Travel



Entah itu takut kehilangan seseorang yang dicintai atau karena nonton film horor, setiap orang pasti pernah merasa ketakutan.

Rasa takut bukan berarti Anda lemah. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup. Rasa takut membantu menyadari adanya bahaya sehingga muncul keinginan untuk menjauh untuk melindungi diri dari bahaya tersebut.

Namun, tidak semua rasa takut itu sama. Ketakutan berlebihan bisa juga berdampak negatif. Bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan berlebihan?

Rasa takut dapat terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi biokimia dan respon emosional. Sederhananya begini: saat kita merasa takut, atas apapun alasannya, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dalam jumlah yang cukup banyak. Ini adalah reaksi biokimia, yang kemudian menyebabkan beberapa reaksi fisik seperti berkeringat deras dan jantung berdebar kencang.

Reaksi biokimia tubuh tersebut terjadi di segala situasi yang memicu rasa takut, baik dari hal yang nyata (misal, menghadapi operasi besar) atau yang hanya dipicu oleh kondisi emosional (misalnya, takut untuk berbicara depan publik). Pada akhirnya, rasa takut ini akan memicu respon emosional, seperti rasa cemas dan/atau penghindaran.

Di sisi lain, ketakutan yang dipicu oleh kondisi emosional cenderung lebih bersifat subjektif dan tidak selalu realistis. Misalnya, takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak seperti yang ditunjukkan pada orang-orang yang memiliki fobia sosial.

Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan berlebihan akan suatu hal atau kondisi tertentu sehingga muncul keinginan untuk menghindar bagaimanapun caranya. Kondisi emosional tersebut juga dapat memicu reaksi biokimia tubuh yang sama sekaligus menyebabkan gangguan kecemasan yang bahkan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Apapun ketakutan Anda, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketakutan berlebihan dan kecemasan yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari:

1. Cari waktu untuk menenangkan diri

Mengatasi ketakutan memerlukan pikiran yang santai dan terbebas dari stres. Maka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri secara fisik dan mental. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik napas dalam, minum air, atau mencari pengalihan dari rasa takut tersebut dengan berjalan kaki sejenak atau dengarkan musik ceria.

2. Kenali pemicu kecemasan dan rasa takut Anda

Untuk bisa mengatasi ketakutan berlebihan, Anda sebelumnya harus tahu dulu apa yang jadi pemicu dan apa saja gejala yang ditunjukkan ketika merasa takut. Dengan begitu Anda akan jadi lebih mudah memfokuskan diri untuk mencari cara mencegah dan mengurangi masalahnya, daripada menghindari yang nantinya akan berbuah negatif.

3. Bangun kepercayaan diri

Mengatasi rasa takut berlebihan tak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Tapi satu hal yang dapat mempercepatnya adalah dengan memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat. Menghindari rasa takut hanya akan membuatnya bertambah serius.

Lawan rasa takut tersebut atau melakukan hal yang sebelumnya Anda hindari akan menurunkan respon emosional terhadap ketakutan tersebut.

Misalnya, jika Anda memiliki ketakutan untuk berbicara depan publik, maka luangkanlah waktu dari jauh-jauh hari untuk berlatih bicara di depan teman dekat atau anggota keluarga untuk membantu mengurangi rasa takut itu. Apapun ketakutan Anda, ketika dihadapi maka hal tersebut akan mulai berkurang.

4. Bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi

Memperkirakan kemungkinan terburuk dapat membantu Anda lebih realistis dalam memperkirakan kerugian apa yang mungkin dialami. Selain itu dengan menyadari hal terburuk otak akan mulai mengenali ancaman tersebut, meningkatkan kecemasan dan kemudian mendorong untuk lebih bersiap menghadapinya.

5. Berpikir positif

Ketakutan berlebihan bisa berakar dari bayangan dan pikiran negatif yang selama ini dibiarkan terus meneror diri. Meyakini semua akan baik-baik saja dan membayangkan hal-hal positif dapat membuat Anda lebih kebal terhadap tekanan yang dialami ketika rasa takut.

6. Kendalikan stres

Ketakutan sering datang bersama dengan stres dan hal tersebut dapat menyulitkan Anda untuk mengalami ketakutan. Hindari perasaan cemas berlebihan dengan melakukan hal-hal yang dapat mengusir stres Anda, seperti menyibukan diri dengan hal lain, berolahraga, atau melakukan relaksasi.

7. Hindari berusaha menjadi sempurna

Menerima kenyataaan akan jauh lebih mudah membuat seseorang merasa tenang dan lebih siap menghadapi ketakuan. Oleh karena itu penting untuk mengingat kejadian buruk terjadi secara wajar dan mengetahui tidak semua hal di dunia ini dapat kita kendalikan.

8. Jangan ragu meminta bantuan

Sama seperti emosi lainnya, mengekspresikan rasa takut juga diperlukan karena dapat membantu kitaa mengenali masalah dan mengurangi stres daripada harus memendamnya sendirian. Jika bicara dengan orang terdekat tidak dapat menolong, maka jangan ragu untuk mencari pertolongan dari professional seperti menjalani terapi bicara atau kejiwaan (psikoterapi).

9. Hindari melampiaskannya pada alkohol, obat-obatan, atau rokok

Minimalisir penggunaan rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang jika Anda merasa perlu menjauhkan diri dari kecemasan. Sebagai gantinya cobalah cara yang lebih sehat seperti mencukupkan waktu istirahat dan tidur malam untuk mengurangi rasa tertekan. (kompas.com)

Mulai 31 Oktober 2017, para pelanggan jasa operator telekomunikasi diwajibkan melakukan registrasi dan registrasi ulang (bagi pengguna lama) dengan validasi Nomor Induk Kependudukan. Tak repot, begini caranya. (detik.com)

Bersalaman atau jabat tangan adalah bentuk ekspresi yang lumrah dilakukan, baik di belahan dunia barat maupun timur. Akan tetapi, sebenarnya setiap orang dari setiap budaya memiliki cara salaman yang khas.

Apa yang membedakan cara salaman masing-masing orang? Benarkah gaya salaman seseorang bisa menunjukkan kepribadiannya?

Menurut Jesse Bering, seorang ahli ilmu komunikasi dari University of Otago New Zealand dalam Scientific American, catatan mengenai jabat tangan sudah muncul sekitar abad ke-12 SM. Bukti-bukti sejarah juga telah membuktikan bahwa jabat tangan banyak terjadi di Afrika, Indian, Guatemala, dan Asia Tengah sejak masa lampau.

Dulu, salaman memiliki beberapa arti. Pertama, menunjukkan maksud untuk berdamai. Mengapa begitu? Orang yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan ingin menunjukkan bahwa dia bertangan kosong dan tidak membawa senjata apa pun serta tidak memiliki penyakit menular.

Kemudian, gerakan naik turun diartikan proses pembuangan senjata seperti pisau yang bisa saja disembunyikan di dalam lengan baju orang yang bersalaman.

Selain itu, makna lain dari salaman adalah sebagai simbol kepercayaan tinggi terhadap perjanjian atau janji yang telah dibuat.

Walaupun tidak sama persis, ternyata bentuk salaman juga ada pada hewan seperti simpanse. Namun, ada perbedaan yang cukup kentara antara cara salaman manusia dan simpanse.

Salaman yang dilakukan oleh simpanse dilakukan untuk menunjukkan dominasi atau kekuasaan. Jadi, simpanse yang mengulurkan tangannya duluan berarti ia lebih berkuasa dibandingkan simpanse yang diajak bersalaman.

Menunjukkan kepribadian

Ternyata salaman juga bisa menunjukkan kepribadian atau maksud orang yang melakukannya. Ini dilihat dari cengkeramannya, berapa lamanya, hingga bahasa tubuh ketika sedang berjabat tangan.
Salaman yang kuat dan kencang

Salaman yang dilakukan dengan keras biasanya dilakukan oleh mereka yang punya maksud mendominasi. Lillian Glass, Ph.D., seorang ahli bahasa tubuh dari Amerika Serikat berpendapat bahwa salaman jenis ini layaknya pertempuran untuk menujukkan siapa yang paling berkuasa.

Sebuah penelitian oleh para psikolog dari University of Alabama di AS juga menguak fakta yang serupa. Salaman dengan genggaman tangan yang kuat, kontak mata, dan durasi yang cukup lama menunjukkan sifat ekstrovert dan lebih terbuka terhadap pengalaman baru.

Orang-orang dengan sifat demikian umumnya memang memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi sosok yang dominan atau berkuasa.

Salaman yang lemas

Masih dalam penelitian dari University of Alabama, orang yang berjabat tangan dengan sangat pelan dan lemas ternyata cenderung menunjukkan kepribadian yang lebih mudah cemas, gugup, atau stres. Kondisi mental ini disebut dengan neurosis.

Akan tetapi, menurut Lillian Glass, salaman yang lemas juga bisa menandakan bahwa Anda tidak terlalu tertarik atau menghargai orang yang bersalaman dengan Anda. Yang ada di pikiran Anda hanyalah untuk cepat-cepat selesai berbasa-basi.

Salaman tanpa tatap mata

Memang ada beberapa orang yang merasa canggung saat bertatapan mata dengan orang lain. Apalagi dengan orang asing. Karena itu, bila Anda sering bersalaman tanpa bertatapan mata dengan orang lain, bisa jadi Anda adalah orang yang memang kurang nyaman berada di situasi-situasi sosial atau bahkan mengidap fobia sosial.

Namun, sekali lagi cara salaman ini juga bisa mengartikan hal yang berbeda. Misalnya Anda sebenarnya malas atau tidak tertarik untuk berjabat tangan dengan orang lain. Jadi belum tentu punya fobia sosial, Anda hanya sedang tidak minat saja untuk beramah-tamah dengan orang yang bersalaman dengan Anda.

Salaman yang kelamaan

Kalau salaman tanpa tatap mata menunjukkan kecanggungan, salaman dengan tatap mata yang terlalu lama bisa menandakan sifat yang agresif. Begitu juga kalau Anda menjabat tangan seseorang terlalu lama.

Menurut para ahli bahasa tubuh, durasi salaman yang tepat tidak lebih dari dua detik. Karena itu, bila Anda tidak ingin terlihat terlalu agresif, tidak perlu salaman terlalu lama. (kompas.com)

Banyak orang tidak suka membuang waktu dengan rapat yang tidak penting. Tapi, Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX, memiliki strategi agar rapat tetap berjalan, menurut mantan karyawan SpaceX yang ditulis di Quora, situs berbagi pengetahuan.

Mantan karyawannya menceritakan kembali ketika Musk menegur salah satu peserta rapat.

“Salah satu teman dekat saya mulai bekerja di sana (SpaceX) beberapa tahun sebelum saya. Dia bekerja (hingga sekarang) dalam kelompok analisis, sehingga rapat kurang berguna kalau Anda hanya melewati dan bertanya kepada seseorang sebuah pertanyaan. Dia menceritakan kejadiaan saat itu:

“Elon kepada peserta rapat: “Anda tidak mengatakan apapun. Mengapa Anda di sini?”

Mantan karyawan tersebut kemudian menjelaskan rasionalitas Musk membuat pernyataan blak-blakan tersebut.

“Itu mungkin agak kurang sopan (blak-blakan), tapi itu masuk akal,” tulisnya. “Jangan ikut dalam sebuah rapat kecuali ada tujuan tertentu; apakah untuk membuat keputusan atau mendorong agar bekerja lebih keras. Dalam banyak kasus, sebuah email sudah cukup.”

Musk bukan satu-satunya CEO yang melakukan rapat secara efisien. Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, menggunakan “two-pizza-rule” untuk mengurangi rapat yang tak efisien.

Idenya sederhana: rapat seharusnya cukup dengan dua pizza untuk dimakan seluruh peserta rapat. Jika tidak, rapat mungkin terlalu besar dan tidak produktif.

Bezos juga mengatakan pada Fortune tahun 2012 bahwa beberapa rapat dengan eksekutif senior dimulai dengan keheningan membaca, di mana para peserta biasanya memegang catatan di tangan, mencatat beberapa hal dan menganalisis masalah sebelum memulai diskusi.

Oleh karena itu, katanya, dia segera membuat perhatian semua orang—karena tidak ada yang suka menghabiskan waktu dalam ruang rapat. (kompas.com)

Page 1 of 26

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM