Lifestyle

Karier, hobi, dan keluarga acap kali memberikan tantangan serta ujian pada hidup Anda. Tak sedikit orang yang rela banyak berkorban demi keberlangsungan tiga hal tersebut di atas.

Namun, apakah tiga hal itu adalah unsur utama yang membuat hidup seseorang paling bahagia? Ternyata, tidak.

Riset dari London School of Economics terhadap 200.000 responden di seluruh dunia menyimpulkan bahwa hubungan cinta atau pernikahan yang langgeng serta harmonis lebih membahagiakan daripada memiliki uang banyak.

Kala para responden diminta untuk mengurutkan hal-hal yang membuat mereka bahagia, survei menyebutkan, uang berada di peringkat terakhir.

Lalu, apa yang membuat orang merasa sangat berbahagia? Jawabannya adalah memiliki pasangan hidup yang hangat, setia, dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, kehilangan pasangan menjadi alasan utama yang membuat mayoritas responden bersedih dan depresi.

Kemudian, survei juga mengungkapkan, kebahagiaan-kebahagiaan kecil seperti, mengudap cokelat, makan es krim, dan menonton serial televisi favorit juga dianggap sebagai kebiasaan yang membuat pikiran tenang dan hati senang.

“Hasil survei ini jelas memperlihatkan bahwa orang-orang harus mengubah perspektif mengenai kebahagiaan. Uang bukan segalanya, ini terbukti,” pungkas Richard Lavard, Ph.D., seorang profesor School of Economic dan rekan penulis hasil survei. (kompas.com)

Tinggal di sebuah kota kecil yang indah di pegunungan nampaknya bukan pilihan utama dewasa ini.

Buktinya kota kecil Bormida di provinsi Savona, Italia. Kota kecil itu terus ditinggalkan penduduknya dan hanya menyisakan 394 orang saja di sana.

Kondisi ini tentu memusingkan wali kota Daniele Galliano yang berusaha keras meningkatkan penduduk di kota yang dipimpinnya itu.

Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan uang tunai 2.000 euro atau hampir Rp 30 juta bagi siapa saja yang berminat pindah ke kota itu.

Selain uang tunai, insentif lain adalah sewa rumah yang murah yaitu hanya 50 euro atau Rp 750.000 sebulan atau 120 euro alias Rp 1,7 juta untuk rumah yang lebih besar.

Saat mengunggah video soal kesempatan ini lewat akun Facebooknya, kota Bormida kebanjiran lamaran penduduk baru dari berbagai belahan dunia termasuk dari AS, Inggris, Hungaria, hingga Indonesia.

Beberapa orang tertarik dengan tawaran itu karena murni ingin menjalani hidup lebih sederhana. Sebagian lain meminta adanya fasilitas wi-fi kecepatan tinggi agar mereka bisa tetap bekerja jika pindah ke kota kecil itu.

Namun, sang wali kota mengingatkan, usulan insentif uang tunai 2.000 euro ini masih harus mendapatkan persetujuan dari dewan kota.

Namun, soal sewa rumah yang sangat terjangkau itu, wali kota Galliano menjanjikan akan rampung dalam dua bulan.

Kota kecil itu pernah memiliki penduduk cukup banya hingga sekitar 1.000 orang pada 1950-an.

Namun, sejak Perang Dunia II berakhir Italia dilanda gelombang urbanisasi masif yang mengakibatkan kota-kota kecil dan desa kehilangan penduduknya.

Meski sepi, kota Bormida memiliki fasilitas yang lumayan. Di kota itu terdapat jalan raya yang cukup ramai, empat restoran, sebuah perpustakaan, apotek, kantor pos yang buka tiga hari sepekan, minimarket, serta sebuah penginapan.

Bagaimana soal fasilitas kesehatan? Jangan khawatir seorang dokter berkunjung ke Bormida tiga kali dalam sepekan.

Namun, tinggal di kota ini penduduknya harus kreatif menghibur diri karena kota terbesar terdekat, Genoa, berjarak sekitar 80 kilometer.

"Tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini," kata seorang manajer restoran setempat.

"Tetapi kehidupan di sini sangat sederhana dan alami. Ada hutan, kambing, gereja, dan cukup banyak makanan. Hidup di sini dijamin bebas dari stres," tambah dia. (kompas.com)

WASHINGTON DC - Dalam hitungan jam, Barack Obama akan berstatus mantan presiden dan kembali menjadi warga sipil biasa.

Setelah menjabat sebagai orang nomor satu di AS, tentu negara adi daya itu tak begitu saja melupakan sang mantan pemimpin.

Sesuai Undang-undang Mantan Presiden yang diterbitkan pada 1958, negara menyediakan sejumlah tunjangan bagi para mantan ini.

Saat undang-undang ini berlaku dua mantan presiden yaitu Herbert Hoover dan Harry S Truman menjadi penerima pertama tunjangan yang diberikan negara.

Awalnya, undang-undang ini menyediakan perlindungan Secret Service seumur hidup untuk para mantan presiden. 

Pada 1997, undang-undang itu direvisi dan fasilitas pengamanan hanya berlaku selama 10 tahun setelah sang presiden lengser.

