Lifestyle



Pernakah Kamu berkeringat saat cuaca sedang dingin? Jangan abaikan kondisi itu.

Keadaan ini bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan. Seharusnya, suhu bagian dalam tubuhmu juga dingin saat cuaca di lingkungan luar tubuh sedang dingin.

Suhu pada lingkungan luar yang dingin bisa dipengaruhi oleh penyejuk ruangan, atau cuaca yang memang sedang dingin.

Suhu bagian dalam tubuh seharusnya turut dingin, hinga kita tidak mungkin mengeluarkan keringat -apalagi saat tak banyak beraktivitas.

Jika ini terjadi, hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa bagian dalam tubuh kita sedang berjuang untuk melawan suatu gangguan atau disfungsi.

Tanda-tanda tersebut ditunjukan dengan keluarnya keringat.

Inilah beberapa alasan mengapa tubuh berkeringat, meski suhu di lingkungan luar sedang dingin.

1. Kekurangan oksigen

Bila tubuh kita tidak mendapatkan cukup oksigen, kita pasti merasa sesak dan tubuh mulai berkeringat.

Jika proses pernapasan terhambat, kita pasti menganggapnya sebagai tanda bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Itulah sebabnya, kita menjadi sulit bernapas dan mulai mengeluarkan keringat.

Bila ini terjadi, cukup buka jendela dan pintu. Lalu, dapatkan udara segar yang akan membantu kita menyingkirkan gangguan ini dengan mudah.

2. Masalah tiroid

Tidak peduli seberapa dingin udara di luar, jika ketiakmu berkeringat, Kamu mungkin memiliki masalah tiroid.

Pekerjaan terpenting kelenjar tiroid adalah mengeluarkan hormon.

Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka ini adalah pertanda bahwa Kamu sedang menderita hipertiroidisme.

Kelenjar tiroid yang super aktif membuat kita berkeringat karena proses sekresi hormon yang terlalu tinggi.

Segera konsultasikan pada dokter jika ini benar-benar terjadi padamu.

3. Gula darah menurun

Kurangnya glukosa dalam darah bisa menyebabkan bahaya pada adrenalin. Saat kita tidak mengonsumsi apa pun dalam waktu lama, tubuh kita akan kekurangan glukosa dan membuat tubuh memproduksi insulin saat kita merasa lapar.

Hormon inilah yang membantu proses pencernaan. Namun, bila dikombinasikan dengan gangguan adrenalin, bisa menyebabkan tubuh kita berfungsi dengan cara yang tidak biasa dan membuat kita berkeringat.

4. Efek samping obat

Ada banyak jenis obat yang bisa membuat suhu tubuh menjadi hangat dan menyebabkan kita berkeringat.

Bahan kimia yang digunakan dalam obat-obatan ini bisa membuat suhu dalam sistem tubuh menjadi hangat.

Beberapa obat-obatan seperti anti depresan, pil tekanan darah, obat penghilang flu memiliki efek seperti ini.

Hal ini hanya bisa diatasi dengan berkonsultasi pada dokter dan meminta dia untuk mengubah dosis obat-obatan tersebut. (kompas.com)

Polusi udara adalah ancaman kesehatan di banyak negara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 6,5 juta kematian setiap tahun terkait dengan polusi udara. Bahkan, 9 dari 10 orang di seluruh dunia tinggal di kota yang udaranya tidak bersih bagi manusia.

Masih menurut data WHO tahun 2016, kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung merupakan dua kota dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara.

Kualitas udara yang buruk semakin diperparah dengan banyaknya masyarakat komuter (penglaju) yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktivitas dari dan ke Jakarta.

Dari sejumlah 1,4 juta masyarakat penglaju dari dan keluar Jakarta, terdapat 58 persen menggunakan kendaraan roda dua dan 30 persen menggunakan transportasi umum.

Sebagian besar dari mereka terpapar gas buang kendaraan dan bau tidak sedap, khususnya di lokasi yang padat kendaraan dan macet.

Pada semester satu tahun 2016, level polusi di kota-kota besar Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,5 kali lipat lebih buruk dari standar yang ditetapkan oleh WHO.

Menurut Ed Avol, profesor bidang pencegahan penyakit dari Universitas Southern California, melakukan jalan dengan cepat bisa membantu mengurangi paparan polusi di jalanan yang sibuk.

Ia mengatakan, di kota yang tingkat polusi udaranya buruk, tempat terbaik adalah di dalam ruangan, dengan pendingin ruangan yang bisa menyaring udara.
"Hindari aktivitas yang membuat kita menarik napas berat. Bayangkan diri kita adalah penyedot debu atau vacuum cleaner besar. Kita harus mengecilkan pengaturannya," kata Avol seperti dikutip dari Huffington Post.

Di kota seperti Beijing, China, masker wajah seringkali tidak efektif mencegah efek polusi, kecuali jika maskernya cukup ketat menutupi bagian hidung dan mulut.

"Masker bedah yang murah atau menutupi dengan sapu tangan tidak bisa melindungi diri karena udara dengan mudah akan masuk saat kita bernapas," kata Avol.

Masker yang lebih mahal seperti masker N95 paling efektif melindungi karena bisa menyaring sampai 95 persen partikel udara. Namun, masker ini kurang praktis jika dipakai sehari-hari.

Jenis masker lain yang cukup efektif adalah masker dengan lapisan karbon aktif yang bisa memberi perlindungan lebih. (kompas.com)

Bayangkan ini: seseorang yang terlihat segar bugar sedang berjalan kaki di taman. Tiba-tiba ia sempotongan sambil memegang dada bagian kirinya. Apa yang terjadi?

Dengan mudah kita akan menebaknya sebagai serangan jantung. Namun itu kebanyakan hanya terjadi di televisi atau film.

Di kehidupan nyata, peristiwanya tidak selalu seperti itu. Serangan jantung memang bisa datang tanpa peringatan. Namun umumnya ada beberapa gejala yang bisa kita kenali.

"Kebanyakan pasien memiliki gejala dari serangan jantung. Tapi kadang, orang-orang mengabaikannya atau mengiranya sebagai penyakit lain," ujar James Park, M.D., FACC, Direktur Program Jantung dan Vaskuler di Texas Health, Dallas.

Mengenali gejalanya bisa menghindarkan kita dari serangan jantung sebelum terjadi dan bisa menyelamatkan hidup kita.

Berikut enam gejala serangan jantung dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya.

1. Lelah fisik

Mengalami kelelahan fisik yang ekstrim merupakan salah satu gejala serangan jantung untuk perempuan. Meskipun belum ada studi yang mengatakan hal itu juga terjadi ada laki-laki.
Bila kamu merasa kelelahan saat menjalani rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari, atau merasa tidak mampu menjalankan berbagai tugas sekaligus, kamu harus mulai waspada.

Robert Segal, M.D., FAAC, Founder Manhattan Cardiology mengatakan, merasa sangat lelah di luar kebiasaan adalah sinyal lemahnya ventrikel bagian kiri, yakni otot jantung yang berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Jika ventrikel berhenti bekerja, jantung tidak dapat memompa secara maksimal. Inilah yang menimbukkan serangan jantung.

Dan jika Vventrikel kiri tidak memompa sekuat yang seharusnya, jantung kita mungkin tidak dapat mengedarkan cukup darah ke seluruh tubuh dengan baik.

Apa yang terjadi? Kelelahan. Bahkan setelah kita tidur. Sebab jaringan kita tidak mendapat cukup darah segar yang teroksigenkan.

2. Gangguan ereksi

Ereksi terjadi saat ada aliran darah ke penis, sehingga membuatnya tegang dan mengeras. Tapi, jika pembuluh darah tersebut rusak, maka aliran darah akan lebih sedikit.
Artinya, akan terjadi gangguan ereksi saat seorang laki-laki terangsang. Ini adalah sebab utama terjadinya disfungsi ereksi.

Problemnya adalah, jika pembuluh darah di bagian itu rusak, ada kemungkinan hal serua terjadi pada pembuluh darah yang dekat dengan jantung.

Penyebab terbesar kerusakan pembuluh darah tersebut adalah terbentuknya plak. Dr Segal mengatakan, bila itu terjadi pada pembuluh darah di jantung, maka bisa berakibat serangan jantung.

Jika gangguan ereksi terjadi satu kali mungkin bukan hal yang perlu ditakutkan. Bisa jadi itu karena stres atau lelah. Tapi jika terjadi berkali-kali, bisa jadi sebuah sinyal untuk sesuatu yang lebih serius.

3. Kaki atau pinggul kram saat jalan

Kram atau kejang pada betis kita yang menjalar ke paha dan pinggul bisa menjadi sinyal dari sesuatu yang serius.
Ini sinyal dari penyakit arteri perifer, menyempitnya pembuluh arteri yang bisa membatasi aliran darah ke anggota badan, perut dan kepala.

Rasa tidak nyaman tersebut berasal dari berkurangnya aliran darah yang melewati kaki.

"Kebanyakan pasien mengatakan tidak bisa berjalan dengan jarak normal tapi dengan tidak adanya gejala. Mereka harus istirahat sebelum kembali berjalan," kata Dr. Park.

Mayo Clinic mengatakan, penyakit arteri perifer sama dengan penyakit arteri koroner, dimana plak terbentuk di sekitar pembuluh darah utama di jantung.

Sehingga plak tersebut mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di bagian tubuh dan bisa terjadi juga pada pembuluh jantung.

4. Masalah pada dengkuran

Mendengkur keras, terbangun sambil megap-megap mencari udara, atau merasa lelah saat tidur bisa jadi merupakan sinyal sleep apnea, penyakit tidur yang terjadi karena pernapasan yang terhenti sejenak.
Jika tidak diobati secara serius, maka bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Dr Segal menjelaskan, terhentinya pernafasan tersebut bisa membuat tubuh stres dan meningkatkan tekanan darah. Menyebabkan detak jantung tak beraturan dan meningkatnya risiko serangan jantung.

5. Rasa sakit di perut

Terkadang rasa mual, masalah pencernaan atau rasa seperti sendawa yang tidak kunjung hilang bisa menjadi sinyal gangguan pada perut. Tapi, ini juga bisa menjadi sinyal adanya masalah pada jantung.
"Adanya sistem yang gamang kadang menjadi sinyal membingungkan yang terjadi pada tubuh kita" kata Dr. Park.

Syaraf pada bagian gastrointestinal atau sistem pencernaan berkaitan dengan syaraf di jantung.

Hasilnya, masalah yang terjadi di jantung bisa jadi diartikan sebagai ketidaknyamanan pada bagian perut.

Tapi, ada tanda-tanda bahwa sakit di perut tersebut adalah sesuatu yang serius. Biasanya, rasa mual yang dikarenakan potensi serangan jantung akan menjadi lebih parah saat melakukan gerakan fisik dan tiba-tiba terbangun dari istirahat.

6. Rasa kecemasan yang berlebih

Penemuan mengatakan bahwa orang yang mengalami kecemasan lebih mudah mengalami gangguan aliran darah ke jantung dibandingkan mereka yang tidak mengalami kecemasan.
Dr Segal mengatakan, kita sebaiknya memperhatikan lebih soal hubungan kecemasan dan risiko serangan jantung.

Sebab, ada pula gejala-gejala kecemasan yang menjadi gejala serangan jantung. Seperti sakit dada, nafas menyempit dan jantung berdebar.

Terlebih jika ini terjadi saat kita tidak dalam keadaan stres.

"Ini berpotensi menutupi permasalahan jantung pada sejumlah pasien dan membuat diagnosa dan perawatannya menjadi tertunda," kata Dr. Segal.

Kecemasan bisa memberikan ketegangan ekstra pada jantung. Sebab, perasaan cemas tersebut menakibatkan pembuluh darah mengerut dan meningkatkan detak jantung, yang bisa menjadi pemicu serangan jantung."

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala itu?

Walau harus diwaspadai, gejala-gejala di atas tidak selalu berarti jantung kita dalam keadaan yang berbahaya. Tapi ini bisa mengindikasikan bahwa gejala ini menjadi semakin parah.

Jadi, coba lah konsultasikan dengan dokter sedini mungkin.

Jika dokter mencurigai adanya kemungkinan serangan jantung, dia akan menyarankanmu untuk mengambil tes EKG (elektrokardiogram). Tes untuk mengukur aktivitas elektrik jantung dan menunjukkan jika ada masalah di jantung.

Bisa pula dokter menyarankan coronery angiogram yang bisa mendeteksi halangan di pembuluh arteri.

Coba lah berkonsultasi lebih lanjut jika mengalami tanda-tanda klasik dari serangan jantung. Seperti tekanan di bagian dada, nafas yang menyempit, pusing, keringat dingin, atau ketidaknyamanan pada lengan, leher atau rahang. (kompas.com)

Banyak orang mengira punya hewan peliharaan hanya membuat repot saja. Apalagi untuk kaum urban yang aktivitasnya padat. Namun, riset membuktikan bahwa memelihara hewan ternyata memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah mengurangi stres dan rasa kesepian.

Agar niat kamu memelihara hewan semakin kuat, ketahui dulu apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan jika memiliki hewan kesayangan di rumah.

1. Mengurangi pikiran negatif

Menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga dapat membantu kita mengatasi penolakan sosial. Hasil penelitian membuktikan hal tersebut. Responden yang memperlakukan hewan kesayangan mereka dengan baik cenderung memiliki empati dan pemikiran positif.

2. Menghilangkan kesepian

Banyak riset yang membuktikan bahwa kesepian bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, Alzheimer, dan risiko kesehatan lainya. Bahaya dari kesepian ini bisa dicegah jika kita memelihara hewan karena menawarkan interaksi sosial saat orang lain tidak ada, terutama bagi mereka yang tinggal seorang diri.

3. Melawan stres

Riset dari Swedia menemukan bahwa perempuan memiliki kadar hormon kortisol stres yang lebih rendah 15 sampai 30 menit setelah memelihara anjing. Itu berarti perasaan mereka juga lebih rileks. Manfaat ini tidak akan dialami oleh mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.

4. Melindungi jantung

Riset dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology melaporkan bahwa memiliki kucing dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Menurut para periset, kucing mampu memberi perasaan rileks saat seseorang mengalami stres atau pemilik kucing mungkin cenderung memiliki sifat yang membuat mereka tidak mudah terserang stres.

5. Membantu otak tetap tajam

Penelitian yang diterbitkan dalam Anthrozoös menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki kucing atau anjing memiliki fungsi otak yang lebih baik - seperti kemampuan mengingat hal detal dan pengambilan keputusan - daripada mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.

6. Mendorong untuk lebih rajin berolahraga

Hewan peliharaan juga butuh diajak jalan-jalan. Nah, kegiatan ini juga bagus untuk kesehatanmu karena berdampak sama seperti olahraga.

7. Mengurangi rasa sakit

Menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan teryata dapat mencegah kita dari sakit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Anthrozoös menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan 5 sampai 15 menit dengan anjing setelah operasi butuh lebih sedikit obat penghilang nyeri daripada mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.

8. Menghilangkan alergi pada anak

Riset dari Clinical & Experimental Allergy mengatakan bahwa bayi dengan hewan peliharaan di rumah cenderung terbebas alergi di kemudian hari.

9. Membuat gula darah anak tetap terjaga

Menurut sebuah riset dalam jurnal PLoS ONE, anak berusia 9 sampai 19 tahun yang membantu merawat hewan peliharaan memiliki risiko diabetes tipe 1 yang lebih kecil daripada mereka yang tidak memelihara binatang.

Berdasarkan riset tersebut, anak-anak yang secara aktif merawat hewan peliharaan 2,5 kali lebih mungkin untuk menjaga kadar gula darah mereka agar tetap sehat. Periset mengatakan bahwa anak-anak yang bertanggung jawab atas hewan peliharaan mungkin merasa lebih bertanggung jawab dan lebih terbiasa dengan rutinitas.

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM