Travel

KUPANG - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami tren peningkatan, menyusul ditetapkannya Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, oleh pemerintah pusat, sebagai salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah pada 2016.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu kepada KompasTravel, di Kupang, Kamis (4/8/2016) mengatakan, sejak awal tahun 2016 hingga bulan Juli, sudah tercatat sebanyak 14.000 wisman mengunjungi NTT.

Jumlah tersebut, menurut Marius, naik 15 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan yang sama pada Januari hingga Juni 2015 lalu.

“Para wisatawan dari luar pada umumnya datang melalui pintu masuk Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Mangggarai Barat, dengan penerbangan Denpasar-Labuan Bajo dan melalui Bandara El Tari di Kupang,” kata Marius.

Marius menjelaskan, umumnya wisatawan yang masuk dari Labuan Bajo biasanya melakukan kunjungan ke Pulau Komodo dan wisata alam lain di ujung barat Pulau Flores seperti Pulau Rinca, Waerebo dan Kampung Bena di Ngada kemudian ke Ende, Maumere, Flores Timur dan Lembata. 

Sedangkan wisatawan yang masuk melalui Bandara Eltari Kupang akan melanjutkan ke Pulau Rote, Sabu, Alor dan Sumba.

 

“Perlu diketahui bahwa kebijakan bebas visa dari pemerintah, turut mendukung peningkatan kunjungan wisatawan khususnya di NTT karena orang-orang di berbagai negara bisa dengan mudah masuk dan mengunjungi destinasi wisata yang ada di NTT,” ujarnya.

“Meningkatnya kunjungan wisman ke NTT akan berdampak bagi pergerakan perekonomian masyarakat lokal dan bisa menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” tambahnya.

Marius berharap, masyarakat di NTT bisa memanfaatkan momen kunjungan para turis tersebut dengan membuat kerajinan-kerajinan tangan yang bisa memancing daya beli wisatawan. (kompas.com)

Lukisan istana negara untuk pertama kalinya dapat dinikmati oleh masyarakat di pameran "Goresan Juang Kemerdekaan: Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia".

Pameran yang diselenggarakan mulai 2-30 Agustus 2016 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat ini buka setiap hari dari pukul 09.00-20.00 WIB tanpa dipungut biaya.

Tak seperti pameran lainnya, pameran Goresan Juang Kemerdekaan ini memiliki inovasi baru yang dibuat oleh Badan Ekonomi Kreatif, yakni melihat penjelasan lukisan lewat teknologi Augmented Reality (AR).

AR adalah pemandangan di dunia nyata yang ditambahkan oleh sensor komputer seperti grafis, suara, atau video. Salah satu video games yang populer dengan penggunaan AR adalah Pokemon Go.

Nah, di pameran Goresan Juang Kemerdekaan pengunjung juga dapat memanfaatkan teknologi AR ini secara on site mode maupun off line mode. Langkah pertama Anda perlu mengunduh aplikasi "Goresan Juang Kemerdekaan" di Google Play Store. 

Untuk off line mode, Anda dapat mengunduh katalog pameran dan memindai katalog online untuk mendapatkan informasi, jadi Anda tak perlu berada di lokasi pameran. Perlu dicatat Anda memerlukan dua gawai untuk pindai off line mode. Satu untuk memindai, satu untuk menayangkan katalog. 

Sedangkan untuk on site mode, lebih baik Anda jaga ekspektasi setelah sampai di Galeri Nasional. Namun seberapa istimewa teknologi AR di pameran tersebut?

Jangan berharap Anda akan berkeliling memindai lukisan dengan AR di ruang pamer. Kenyataanya, pengunjung hanya boleh memindai sembilan poster duplikasi lukisan di samping kiri gedung pameran. 

Harus diakui inovasi AR untuk pameran Goresan Juang Kemerdekaan ini adalah suatu hal yang baru di dunia seni Indonesia. Di luar negeri, beberapa pameran besar seperti Armory Captures yang digelar di New York, Amerika Serikat, dan Venice Biennale, di Italia telah memanfaatkan teknologi ini.

Inovasi Bekraf memboyong teknologi ini ke dalam pameran seni patut diacungi jempol. Teknologi AR di pameran Goresan Juang Kemerdekaan seakan seperti hanya memberikan pengalaman baru mencoba AR.

Salah satu alasan pemanfaatan teknologi AR ini adalah untuk mencegah adanya plagiarisme itu sangat dimengerti. Namun dari 28 lukisan yang dipamerkan hanya tersedia sembilan poster lukisan yang dapat dipindai.

Penjelasan yang keluar dari poster lukisan juga mirip dengan penjelasan yang ada di buku keterangan pameran. Malah penjelasan dalam buku pameran lebih komprehensif.

Penempatan poster lukisan juga terkesan seadanya, hanya ditempel di papan triplek dengan rangka kayu membuat AR menjadi kian tak menarik.

Penting atau tidak mendowload aplikasi AR Goresan Juang Kemerdekaan dengan kapasitas 28 MB ini tergantung pilihan Anda. Namun pemgalaman mencoba AR untuk memindai poster lukisan tentu akan menjadi hal yang baru. (kompas.com)

Page 7 of 7

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net