Namun, keputusan ini dibatalkan Undang-undang Mantan Presiden 2012 yang kembali memberikan perlindungan Secret Service seumur hidup untuk mantan pasangan nomor satu di AS itu.

Berikut fasilitas yang diperoleh para mantan presiden Amerika Serikat:

1. Uang pensiun

Para mantan presiden menerima uang pensiun setara dengan gaji seorang pejabat eselon I di sebuah departemen.

Sejak 2015, besaran uang pensiun itu adalah 203.700 dolar AS atau hampir Rp 3 miliar setahun yang diterima begitu seorang presiden resmi meninggalkan Gedung Putih.

Pasangan mantan presiden juga menerima uang pensiun tahunan sebesar 20.000 dolar AS atau Rp 268 miliar setahun.

2. Masa transisi

Pemerintah juga membiayai ongkos pindahan seorang mantan presiden yang berlaku hingga tujuh bulan.

Uang tersebut bisa digunakan untuk biaya kantor baru, kompensasi staf, jasa komunikasi, dan hal-hal lain terkait transisi.

3. Staf dan kantor

Pembiayaan staf pribadi dan hal-hal yang terkait dengan masalah itu ditangani lembaga bernama General Services Administration.

Orang-orang yang dipekerjakan di bawah aturan ini dipilih dan bertanggung jawab hanya kepada sang mantan presiden. 

Besaran kompensasi untuk staf yang bekerja untuk para mantan presiden ini tak lebih dari 150.000 dolar untuk 30 bulan pertama dan turun menjadi 96.000 dolar AS setelahnya.

4. Asuransi kesehatan

Para mantan presiden juga bisa mendapatkan layanan kesehatan di berbagai rumah sakit militer. 

Sedangkan presiden dengan dua masa jabatan, seperti Barack Obama, bisa membeli asuransi kesehatan di bawah program tunjangan kesehatan pegawai pemerintah federal.

5. Perlindungan Secret Service

Para mantan presiden dari 1965 hinga 1996 menerima perlindungan seumur hidup untuk dirinya, pasangannya, dan anak-anaknya yang berusia di bawah 16 tahun.

Aturan ini kemudian direvisi dan membatasi perlindungan Secret Service hanya 10 tahun bagi presiden yang dilantik setelah 1997.

Sesuai aturan ini hanya Bill Clinton yang berhak mendapatkan perlindungan seumur hidup dan presiden setelahnya hanya mendapat perlindungan 10 tahun.

Pada 2013, Presiden Barack Obama menandatangani undang-undang baru yang mengembalikan pengamanan seumur hidup bagi para mantan presiden AS.

Pada 1985, Richard Nixon menolak fasilitas perlindungan Secret Service. Sejauh ini Nixon adalah satu-satunya mantan presiden yang melakukan hal ini. (kompas.com)

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pencetakan rupiah dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan tugas bank sentral di bidang pengelolaan uang rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengungkapkan, bank sentral senantiasa memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat dapat tersedia dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar.

Sebagai bagian dari siklus pengelolaan uang, Bank Indonesia secara rutin melakukan penarikan uang yang tidak layak edar di masyarakat dan menggantikannya dengan uang dalam kondisi layak edar atau yang baru dicetak.

Demikian pula uang rupiah tahun emisi 2016 dicetak dan diedarkan untuk menggantikan uang tidak layak edar yang ditarik sehingga tidak menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.

"Dengan siklus tersebut, jumlah uang yang beredar di masyarakat tetap terjaga sesuai kebutuhan," jelas Tirta dalam pernyataan resmi, Jumat (23/12/2016).

Tirta menuturkan, dengan monitoring yang ketat, BI memastikan jumlah uang yang ditarik dan dimusnahkan dari waktu ke waktu tidak pernah lebih dari yang dicetak dan diedarkan ke masyarakat.

Dengan demikian, tidak terdapat tambahan pencetakan dan pengedaran uang dari jumlah yang ditetapkan BI.

Tirta melanjutkan, Bank Indonesia meyakini bahwa Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang melakukan pengedaran dan penarikan uang rupiah.

"Pemusnahan uang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dan setiap tahunnya tercatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia," jelas Tirta.

Perum Peruri

Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, pencetakan rupiah dilakukan oleh BI, dengan menunjuk badan usaha milik negara, yaitu Perum Peruri, sebagai pelaksana pencetakan rupiah.

BI menegaskan bahwa pencetakan uang rupiah tahun emisi 2016 dilakukan seluruhnya oleh Perum Peruri. Dalam proses pencetakan, BI menyerahkan bahan uang kepada Perum Peruri dalam jumlah tertentu.

Perum Peruri kemudian melaksanakan pencetakan uang dan menyerahkannya kembali ke BI, dengan jumlah sesuai dengan bahan uang yang diserahkan oleh BI. Dalam proses ini, dilaksanakan pula verifikasi atau penghitungan ulang oleh BI.

Pengelolaan uang rupiah dilaporkan BI secara periodik setiap tiga bulan kepada DPR RI.

Selain itu, untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan pencetakan, pengeluaran, dan pemusnahan rupiah, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melakukan audit secara berkala terhadap BI.

"Pelaksanaan audit oleh BPK RI dilakukan dua kali dalam setahun, terdiri dari audit umum dan audit terkait pengelolaan uang," terang Tirta. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net