Travel

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa satu gambar dapat menyiratkan lebih dari ribuan kata. Namun, ini bukan berarti bahwa Anda harus berbagi semua gambar yang Anda miliki di media sosial, bukan?

Selain mengganggu, dilansir dari purewow.com, Selasa (15/11/2016), berikut ini adalah beberapa hal yang seharusnya membuat Anda berhenti menggunggah gambar ke media sosial, terutama jika berhubungan dengan makanan.

1. Acara di sebuah restoran mahal dan hampir tidak mungkin bagi orang lain
Apakah Anda mendapatkan kesempatan untuk makan malam di sebuah restoran yang paling mewah di dunia? Walaupun di sana terbilang full booking hingga tahun 2019?
Ya, tentu saja ini mengundang banyak kecemburuan, sehingga Anda perlu menghindarinya. Bagikan apa yang perlu dibagikan ke media sosial, sisanya simpan untuk diri Anda sendiri.

2. Ramen
Ramen memang merupakan salah satu makanan yang paling digemari, tapi sudah terlalu membosankan. Beberapa waktu belakangan, sudah terlalu banyak orang menggunggah foto ramen ke media sosial, jadi Anda tidak perlu ikut melakukannya.

3. Menu
Tidak ada orang yang akan terlalu peduli terhadap harga-harga makanan yang Anda pesan.

4. Apa pun yang terlalu gelap dan tidak bisa dilihat
Jika Anda memang harus mengunggah sesuatu ke media sosial, pastikan semua aspek penting dalam fotografi tetap harus diperhatikan, seperti penerangan yang baik. Sebaik apa pun foto Anda, tidak akan ada yang tertarik melihatnya jika terlalu gelap.

5. Kuku yang buruk dan kotor
Sama halnya ketika Anda ingin menunjukkan suatu makanan dengan tangan Anda ikut tampil, pastikan tangan dan kuku Anda seindah makanan yang Anda tunjukkan.

6. Salad
Anda mungkin sedang memulai gaya hidup baru dengan makan salad setiap hari. Namun tidak akan ada peduli dengan hal tersebut, ketika Anda hanya mengunggah foto salad setiap hari ke media sosial.

Perjalanan ke luar negeri memang membutuhkan perencanaan yang matang dan persiapan yang baik. Untuk itu Anda sebagai traveler harus mampu waspada dalam menghadapi berbagai situasi di negara orang. Bila Anda tiba-tiba mengalami kehilangan paspor dalam perjalanan atau dicopet pihak tidak bertanggung jawab, jangan panik dulu. Lakukan hal-hal ini agar perjalanan Anda kembali lancar.

Miliki salinan dokumen berharga
Sebelum berangkat, usahakan Anda sudah memiliki salinan dokumen yang akan dibawa ke luar negeri. Hal ini mencakup fotokopi paspor, visa, bukti pemesanan hotel, tiket pesawat, dan asuransi. Letakkan salinan ini pada beberapa tas yang berbeda sehingga dokumen tetap ada salinannya, meski tas hilang atau tertinggal di bandara. Memiliki salinan dokumen akan membantu Anda mengurus paspor sementara nantinya.

Kunjungi sentra pelayanan polisi terdekat dari lokasi 
Bila paspor hilang di keramaian tempat wisata, usahakan Anda melapor pada polisi setempat mengenai kehilangan tersebut. Meskipun nantinya polisi ini tidak membantu pencarian, Anda dapat meminta surat keterangan kehilangan barang untuk dijadikan alat bukti bahwa paspor Anda telah hilang. Pada laporan itu akan dijelaskan tempat kejadian, waktu dan barang apa saja yang hilang.

Segera hubungi Kedutaan Besar di negara tujuan Anda
Paspor adalah dokumen negara yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Untuk itu, Anda harus melapor kepada negara melalui Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderan RI untuk mendapatkan Surat Perjalanan Republik Indonesia. Surat ini berbentuk seperti paspor yang memiliki halaman yang lebih tipis dan hanya bisa dipergunakan selama 2 tahun atau sampai diterbitkannya paspor baru di Indonesia.

Melapor pada petugas Imigrasi di Bandara kepulangan
Setelah mendapatkan SPRI, jangan lupa melapor pada petugas imigrasi di bandara sebelum kepulangan ke tanah air. Lampirkan surat kehilangan dari polisi, SPRI yang sudah didapatkan dari KBRI untuk pengganti paspor, serta fotokopi visa dari paspor lama. Dengan melaporkan hal ini kepada pihak Imigrasi, maka Anda tidak dianggap sebagai pendatang illegal di negara mereka. (liputan6.com)

Belasan ibu-ibu mengerumuni Bara Pattiradjawane. Mereka mencoba mencicipi makanan Indonesia, dari emping, balado hingga randang.

"Orang Jerman/Eropa memiliki mentalitas berpetualang, baik travel atau kuliner, " kata Bara dalam salah satu sesi FBF 2016 di Gourmet Gallery, Frankfurt, Jerman, Kamis (20/10/2016).

Ia mencontohkan makanan petai yang dalam bahasa Inggris disebut kacang bau. Tapi masyarakat tetap berani mencoba dan menyukainya. Namun demikian, perlu siasat agar makanan itu diterima masyarakat.

"Jangan terlalu pedas," kata Bara.

Sebab orang Eropa tidak familiar dengan rasa pedas yang berlebihan. Selain itu, hidangan harus dihadirkan dalam menu fresh dan bukan makanan hasil direbus ulang. Tips lain yaitu memberikan contoh cara memasak yang simpel.

"Jangan membawa umpamanya ulekan," tutur Bara.

Karena orang Eropa tidak terlalu suka dengan memasak yang ribet dan merepotkan. Kecuali untuk konsep wisata.

"Tapi kalau untuk sehari-hari, pakai saja alat yang simpel," ucap Bara.

Selain memboyong Bara, stand Indonesia juga memberikan menu Soto bagi pengunjung stand. Dalam hitungan menit, soto langsung ludes.

"Ini harus dipertahanin. Apa yang telah dilakukan Mendikbud, Komisi Buku Nasional harus dipertahanin," pinta pria kelahiran Jakarta, 9 Juli1964 itu. (detik.com)

Wi-Fi gratis di ruang publik pasti menggoda untuk digunakan. Mayoritas wisatawan dunia menggunakan fasilitas Wi-Fi gratis yang tersedia di hotel, bandara, hingga restoran dan tempat wisata.

Beberapa kota besar seperti Seoul, New York, Helsinki, Makau, Paris, Taipei, Hongkong, dan Perth punya banyak Wi-Fi gratis yang tersebar di berbagai sudut. Namun, tak banyak wisatawan yang tahu bahwa mengakses Wi-Fi gratis bisa berisiko tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh situs perjalanan Skyscanner Australia. Dalam artikelnya yang dikutip KompasTravel, Anda harus berhati-hati karena kebanyakan koneksi publik ini tidak aman, terutama terkait passworddan informasi saat log in.

Saat mengakses Wi-Fi gratis, Anda wajib mewaspadai hacker yang akan mencuri informasi dan data diri. Wi-Fi gratis cukup mudah diretas menggunakan perangkat lunak Sniffer. Perangkat ini punya kemampuan untuk memindai dan memindahkan data dari gadget Anda ke gadget lainnya.

Dengan kata lain, hacker alias orang lain bisa log in dengan data diri Anda, dan menggunakan data Anda untuk mengakses laman lainnya.

Bahkan, bukan hal yang mustahil hacker bisa melihat login history pada perangkat yang Anda gunakan. Ini memudahkan mereka untuk mengakses situs dengan data diri Anda, kemudian meretasnya. Hal ini tentu berbahaya, bagaimana jika hacker tersebut mengakses situs pembelian barang dan menggunakan data kartu kredit Anda? 

Lalu, bagaimana cara mengakses Wi-Fi gratis yang aman?

Matikan fitur file sharing pada gadget Anda. Sebisa mungkin jangan ketik nama atau username serta password dan berbagai informasi sensitif lainnya. Jangan gunakan kartu kredit sebagai alat transaksi secara online.

Jika Anda sudah telanjur membuka aplikasi atau situs tertentu menggunakan password, ada baiknya langsung mengubah passwordtersebut. Sedikit banyak, hal ini akan membantu Anda agar terjauh dari para hacker. (kompas.com)

Page 5 of 7

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net