Lifestyle



Perintah untuk menegakkan sandaran kursi dan memasang sabuk pengaman selalu terdengar saat pesawat akan lepas landas, atau pun mendarat. Juga, penumpang di minta membuka penutup jendela.

Menegakkan sandaran kursi dan membuka penutup jendela merupakan bagian dari prosedur tetap dalam penerbangan komersial, dan sudah lazim terdengar.

Tapi, adakah yang mengetahui apa alasan dari kedua perintah itu?

Seperti banyak hal yang terjadi di dalam pesawat komersial, dua aturan itu pun memiliki alasan yang kuat, meski tak banyak orang yang mengerti.

Soal kursi yang harus ditegakkan, penjelasannya adalah, jika terjadi keadaan darurat, kursi yang tidak tegak bisa memperlambat evakuasi, karena membuat orang sulit bergerak.

Ini juga menjadi alasan mengapa penumpang harus mengembalikan meja makan di depan ke tempat semula.

Data menunjukkan, 45 persen kecelakaan fatal terjadi saat lepas landas atau mendarat. Sehingga, awak kabin wajib menerapkan kebijakan tersebut selama masa-masa krusial ini.

Nah, sekarang soal jendela.

Umumnya pada penumpang tahu, mereka harus membuka penutup jendela saat akan lepas lantas atau pun mendarat. Tapi, mungkin sedikit yang mengerti alasannya.

Anda perlu tahu, saat lampu mulai diredupkan ketika lepas landas atau mendarat, penutup jendela yang terbuka memungkinkan cahaya alami masuk kabin.

Penerangan alami ini akan memudahkan penumpang dalam proses evakuasi.

Meskipun beberapa prosedur standar operasi mungkin terasa aneh, tapi percayalah, semuanya selalu memiliki alasan yang baik. (kompas.com)

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Senin (27/11/2017) ditutup hingga Selasa (28/11/2017) pagi. Bandara Lombok pun sempat ditutup pada Minggu (26/11/2017) tapi dinyatakan kembali aman untuk penerbangan pada Senin pagi.

Penutupan kedua bandara tersebut, khususnya bandara di Bali dilakukan karena debu letusan Gunung Agung yang bertiup ke arah selatan, ke wilayah udara Denpasar, sebagaimana disiarkan oleh Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, pada Minggu (26/11/2017) malam.

Pihak otoritas bandara Ngurah Rai pun sudah mengeluarkan NOTAM, yang menyatakan bandara ditutup selama kurang lebih 24 jam, mulai dari Senin (27/11/2017) pagi pukul 07.00 WITA, hingga Selasa (28/11/2017) pagi pukul 07.15 WITA.
A4242/17 NOTAMN
Q) WAAF/QFALC/IV/NBO/A/000/999/0845S11510E005
A) WADD
B) 1711262315
C) 1711272300 EST
E) AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH
CREATED: 26 Nov 2017 23:15:00
SOURCE: WRRRYNYX

Mengapa operasi bandara sampai ditutup? Seberapa bahayakah debu letusan gunung berapi bagi pesawat terbang?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Hal itu telah terbukti dari insiden yang pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways. Pesawat dengan callsign Speedbird 9 (nomor penerbangan BA09) itu pada 24 Juni 1982 melakukan penerbangan rute Kuala Lumpur - Perth.

Di tengah perjalanan, saat melintasi Pulau Jawa, Indonesia, Speedbird 9 terperangkap di tengah abu letusan Gunung Galunggung.

Empat mesin B747 tersebut mati karena menyedot debu silika Gunung Galunggung. Pilot kemudian memutuskan untuk menurunkan ketinggian jelajah dari 36.000 kaki ke 12.000 kaki. Beruntung, pilot akhirnya berhasil kembali menyalakan mesin pesawat setelah terbang di ketinggian yang lebih rendah dan terbebas dari kepungan abu vulkanik.

Jika tidak segera menurunkan ketinggian dan terbebas dari kepungan abu vulkanik, bisa jadi malapetaka yang lebih besar tidak terhindarkan saat itu, seperti pesawat yang bakal mengalami disintegrasi dan sebagainya.

Speedbird 9 kemudian mengalihkan pendaratannya di bandara terdekat, yaitu Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Fanblade (bilah kipas) milik mesin B747 British Airways BA09 yang rontok akibat menyedot abu vulkanik gunung Galunggung pada 1982 lalu.(Wikimedia)
Debu silika yang ukurannya sangat kecil, diameternya antara 6 mikron hingga 2 mm, bisa terbawa angin dengan mudah, dan karena terlontar dari kawah gunung berapi, maka debu bisa membubung tinggi hingga ketinggian jelajah pesawat.

Karena saking kecil dan ringannya, debu gunung berapi sulit untuk dihilangkan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk hilang sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.
Jika hal ini terjadi dan dibiarkan, maka dalam jangka waktu lama debu yang menempel dalam badan atau komponen pesawat bisa menyebabkan retakan-retakan halus di bodi pesawat.

Retakan di badan pesawat, sekecil apa pun, tentu sangat membahayakan. Sebab, badan pesawat didesain agar bisa "mengembang" dan "mengempis" saat di udara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara.

Debu silika gunung berapi memiliki titik leleh pada suhu 1.100 derajat celsius. Lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, atau nozzle, yang dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celsius.

Hal itu sesuai dengan kesaksian salah satu penumpang British Airways nomor penerbangan 9 yang mengatakan bahwa mesin B747 yang ditumpanginya terlihat menyala terang.
Bila komponen mesin terbakar dan meleleh, pesawat tidak lagi memiliki daya dorong yang seharusnya dibutuhkan untuk terbang.

