Lifestyle



Saat ini #BaraHarsya sedang dalam masa kekacauan diruang studio setiap sorenya, karena tidak adanya produser yang jadi memimpin siaran sore di Delta FM. Sarah O berusaha membantu untuk menggantikan posisi produser namun tidak lepas dari kewajibannya sebagai penyiar yang memberikan informasi update #DeltaFlash dan informasi lalu lintas #DeltaTraffic menjadikan kinerjanya lebih sibuk dari biasanya. Penasaran seperti apa perjalanan mereka saat ini? Simak terus #BaraHarsyaCariProduser setiap harinya hanya di Delta FM.

"Tolong ceritakan tentang diri Anda"

Itu adalah pertanyaan sederhana yang sering dipakai untuk membuka sebuah wawancara kerja.

Tepat menjawab pertanyaan tersebut bisa membuka pintu-pintu kesempatan yang lebih luas.

Pengalaman Jessica Pointing, pendiri situs saran karier untuk mahasiswa, the Optimize Guide, bisa menjadi inspirasi. Wanita lulusan Universitas Harvard ini mengaku sangat sering mendapat pertanyaan tersebut saat menjalani wawancara untuk magang atau bekerja.

"Kita harus mempersiapkan diri untuk pertanyaan semacam itu," kata wanita yang pernah mendapat tawaran kerja dari Google, Apple, Facebook, Microsoft, McKinsey, dan Morgan Stanley ini.

"Anda sudah harus tahu dan hapal jawabannya. Itu adalah pertanyaan pertama yang sering ditanyakan pewawancara. Kesan pertama sangat penting," ujarnya.

Jadi, bagaimana cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut?

- Mulai dengan memberi perkenalan singkat yang meliputi nama Anda, universitas, dan jurusan yang Anda ambil.

- Kemudian masuk lebih dalam dengan menggarisbawahi hal penting dari resume Anda. Jangan terlalu panjang dan detail, yang penting sebutkan beberapa pencapaian yang paling dibanggakan.

- Secara ringkas jelaskan mengapa Anda ingin bekerja dengan perusahaan tersebut. Ungkapkan dengan spesifik posisi yang Anda lamar dan pastikan mereka mengetahui bahwa kemampuan Anda cocok dengan posisi tersebut.

Hal itu akan menegaskan pada pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk pekerjaan itu. (kompas.com)

Menjamurnya kehadiran perusahaan start up seperti sekarang menghadirkan nuansa segar dan dinamis pada industri kerja.

Salah satu ketertarikan generasi millenial tertarik bekerja di perusahaan start up ini adalah sifatnya yang kasual dan tidak kaku, terutama persoalan busana di kantor.

Ternyata, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychological Association, kemampuan diri untuk disukai orang lain dan penampilan telah menjadi kunci utama untuk berhasil cemerlang di sesi wawancara kerja.

Umumnya, calon karyawan mengenakan gaya busana yang resmi saat wawancara kerja. Namun, hal yang demikian tidak dirasa perlu untuk kebanyakan perusahaan start up terutama yang mendalami bisnis di ranah teknologi dan internet.  

Tiffany Yannetta, seorang Shopping Director di situs belanja Racked.com, mengatakan, apabila Anda bakal melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan dengan lingkungan yang kasual, seperti perusahaan start up atau perusahaan ritel, maka kombinasikanlah paduan busana yang tepat.

“Jangan terlihat berlebihan dan terlalu resmi,” terang Yannetta kepada CNBC.

Lalu, Yannetta menegaskan bahwa pastikan juga jangan terlalu santai.

“Padanan blazer hitam dengan potongan kasual, kemeja, dan sepasang celana jeans hitam, sudah cukup pantas dan layak untuk dikenakan saat wawancara kerja,” pungkasnya. (kompas.com)

Banyak yang percaya berkerja dengan cara cerdas dapat mempercepat kesuksesan dalam karier dan kehidupan. Setuju?

Bagi sebagian orang, kerja keras itu diperlukan agar tujuan bisa tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sedangkan kubu yang lain punya opini bahwa kerja itu tidak perlu terlalu ngoyo. Cukup kerja dengan cerdas. Minim kelelahan, tapi hasilnya maksimal.

Hanya ada satu hal yang dilupakan. Bekerja cerdas itu tidak datang tiba-tiba. Seseorang baru bisa menguasai ilmu berkerja dengan cerdas setelah tahu bedanya keberhasilan dan kegagalan.

Tidak ada dalam rumus bekerja dengan cerdas itu langsung bisa dilakukan. Justru berkerja dengan cerdas itu mensyaratkan bekerja keras terlebih dahulu. Jadi lebih baik abaikan saja kalau ada yang bilang kerja cerdas itu gampang. 

Kerja keras diartikan bekerja sedemikian kerasnya sampai-sampai hidup ini hanya habis untuk bekerja. Tidak ada lagi waktu dan energi untuk kegiatan lainnya.

Sementara berkerja dengan cerdas bisa dimaknai bahwa waktu tidak cuma dihabiskan untuk bekerja, dengan catatan output dari pekerjaan tetap sama.

Nah, sekarang berkaca pada diri sendiri. Sayang kalau masih berkutat pada kerja keras. Karena itu jadilah pekerja yang cerdas. Simak tanda-tanda orang yang sukses bekerja dengan cerdas dan tips untuk Anda contoh dari DuitPintar.com berikut ini.

Orang yang sukses menjalankan metode bekerja dengan cerdas, biasanya mampu mengatur waktu bekerja dengan baik dan tidak lebih banyak dari orang lain. Mereka tidak akan menghabiskan jam kerja hanya untuk bekerja, biasanya orang-orang seperti ini piawai mendelegasikan pekerjaan. Tak hanya itu kemampuan multitasking mereka pun patut diacungi jempol, karena biasanya juga cerdas memanfaatkan waktu di luar jam kerja.

Tenang, untuk Anda yang ingin meraihnya intip berikut ini.

1. Atur skala prioritas

Perencanaan itu penting. Buat perencanaan berisi daftar apa saja yang harus dilakukan esok hari berdasarkan ukuran skala prioritas. Letakkan pekerjaan paling penting di urutan pertama.

2. Batasi waktu kerja

Mulailah membatasi waktu kerja. Hindari mengurus pekerjaan begitu sudah tiba di rumah. Memeriksa email atau membalas pesan dari kolega sebenarnya sama saja dengan bekerja.

3. Luangkan waktu dan nikmati hobi

Sudah banyak riset yang mengungkapkan kalau orang yang punya hobi di luar kantor cenderung lebih piawai dalam bekerja.

4. Beristirahat

Tubuh dan otak ada batasnya. Jadi buatlah aturan main saat bekerja dan mengejar karier. Pilih jalan yang membuat otak dan tubuh nyaman. Menekan otak dan tubuh terus menerus jelas bukan langkah bijak. Yang ada malah mengundang penyakit. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM