Lifestyle



Kekebalan tubuh yang baik merupakan kunci untuk hidup sehat. Bukan saja kita akan terlindungi dari sakit flu yang menyebalkan, bahkan penyakit kanker pun bisa dihindari jika sistem imun tubuh kita kuat.

Kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan tidur cukup, pola makan bergizi seimbang, dan olahraga teratur. Tapi, jangan berhenti sampai di situ. Ada beberapa cara tak terduga yang ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun.

1. Jalan di hutan
Para ilmuwan di Jepang kini mulai meresepkan "terapi hutan" untuk membantu banyak orang merasa rileks dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini didasari oleh penelitian terhadap seorang pria yang menghabiskan 6 hari hiking di hutan ternyata memiliki "sel pembunuh alami" dalam level tinggi. Sel pembunuh alami itu berarti ia akan lebih kuat melawan penyakit, termasuk kanker.

Efek menyehatkan dari berjalan-jalan di hutan itu ternyata bertahan sampai 30 menit. Sebenarnya tak melulu harus di hutan, berjalan kaki di taman yang penuh pepohonan juga sama efektifnya. Pada dasarnya, kembali ke alam merupakan pereda stres yang efektif dan bisa memperluat sel-sel imun.

2. Menabuh drum
Walau sulit untuk mengetahui berapa lama efeknya, tapi penelitian wellness di Amerika Serikat menemukan sekelompok pemain drum memiliki sistem imun lebih tinggi.

3. Seks singkat
Anda juga bisa mengajak pasangan untuk melakukan rekreasi singkat di tempat tidur yang bertujuan untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan, melakukan seks singkat dua kali seminggu bisa meningkatkan imunoglobulin A, antibodi pelawan virus dan bakteri, sampai 30 persen.

Selain seks, kegiatan lain yang memiliki efek setara adalah bermesraan dan berpelukan, bersantai menonton film komedi, atau tertawa lepas.

4. Minuman fermentasi
Mengonsumsi kefir, minuman hasil fermentasi biji-bijian utuh, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda lebih menyukai yogurt, sebenarnya tak masalah. Minuman probiotik diketahui menyehatkan saluran cerna dan memperbaiki kekebalan tubuh. (kompas.com)

Serat adalah sumber nutrisi yang kerap diremehkan. Padahal bahan makanan berserat membuat kita merasa kenyang, membantu menurunkan berat badan, dan menjaga perut tetap sehat.

Nathan Myers, ahli diet klinis dari James J.Peters VA Medical Center, New York, menjelaskan bahwa serat adalah nutrisi yang bagus untuk saluran pencernaan anda.

Serat memperlancar sistem transportasi di dalam usus dan memberi makan bakteri baik pada usus yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah beri, brokoli, bayam, dan kacang-kacangan merupakan sumber serat yang hebat.

Namun masalahnya, Anda mungkin tidak sering mengkonsumsinya. Myers menjelaskan bahwa kita sebaiknya mengkonsumsi 14 gram serat per 1000 kalori.

"Rata-rata pria membutuhkan 30-40 gram serat per hari, tergantung pada ukuran tubuh dan aktivitas," tambahnya.

Myer juga meneliti bahwa rata-rata orang dewasa Amerika hanya mengkonsumsi 15 gram serat per hari. Apa akibatnya?

Inilah yang terjadi jika tubuh kekurangan serat.

1. Kekurangan Energi

Bila Anda mengkonsumsi banyak karbohidrat sederhana yang mengandung gula seperti minuman bersoda, roti putih, dan pasta, atau cemilan olahan- maka Anda tidak mendapatkan cukup serat dari karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian, kacang polong dan buah-buahan.

"Karbohidrat olahan tersebut menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat setelah makan," kata Myers. "Lalu tubuh mencoba mengatasi lonjakan itu dengan memproduksi lebih banyak insulin, yang mengakibatkan hilangnya energi.
Tapi, saat Anda makan makanan berserat, gula darah akan stabil. Alissa Rumsey, penulis buku 'Free Guide 3 Steps to a Healthier You', juga menerangkan bahwa serat, bersama dengan protein dan lemak, membantu memperlambat pencernaan, yang berarti gula darah dilepaskan ke dalam aliran darah lebih lambat.

"Makanan berserat tinggi membantu menstabilkan gula darah dan mencegah kenaikan gula darah seperti yang disebabkan oleh makanan rendah serat," ucapnya.

Myers juga menambahkan makanan berserat tinggi memberikan dorongan energi yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.

2. Mudah Merasa Lapar

Penelitian yang dipublikasikan dalam Food and Nutrition Research mengungkapkan bahwa pria yang mengkonsumsi makanan kaya serat-seperti kacang dan kacang polong- merasa lebih kenyang daripada mereka yang makan makanan tinggi protein seperti daging.

Hal tersebut karena serat mudah larut banyak ditemukan pada kacang dan kacang polong. Saat dicerna, serat tersebut membentuk bahan seperti gel di saluran pencernaan dan memperlambat penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.
"Sebaliknya, perut akan cepat kosong saat Anda mengkomsumsi makanan rendah serat, yang berarti akan lebih cepat merasa lapar," papar Myers.

3. Sulit menurunkan berat badan

Karena serat membuat kenyang lebih lama, penting bagi kita untuk mengkonsumsi cukup serat saat sedang dalam program diet. "Bila Anda merasa kenyang lebih lama, maka kemungkinan untuk mengkonsumsi kalori lebih sedikit," papar Myers.

Menurut American Heart Association (AHA), Makanan berserat tinggi biasanya membutuhkan kunyahan lebih banyak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna di dalam perut. Ini yang memberi sinyal perasaan kenyang pada tubuh.
Myers juga menambahkan bahwa serat tidak diserap oleh tubuh sehingga tidak secara subtansi berkontribusi terhadap asupan kalori.

"Misalnya, 100 gram nasi putih akan mengandung lebih banyak kalori daripada nasi merah karena perbedaan kandungan seratnya," tambah Myers.

4. Sulit Buang Air Besar

Serat adalah teman terbaik saat sembelit. Myers menjelaskan bahwa serat juga mampu memperlancar pergerakan di dalam usus.

"Serat menarik banyak air yang membuat tinja lebih lembut dan juga membantu gerakan di dalam usus," Papar Myers
Myers juga menambahkan bahwa kekurangan serat bisa membuat kotoran menjadi kering dan memperlambat gerakan di dalam usus. Inilah yang membuat sembelit.

5. Kesehatan Menurun

Gangguan pada jantung bisa menyebabkan segudang masalah kesehatan. Tapi, banyak di antaranya bisa disebabkan oleh diet anda.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasika di The BMJ, mereka yang selamat dari serangan jantung memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup lebih lama jika memperbaiki asupan serat mereka.

AHA juga menjelaskan bahwa serat dari gandum utuh-seperti oatmeal, beras dan oat-mengurangi risiko jantung, stroke, obesitas, dan diabetes tipe 2.
Serat dengan nutrisi bermanfaat lainnya, seperti seng, zat besi, dan vitamin B, baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki kemampuan tubuh anda. Selain itu, juga membantu memproses gula darah yang membuat jantung anda berjalan normal.

"Serat juga baik untuk empedu. Zat ini kaya akan subtansi kolesterol yang digunakan dalam proses pencernaan," papar Myers.

Myers juga menambahkan bahwa serat yang tidak diserap, membuat tubuh kita mengeluarkan empedu melalui gerakan usus.

"Inilah yang membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam tubuh dan membantu mencegah perkembangan tekanan darah tinggi dan bentuk penyakit kardiovaskuler selanjutnya," tambahnya. (kompas.com)

Daya tahan tubuh merupakan bagian penting untuk menjaga kita tetap sehat sehingga bisa menjalani kehidupan yang menyenangkan. Tapi seringkali kita mengabaikan soal daya tahan tubuh ini dan baru ingat setelah dalam kondisi sakit.

Ahli nutrisi Dr. Matthews Lantz Blaylock PhD mengatakan ada tiga fungsi daya tahan tubuh, yakni melindungi tubuh dari berbagai macam patogen seperti bakteri, memperbaiki sel rusak yang tidak sehat, dan menjaga tubuh dari partikel asing seperti polusi atau debu.

Terdapat dua bagian sistem daya tahan tubuh antara lain genetik-- yakni respon alami tubuh terhadap setiap paparan antigen--serta sistem adaptif yang dipengaruhi oleh gaya hidup.

"Nah bagian paling besar tergantung dari aspek adaptif, dan itu tergantung pada pola makan seseorang dan gaya hidupnya," kata Matthews saat peluncuran Airborne, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Dia menambahkan, asupan makanan yang segar dan alami merupakan salah satu kunci mendapatkan daya tahan tubuh. Selain makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang merupakan sumber energi, yang tak kalah penting untuk daya tahan tubuh adalah vitamin dan mineral.

"Ada beberapa vitamin dan mineral yang berfungsi dalam tubuh sebagai antioksidan seperti--Vitamin C, A, E dan mineral seperti Zinc--itu semua penting untuk jaga daya tahan tubuh," katanya.

Matthews menambahkan, untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral agar daya tahan tubuh terjaga, setidaknya perlu makan lima porsi sayuran dan buah setiap hari. Namun konsumsi lima porsi itu masih jarang dilakukan, terutama di Indonesia.

Hasilnya, seringkali sakit menyerang tiba-tiba karena daya tahan tubuh lemah. Setelah itu baru timbul kesadaran minum vitamin dan mineral cukup. Dengan kata lain kebiasaan yang terjadi adalah pre-aktif dengan kesehatan. Padahal yang dibutuhkan adalah proaktif, di mana pencegahan diutamakan.

"Nah, dalam kondisi ini suplemen menjadi penting untuk melengkapi pola makan yang berantakan. Apalagi kaum urban kan jarang makan lima porsi sayur dan buah per hari. Suplemen bisa bantu orang untuk pola makan sehat," katanya. (kompas.com)

Diet ketogenik atau diet keto belakangan ini sangat populer. Pola makan yang memperbanyak konsumsi lemak dan mengurangi karbohidrat ini dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Lagi pula, siapa yang tidak suka disuruh makan steak dan berbagai jenis olahan daging?

Namun untuk memahami bagaimana diet ketogenik bekerja, Anda harus memahami ketosis, proses dimana tubuh kekurangan glukosa untuk bahan bakar --karena tidak makan karbohidrat-- dan harus mencari bahan bakar lain yaitu lemak.

Biasanya, Anda memperoleh bahan bakar yang bisa langsung digunakan tubuh dalam bentuk glukosa yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sendiri dapat ditemukan pada nasi dan roti, juga pada tepung, biji-bijian, sayuran, kacang polong, produk susu, dan buah-buahan.

"Bila karbohidrat tersedia, tubuh secara alami akan menggunakannya untuk pembakaran energi dan bukan menggunakan lemak tubuh yang tersimpan. Namun, saat kita menghilangkan karbohidrat dari makanan kita, tubuh kita mulai memecah lemak dan mengubahnya dalam bentuk keton untuk bahan bakar yang lebih efisien tapi umumnya kurang dimanfaatkan," jelas Pamela Nisevich Bede MS, RD, CSSD, LD.

Pamela menambahkan, keton adalah zat yang diproduksi oleh hati saat tubuh memecah lemak untuk energi, yang kemudian dilepaskan ke dalam darah. Sel tubuh Anda menggunakan keton untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Bila keton dalam darah meningkat, dan tubuh mengubah sumber bahan bakar dari keton, maka akan terjadi perubahan yang luar biasa. Apa saja perubahan itu? Berikut 6 hal yang akan dialami tubuh ketika menjalani diet keto.

1. Tingkat Insulin Turun

Biasanya, setelah Anda makan nasi atau makanan yang mengandung glukosa, kadar insulin akan naik. Tapi ketika Anda berada dalam ketosis, kadar insulin akan turun, kata Steve Hertzler, PhD, RD peneliti ilmiah utama di EAS Sports Nutrition.

"Dengan tingkat insulin yang lebih rendah, diyakini asam lemak lebih mudah dilepaskan dari jaringan tubuh, agar bisa digunakan untuk bahan bakar," jelasnya.

Karena tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dan bukan karbohidrat, tubuh akan membakar lebih banyak lemak, yang berarti Anda benar-benar bisa kehilangan beberapa kilogram dengan cepat.

2. Rasa Lapar Berkurang

Karena Anda meningkatkan konsumsi protein, maka perut akan terasa kenyang lebih lama. Tapi di luar itu, diet ketogenik juga bisa berperan dalam menekan nafsu makan, kata Hertzler.

"Satu teori adalah bahwa tubuh Anda merespons diet ketogen seperti layaknya keadaan puasa. Tubuh beradaptasi dengan pembakaran lemak sebagai bahan bakar, melepaskan keton ke dalam darah," jelasnya. "Hal ini akan membuat sinyal lapar di otak berkurang."

3. Anda Mulai Merasa Sakit

Keto dapat memiliki beberapa efek samping yang tidak menguntungkan, salah satunya dikenal sebagai "Keto Flu" atau gejala yang dialami sebagai satu transisi dari konsumsi karbohidrat menjadi lemak. Kemungkinan efek sampingnya meliputi sakit kepala, mual, keram otot dan kelelahan.

4. Napas Jadi Berbau

Anda mungkin perlu membawa beberapa permen mint untuk mengharumkan mulut. "Beberapa orang mungkin memiliki perubahan bau nafas pada saat diet ketogenik," kata Hertzler. Mengapa perlu mengkonsumsi permen? "Salah satu keton yang diproduksi di hati adalah aseton dan itu memiliki bau khas," kata Hertzler.

5. Sulit Buang Air Besar

Karena tidak mendapatkan cukup serat dan nutrisi lainnya, Anda mungkin akan mengalami beberapa ketidaknyamanan pencernaan selama diet keto. "Pelaku keto diet sering mengalami sembelit sebagai gejala umum, karena asupan serat yang lebih rendah," kata Hertzler. Coba tambahkan suplemen serat rendah karbohidrat untuk memudahkan gejalanya.

6. Tubuh Mungkin Akan Melambat

Jika Anda seorang atlet, performa mungkin sedikit lamban pada tahap transisi awal. Sementara menyesuaikan diri dengan makanan jenis baru itu, tubuh mungkin akan merasa sedikit lelah.

Sebenarnya, saat tubuh sudah membiasakan diri dengan ketosis, kinerja Anda mungkin akan meningkat. "Banyak atlet menemukan bahwa mereka bisa latihan intens lebih baik setelah menyesuaikan diri dengan diet keto," katanya.

Meski begitu, hal yang harus digarisbawahi adalah bahwa efek diet ini tidak sama bagi setiap orang. Bila Anda dan tubuh Anda merasa cocok, maka cara ini bisa diteruskan. Namun bila tidak, Anda bisa mencoba jenis diet yang lain. (kompas.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM