Lifestyle

Menjamurnya kehadiran perusahaan start up seperti sekarang menghadirkan nuansa segar dan dinamis pada industri kerja.

Salah satu ketertarikan generasi millenial tertarik bekerja di perusahaan start up ini adalah sifatnya yang kasual dan tidak kaku, terutama persoalan busana di kantor.

Ternyata, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychological Association, kemampuan diri untuk disukai orang lain dan penampilan telah menjadi kunci utama untuk berhasil cemerlang di sesi wawancara kerja.

Umumnya, calon karyawan mengenakan gaya busana yang resmi saat wawancara kerja. Namun, hal yang demikian tidak dirasa perlu untuk kebanyakan perusahaan start up terutama yang mendalami bisnis di ranah teknologi dan internet.  

Tiffany Yannetta, seorang Shopping Director di situs belanja Racked.com, mengatakan, apabila Anda bakal melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan dengan lingkungan yang kasual, seperti perusahaan start up atau perusahaan ritel, maka kombinasikanlah paduan busana yang tepat.

“Jangan terlihat berlebihan dan terlalu resmi,” terang Yannetta kepada CNBC.

Lalu, Yannetta menegaskan bahwa pastikan juga jangan terlalu santai.

“Padanan blazer hitam dengan potongan kasual, kemeja, dan sepasang celana jeans hitam, sudah cukup pantas dan layak untuk dikenakan saat wawancara kerja,” pungkasnya. (kompas.com)

Mempelajari dan mempraktikkan bahasa tubuh bisa menjadi nilai plus di dalam setiap situasi yang ada. Untuk itu, beberapa trik bahasa tubuh ini bisa membuat Anda lebih disegani di tempat kerja. Apa saja? Inilah 4 trik bahasa tubuh yang dirillis dari lifehack.org, Jumat (21/4/2017).

Tersenyumlah

Senyum menjadi sangat penting ketika membuat hubungan dengan bos, rekan kerja, dan orang lain. Untuk mendapatkan kesan terbaik, latihlah senyuman Anda dengan menyunggingkan bibir, mengangkat alis dan menatap lawan bicara. Hal ini akan mempermudah tersenyum secara alami dan membuat orang lebih mudah nyaman dengan kehadiran Anda.

Bertolak Pinggang

Bila Anda merasa kurang percaya diri, lakukan gerakan bertolak pinggang. Gerakan ini akan membantu Anda tampil lebih bertenaga dan mencerminkan kekuatan yang lebih di hadapan orang lain, khususnya ketika melakukan argumentasi.

Bersalaman yang Kuat

Salaman biasa dilakukan pada sebelum dan sesudah pertemuan dengan orang lain. Untuk itu, lakukan salaman yang kuat dengan menggenggam erat tangan lawan bicara. Bahasa tubuh ini menandakan bahwa Anda antusias dengan pertemuan yang telah berlangsung serta menghargai lawan bicara.

Berbicara dengan Nada yang Rendah

 

Cara berbicara juga termasuk dalam bahasa tubuh yang harus diperhatikan. Untuk itu, rendahkan nada bicara untuk kesan yang kuat, percaya diri, dan mampu menguasai keadaan. Tentunya hal ini diperlukan supaya Anda tidak dipandang grogi saat berbicara dengan orang lain. (liputan6.com)

Banyak yang percaya berkerja dengan cara cerdas dapat mempercepat kesuksesan dalam karier dan kehidupan. Setuju?

Bagi sebagian orang, kerja keras itu diperlukan agar tujuan bisa tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sedangkan kubu yang lain punya opini bahwa kerja itu tidak perlu terlalu ngoyo. Cukup kerja dengan cerdas. Minim kelelahan, tapi hasilnya maksimal.

Hanya ada satu hal yang dilupakan. Bekerja cerdas itu tidak datang tiba-tiba. Seseorang baru bisa menguasai ilmu berkerja dengan cerdas setelah tahu bedanya keberhasilan dan kegagalan.

Tidak ada dalam rumus bekerja dengan cerdas itu langsung bisa dilakukan. Justru berkerja dengan cerdas itu mensyaratkan bekerja keras terlebih dahulu. Jadi lebih baik abaikan saja kalau ada yang bilang kerja cerdas itu gampang. 

