.

Selain itu, atasan yang ‘berani mengakui kesalahan’ menjadi faktor yang semakin penting memengaruhi kepuasan karyawan. Terlihat dari hasil studi bahwa 78 persen karyawan mengharapkan kondisi tersebut. Sayangnya hanya 37 persen supervisor yang melakukannya dengan konsisten.

Artinya terjadi gap 41 persen antara ekspektasi dan kenyataan – atau selisih terbesar kedua setelah faktor ‘memberikan penghargaan tulus’ yang sebesar 48 persen.

“Padahal keduanya sangat penting untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi karyawan, terutama guna memotivasi mereka agar berani melakukan inovasi serta berkembang,” ujar Joshua. (kompas.com)

Saat diet telah berhasil, musuh selanjutnya adalah ruang kerja Anda. Stres karena pekerjaaan bisa membuat seseorang mengalihkan pikiran pada makanan ringan yang mengandung gula dan lebih memilih duduk di kursi sepanjang hari. Tak heran bila tempat kerja kemudian dituduh sebagai penyebab tubuh kembali berlemak.

Namun Anda tidak sendirian. Survei tahun 2013 menunjukan bahwa dua dari lima orang mengatakan bahwa mereka bermasalah dengan berat badan karena pekerjaan.

Jadi, apa yang harus dilakukan para karyawan ?

Studi terbaru dalam Journal of Physical Activity and Health menunjukkan bahwa 15 menit aktivitas ringan bisa menjadi solusi terbaik untuk mencegah datangnya kembali lemak berlebih. Dan yang dibutuhkan hanyalah satu perubahan sederhana pada hari kerja Anda.

Peneliti Universitas Pittsburgh merekrut 74 responden sehat di usia pertengahan 20an. Mereka diminta untuk duduk, berdiri, atau berjalan selama 15 menit. Lalu, tiap responden diukur berapa kalori yang mereka bakar.

Hasilnya, mereka yang berjalan mampu membakar kalori tiga kali lebih banyak daripada yang duduk atau berdiri.

Pekerja yang duduk dan berdiri membakar sekitar 20 kalori dalam 15 menit, sementara yang berjalan kaki membakar hingga 60 kalori dalam waktu yang sama.

Anehnya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berdiri membakar kalori dalam jumlah sama dengan mereka yang duduk.

Hasilnya menunjukkan apa yang mungkin sudah Anda ketahui bahwa duduk seharian penuh akan menambah lingkar pinggang.

Sementara itu, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa olahraga kebugaran tidak hanya dapat meningkatkan mood Anda. Namun juga dapat meningkatkan kinerja Anda di tempat kerja.

Intinya adalah Anda harus tetap berolahraga meski berada di tempat kerja. (kompas.com)

Page 1 of 9

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM