Lifestyle

Kucing merupakan hewan peliharaan yang menggemaskan. Hewan ini pun sering mendapat perlakuan istimewa dari pemiliknya, mulai dari makanan, sampai berbagi tempat tidur di kamar. 

Meski Anda sangat menyayangi "Si Pus", namun sebaiknya jangan biasakan untuk tidur bersama di kasur. Paling tidak ada 8 alasan mengapa kucing-kucing Anda seharusnya tidur di tempatnya sendiri.

1. Menggangu tidur

Kucing merupakan salah satu binatang yang memiliki wakt tidur cukup lama, 15 jam sehari. Namun, kucing sangat aktif pada dini hari. Bukan tidak mungkin tidur nyenyak Anda terganggu karena ia menggaruk, mendorong atau mengeong-ngeong hanya untuk menarik perhatian Anda.

Gangguan itu tentu memengaruhi siklus tidur. Anda akan mengalami kondisi letih dan lesu keesokan hari. Studi dari Mayo Clinic Sleep Disorders juga menemukan bahwa lebih dari 20 persen pasien yang tidur dengan hewan peliharaan, mengatakan tidur mereka terganggu.

2. Terpapar litter box

Anda perlu tahu, bahwa litter box atau tempat kucing buang air merupakan tempat kotor. Ketika kucing di sana, kaki mereka tentu akan bersentuhan dengan kotoran-kotoran tersebut. Ketika Anda memperbolehkan kucing tidur bersama, maka kotoran itu akan berakhir di kasur Anda.

3. Alergi dan asma

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, sekitar 30 persen orang memiliki reaksi alergi terhadap kucing dan anjing. Reaksi alergi terhadap kucing dua kali lebih besar daripada dengan anjing.

Dokter menyarankan agar tidak memelihara kucing di dalam rumah bila memang memiliki alergi. Namun, bila memang ingin memiliki kucing, upayakan agar pintu kamar selalu tertutup dan menggunakan filter partikel udara efisiensi tinggi untuk menghilangkan pemicu alergi dan asma.

4. Ancaman bagi anak kecil

Kucing suka dengan tempat tidur bayi karena berupa boks tinggi, lembut dan terlindungi. Namun, jangan biarkan kucing tidur dengan anak, terutama bayi. Sebab, anak bisa terjepit oleh tubuh kucing saat sedang tidur.

5. Sulit adaptasi

Kucing merupakan hewan yang memiliki kebiasaan. Ia sukar beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, bila suatu saat Anda memutuskan kucing Anda tidur lagi tidur di kasur, mereka akan menunjukkan respon marah dan merusak.

6. Infeksi parasit dan infeksi jamur

Bila Anda berbagi tempat tidur dengan kucing, Anda juga berbagi tempat tidur dengan parasit yang kucing simpan. Kutu kucing tidak bisa hidup pada orang, tapi mereka menggigit dan meninggalkan bekas gatal.

Demikian pula, tungau cheyletiella bisa melompat dari kucing ke manusia, menyebabkan gatal pada kulit. Selain itu, parasit Feline termasuk cacing tambang  yang bisa ditularkan melalui paparan kotoran kucing.

7. Infeksi bakteri

Selama tidur 7-8 jam bersama kucing, Anda pun rentan terkena paparan kotoran. Meski kemungkinan terkena penyakit kucing rendah, tapi anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh beresiko tertular infeksi cat-sracth fever.

Seperti namanya, penyakit cat-scratch, atau bartonellosis, ditularkan melalui goresan atau gigitan kucing yang terinfeksi. Gejalanya pembengkakan kelenjar getah bening, demam, kelelahan, nyeri otot, dan gejala lainnya. Walau tidak memiliki dampak kesehatan jangka panjang, namun bakterinya dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa bulan setelah infeksi awal.

8. Infeksi protozoa

Meskipun sangat tidak mungkin terinfeksi dari kontak langsung dengan kucing, Cryptosporidiosis, dan Toksoplasmosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari kucing ke manusia. Adapun Cryptosporidiosis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh cryptosporidium, protozoa.

Gejala utama adalah kram perut dan diare. Untuk menjaga agar kucing tetap sehat, jaga agar tetap di dalam rumah dan jadwalkan pemeriksaan rutin dengan dokter hewan Anda. (kompas.com)

Mendengar kicauan burung dianggap menjadi salah satu terapi untuk menghilangkan stres. Namun, banyak orang enggan memelihara burung karena tak tega jika burung-burung itu harus terkungkung dalam kandang.

Meski demikian, sebenarnya tidak semua burung peliharaan harus diam seharian di dalam kandang. Ada juga jenis burung yang bisa kita pelihara dan tetap bebas berkeliaran di rumah layaknya anjing atau kucing, yakni burung jenis cockatiel.

Pecinta burung menyebutnya sebagai kakatua mini. Burung dengan nama latin Nymphicus hollandicus ini berasal dari Australia. Ukuran burung ini memang fisiknya termasuk kecil. Ia juga memiliki jambul dan berparuh bengkok.

Amalia Ulil dari komunitas Pump Pump Kin Kin, mengatakan cockatiel bisa menjadi alternatif hewan peliharaan selain anjing dan kucing.

“Karena perilakunya sama, peliharanya bisa kita lepas saja dan ada kandang untuk tidur. Kalau di luar negeri cockatiel jadi hewan kedua setelah anjing dan kucing yang dipelihara,” kata Ulil kepada Kompas Lifestyle di acara Pets Day Out, Tangerang, Sabtu (27/5/2017).

Burung kakatua mini dapat dilepas bebaskan di dalam rumah. Dia akan terbang di sekeliling rumah dan hinggap di dekat Anda. Menurut Ulil, cockatiel tidak akan kabur sebab hewan jinak ini sudah memiliki ikatan batin dengan pemiliknya.

Tetapi, bukan berarti cockatiel tidak bisa terbang ke luar. Biasanya ini disebabkan karena kaget atau terbawa angin ketika bermain di luar. Namun dipastikan bahwa cockatiel akan kembali dan mencari si pemilik.

“Kalau anjing dan kucing lari dan bisa dikejar, tapi kalau burung kan terbang dan agak susah,” kata Ulil.

Natasha, anggota Pump Pump Kin Kin, mengatakan, cockatiel bisa menjadi solusi bila ingin memelihara hewan namun tak suka bau.

Selain tak memiliki bau, cockatiel juga ramah dan suka bersosialisasi. “Perbanyak quality time, main-main dengan kita, supaya lebih dekat dan jinak,” saran Natasha.

Seperti burung lain, cockatiel juga menyukai buah, sayur dan biji-bijian sebagai menu makanannya. Usia cockatiel juga terbilang tidak terlalu muda dan tua, yakni 15-20 tahun. Berbeda dengan burung paruh bengkok lain yang memiliki masa hidup cukup lama.

Bila Anda berminat, Pump Pump Kin Kin bisa menjadi pilihan Anda untuk mencari cockatiel. Kisaran harga burung ini dengan usia tiga bulan berkisar antara Rp 2 juta - Rp 2,5 juta. (kompas.com)

DUBAI - Sejak Sabtu (27/5/2017), umat Muslim di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa di sepanjang bulan Ramadhan.

Durasi menjalankan puasa di tiap belahan dunia berbeda-beda. Di beberapa negara durasi puasa bisa mencapai hampir 24 jam.

Namun, di belahan dunia yang lain, sejumlah umat Islam menjalankan ibadahnya bahkan di bawah 10 jam.

Di sebagian besar negara-negara Arab, waktu berpuasa rata-rata mencapai 13-17 jam sehari.

Khusus untuk negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Aljazair menjadi yang paling lama menjalankan puasa yaitu selama 16 jam 44 menit.

Sementara umat Islam di Kepulauan Komoro, Afrika menjadi yang tersingkat menjalani puasa di kawasan ini yaitu 12 jam dan 45 menit.

Durasi berpuasa paling lama dialami umat Islam yang tinggal di negeri-neger i Skandinavia yang berada di dekat lingkat Kutub Utara.

Akibat bulan Ramadhan jatuh di musim panas maka durasi berpuasa menjadi lebih panjang yaitu di atas 20 jam sehari.

Umat Muslim yang hidup di kawasan Laplandia di Finlandia menjadi yang paling lama menjalankan puasa, sebab di tempat ini matahari hanya terbenam selama 55 menit saja.

Alhasil, mereka harus berpuasa selama 23 jam dan 5 menit. Sementara umat Islam di Islandia dan Greenland akan berpuasa selama 21 jam sehari.

Di Norwegia dan Inggris puasa akan berdurasi masing-masing 18 dan 19 jam sedangkan di Kanada rata-rata mereka berpuasa selama 17 jam sehari.

Hal berbeda terjadi di belahan bumi selatan saat musim dingin menyapa di pertengahan tahun ini. Alhasil malam datang lebih cepat sehingga durasi berpuasa juga lebih pendek.

Umat Muslim yang tinggal di kawasan Ochaya, Argentina, misalnya, tahun ini mendapatkan durasi puasa terpendek yaitu tak lebih dari sembilan jam sehari.

Durasi puasa yang tak terlalu panjang juga dialami umat Islam di Sydney, Australia yang harus menahan lapar dan haus selama 11 jam 35 menit. (kompas.com)

Francesco Totti akhirnya menyudahi perjalanan karier sepak bola. Penyerang berusia 40 tahun itu memutuskan pensiun sebagai pemain setelah setia mengabdi bersama tim senior AS Roma selama 24 tahun dalam 25 musim.

Debut menghadapi Brescia pada 28 Maret 1993 menjadi awal parjalanan karier Totti bersama Giallorissi. Ia mengakhiri kebersamaannya dengan Roma saat memainkan pekan terakhir Serie A 2016-2017 kontra Genoa, Minggu (28/5/2017).

Dalam perjalanan panjang karier tersebut, ada banyak hal yang berhasil diraih Totti. Berikut rangkuman pencapaian Il Capitano Roma tersebut dalam angka dirangkum dari berbagai sumber:

47.098 - menit yang telah dimainkan Totti bersama Roma di Serie A atau setara dengan 32 hari dan 17 jam nonstop.

8.827 - hari yang diarungi Totti bersama tim senior Roma sejak laga debut kontra Brescia pada 28 Maret 1993 hingga menghadapi Genoa pada Minggu, 28 Maret 2017.

785 - penampilan untuk Roma di semua ajang.

619 - pertandingan yang dimainkan Totti di Serie A. Ia berada di urutan ketiga dalam daftar pemilik penampilan terbanyak kasta tertinggi Liga Italia itu sepanjang masa di belakang Paolo Maldini (647) dan Gianluigi Buffon.

307 - gol yang dicetak Totti di semua kompetisi.

250 - gol yang dicetak Totti di Serie A. Dia mencetak gol pertamanya pada September 1994 saat Roma ditahan imbang Foggia dengan skor 1-1 di Stadion Olimpico. Totti hanya berjarak 24 gol dengan pemain tersubur Serie A sepanjang masa, Silvio Piola (274 gol), tetapi sebagai yang terbaik sebagai pemain yang hanya membela satu klub di Italia.

180 - dari 551 pemain yang kini tampil di Serie A musim 2016-2017 belum lahir saat Totti melakukan debut di Roma pada 28 Maret 1993.

91 - gol penalti yang dicetak Totti dari 113 kesempatan. Jumlah tersebut adalah rekor tertinggi di Italia.

46 - Catatan Totti mencetak dua gol/brace di ajang Serie A yang menjadi rekor tertinggi. Totti juga mencetak enam brace dalam turnamen di Italia (Coppa Italia dan Super Coppa Italia).

38 - usia Totti saat membobol gawang CSKA Moscow pada November 2014 yang membuatnya menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions.

28 - Totti bergabung dengan Akademi AS Roma pada 1989. Sebelumnya, dia memperkuat tim muda Fortitudo Luditor (1983–1984), Smit Trastevere (1984–1986), dan Lodigiani (1986–1989). 

25 - musim yang dimainkan Totti bersama Roma di Serie A. Jumlah tersebut setara dengan legenda AC Milan, Paolo Maldini (25).

23 - musim Serie A dengan Totti selalu berhasil telah mencetak gol.

17 - pelatih yang pernah menangani Roma sejak Totti berada di dalam skuad. Mereka adalah Vujadin Boskov, Carlo Mazzone, Carlos Bianchi, Nils Liedholm, Ezio Sella, Zdenek Zeman, Fabio Capello, Cesare Prandelli, Rudi Voeller, Luigi Delneri, Bruno Conti, Luciano Spalletti (dua kali) Claudio Ranieri, Vincenzo Montella, Luis Enrique, Aurelio Andreazzoli, dan Rudi Garcia.

11 - gol yang dicetak Totti ke gawang Gianluigi Buffon dalam 28 pertandingan.

9 - gol yang dicetak Totti untuk tim nasional Italia dalam 58 penampilan. Totti mengakhiri karier bersama Gli Azzurri pada usia yang relatif muda, 30 tahun, seusai menjuarai Piala Dunia 2006.

4 - jumlah hat-trick yang pernah dicetak Totti di sepanjang karier. (Verdi Hendrawan)

(kompas.com)

Page 1 of 400

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net