Debu gunung berapi juga bisa merusak kaca depan pesawat. Debu silika memiliki kontur yang tajam. Jika ditabrak dengan kecepatan tinggi, maka kumpulan debu itu bisa membuat kaca depan pesawat tersayat-sayat, pandangan pilot pun jadi terbatas.

Abu vulkanik yang menempel di pesawat dalam jumlah banyak juga akan merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan justru menjadi penghambat laju (drag).

Pesawat yang baru saja melintasi area abu vulkanik akan mendapatkan pengecekan secara menyeluruh. Hal ini untuk memastikan tidak ada residu-residu abu vulkanik yang menempel di badan pesawat.

Jika ada komponen-komponen yang terdampak, seperti rusak atau berubah bentuk karena terkikis, juga harus diganti secepatnya.

Dengan mengetahui dampak yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik terhadap pesawat udara, maka penutupan wilayah udara dan bandara seperti yang dilakukan pihak Angkasa Pura II di Bandara Juanda Surabaya adalah hal yang tepat. Keamanan adalah hal yang mutlak dalam setiap penerbangan.

Sejauh ini memang belum ada insiden pesawat jatuh yang dipicu oleh debu gunung berapi. Namun, dari kasus-kasus sebelumnya yang dipaparkan di atas, bisa jadi leading factor yang menimbulkan bahaya yang lebih besar. (kompas.com)

Manusia memang berhasil menciptakan mesin besar dari logam yang bisa terbang. Tapi kita masih belum bisa membuat makanan yang benar-benar terasa enak saat kita terbang di atas sana.

Rasa masakan saat penerbangan menurut sebagian orang, masih sama buruknya seperti yang disajikan sejak 20 tahun lalu. Tapi ini ada alasannya, yaitu terkait berkurangnya kepekaan indra pengecap kita saat di udara.

Tapi menurut para ahli, ada beberapa menu makanan yang bisa dinikmati, atau setidaknya menjadi pilihan dibanding yang lain.

Caranya, menurut Fritz Gross, direktur bidang masakan di LSG Sky Chefs Asia Pacific, adalah dengan memilih rebusan atau makanan yang biasa dihangatkan kembali dalam oven. Tidak seperti ayam atau pasta, makanan rebus tidak akan mengering atau menjadi terlalu matang saat dipanaskan kembali.

Fritz mengatakan, "Kita bisa merebus dan memanaskannya berulang-ulang dan ia tetap akan menjadi rebusan."

Demikian pula dengan nasi goreng bisa dipanaskan ulang menggunakan oven dan tetap mempertahankan rasa dan teksturnya.

Sementara untuk puding, hanya ada satu pilihan yang baik, yakni yang beku atau dibekukan.

Pendiri situs penerbangan InFlightFeed, Nikos Loukas, mengatakan kepada Insider: "Es krim adalah pilihan yang tepat untuk camilan di angkasa. Ia akan terasa sama seperti saat kita menikmatinya di bawah.”

Namun mereka menyarankan untuk menghindari sajian ini di atas pesawat: minuman panas.

Bahkan jika Anda ingin secangkir teh atau kopi untuk "membilas" lidah dari makanan yang terasa hambar, sebaiknya tidak memesan minuman panas kepada pramugari. Pasalnya ketel air panas untuk membuat minuman jarang dibersihkan.

Menurut laporan terbaru tentang Travel and Leisure: "Laporan EPA 2012 menemukan bahwa 12 persen air pesawat komersial yang diuji, positif mengandung bakteri coliform—di mana biasanya mengindikasikan adanya bakteri seperti E.coli.” (kompas.com)

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang melarikan diri dari orang tuanya berhasil naik pesawat dari Bandara Jenewa, Swiss, meski tidak memiliki tiket.
Dia melepaskan diri dari orang tuanya di stasiun kereta api di pusat Jenewa pada hari Minggu, lalu melakukan perjalanan dengan kereta api ke bandara, kata pernyataan resmi Bandara Jenewa.
Anak itu berhasil lolos dari pemeriksaan keamanan dengan "memanfaatkan badannya yang kecil" dan berdiri di dekat orang dewasa, tambah pernyataan itu.

Dikatakan bahwa peristiwa itu merupakan 'kejadian yang sangat disesalkan.'
Bandara Jenewa yang terletak di perbatasan Swiss-Prancis, memungkinkan penumpang untuk berangkat dari Prancis atau Swiss.
Juru bicara bandara, Bertrand Stämpfli mengatakan bahwa anak gadis tersebut masuk dari pintu keluar Prancis, lalu menaiki pesawat tujuan Prancis.
Selama pemeriksaan keamanan awal, dia disangka bersama bepergian bersama orang dewasa yang berada di sampingnya, katanya.

Dia sebetulnya sudah dihadang oleh staf bandara di depan pintu keberangkatan, namun ia tetap berhasil naik ke pesawat "dengan menyelinap masuk melalui sebuah lorong yang hanya bisa diakses oleh anak dengan ukuran tubuh seperti itu."
Dia kemudian diserahkan ke polisi, yang telah melacaknya ke bandara melalui video pemantau keamanan, dan bergabung kembali dengan keluarganya.
Stämpfli mengatakan bahwa insiden tersebut menunjukkan adanya cacat dalam prosedur keamanan bandara.
Ia mengatakan, pihak bandara sudah mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal seperti itu tidak dapat terjadi lagi. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 8

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM