Lifestyle



Di tengah meningkatnya kejahatan lintas batas, Kementerian Luar Negeri RI mendorong pembentukan instrumen perjanjian ekstradisi di antara negara anggota ASEAN.

“Meningkatnya kejahatan lintas batas di kawasan membutuhkan kerja sama hukum yang kuat antara sesama negara ASEAN. Untuk itu, Indonesia akan mendorong pembentukan instrumen ekstradisi di ASEAN,” ujar Menlu RI, Retno Marsudi, dalam pernyataan pers tahunannya di Jakarta, Selasa (9/1).

Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri RI, Damos Domuli Agusman mengatakan bahwa proses pembicaraan itu kini sedang ditangani oleh Direktorat Jenderal ASEAN.

“Isu ini ditangani oleh Ditjen ASEAN. Ditjen HPI akan start jika sudah tahap perumusan draf perjanjian,” ujar Damos kepada CNNIndonesia.com.

Namun, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares, belum menanggapi pertanyaan CNNIndonesia.com terkait perjanjian ekstradisi tersebut.

Selama ini, Indonesia baru memiliki perjanjian ekstradisi setidaknya dengan empat negara ASEAN, yaitu Malaysia, Filipina, dan Thailand. Namun, semuanya masih dalam kerangka bilateral, bukan ASEAN.

Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura selaku ketua ASEAN tahun ini pun belum rampung. Damos mengatakan, proses ratifikasi perjanjian masih mandek di parlemen kedua negara.

“Gulirannya mengalami dinamika politik karena proses ratifikasi itu kan juga proses politik, ke parlemen masing-masing,” tutur Damos.

Proses di parlemen Indonesia sendiri masih tersendat karena ada perbedaan pendapat mengenai bentuk kerja sama yang disepakati.

Keputusan mengenai ratifikasi ini disepakati pada periode DPR 2004-2009. Kala itu, perjanjian ekstradisi dengan Singapura ini dibahas sepaket dengan perjanjian kerja sama pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).

“Di DPR, masih pro dan kontra soal apakah 1 paket atau terpisah,” ujar Damos.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan bahwa perjanjian ekstradsi sangat penting untuk memudahkan pemulangan orang-orang yang bermasalah di luar negeri.

Menurut Jusuf Kalla, Singapura menjadi salah satu tujuan utama para buron karena tidak ada perjanjian ekstradisi. (cnnindonesia.com)

Arab Saudi mengatakan berhasil mencegat satu rudal balistik di dekat ibu kota Riyadh, dan terdengar suara sebuah ledakan di tempat itu.

Para saksi mata menerbitkan foto-foto di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap di angkasa. Tidak ada laporan tentang korban jiwa maupun yang cedera.

Saluran TV Al Masirah milik kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengatakan sasaran rudal adalah pertemuan para pemuka Arab Saudi di Istana Al-Yamama, yang merupakan kantor pusat Raja dan juga pengadilan kerajaan. .

Awal bulan lalu, satu rudal juga berhasil dicegat sebelum menghantam bandara Riyadh.

Arab Saudi dan Amerika Serikat menuding Iran yang memberi rudal itu kepada Houthi, yang berperang melawan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan koalisi pimpinan pemerintah Arab Saudi.

Iran membantah tuduhan mempersenjatai kelompok pemberontak tersebut yang terlibat perang saudara di Yaman sejak Maret 2015.

Sebuah laporan di situs TV Al Masirah menyebut Kekuatan Rudal Houthi mengumumkan peluncuran rudal Burkan-2, Selasa (19/12) siang, sebagai 'tanggapan atas kejahatan kejam yang dilakukan agresi Amerika Serikat-Saudi atas rakyat Yaman'.

Rudal itu ditujukan kepada 'pertempuan para pemimpin Saudi di Istana Al-Yamama di Riyadh' dengan agenda antara lain diperkirakan berupa pembahasan anggaran tahunan dan dihadiri oleh Putra Mahkota, Mohamed bin Salman, menurut Al Masirah.

Beberapa menit kemudian, stasiun TV pemerintah Saudi melaporkan sebuah rudah sudah dicegat di sebelah selatan ibu kota.

Sebuah video -yang diterbitkan oleh seorang pria yang mengaku berada di distrik Olaya- memperlihatkan asap putih di atas Riyadh dan suara ledakan kemudian terdengar.

Kantor berita resmi Saudi Press Agency kemudian menyebut juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi untuk Yaman mengatakan bahwa rudal ditembakkan secara serampangan ke arah kawasan pemukiman di Riyadh namun ditangkal oleh rudal Patriot di sebelah selatan Riyahd tanpa ada kerusakan maupun korban.

Juru bicara itu menambahkan bahwa serangan tersebut membuktikan bahwa Iran meneruskan dukungannya kepada Houthi dengan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan rudal yang dipasok Iran mengancam keamanan kawasan serta internasional.

Aparat Saudi mengatakan rudal Patriot dari Amerika Serikat mencegat Burkan-2 yang ditemankkan ke bandara Riyadh pada 4 November lalu namun para pengamat meragukan pernyataan itu dan berpendapat hulu ledak rudal jatuh di dekat terminal domestik bandara. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM