Lifestyle



Kedai kopi kini sudah menjadi tempat yang akrab dengan generasi milenial. Dari yang mulanya hanya "ngopi-ngopi cantik" dengan teman di gerai kopi, tak sedikit yang akhirnya juga menyukai minuman hitam ini.

Walau penikmat kopi terus bertambah, tetapi menurut pemerhati gaya hidup dan makanan, Kevin Sumantri, banyak yang belum meningkatkan pengetahuannya soal kopi. Ketahui apa saja kesalahan yang sering dilakukan kaum urban yang mengikuti tren ngopi yang bisa berdampak pada kesehatan.

1. Hanya ikut tren

Kevin mengatakan, banyak kaum urban yang ikut-ikutan tren menyukai minuman kopi tertentu tanpa paham apa kandungan di dalamnya. Yang sering terjadi adalah konsumsi kafein berlebih.

Riset kecil-kecilan bisa dimulai dari batas maksimal asupan kafein setiap harinya, termasuk juga jenis kopi yang aman untuk lambung. Misalnya saja tak semua orang tahan dengan rasa kopi robusta.

2. Percaya mitos

Tak salah memang bila ada persepsi bahwa kopi bisa membuat tubuh lebih segar dan tak mengantuk. Hal itu arena ada efek stimulan dari kopi ke tubuh. Beberapa orang juga mengaku lebih tenang setelah ngopi.

Namun, menurut Kevin, mempercapai mitos itu bisa membuat kita kelebihan ngopi. Apalagi jika setiap kali ngantuk, kita langsung mencari kopi. "Yang akhirnnya menjurus ke konsumsi kopi berlebihan. Kopi seharusnya gaya hidup sehat" katanya.

3. Tambahan bahan lain

Minum kopi memang bisa menyehatkan, tapi dengan catatan hanya kopi hitam saja tanpa tambahan susu, gula, atau sirup, seperti yang lazim ditemukan di gerai kopi kekinian.

Kevin mencontohkan, tambahan gula pada kopi 350 ml di kedai-kedai kopi bisa lebih dari 15 gram. Jumlah itu hampir seperempat konsumsi gula harian (50 gram). "Masyarakat masih berdasar enak, enggak enak. Oke memang enak, tapi cocok enggak buat tubuh," katanya. (kompas.com)

Setiap pekerjaan punya risiko kesehatan masing-masing. Pekerja pabrik, misalnya, berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan dan penyakit jantung karena jenis pekerjaannya yang berbeda dengan pekerja kantoran. Lantas, masalah kesehatan apa yang mungkin dihadapi oleh karyawan kantor pada umumnya?

Meski terlihat enak dan nyaman, duduk di kursi kantor yang empuk seharian dan tidak melakukan aktivitas berat, nyatanya bisa memunculkan masalah kesehatan — dari yang ringan hingga berat. Tak hanya dapat memengaruhi kesehatan tubuh, namun kualitas performa kerja dan produktivitas juga bisa terganggu akibatnya.

Masalah otot dan rangka

Pekerjaan sehari-hari yang menuntut Anda untuk duduk lama di depan komputer dapat mengubah postur tubuh, sehingga menyebabkan masalah otot dan rangka seperti nyeri punggung dan leher.

Pasalnya, otot dan rangka tubuh sebenarnya dirancang untuk membuat Anda terus bergerak aktif. Ketika Anda berdiri dan berjalan, otot perut akan bekerja menegang untuk menopang tubuh, tapi selama duduk, otot ini tidak digunakan. Akibatnya, otot dapat melemah.

Membungkuk ke depan sewaktu bekerja untuk melihat layar komputer menempatkan stres yang luar biasa pada leher, terutama pada bagian yang menghubungkan tulang belakang dengan kepala. Postur yang buruk juga merusak otot punggung dan bahu, karena otot ini memanjang secara berlebihan untuk membungkuk di atas keyboard dalam waktu yang lama.

Masalah otot dan rangka juga bisa terjadi pada bagian lengan, terutama pada pergelangan tangan yang aus karena terus menerus dipakai untuk mengetik.

Berikut hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah masalah kesehatan ini muncul di kemudian hari:

- Perbaiki postur tubuh ketika duduk. Usahakan untuk duduk denga posisi punggung yang tegak dan jangan membungkuk. Buat bahu Anda rileks
- Jika Anda bekerja di depan komputer atau gadget, maka sebaiknya posisikan gadget lurus dengan pandangan mata. Jadi, tak membuat Anda harus mendongak atau menunduk. Hal ini akan membuat otot-otot bagian leher menjadi cepat lelah.
- Jangan lupa untuk membiasakan diri melakukan olahraga rutin. Selain olahraga rutin, Anda juga bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana selama duduk di kantor untuk membuat otot tidak tegang.

Masalah kesehatan mata

Masalah kesehatan mata juga kerap menjadi langganan para pekerja kantoran, terutama:

- Mata memerah
- Kelopak mata bengkak
- Mata iritasi
- Penurunan kemampuan penglihatan
- Sakit kepala dan pusing ketika berusaha untuk melihat keadaan sekitar (Mata lelah)

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh penerangan ruangan yang tidak baik, misalnya, ketika seharian bekerja di depan komputer atau gadget.
Bagaimana mengatasinya? Perbaiki penerangan ruangan di kantor. Bila lampu ruangan terlalu redup, maka sebaiknya ganti dengan lampu dengan cahaya yang lebih terang. Selain itu, usahakan untuk menggunakan pelapis monitor yang membuat cahaya dari komputer tidak langsung merusak mata.

Anda juga sebaiknya memeriksakan kesehatan mata setidaknya 1-2 kali dalam satu tahun. Apalagi, jika telah menggunakan kacamata, maka risiko masalah kesehatan mata yang mungkin Anda alami semakin besar.

Masalah pendengaran

Pekerja kantoran juga berisiko alami masalah pendengaran akibat hiruk pikuk suara yang terdengar saat bekerja. Beberapa penyebab yang mungkin saja membuat Anda mengalami gangguan pendengaran seperti suara hingar bingar dari gosip tetangga, dering telepon, komputer, maupun peralatan elektronik yang mengeluarkan suara dan sering digunakan.

Jika Anda menggunakan headset sebagai peredam suara-suara tersebut, pastikan bahwa tidak menyalakan lagu terlalu kencang agar tidak merusak telinga. Jangan lupa untuk mengistirahatkan telinga dari headset yang digunakan. Lepas headset sesekali untuk memberikan telinga waktu untuk beristirahat. (kompas.com)

Atau juga bisa diakibatkan oleh penggunaan headset dengan volume besar-besaran ketika ingin fokus bekerja tanpa gangguan. (kompas.com)

"Dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu, insiden stroke meningkat sighnifikan pada orang dewasa muda," kata ahli saraf neurologis Diana Greene-Chandos, M.D., direktur perawatan neurokologis di The Ohio State University Wexner Medical Center.

"Angka rawat inap stroke iskemik (berhentinya aliran darah pada otak akibat gumpalan darah) meningkat baik untuk pria dan wanita di bawah usia 45 tahun. Di rentang usia 18 sampai 34, tingkat rawat inap untuk stroke iskemik akut meningkat 31,8 persen, sementara di rentang usia 35 sampai 44 jumlahnya meningkat 30 persen."

Dr. Greene-Chandos menilai, kebanyakan orang dewasa muda tidak menganggap skrining kesehatan seperti tes kolesterol, tekanan darah, dan gula darah adalah hal yang perlu dilakukan sampai mereka beranjak lebih tua. Padahal, skrining rutin tersebut dapat memberi gambaran tentang risiko stroke.

Selain itu, adanya peningkatan besar pada faktor risiko stroke umum seperti hipertensi, kelainan lipid, diabetes, penggunaan tembakau, dan obesitas, juga menjadi penyebab meningkatnya kasus stroke di usia muda. Studi di JAMA Neurology menemukan bahwa gangguan lipid-juga dikenal sebagai kolesterol tinggi-meningkat paling banyak, dari sekitar 12 persen menjadi 21 persen.

Ironisnya, risiko stroke justru menurun untuk orang dewasa yang lebih tua, menurut Koto Ishida, M.D., direktur Pusat Stroke Komprehensif NYU Langone. Menurut studi JAMA Neurology, tingkat rawat inap stroke pada orang berusia 55 sampai 64 benar-benar menurun 2,2 persen. Itu karena faktor risiko seperti kolesterol dan tekanan darah biasanya dikelola lebih baik pada usia di atas 50 tahun.

"Orang dewasa yang lebih tua lebih peduli tentang masalah semacam ini, jadi mereka akan melakukan skrining," katanya. "Tapi seseorang di usia dua puluhan biasanya tidak memikirkan sesuatu seperti tekanan darah kecuali sampai benar-benar ada masalah."

Sakit kepala hebat bisa menjadi gejala stroke ringan

FAST (Face, Arm, Speech, Time) biasanya menjadi tanda awal adanya serangan storke. Satu sisi tubuh akan mengalami efek saat stroke saat terjadi di otak, membuat wajah seseorang menjadi tidak simetris, tak mampu mengangkat lengan di satu sisi, ucapan samar atau bingung, dan mungkin mempengaruhi kemampuan ingatan dan verbal.

Namun, kini tidak semua stroke terlihat seperti insiden FAST yang klasik, kata Dr. Greene-Chandos. Orang dewasa yang lebih tua cenderung terpengaruh pada pembuluh darah yang lebih besar, membuat mereka cenderung memiliki "gejala stroke besar" seperti wajah yang terkulai.

Sedangkan orang yang lebih muda cenderung mengalami penggumpalan darah dari area tubuh yang lain dan gumpalan darah itu dapat bergerak melalui pembuluh darah yang lebih kecil. Dr Greene-Chandos mengatakan, perbedaan inilah yang sering menyebabkan gejala stroke pada dewasa muda kerap berbeda, lebih sering berupa mati rasa, kesemutan, atau sakit kepala.

Dr Greene-Chandos menambahkan bahwa orang yang memiliki stroke cenderung mengalami sakit kepala hebat yang melemahkan, dan bahwa orang-orang yang menderita migrain biasa sebenarnya berisiko lebih besar terkena stroke. Bahkan cegukan yang tidak bisa diatasi juga bisa menjadi gejala stroke, catatnya.

"Anda bisa saja mengalami stroke ringan dan tidak menyadarinya," kata Dr. Greene-Chandos. "Anda bahkan bisa mengalami banyak stroke dan tidak memiliki gejala fisik. Tapi seiring berjalannya waktu, perubahan otak bisa mempengaruhi ingatan dan ucapan Anda secara signifikan. Jadi, lakukan cek kesehatan rutin, walaupun Anda berpikir masih terlalu muda dan Anda sehat.”

Dr. Greene-Chandos mencatat, jangan berpikir bahwa stroke hanya untuk orang tua. Hal itu kini tidak berlaku lagi. Menerapkan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan dengan gizi seimbang serta olahraga rutin, adalah langkah sederhana dan terbaik dalam pencegahan stroke. (kompas.com)

Kebanyakan orang memilih untuk bersantai dalam ruangan ber-AC daripada keluar panas-panasan di jalanan yang penuh asap polusi. AC sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang. Di kantor, mall, restoran, bahkan rumah ada AC untuk membuat orang yang ada di ruangan tersebut nyaman, tidak kepanasan.

Namun jika belakangan ini kulit dan rambut Anda menjadi kusam dan kering, ada baiknya untuk matikan AC dan beranjak keluar untuk sedikit berkeringat. Bisa jadi rambut rapuh dan kulit kering itu merupakan akibat dari penggunaan AC. Bagaimana bisa?

AC bekerja menarik uap air yang ada di udara dalam ruangan untuk dibawa keluar dan diganti dengan udara dingin. Proses ini membuat kelembaban dalam ruangan turun. Minimnya kelembaban di lingkungan sekitar merupakan salah satu penyebab utama kenapa kulit jadi gampang kering.

Selain itu, paparan AC tanpa henti juga membuat masalah kulit, seperti eksim atau psoriasis makin menjadi-jadi. Lagi-lagi karena AC dapat menyebabkan kelembaban kulit menguap dan menjadi terganggu. Salah satu penelitian juga menyebutkan bahwa serat sintetis pada filter AC dapat menyebabkan iritasi kulit.

Selain berpengaruh pada kulit, efek AC juga bisa menimpa rambut. Sering berada di ruangan ber-AC juga dapat membuat rambut menjadi kering. Rambut membutuhkan kelembaban untuk tetap sehat. Sehingga, jika ruangan tidak lembab, rambut juga akan menjadi kering.

Rambut yang kering kemudian akan lebih mudah untuk rontok. Rambut rontok akan bertambah parah jika Anda juga sering terpapar dengan pencemaran lingkungan (polusi udara), perubahan cuaca ekstrim, dan sering terpapar dengan bahan kimia (sering mengecat rambut, misalnya).

Untuk mengurangi efek ini, Anda sebaiknya mulai mengurangi frekuensi dan durasi Anda di ruangan ber-AC. Keluarlah sebentar untuk berjalan-jalan menghirup udara segar, sekaligus memberikan waktu bagi kulit dan tubuh Anda untuk “bernapas”.

Dikutip dari Livestrong, menurut American Academy of Dermatology, perawatan yang baik dapat membantu menjaga kesehatan rambut, termasuk mencegahnya dari kerontokan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga rambut tetap sehat adalah:

  • Kurangi melakukan styling pada rambut, termasuk paparan panas atau produk yang dipakai saat styling
  • Kurangi paparan sinar matahari pada rambut
  • Gunakan kondisioner setelah keramas
  • Jangan terlalu sering keramas
  • Kurangi menguncir rambut yang ketat
  • Jangan menyisir rambut dalam keadaan basah

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan lotion untuk melembabkan kulit, setidaknya tiga kali sehari atau sehabis mandi. Minum air putih yang banyak, setidaknya 8 gelas sehari, juga dapat membantu menghidrasi tubuh dan menjaga kelembaban kulit Anda. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM