Travel

Usia 20-an katanya menjadi waktu paling menantang. Kebanyakan mereka menuntaskan pendidikan dan banyak yang memulai kariernya.

Masa pencarian jati diri, ambisi, serta obsesi sukses di usia muda, sering membuat mereka melakukan lima kesalahan paling umum di usia 20-an. Seperti melansir dari Lifehack.org, Rabu (12/4/2017) berikut uraiannya;

Kesalahan # 1
Memaksa diri untuk mencari tahu semua hal dan mengharapkannya terjadi sekaligus

Tekanan untuk membangun karier sukses, menemukan pasangan sempurna, dan menemukan visi pada usia 30-an menjadi tuntutan bagi orang muda. Tak heran jika masalah kesehatan mental banyak terjadi pada kelompok usia ini.

Kesalahan # 2
Hidup untuk bekerja bukan bekerja untuk hidup

Mempunyai karier dan mendapatkan gaji yang baik menjadi menjadi kebanggan dan kepuasan tersendiri. Apalagi saat ditawarkan berbagai pilihan tempat kerja dengan gaji lebih menggiurkan.

Beberapa orang memutuskan pindah untuk uang yang melimpah dengan konsekuensi kehilangan hobi dan banyak waktu luang. Jangan biarkan hal ini terjadi pada Anda. Coba untuk menyeimbangkan antara bekerja dan menikmati hidup.

Kesalahan # 3
Menjadi sinis daripada berusaha memikirkan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat perbedaan

Pilihan untuk menjadi Sangat sinis dan fokus pada pemikiran negatif menghalangi langkah Anda untuk menciptakan inovasi. Padahal ketimbang sinis, Anda bisa mengambil kesempatan utnuk membuat perbedaan.

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah donasi dan sumbangan rutin ke lembaga-lembaga terkait, melakukan pekerjaan sukarela, atau terlibat dalam kelompok yang bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Kesalahan # 4
Berpikir cinta saja sudah cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan

Hubungan terbaik tidak didasarkan hanya pada cinta romantis saja. Tapi lebih kepada nilai-nilai bersama, impian, dan tujuan. keterampilan komunikasi dan kemampuan untuk berdebat tanpa menyakiti satu sama lain juga mutlak diperlukan.

Kesalahan # 5
Menyalahkan orang tua dan melupakan mereka juga manusia

Cara dibesarkan dan hubungan yang dimiliki dengan orang tua pasti akan mempengaruhi hidup Anda. Namun, banyak anak di usia 20-an yang membuat kesalahan dengan mengaitkan semuanya kepada orang tua.

Cobalah untuk mengambil pandangan yang lebih seimbang dari orang tua Anda. Kebanyakan orang tidak tahu apa yang mereka lakukan ketika menyambut anak pertama mereka ke dunia. Ingatkan diri Anda jika orang tua juga manusia. (liputan6.com)

Bumi yang kita huni terdiri dari berbagai macam orang dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Hampir semua orang menganggap bahwa diri mereka cerdas. Padahal sebenarnya akan sangat sulit untuk mendapatkan penilaian yang akurat mengenai kecerdasan seseorang. 

Kecerdasan merupakan aset terbaik yang dimiliki oleh seseorang, sehingga tidak heran orang-orang akan mengklaim bahwa diri mereka cerdas. Dilansir dari Independent, Senin (20/03/2017), berikut lima perbedaan antara orang bodoh dengan orang pintar yang dilihat dari segi kebiasaan yang dilakukan ketika menghadapi sebuah situasi.

1. Orang bodoh kerap menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka sendiri
Orang-orang cerdas tidak akan melakukan hal seperti ini. Karena hal ini sama sekali tidak profesional. Orang bodoh tidak suka bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka lakukan. Mereka lebih memilih untuk bersembunyi, mengasihi diri sendiri atau langsung menyalahkan orang lain. Sedangkan orang pintar akan menganggap bahwa setiap kesalahan adalah kesempatan besar untuk belajar melakukan sesuatu lebih baik lagi di lain waktu. Sebuah studi neurologis yang dilakukan oleh Jason S. Moser dari Michigan State University telah menunjukkan bahwa otak orang pintar benar-benar bereaksi secara berbeda terhadap kesalahan.

2. Orang bodoh selalu merasa benar
Pada saat terjadi konflik, orang-orang pintar akan lebih mudah berempati kepada orang lain dan memahami argumen mereka. Mereka akan berusaha untuk mempertimbangkan kembali pendapat meraka.

Kecerdasan dapat ditandai dengan kemampuan seseorang dalam melihat dan memahami hal-hal dari sudut pandang yang berbeda, berpikiran terbuka terhadap informasi baru serta mampu mengubah parameter. Sedangkan orang bodoh akan terus berdebat, tidak mau mengalah, dan melihat orang lain tidak secerdas dan sekompeten dirinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Cornell University menyebutkan bahwa orang yang tidak berkompeten, tidak hanya melebih-lebihkan kemampuan mereka sendiri tetapi juga tidak mengenali keunggulan keterampilan orang lain.