Kerja keras diartikan bekerja sedemikian kerasnya sampai-sampai hidup ini hanya habis untuk bekerja. Tidak ada lagi waktu dan energi untuk kegiatan lainnya.

Sementara berkerja dengan cerdas bisa dimaknai bahwa waktu tidak cuma dihabiskan untuk bekerja, dengan catatan output dari pekerjaan tetap sama.

Nah, sekarang berkaca pada diri sendiri. Sayang kalau masih berkutat pada kerja keras. Karena itu jadilah pekerja yang cerdas. Simak tanda-tanda orang yang sukses bekerja dengan cerdas dan tips untuk Anda contoh dari DuitPintar.com berikut ini.

Orang yang sukses menjalankan metode bekerja dengan cerdas, biasanya mampu mengatur waktu bekerja dengan baik dan tidak lebih banyak dari orang lain. Mereka tidak akan menghabiskan jam kerja hanya untuk bekerja, biasanya orang-orang seperti ini piawai mendelegasikan pekerjaan. Tak hanya itu kemampuan multitasking mereka pun patut diacungi jempol, karena biasanya juga cerdas memanfaatkan waktu di luar jam kerja.

Tenang, untuk Anda yang ingin meraihnya intip berikut ini.

1. Atur skala prioritas

Perencanaan itu penting. Buat perencanaan berisi daftar apa saja yang harus dilakukan esok hari berdasarkan ukuran skala prioritas. Letakkan pekerjaan paling penting di urutan pertama.

2. Batasi waktu kerja

Mulailah membatasi waktu kerja. Hindari mengurus pekerjaan begitu sudah tiba di rumah. Memeriksa email atau membalas pesan dari kolega sebenarnya sama saja dengan bekerja.

3. Luangkan waktu dan nikmati hobi

Sudah banyak riset yang mengungkapkan kalau orang yang punya hobi di luar kantor cenderung lebih piawai dalam bekerja.

4. Beristirahat

Tubuh dan otak ada batasnya. Jadi buatlah aturan main saat bekerja dan mengejar karier. Pilih jalan yang membuat otak dan tubuh nyaman. Menekan otak dan tubuh terus menerus jelas bukan langkah bijak. Yang ada malah mengundang penyakit. (liputan6.com)

Ketika berbicara tentang negosiasi di tempat kerja, biasanya banyak orang akan langsung berpikiran tentang kenaikan gaji. Namun, jika Anda tahu caranya bernegosiasi manfaat, tidak hanya masalah gaji, Anda akan mendapatkan ruang gerak yang lebih banyak lagi dalam pekerjaan.

Dilansir dari bustle.com, Sabtu (25/3/2017), kaum wanita lebih mungkin melakukan negosiasi dibandingkan pria. Mengapa? Sebuah studi dari University of Texas menemukan bahwa kaum wanita bisa meminta dan mendapatkan rata-rata penghasilan yang lebih besar daripada pria.

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana melakukan negosiasi manfaat, penasaran?

1. Gambarkan dengan jelas apa yang ditawarkan
Bacalah kontrak Anda dengan sangat hati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan. Jika ada sesuatu yang tidak jelas, tanyakan.

2. Ketahui pilihan yang dimiliki
Salah manfaat paling umum dari sebuah tempat kerja adalah program pensiun, tabungan rencana, dan asuransi kesehatan.

3. Bertanya
Jika Anda merasa tidak yakin, cobalah berbicara dengan seorang rekan kerja. Jika ada sesuatu yang Anda pikir bisa membuat pekerjaan lebih baik, namun tidak satupun orang yang pernah menerimanya, maka hal tersebut bisa dijadikan pertimbangan untuk negosiasi.

4. Ketahui apa yang didapatkan oleh perusahaan
Ketika bernegosiasi, tidak ada salahnya juga menanyakan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Biasanya hal ini akan membuat seseorang bekerja dengan lebih baik.

5. Akui kontribusi dilakukan
Banyak orang, khususnya wanita tidak menyadari prestasi yang telah dilakukan. Jangan takut untuk mengakui apa yang telah Anda perbuat untuk perusahaan sejauh ini, hal tersebut juga termasuk ke dalam negosiasi. (liputan6.com)

Page 1 of 6

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net