Travel

Ciputra World Junior Golf Championship akan digelar di Jakarta pada bulan ini. Sebanyak 18 negara telah memastikan ambil bagian dalam turnamen bertaraf internasional tersebut.

Ciputra World Junior Golf Championship akan dilangsungkan di Damai Indah Golf – PIK Course, Jakarta, 6-9 Juni 2017. Turnamen ini akan diikuti oleh 150 pegolf dari 18 negara.

Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menerjunkan 36 pegolf, termasuk dua juara PON asal Jawa Timur, Jonathan Wiyono dan Inez Beatrice Wanamarta.

Thailand yang selama ini selalu menjadi pesaing terberat mengirimkan 34 pegolf. Selain itu, negara peserta lainnya adalah Australia, Bangladesh, China, Taiwan, India, Irlandia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Swedia, Inggris, dan Vietnam.

"Selain meramaikan dunia golf di Indonesia, turnamen ini mempunyai misi utama, yaitu melahirkan bibit-bibit pegolf Indonesia yang siap berkompetisi dengan pegolf yunior lainnya di dunia internasional serta memupuk prestasi. Saya berharap kaum muda bisa memahami bahwa golf bukan sekadar olahraga, tapi juga bisa menjadi profesi yang menjanjikan," kata Pak Sutopo, Ketua Panitia Pelaksana Ciputra World Junior Golf Championship, dalam rilis yang diterima detikSport.

Indonesia telah tiga kali menjadi juara World Junior Golf Championship, yaitu melalui Joshua Andrew Wirawan pada 2012, Jordan Surya Irawan 2011, dan Jovie Ocvandio Panggabean pada 2010.

Turnamen ini akan mempertandingkan empat kategori Boy and Girl, yaitu kategori A, B, C, dan D. Beberapa negara, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia memanfaatkannya sebagai ajang ujicoba untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. (detik.com)

Presiden Joko Widodo 'gregetan' terhadap hal-hal yang tidak produktif.

Ia menyerukan peningkatan disiplin dan etos kerja, baik di birokrasi pemerintahan atau masyarakat.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017) siang, Jokowi mengatakan, dunia berubah sedemikian cepatnya akibat teknologi.

"Baru kita belajar internet, sudah ganti ke mobile internet. Mobile internet kita baru 'apa sih ini?' ganti lagi artificial intelegence," ujar Jokowi.

"Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah ke yang lain. Inilah yang sering saya katakan, perubahan sangat cepat sekali karena teknologi," lanjut dia.

Jokowi kemudian mencontohkan lagi tokoh Elon Musk yang sudah mengembangkan mobil masa depan, teknologi hyperloop serta pemanfaatan ruang angkasa bagi manusia.

"Bagaimana dia sudah mengelola ruang angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih berkutat pada hal-hal yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat menghujat yang tidak produktif," ujar Jokowi.

"Kita selalu mengembangkan negative thinking kita kepada yang lain, selalu su'udzon kepada yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau diterus-teruskan?" lanjut dia.

Presiden juga menyinggung mengenai kinerja kementeriannya yang mengurus nelayan dan petani.

"Nelayan, misalnya, bagaimana kita membawa mereka ke off shore. Aqua culture, misalnya. Petani juga kita bawa ke modern. Kita hanya terus menerus, masalah irigasi masih enggak rampung-rampung. Masalah benih enggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang enggak rampung-rampung. Kita mau ke mana?" ujar Jokowi.

Jokowi menyerukan kebangkitan disiplin nasional serta etos kerja, baik di birokrasi pemerintah atau masyarakat.

"Inilah yang harus kita bangkitkan. Disiplin nasional. Etos kerja. Harus kita ubah. Mindset kita juga harus kita ubah. Enggak bisa kita seperti yang kemarin-kemarin. Saya sudah gregeten betul dengan masalah-masalah yang tidak produktif itu," ujar Jokowi. (kompas.com)

Pada Februari lalu, firma humas yang berbasis di Tokyo, Sunny Side Up, mengumumkan bahwa para pegawai boleh pulang lebih awal pada Jumat terakhir setiap bulan.

Masalahnya? Tidak ada yang mau pergi. Sekalipun perusahaan telah memberikan keringanan, tampaknya semua orang tetap enggan beranjak dari mejanya.

"Ini bukan kebiasaan Jepang," kata Ryuta Hattori, kepala departemen komunikasi global Sunny Side Up. "Dalam budaya kerja Jepang, kami bekerja sangat keras dan sangat lama dan tidak seorang pun pulang lebih dulu. Pokoknya tidak."

Konsep Premium Friday atau "Jumat Premium" merupakan bagian dari prakarsa terbaru pemerintah Jepang yang dimulai pada 24 Februari. Prakarsa ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan budaya kerja keras di negara itu. Sebulan sekali pada Jumat Premium, para pegawai diimbau untuk pulang kantor pada pukul 15:00, dengan harapan stres di tempat kerja bakal berkurang. Namun, kenyataannya lebih sulit dari yang dibayangkan.

Di perusahaan Hattori, yang punya slogan 'mari bersenang-senang', insentif diperlukan demi mendorong para pekerja keluar kantor. "Kami harus memberi mereka bonus," kata dia.

Setiap pegawai yang meninggalkan mejanya pada 15:00 pada hari Jumat Premium akan menerima amplop berisi uang tunai 3.200 yen (hampir Rp400 ribu). Beberapa dari mereka pergi ke izakaya, tempat minum-minum ala Jepang yang juga menjual makanan ringan, sedangkan yang lainnya pergi bermain sepak bola.

Tetap saja, banyak orang di perusahaan lain tetap merasa kurang yakin untuk pulang lebih awal. Meskipun pulang duluan mungkin terdengar bagus bagi para pekerja di negara lain, di Jepang, prakarsa Jumat Premium ditanggapi dengan keragu-raguan. Harapan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang bekerja terlalu keras tampaknya malah menyoroti apa yang bisa terjadi ketika para pekerja ditekan terlalu keras.

Pertama-tama, sang bos

Pada Selasa siang-menjelang sore, Gian Nomachi mendorong troli yang dipenuhi kotak bento di taman depan badan riset kesehatan di Prefektur Hyōgo. Perempuan itu bertugas mengantarkan makan siang kepada para pekerja.

"Saya ingin menikmati Jumat P"Saya ingin menikmati Jumat Premium, tapi tidak mungkin bisa," kata Nomachi, 26 tahun, sambil menumpuk kotak bento berwarna-warni di belakang mobil van. "Mustahil saya bisa pulang kerja lebih awal."

Mungkin dia akan melakukannya jika sang bos juga melakukannya, kata Nomachi. Tapi sampai hal itu terjadi, tidak ada satu pun pegawai yang berani pulang terlebih dahulu.

"Itu pemandangan khas di Jepang, negara tempat para pekerja bekerja sepanjang hari dengan atau tanpa uang lembur, kata Parissa Haghirian, profesor manajemen Jepang di Universitas Sophia, Tokyo.

Sebagian alasannya karena kekurangan pekerja, sehingga beban pekerjaan semua orang bertambah. "Orang Jepang bekerja begitu lama karena suatu alasan yang sangat praktis... tidak ada cukup orang untuk melakukan semua pekerjaan," kata Haghirian. "Dalam perusahaan yang tidak mempunyai cukup pegawai, Anda tidak bisa mengatakan beberapa pekerja bisa pulang lebih awal karena tidak ada cukup orang untuk menyelesaikan tugas."

Namun budaya kerja keras Jepang juga telah mencapai level krisis, dan mendorong pemerintah untuk bertindak. Rangkaian kematian yang dikaitkan dengan kebiasaan bekerja terlalu keras, disebut karōshi dalam bahasa Jepang, menyoroti obsesi orang Jepang pada pekerjaan.

Salah satu contoh yang terkenal ialah kasus bunuh diri Matsuri Takahashi, seorang eksekutif di perusahaan iklan berusia 24 tahun yang melompat dari gedung pada Hari Natal 2015. Perempuan itu telah bekerja lembur selama lebih dari 100 jam setiap bulan dan meninggalkan sepucuk surat untuk dibaca oleh ibunya. Surat itu berbunyi, "Kenapa hidup harus sesusah ini?"

Takahashi merupakan satu dari 2.159 pegawai tahun itu yang disimpulkan mati karena bekerja terlalu keras. Pada Oktober tahun lalu, pemerintah merilis laporan yang menunjukkan 25% perusahaan mempekerjakan pegawai yang lembur selama 80 jam atau lebih sebulan. Dengan etos kerja tersebut, temuan pemerintah mengisyaratkan bahwa para pegawai itu dalam bahaya karōshi.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Shinzo Abe mencari cara untuk meringankan beban kerja warganya. Salah satunya yaitu dengan mendorong para pekerja untuk ikut serta dalam Jumat Premium, yang dimulai pada Februari.

Dua bulan kemudian, hanya sedikit perusahaan yang ikut serta. Bulan lalu, Jumat Premium tepat berada di tengah-tengah musim sakura, ritual musim semi ketika warga lokal maupun wisatawan pergi ke taman dan kuil untuk melihat pohon dengan bunga berwarna merah muda itu. Namun, hari itu juga merupakan hari terakhir tahun fiskal Jepang, yang berarti banyak perusahaan terlalu sibuk untuk membolehkan pegawainya pulang.

Waralaba pizza Domino's bahkan membuat lelucon tentang minimnya partisipasi di Jumat Premium. Mereka memulai kampanye iklan yang disebut Senin Lesu, mengacu kepada para pekerja yang merasa lesu karena harus kembali bekerja pada Senin pagi setelah melewatkan Jumat Premium.

Tidak ada yang pulang duluan

Tekanan sosial untuk tidak pulang ketika kolega masih di kantor, berarti orang-orang sering bertahan di kantor sampai larut malam. Dan itu kecil kemungkinannya untuk berubah meskipun dengan prakarsa seperti Jumat Premium ini.

Ini bisa jadi lebih sulit bagi para ekspatriat, yang bisa jadi kewalahan menghadapi norma budaya dan profesional Jepang. Kebanyakan ekspat akhirnya bekerja berjam-jam di perusahaan Jepang, kata Haghirian. Perusahaan Barat seringkali memulai aktivitas harian mereka lebih awal, sekitar jam 6 pagi, dengan 10 sampai 12 jam kerja.

"Tapi setidaknya mereka tidak bertahan di meja mereka sampai malam, seperti para pekerja Jepang," kata Haghirian.

Kendati telah ada inisiatif sang perdana menteri, Jumat Premium belum begitu populer, bahkan di kantor pemerintahan. Seperti kebanyakan pekerja di Jepang, para pegawai negeri di Balai Kota Kobe memulai pekerjaan mereka pada pagi hari dengan bel pukul 09:00 yang menandakan saatnya mereka berada di meja. Bel berbunyi lagi pada siang hari dan pukul 13:00, menandakan waktu makan siang, meski begitu kebanyakan pegawai makan dengan cepat di meja mereka.

Pada pukul 17:00 bel kembali berbunyi, menandakan akhir hari kerja itu. Tapi Anda tidak akan melihat cukup banyak pegawai beranjak dari meja. Pada pukul 21:00, bel terakhir benar-benar meminta para pegawai untuk pulang. Tapi tetap saja, banyak dari mereka yang bertahan.

Wali Kota Kobe Kizō Hisamoto mengatakan ia berharap dapat mengubah kebiasaan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya mendukung konsep Jumat Premium dan upaya untuk mengurangi beban kerja. Namun para pegawainya di Balai Kota tidak mau ikut serta.

"Kami bertanggung jawab untuk memenuhi permintaan publik," kata Hisamoto. Sebagai gantinya, ia berkata bahwa pihaknya telah mulai berusaha mengurangi waktu lembur para pegawai.

Sampai saat ini, 130 perusahaan telah menyatakan akan berpartisipasi, menurut Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Namun pemerintah belum mengumpulkan informasi tentang bagaimana perusahaan tersebut berpartisipasi dan apakah mereka akan mengizinkan semua karyawan mereka pulang lebih awal.

Di firma Humas Hattori, pekerjaan tidak melambat hanya karena para karyawan pulang duluan. Sebaliknya, Hattori sendiri menerima banyak panggilan telepon pada Jumat Premium pertama. Jadi sementara para koleganya pergi ke lapangan sepak bola atau bar, Hattori bertahan di mejanya. "Ya," ia mengakui, "saya harus bekerja."

Namun pada Maret, seluruh kantor tutup pada Jumat Premium. Kali ini, perusahaan tidak perlu memberi bonus untuk mendorong semua pegawai untuk pulang, meskipun pegawai tetap dan honorer tetap dibayar seakan-akan mereka masih bekerja pada jam itu. Hattori berkata ia dan kawan-kawannya pergi minum-minum, menonton film di bioskop, atau pergi ke salon kecantikan.

Hattori juga tidak sendirian pada Jumat Premium bulan ini. Berdasarkan lansiran sejumlah media lokal, Perdana Menteri meninggalkan kantor pada jam 15:00 tepat untuk berlibur di akhir pekan. Ini pertama kalinya ia melakukan itu sejak waktu mengambil cuti pada Agustus lalu. (bbcindonesia.com)

Berlibur bersama keluarga ternyata dapat memberikan banyak manfaat. Selain membuat perasaan lebih bahagia, hubungan antara Anda dan keluarga pun bisa terjalin lebih erat.

Di liburan kali ini Anda mungkin ingin memboyong seluruh anggota keluarga seperti anak, keponakan, atau orang tua untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Kalau begitu, Anda bisa pilih destinasi negara Asia berikut yang telah dirangkum dari sassymamasg, Selasa (11/04/2017). Daftar negara di Asia ini sudah jadi favorit para traveler liburan bareng keluarganya, lho.

Seoul, Korea Selatan

Seoul jadi negara favorit untuk liburan keluarga. Pasalnya, berbagai pilihan tempat wisata yang cocok untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa ada di sini. Tempat family friendly yang tak boleh dilewatkan adalah Lotte World dan Gyeongbokung Palace.

Hong Kong

Walaupun kota Hong Kong selalu riuh dan padat, ternyata masih ada tempat wisata family-friendly di sana. Anda tentu akan memasukkan Disneyland sebagai destinasi utama saat ke sana. Tapi, jangan lupa pula untuk coba ikut trip menggunakan Star Ferry bareng keluarga saat berada di Hong Kong. Kapal pesiar ini jadi salah satu yang terbaik di dunia lho. Setelah itu, mampirlah ke Victoria Peak dan kawasan Avenue of Stars untuk nikmati indahnya pemandangan kota dan berfoto bersama keluarga.

Singapura

Singapura selalu jadi destinasi luar negeri favorit keluarga Indonesia. Selain karena jaraknya yang dekat, negara ini punya banyak sekali tempat wisata yang family friendly. Beberapa tempat yang selalu ramai dikunjungi traveler bersama rombongan keluarganya adalah Merlion Park, Marina Bay Sands, Gardens by The Bay, Sentosa Island, dan Universal Studio. Anda tentu tak ingin lewatkan kesempatan memiliki waktu berkualitas bareng keluarga di sana kan?

Bangkok, Thailand

Kalau budget liburan Anda tak begitu banyak, Thailand bisa jadi negara pilihan untuk dikunjungi. Sebab, banyak sekali penginapan keluarga berharga murah yang bisa Anda temukan di sana. Pilihan tempat wisata, kuliner, dan belanja dengan harga sangat terjangkaun pun akan dengan mudah Anda jumpai.

Hoi An, Vietnam

Rekomendasi negara terakhir adalah Vietnam. Unsur budaya tradisional masih terasa kental di sana. Selain berjalan-jalan menyusuri kota, Anda dan keluarga pun harus coba sensasi berkeliling Sungai Thu Bon menggunakan perahu kayu. (liputan6.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net