3. Orang bodoh akan bereaksi terhadap konflik dengan kemarahan 

Orang-orang bodoh akan cenderung menggunakan kemarahan dan perilaku agresif, untuk mengamankan posisi mereka pada saat berada pada sebuah situasi yang tidak mereka harapkan.

Para peneliti dari University of Michigan juga menemukan korelasi yang jelas antara perilaku agresif dengan rendahnya skor IQ.

4. Orang bodoh akan mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain

Tingkat kecerdasan yang tinggi akan membuat seseorang lebih mudah berempati dengan orang lain. Russel James dari Texas Tech University dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa orang-orang demgan IQ yang tinggi akan cendering untuk memberi kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun.

5. Orang bodoh akan berpikir mereka lebih baik daripada orang lain

Mereka yang cerdas akan mencoba untuk memotivasi orang lain dan membantu mereka. Sementara mereka yang kurang pintar akan cenderung percaya diri dan cepat menilai orang lain.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Psychological Science di Kanada menyebutkan, orang-orang dengan IQ rendah akan cenderung mendukung hukuman yang keras dan lebih rasis.

Sementara itu banyak ahli biologi percaya bahwa kecerdasaan seseorang terletak pada kemampuan mereka untuk bekerja sama dengan orang lain. (liputan6.com)

Semua orang bisa menebak apa yang biasanya dilakukan orang sukses sepanjang minggu, bekerja, bekerja, dan bekerja. Namun, bisakah Anda memperkirakan apa yang biasanya dilakukan orang sukses di Minggu malam?

Hari Minggu sering diartikan sebagai hari terakhir dalam seminggu yang bisa digunakan untuk bersantai, sebelum menghadapi satu minggu ke depan yang penuh tantangan tidak terduga. Dilansir dari mydomaine.com, Jumat (10/3/2017), Business Insider baru saja membeberkan beberapa hal yang selalu dilakukan orang sukses di Minggu malam, penasaran?

1. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang terkasih
Sebelum menghadapi minggu yang sibuk, Anda membutuhkan amunisi yang cukup. Pertanyaannya, dalam bentuk apa? Berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi, kumpulkan semua energi positif yang ada sebagai kekuatan Anda.

2. Menghubungi kerabat yang jauh
Jika Anda tidak memiliki anggota keluarga yang dekat, maka Minggu malam adalah waktu yang tepat untuk menghubungi mereka, entah melalui telepon atau email. Atau Anda juga membersihkan kotak masuk email Anda, agar minggu selanjutnya menjadi lebih tertata.

3. Bersantai tanpa barang elektronik
Orang-orang sukses juga sangat mengetahui bagaimana caranya bersantai di hari libur, seperti mematikan ponsel selama beberapa jam sebelum tidur. Lakukan perawatan kecantikan, membaca, atau sekedar bersantai mendengarkan musik akan membantu tubuh dan pikiran Anda lebih santai.

4. Refleksi
Orang-orang sukses cenderung melihat kembali bagaimana minggu yang mereka lalui. Jika sesuatu berjalan dengan baik, maka selanjutnya mereka akan berusaha lebih baik lagi, karena mereka memiliki tujuan yang ingin dicapai.

5. Memiliki rencana untuk seminggu ke depan
Setelah Anda melihat kembali bagaimana perjalanan minggu lalu, orang sukses juga terbiasa merencanakan apa yang akan mereka lakukan di minggu berikutnya. Ini maksudnya adalah tujuan, strategi, dan jadwal baru untuk dijalani. (liputan6.com)

Banyak orang berpikiran bahwa orang cerdas selalu memiliki kualitas yang baik, seperti mudah bergaul, sukses, menarik, berpikiran terbuka, dan mudah beradaptasi. Namun, beradasarkan beberapa penelitian yang dilakukan di Polandia dan Jerman, tidak semua orang cerdas memiliki kualitas yang baik.

Dilansir dari mydomaine.com, Selasa (3/1/2017), satu kualitas buruk yang justru cenderung terdapat pada orang-orang cerdas adalah berbohong. Mengapa?

Perilaku berbohong biasanya dikaitkan pada karakter seseorang yang cacat atau berlatar belakang pendidikan yang buruk. Namun, penelitian tersebut justru mengungkapkan hal sebaliknya.

Menurut hasil penelitian, berbohong adalah kemampuan kognitif kecerdasan seorang individu untuk memainkan peran sentral. Kemampuan ini dapat meningkatkan efektivitas dan frekuensi perilaku itu sendiri.

 

Selain itu, bagi orang-orang cerdas, lebih baik untuk terus-menerus berbohong, karena mereka cenderung akan menerima dukungan positif, sehingga lebih mungkin untuk terus melanjutkan perilaku tersebut di masa depan. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net