Lifestyle



Setiap pekerjaan punya risiko kesehatan masing-masing. Pekerja pabrik, misalnya, berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan dan penyakit jantung karena jenis pekerjaannya yang berbeda dengan pekerja kantoran. Lantas, masalah kesehatan apa yang mungkin dihadapi oleh karyawan kantor pada umumnya?

Meski terlihat enak dan nyaman, duduk di kursi kantor yang empuk seharian dan tidak melakukan aktivitas berat, nyatanya bisa memunculkan masalah kesehatan — dari yang ringan hingga berat. Tak hanya dapat memengaruhi kesehatan tubuh, namun kualitas performa kerja dan produktivitas juga bisa terganggu akibatnya.

Masalah otot dan rangka

Pekerjaan sehari-hari yang menuntut Anda untuk duduk lama di depan komputer dapat mengubah postur tubuh, sehingga menyebabkan masalah otot dan rangka seperti nyeri punggung dan leher.

Pasalnya, otot dan rangka tubuh sebenarnya dirancang untuk membuat Anda terus bergerak aktif. Ketika Anda berdiri dan berjalan, otot perut akan bekerja menegang untuk menopang tubuh, tapi selama duduk, otot ini tidak digunakan. Akibatnya, otot dapat melemah.

Membungkuk ke depan sewaktu bekerja untuk melihat layar komputer menempatkan stres yang luar biasa pada leher, terutama pada bagian yang menghubungkan tulang belakang dengan kepala. Postur yang buruk juga merusak otot punggung dan bahu, karena otot ini memanjang secara berlebihan untuk membungkuk di atas keyboard dalam waktu yang lama.

Masalah otot dan rangka juga bisa terjadi pada bagian lengan, terutama pada pergelangan tangan yang aus karena terus menerus dipakai untuk mengetik.

Berikut hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah masalah kesehatan ini muncul di kemudian hari:

- Perbaiki postur tubuh ketika duduk. Usahakan untuk duduk denga posisi punggung yang tegak dan jangan membungkuk. Buat bahu Anda rileks
- Jika Anda bekerja di depan komputer atau gadget, maka sebaiknya posisikan gadget lurus dengan pandangan mata. Jadi, tak membuat Anda harus mendongak atau menunduk. Hal ini akan membuat otot-otot bagian leher menjadi cepat lelah.
- Jangan lupa untuk membiasakan diri melakukan olahraga rutin. Selain olahraga rutin, Anda juga bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana selama duduk di kantor untuk membuat otot tidak tegang.

Masalah kesehatan mata

Masalah kesehatan mata juga kerap menjadi langganan para pekerja kantoran, terutama:

- Mata memerah
- Kelopak mata bengkak
- Mata iritasi
- Penurunan kemampuan penglihatan
- Sakit kepala dan pusing ketika berusaha untuk melihat keadaan sekitar (Mata lelah)

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh penerangan ruangan yang tidak baik, misalnya, ketika seharian bekerja di depan komputer atau gadget.
Bagaimana mengatasinya? Perbaiki penerangan ruangan di kantor. Bila lampu ruangan terlalu redup, maka sebaiknya ganti dengan lampu dengan cahaya yang lebih terang. Selain itu, usahakan untuk menggunakan pelapis monitor yang membuat cahaya dari komputer tidak langsung merusak mata.

Anda juga sebaiknya memeriksakan kesehatan mata setidaknya 1-2 kali dalam satu tahun. Apalagi, jika telah menggunakan kacamata, maka risiko masalah kesehatan mata yang mungkin Anda alami semakin besar.

Masalah pendengaran

Pekerja kantoran juga berisiko alami masalah pendengaran akibat hiruk pikuk suara yang terdengar saat bekerja. Beberapa penyebab yang mungkin saja membuat Anda mengalami gangguan pendengaran seperti suara hingar bingar dari gosip tetangga, dering telepon, komputer, maupun peralatan elektronik yang mengeluarkan suara dan sering digunakan.

Jika Anda menggunakan headset sebagai peredam suara-suara tersebut, pastikan bahwa tidak menyalakan lagu terlalu kencang agar tidak merusak telinga. Jangan lupa untuk mengistirahatkan telinga dari headset yang digunakan. Lepas headset sesekali untuk memberikan telinga waktu untuk beristirahat. (kompas.com)

Atau juga bisa diakibatkan oleh penggunaan headset dengan volume besar-besaran ketika ingin fokus bekerja tanpa gangguan. (kompas.com)

Selain karena migrain, ada beberapa alasan mengapa sakit kepala dapat terjadi pada pagi hari. Memahami apa yang menjadi pemicu sakit kepala, akan membantu Anda dalam memilih perawatan yang tepat, termasuk terbangun dengan rasa yang lebih sehat.

Menurut Juline Bryson, MD, asisten profesor neurologi di Wake Forest Baptist Medical Center, ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan sakit kepala di pagi hari, dan bagaimana menemukan solusi. Berikut beberapa di antaranya:

Jadwal tidur tidak tetap

Perubahan dalam siklus tidur, apakah Anda terlalu banyak tidur atau terlalu sedikit, dapat meningkatkan risiko sakit kepala, kata Dr. Bryson. Jika Anda tidur atau bangun lebih awal dari biasanya, hal itu bisa mengganggu hipotalamus, yaitu struktur di otak yang bertanggung jawab untuk tidur dan bangun, yang dapat mempengaruhi besar kecilnya risiko migrain.

Jadi, bila Anda kerap pusing di pagi hari, coba jadwalkan jam tidur yang tetap setiap harinya, atau usahakan jumlah jam tidur mencapai tujuh atau delapan jam semalam, selama beberapa malam ke depan. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen melatonin sebelum tidur, yang telah terbukti mencegah sakit kepala karena migrain.

Konsumsi makanan pemicu

Penting untuk menghindari makanan atau minuman pemicu migrain secara umum. Bila Anda meminum segelas anggur merah atau makanan olahan dengan jumlah banyak pada malam sebelumnya, ada kemungkinan Anda bisa terkena migrain di pagi hari, Dr. Bryson mengatakan. "Pada malam hari, tubuh berisiko lebih tinggi alami peradangan. Beberapa makanan, khususnya yang tidak sehat, dapat menjadi pemicunya," katanya.

Kurang cairan

Sakit kepala adalah gejala umum dehidrasi, Dr. Bryson mengatakan. Pastikan Anda minum cukup air, karena untuk beberapa orang, dehidrasi juga bisa memicu migrain. Dan jika Anda minum alkohol pada malam sebelumnya, maka risiko dehidrasi dan pusing semakin meningkat, jadi minumlah air putih lebih banyak.

Terlewat minum kopi

Ketika tubuh Anda terbiasa mengkonsumsi kafein pada waktu tertentu, seperti di pagi hari, dan tiba-tiba tubuh melewatkan kafein, Anda bisa mengalami sakit kepala, kata Dr. Bryson. "Begitulah cara tubuh Anda mengatakan, di mana kafein saya?"

Bagi beberapa orang, hanya menunda asupan kafein bisa memicu migrain. Jika Anda mencoba berhenti minum kafein sama sekali, cobalah untuk melepaskan diri secara perlahan, seperti mengurangi porsi, untuk mencegah gejala “candu” berupa sakit kepala.

Mendengkur

Jika Anda adalah seseorang yang tidak terkena migrain, tetapi Anda memiliki sakit kepala tipe tegang di pagi hari, itu bisa menjadi tanda apnea tidur, Dr. Bryson mengatakan. Atau jika Anda mendengkur secara teratur, itu bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, berinvestasi dengan memiliki bantal yang baik, dapat menjadi cara mengurangi risiko mendengkur.

Apnea yang parah, seperti henti napas yang berlangsung rutin saat tidur, baiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sehingga tak mengganggu kesehatan Anda lebih lama. (kompas.com)

Kerja keras adalah jalan menuju sukses, tapi bagaimana bila terlalu keras bekerja? Ada baiknya dikurangi karena dampaknya berbahaya bagi jantung.

European Heart Journal mempublikasikan studi yang menyimpulkan karyawan yang bekerja lebih dari 55 jam dalam sepekan cenderung mengalami kenaikan detak jantung yang tidak teratur, dibanding mereka yang bekerja dalam waktu standar yakni 35 sampai 40 jam dalam sepekan.

Para peneliti dari European Society of Cardiology mempelajari hampir 85.000 pria dan perempuan selama 10 tahun. Di awal peelitian, tak satu pun dari mereka memiliki gangguan irama jantung atau yang biasa dikenal sebagai Fibrilasi atrium atau AFib .

Tapi, 10 tahun kemudian, ada 1.061 kasus baru AFib dari para responden itu. Mereka yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu memiliki kemungkinan 40 persen lebih besar beresiko mengalami AFib daripada mereka yang bekerja dalam waktu normal.

Hasil itu didapat bahkan setelah peneliti memasukkan faktor risiko AFib seperti usia, jenis kelamin, obesitas, merokok dan konsumsi alkohol.

"Sembilan dari 10 kasus atrial fibrillation terjadi pada orang-orang yang sebelumnya bebas dari penyakit kardiovaskular," tulis penulis penelitian tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa peningkatan resiko terjadi pada orang yang jam kerjanya panjang dibandingkan dengan efek dari penyakit kardiovaskular yang ada sebelumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang terkait.”

Penulis penelitian ini menyebut bahwa mereka hanya mencatat berapa banyak jam kerja dalam sepekan para pria dan wanita di awal penelitian, dibandingkan selama percobaan atau pada akhirnya. Namun, penulis mencatat bahwa pola kerja cenderung konsisten.

Laporan baru tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang menghubungkan kerja lembur dengan peningkatan risiko stroke.

AFib sendiri merupakan aritmia jantung yang cukup banyak diderita dan diketahui berkontribusi terhadap stroke, gagal jantung dan demensia terkait stroke.

Sebuah laporan bulan Maret dari Australian National University memperingatkan bahwa titik kritis dimulai ketika seseorang bekerja 39 jam sepekan. Dengan durasi kerja tersebut, kesehatan fisik dan mental seseorang mulai terkikis karena terbatasnya waktu untuk beristirahat dan memiliki pola makanyang baik.

Sering kerja lembur juga diketahui bisa meningkatkan risiko cidera dan kematian, kenaikan berat badan, penggunaan alkohol dan frekuensi merokok yang lebih tinggi.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa perawat yang bekerjama selama enam jam setiap hari lebih jarang sakit dan lebih produktif daripada perawat yang bekerja selama delapan jam.

Lagi pula, produktivitas kerja cenderung akan turun begitu kita bekerja lebih dari 48 jam per pekan. (kompas.com)

Menurut Dr Kate Sweeney dalam sebuah kondisi tertentu merasakan cemas dan khawatir bisa menguntungkan.

Dr Sweeney sehari-hari bertugas di University of California sebagai wakil profesor jurusan psikologi melakukan studi mengenai dampak positif dan negatif dari memiliki rasa cemas serta khawatir.

“Manfaat baik dari sebuah rasa cemas dan khawatir adalah bisa menjadi motivasi positif untuk Anda,” jelas Dr Sweeney.

“Rasa cemas dan khawatir merupakan sinyal bahwa kita harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga muncullah motivasi belajar atau berlatih lebih giat,” urainya.

Kemudian, Dr Sweeney juga mengungkapkan bahwa rasa khawatir dan cemas bisa membantu seseorang untuk sukses.

Rasa cemas dan khawatir dalam pikiran, kata Dr Sweeney, terkadang menjadi begitu kurang nyaman sehingga bisa membuat Anda melupakan pengalaman buruk dalam sejenak waktu.

Dr Sweeney mengatakan bahwa dia pernah melakukan studi terhadap sejumlah mahasiswa S2 jurusan hukum.

Kesimpulannya, mereka yang mengantre dalam kondisi gelisah dan khawatir merasa tidak terpukul saat hasil ujian tidak sesuai harapan.

Lalu, ketika hasil ujian melampaui ekspektasi, maka mereka merasa benar-benar bahagia.

Namun, Dr Sweeney mengatakan bahwa setiap orang harus cerdas mengelola rasa cemas dan khawatir. Sebab, terlalu berlebihan bisa berujung pada depresi, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, dan gangguan masalah kesehatan lainnya. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM