Lifestyle



Lionel Messi mengaku dirinya ingin berlaga di Piala Dunia 2018 mendatang dalam kondisi terbaiknya dan itulah sebabnya ia diistirahatkan oleh pelatih Argentina, Jorge Sampaoli.

Hari Sabtu (11/11) kemarin, Messi ikut bersama skuat Tango untuk menjalani uji coba melawan tuan rumah Rusia. Pertandingan itu dimenangkan oleh tim Tango dengan skor tipis 0-1.

Satu-satunya gol di laga itu dicetak oleh Sergio Aguero pada menit ke-86. Gol itu tercipta berkat assist Cristian Pavon.

Usai melawan Rusia, Argentina dijadwalkan untuk meladeni Nigeria di Krasnodar, Selasa (14/11) mendatang. Namun Messi diizinkan untuk meninggalkan kamp pelatihan dan kembali ke Barcelona.

Tak ada keterangan resmi mengapa La Pulga diizinkan untuk pulang lebi cepat. Messi pada akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut.

"Kami berbicara dengan dirinya (Sampaoli)," buka Messi seperti dilansir Soccerway.

"Kami memainkan banyak pertandingan di musim ini - Liga Champions, Copa del Rey, La Liga, ditambah semua hal tentang tim nasional dan perjalanannya," terangnya.

"Saya ingin pergi ke Piala Dunia dalam kondisi terbaik," tegas pemain berusia 30 tahun tersebut. (bola.net)

Kebahagiaan di tempat kerja tak melulu soal jumlah penghasilan dan bonus. Sebab, lingkungan kerja yang membuat Anda bahagia dan berkembang juga menjadi faktor yang membangun loyalitas serta dedikasi karyawan.

Namun, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan, bukan? Sebab, tak menutup kemungkinan Anda terjebak dalam sebuah lingkungan kerja yang tidak membuat diri Anda menjadi lebih baik, secara personal ataupun profesional.

Timothy Butler, Director of Career Development Programs at Harvard Business School dan penulis buku bertajuk Getting Unstuck:How Dead Ends Become New Paths, percaya bahwa ada makna lebih luas dari pernyataan “Saya tidak lagi bahagia di tempat bekerja,”.

Butler yang fokus mempelajari struktur karakter dan pribadi sekaligus kepuasaan kerja mengatakan, untuk memahami rasa tidak bahagia Anda, maka Anda harus berupaya mengenali ketidanyamanan tersebut.

Dia menambahkan ketika kondisi Anda sedang tidak bahagia terhadap pekerjaan, maka sebaiknya jangan tergesa-gesa dan berusaha menyelesaikan masalah.

Amati rasa tidak bahagia Anda dan jangan mencoba mencari jalan keluar terburu-buru. Sebaliknya, mulai rencanakan langkah Anda selanjutnya.

“Rasa tidak bahagia hadir menjadi sebuah ‘peringatan’ dan pengingat,” ujar Butler.

“Ada bagian diri Anda yang mungkin tidak Anda dengar sehingga membutuhkan perhatian lebih,” imbuhnya.

Cita-cita tertunda, kata Butler, sering memicu banyak karyawan mendadak merasakan tidak bahagia dalam bekerja.

Butler menganjurkan untuk kontemplasi diri dan dengarkan sanubari lebih  fokus. Sebab, ada-ada hal dalam diri yang bisa jadi tanpa Anda sadari telah dengan sengaja Anda lupakan dan tidak ingin Anda eksplorasi lebih jauh.

Namun, jika rasa tidak bahagia itu masih terus mendera setelah Anda melakukan ragam upaya untuk mengubahnya, maka bisa jadi ini sinyal bahwa Anda lebih dibutuhkan dan dihargai di tempat lain. (kompas.com)

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sejak akhir Februari lalu menggelar kunjungan ke sejumlah negara di Asia.

Perjalanan raja berusia 81 tahun itu dimulai di Malaysia selama empat hari, kemudian dilanjutkan di Indonesia juga empat hari.

Dilanjutkan singgah beberapa jam di Brunei sebelum diselingi liburan di Pulau Dewata, Bali

Hingga berita ini diunggah, Rabu (8/3/2017), Raja Salman dan rombongannya masih berada di Bali.

Usai berlibur, Raja Salman dan rombongannya akan melanjutkan perjalanan menuju ke Jepang dan China. Sehingga total perjalanan dinas Raja Salman nantinya kurang lebih selama satu bulan.

Sebagai sebuah negara monarki absolut, maka segala urusan pemerintahan Arab Saudi ada di tangan Raja Salman yang berperan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Pertanyaannya, dengan perjalanan dinas ke luar negeri cukup panjang ini, siapa yang mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi?

Sesuai dengan sistem pemerintahan Arab Saudi maka orang nomor dua yang mengendalikan pemerintahan saat sang raja berhalangan atau dalam perjalanan dinas ke luar negeri adalah sang putra mahkota.

Saat ini putra mahkota  yang juga merangkap sebagai wakil perdana menteri adalah Pangeran Muhammad bin Nayef (57).

Pangeran Muhammad bin Nayef resmi menjadi putra mahkota Kerajaan Arab Saudi sejak 29 April 2015 menggantikan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz.

Selain menjadi putra mahkota dan wakil perdana menteri, Pangeran Muhammad bin Nayef juga menjabat menteri dalam negeri sejak 5 November 2012.

Mengapa Muhammad bin Nayef baru resmi menjadi putra mahkota Arab Saudi pada 2015? 

Saat Raja Abdullah berkuasa, dia memperkenalkan sebuah lembaga bernama Komisi Kepatuhan (Allegiance Commission) pada 7 Desember 2007.

Lembaga ini bertuas untuk mengatur suksesi kekuasaan di Arab Saudi Namun, di saat baru terbentuk, komisi ini hanya berfungsi menunjuk putra mahkota begitu seorang raja baru berkuasa.

Awalnya, penunjukan putra mahkota biasanya dilakukan lewat sebuah konsensus informal di antara anggota keluarga kerajaan. 

Namun, setelah Raja Abdullah naik tahka menggantikan Raja Fahd, di balik layar perebutan posisi putra mahkota semakin sengit.

Dengan meningkatnya ketegangan akibat perebutan posisi penting itu, pada 2006 Raja Abdullah menerbitkan Undang-undang Institusi Kepatuhan yang sekaligus melahiran lembaga Komisi Kepatuhan.

Sehingga selain berbagai usul dari anggota inti keluarga kerajaan, lembaga ini menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan nama putra mahkota Kerajaan Arab Saudi.

Setelah dibentuk lembaga ini langsung bekerja dengan memutuskan Pangeran Sultan bin Abulaziz Al Saud sebagai putra mahkota calon pengganti Raja Abdullah.

Namun, pada 2009, ketika Pangeran Sultan dalam kondisi kritis akibat kanker yang dideritanya, keluarga kerajaan menunjuk Pangeran Nayef sebagai wakil perdana menteri.

Padahal, jabatan ini biasanya dipegang oleh seorang putra mahkota yang sudah dipastikan bakal menggantikan raja yang sedang berkuasa.

Penunjukan Pangeran Nayef ini dipertanyakan berbagai faksi di dalam internal Dinasti Saud sekaligus mempertanyakan wewenang komisi.

Komisi ini kembali berfungsi setelah Pangeran Sultan meninggal dunia pada 2011. Sepekan setelah wafatnya sang pangeran, Raja Abdullah mengumumkan bahwa komisi menunjuk Pangeran Nayef sebagai putra mahkota.

Namun, kondisi seperti pada 2009 terulang ketika komisi mendukung penunjukkan Pangeran Salman sebagai puutra mahkota pada Juni 2012.

Saat Raja Abdullah wafat pada 2015, Pangeran Salman naik tahta dan Pangeran Muqrin, adik termuda Salman, menjadi putra mahkota.

Namun setelah hanya "menjabat" selama kurang lebih tiga bulan, Raja Salman mengumumkan bahwa Pangeran Muhammad bin Nayef, sejak 29 April 2015, diangkat menjadi putra mahkota hingga saat ini. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM