Lifestyle



Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, pengolahan emosi di otak pria dan wanita tidak sama. Faktor biologi memiliki keterkaitan lebih dengan bagaimana Anda berkomunikasi.

Dilansir dari yourtango.com, Selasa (18/4/2017), otak memiliki dua sistem emosi yang bekerja secara simultan. Kaum pria cenderung menggunakan satu sistem secara berlebihan, sedangkan kaum wanita lebih menggunakan sistem lainnya.

Sejak memasuki masa pubertas, emosi empati antara pria dan wanita juga berbeda. Kaum pria biasanya menjaga diri mereka sendiri agar tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, sedangkan wanita akan memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diri mereka, dan inilah yang justru membuat kaum pria tampak kurang berempati.

Pria cenderung merasa harus melakukan apa yang mereka pikirkan, tanpa menunggu persetujuan orang lain. Sedangkan wanita lebih bergantung pada orang lain, sehingga mereka lebih bisa berempati terhadap satu sama lain.

Seiring bertambahnya usia, emosi ini berubah dalam banyak cara. Pria menjadi lebih sadar ketika ada orang lain yang merasa emosi, sedangkan wanita menjadi tidak lagi bergantung pada orang lain.

Sebagai seorang pria yang telah menikah, kaum pria biasanya dapat merasakan keintiman emosional dengan istri mereka, namun tidak dapat mengungkapkannya melalui kata-kata, maupun ekspresi wajah. Kuncinya terletak pada komunikasi yang sehat.

Seseorang tidak merespon dengan cara yang sama seperti Anda lakukan, bukan berarti ia tidak merasakannya. Bagi kaum wanita, cobalah berbicara atau bertanya secara langsung, jangan memberi kode tentang apa yang Anda inginkan kepada pasangan.

Kaum pria biasanya akan merasa bingung dan frustasi ketika pasangannya tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung tentang apa yang diinginkan. Sedangkan, pria harus lebih sensitif terhadap perasaan wanita.

Intinya, komunikasi adalah kunci terbaik untuk mengekspresikan emosi dan perasaan Anda kepada pasangan. Selamat mencoba! (liputan6.com)

Dalam sebuah wawancara bersama “L.A. Daily” di SiriusXM, Selasa, 14 Februari, drummer MetallicaLars Ulrich, mengungkap tentang kolaborasi mereka bersama Lady Gaga di acara Grammy Awards 2017 yang lalu. Dan Ulrich hanya punya puji-pujian kepada Gaga. Tidak hanya itu, ia bahkan menyebutkan jika Gaga bisa saja menjadi anggota kelima band gahar ini.

Ulrich menyebutkan jika bandnya tidak ingin menjadikan pertunjukkan tersebut sebagai “Gaga dan Metallica” atau “kau dan kami”, namun lima orang sebagai satu kesatuan. “[GaGa was] the fifth member of the band. It’s not two different worlds, it’s all of us together,” tambahnya.

Lebih lanjut Ulrich menyebutkan jika semangat kreatif Gaga-lah yang membuat mereka memilih sang pop diva sebagai kolaborator. Katanya, “She’s sort of a metal chick at heart and has a reputation for growing up in that Jersey/New York metal scene and has a reputation of being super easy and cool, and I just threw [the idea of collaborating] at her.

Gaga dipujinya, selain mandiri juga sebagai sosok yang paling keren, paling manis, dan paling santai yang pernah ditemuinya. Terlepas dari masalah teknis seperti mic yang mati, ia bahkan terpesona oleh aksi Gaga bersama Metallica di pentas Grammy. “It was totally energetic and crazy. It was just energy and excitement and nuttiness, so her being right in my face just added to the whole exhilarating energy that was happening for those few minutes.” (creativedisc.com)

Jika berbicara tentang kepribadian, satu orang dengan orang lainnya mungkin akan memiliki banyak perbedaan. Anda mungkin bisa menjadi pribadi yang cerdas, terbuka, dan toleran. Namun, satu waktu Anda akan bertemu dengan seseorang yang takut bersosialisasi.

Dilansir dari mydomaine.com, Senin (16/1/2017), Maastricht University, Belanda baru saja melakukan sebuah studi tentang salah satu bagian dari kepribadian, yaitu kejujuran atau jujur. Melalui sebuah tulisan tugas akhir yang dipublikasikan melalui Psychological and Personality Science tahun lalu, para peneliti menganalisis hubungan antara sumpah atau janji dengan kejujuran seseorang dalam masyarakat.

Para peneliti melakukan survei kepada 276 peserta dewasa tentang kebiasaan mereka dalam berjanji. Selanjutnya, para peneliti juga menganalisis kebiasaan para pengguna Facebook yang lebih dari 73.000 dalam menggunakan kata-kata kutukan di profil mereka. Hasilnya?

 

Para peneliti menemukan hubungan yang positif antara kebiasaan berjanji dengan kejujuran. Orang-orang yang terbiasa menggunakan kata-kata kutukan atau kotor untuk mengekspresikan diri tentang perasaan mereka atau berjanji ditemukan cenderung lebih mudah berbohong.
Intinya, orang-orang yang jarang berjanji atau mengeluarkan kata-lata kotor lebih mungkin memiliki integritas dalam pekerjaan. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net