Lifestyle



JAKARTA, 28 April 2018 - Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut. Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang sering kita dengan sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai 0,5% dari total penduduk. Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria. Kurangnya edukasi akan penyakit autoimun membuat masyarakat tidak menaruh perhatian pada penyakit autoimun. Menyadari pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit autoimun, maka Prodia mengadakan seminar nasional dengan tema KeepStrongStayHealthyterhadapPenyakitAutoimun. Seminar Keep Strong Stay Healthy terhadap Penyakit Autoimun akan digelar di delapan kota di seluruh Indonesia yang dimulai pertama kali di kota Bogor dan diselenggarakan di Hotel Oasis Ball Room Amir. Hadir sebagai pembicara utama Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI (K) yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan (termasuk nutrisi); dan Product Specialist PT Prodia Widyahusada Tbk. Ardian Susanto, M.Farm. yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimunsertapemeriksaanpendukung. Dr. dr. Iris menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar penyakit autoimun agar dapat melakukan tindak pencegahan sejak dini.

“Autoimun menjadi penyakit yang memang belum diketahui pasti penyebabnya, selain dari genetik itu sendiri. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata defisiensi vitamin D menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit ini dan saya rasa masyarakat belum banyak yang tahu tentang ini. Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar autoimun ini. Mulai dari faktor risiko, bagaimana pencegahannya, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis.”tuturnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D, disebutkan bahwa konsentrasi vitamin D pada pasien autoimun rendah. Di Indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45-55 tahun adalah sekitar 50%. Penelitian diIndonesia dan Malaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar63% terjadi pada wanita usia 18-40 tahun. Sedangkan penelitian pada anak 1-12,9 tahun, ditemukan 45% anak mengalami insufisiensi vitamin D. Oleh karena itu pemantauan kecukupan vitamin D dalam tubuh perlu dilakukan. Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Ardian Susanto, M.Farm. mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. Selain pemeriksaan lab untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun. “Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagiindividu yangbergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.”terangnya. Seminar nasional merupakan event tahunan yang diselenggarakan Prodia sebagai wadah edukasi kepada masyarakat. Dalam seminar nasional ini Prodia mengangkat tema seputar penyakit yang memang perlu mendapat perhatian masyarakat agar dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini. Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Reskia Dwi Lestari menyatakan bahwa sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, yang salah satu di antaranya adalah preventive medicine, Prodia merasa perlu turut andil untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan pereventif di tengah masyarakat. “Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oleh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit. Diperlukan informasi dan juga semacam ajakan dari para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti kami, Prodia, kepada para pelanggan, agar kita mulai membiasakan diri untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit.” ungkap Reskia. 

 

Salah satu tantangan terberat bagi mereka yang baru memulai olahraga lari secara rutin adalah menambah jarak lari. Namun, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar bisa lari lebih jauh dan menyenangkan. Sambil tetap mengingat, bahwa untuk menghindari cidera, tidak dianjurkan untuk menambah beban dan jarak dari lebih dari 10 persen setiap minggunya.

1. Mulai dengan pemanasan

Pemanasan yang baik dan tepat bisa menghindarkan kita dari sejumlah masalah, seperti cidera otot, yang bisa mengganggu lari kita. Selain pemanasan, kita juga harus selalu melakukan pendinginan usai berolahraga sekurang-kurangnya lima menit lari kecepatan ringan.

2. Kombinasikan lari dan jalan

Jangan paksakan diri untuk terus berlari kencang selama waktu olahraga. Kombinasikan lah lari dan jalan agar kamu bisa menempuh jarak yang lebih jauh. Dengan mengkombinasikannya, kamu akan tetap mendapatkan manfaat dari olahraga. Secara perlahan kamu akan membangun kebugaran dan kepercayaan diri bahwa suatu saat bisa berlari tanpa disela jalan kaki.

3. Lari di luar ruangan

Berlari di treadmill kadang membuat kita bosan, meskipun secara fisik seringkali lebih ringan. Jika cuacanya sedang baik, coba lah berlari di luar ruangan. Udara segar, pemandangan dan rute-rute baru akan 'menggoda' pikiranmu sehingga kamu bisa berlari lebih jauh daripada di treadmill.

4. Hindari kebosanan saat nenggunakan treadmill

Ada waktu-waktu dimana kita perlu berlari di treadmill untuk alasan keamanan dan efisiensi. Namun, jangan langsung melompat ke treadmill dan mulai berlari. Pastikan kamu memiliki rencana khusus untuk mengusir kebosananmu pada treadmill dan buatlah kegiatan lari di treadmill menjadi lebih menyenangkan.

5. Istirahat untuk peregangan

Otot tegang adalah hal umum yang dialami para pelari pemula. Hal ini juga menghambat seseorang untuk berlari lebih jauh. Untuk menghindarinya, cobalah melakukan peregangan selama 30 detik di tengah sesi lari sebelum melanjutkannya kembali. Jika kamu masih merasakan sakit meski sudah melakukan peregangan dan pelemasan otot-otot, berhentilah berlari.

6. Mencari teman lari

Banyak pelari pemula menganggap mereka tak bisa lari jarak jauh karen tak ada teman lari. Entah karena terdistraksi obrolan, dukungan motivasi, atau alasan lainnya, memang mereka yang berlari bersama biasanya bisa lari lebih lama. Jika kamu terbiasa lari sendiri, cobalah ajak teman atau keluarga untuk menemani.

7. Lari dengan kecepatan rendah

Salah satu alasan mengapa para pelari pemula cepat berhenti sebelum mencapai jarak tujuan adalah karena berlari terlalu cepat. Jika kamu baru mengawalinya, cobalah lari dengan kecepatan rendah seperti jika kamu mengobrol dengan seseorang. Jika kamu ngos-ngosan di tengah lari, maka artinya kamu berlari terlalu cepat.

8. Latihan kekuatan (strength training)

Strength training atau latihan kekuatan otot akan membantu tubuh lebih terhindar dari stres dalam berlari. Otot-otot kita juga akan bisa bergerak lebih lama tanpa merasakan keletihan, yang berarti kita bisa lari lebih lama. Cukup lakukan selama 15-20 menit dan berulang dua atau tiga kali seminggu untuk membangun massa otot.

9. Mengganti rute

Mencoba rute-rute lari baru akan menghilngkan kebosananmu saat lari dan kemungkinan berhenti akan lebih sedikit. Jika kamu tipe orang yang suka berlari di jalur-jalur lokal, maka cobalah berlari di sekitar pemukiman atau daerah sekitar.

10. Atur target sederhana

Memiliki target jangka pendek untuk dicapai juga bisa membantu mental seseorang agar berlari lebih lama. Target sederhana tersebut, misalnya 'lari hingga tanda lalu lintas berikutnya'. Selama target itu membantumu untuk terus bergerak lebih jauh, maka cara itu berhasil.

11. Percaya bisa lari lebih jauh

Beberapa pelari pemula sebetulnya mampu menempuh jarak lari tertentu, tapi mereka tak memiliki kepercayaan diri atau kekuatan mental untuk mendorong diri mereka agar mencapainya. Sederhananya, semua itu bergantung pada pikiran. Cobalah mencari hal yang bisa menjauhkanmu dari pikiran 'tidak bisa lari jauh'. Setiap orang memiliki metode efektifnya masing-masing. (kompas.com)

Jika Anda penggemar jus, kemungkinan Anda akan memilih minuman ini untuk memulai hari. Di Amerika, jus jeruk menjadi favorit minuman sehat yang dikonsumsi saat sarapan.

Meski begitu, minuman yang menyegarkan ini sebenarnya mengandung gula yang tinggi. Terutama jika kita membeli produk jus jeruk siap minum. Nah, ketahui apa saja fakta yang perlu kita tahu tentang segelas jus jeruk dan susu.

Jus jeruk
Sisi positif: Segelas jus jeruk dengan volume sekitar 8 ons mengandung 110 kalori. Minuman ini juga kaya akan vitamin C, antioksidan kuat yang dapat melindungi kulit dari sinar matahari, dan juga otak dari polusi udara atau lingkungan.

Sisi negatif: Terlalu sering mengonsumsi jus jeruk sebenarnya berdampak buruk bagi enamel gigi. Menurut sebuah penelitian, orang yang minum jus jeruk setiap hari mengalami penurunan kekerasan enamel sampai 84 persen. Minuman buah lain juga memiliki efek yang sama.

"Kami memilih jus jeruk dalam penelitian ini karena ini adalah jus paling poluer. Tetapi kebanyakan buah punya tingkat keasaman (pH) di bawah 4 (yang sangat asam), untuk mencegah pertumbuhan bakteri," kata peneliti Yanfeng Ren, PhD.

Ia mengatakan, jus cranberry memiliki tingkat keasaman lebih tinggi lagi. Yang lebih buruk adalah minuman energi dan soda, yang kadar pH-nya bisa di bawah 2,6.

Dari perspektif lingkungan, jus jeruk juga tidak terlalu "hijau". Produsen terbesar jeruk adalah Brazil atau pun China, yang berarti buahnya telah melalui perjalanan jauh sebelum sampai di meja makan kita. Perkebunan jeruk juga membutuhkan pupuk dan pestisida.

Segelas susu
Sisi positif: Dalam segelas susu terdapat 20 persen asupan protein yang dibutuhkan tubuh, dan juga kalsium. Penelitian menunjukkan, orang yang minum susu di pagi hari cenderung tidak makan berlebihan saat makan siang. Penyebabnya karena rasa puas alami dari protein. Kalsium juga membantu mengatur hormon yang mengendalikan berat badan.

Dari sudut pandang lingkungan, susu biasanya merupakan produk lokal. Tetapi, mungkin saja susu yang kita asup adalah impor dari negara yang jauh.

Sisi negatif: Susu mengandung lemak jenuh, kecuali jika Anda memilih susu tanpa lemak, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, atau diabetes.

Susu non-organik juga seringkali berasal dari ternak sapi yang kemungkinan mendapat antibiotik dan hormon pertumbuhan.

Mana yang lebih baik: Pilihlah susu karena lebih aman untuk gigi dan memiliki kalsium tinggi. Tetapi, Ren menyarankan untuk memilih susu organik. Bukan hanya bebas dari residu pestisida dan hormon, tapi juga mengandung antioksidan 75 persen lebih tinggi, vitamin E lebih banyak, dan juga asam lemak omega-3.

Menyukai rasa segar jeruk? Konsumsilah dalam bentuk segar atau dimakan langsung tanpa dijus. Selain kita akan mendapatkan semua nutrisi bermanfaat, efeknya pada gigi juga tidak sebesar jus jeruk.

Walau begitu, segera bilas mulut setelah minum jus buah, bukan menyikat gigi. Sikat gigi setelah minum jus akan membuat lapisan enamel menjadi lunak. Tunggulah setidaknya 30 menit sebelum menyikat gigi. (kompas.com)

Ada satu alasan baik untuk berhenti sejenak, melihat sekitar, lalu mencium aroma kayu, bunga, rumput, atau tanah: Itu akan membuat Anda lebih bahagia!

Memperhatikan dan melihat alam—bahkan di kota—bisa meningkatkan perasaan bahagia, keterhubungan, dan kesehatan secara keseluruhan, demikian menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology.

“Ini bukan berarti harus menghabiskan waktu di luar ruangan atau berjalan-jalan ke hutan. Ini bisa tentang pohon yang tumbuh dekat tempat pemberhentian bus yang memberi dampak positif kepada orang,” kata pemimpin peneliti Anne Passmore kepada Medical News Today.

Untuk studi tersebut, peneliti University of British Columbia membagi 395 mahasiwa ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengamati dan memfoto objek buatan manusia seperti gedung, patung, atau mesin yang biasa dijumpai sehari-hari.

Kelompok kedua diminta melakukan hal sama dengan objek alam seperti pohon, tanaman dan matahari terbenam. Kelompok ketiga tidak diminta untuk mengobservasi apa pun.

Mahasiswa kemudia diminta untuk menilai tingkat “kebahagiaan dan kesehatan” mereka, dan hasilnya, orang yang memandang alam merasa “secara siginifikan” lebih gembira, menurut Passmore.
"Kebahagiaan mereka, rasa lebih berharga, dan tingkat keterhubungan dengan orang lain, tak hanya alam—secara signifikan lebih tinggi dibandingkan peserta dalam kelompok yang memerhatikan objek buatan manusia dan kelompok yang tak mengamati apapun,” kata Passmore.

Studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan akses ke ruang hijau ternyata hidup lebih lama memiliki kesehatan mental yang lebih baik. (kompas.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM