Lifestyle



Dibandingkan dengan gigi, lidah merupakan bagian dalam mulut yang sering diabaikan kebersihan serta kesehatannya. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh lidah yang kotor?

Dr. Puneet Ahuja, Konsultan Senior Bedah Gigi di Sri Balaji Action Medical Institute, India mengatakan bahwa beberapa infeksi dapat disebabkan karena kebersihan lidah yang buruk.

Oleh karena itu, penting mengetahui cara menjaga kesehatan lidah agar terhindar dari sejumlah infeksi yang dapat mengganggu kesehatan.

Lidah yang sehat berwarna merah muda dengan bintik kecil yang disebut papila, juga akan ada lapisan putih tipis di atasnya.

Dr. Puneet Ahuja mengatakan bahwa memiliki lidah berwarna merah muda sama sekali bukanlah mitos belaka, justru ini fakta yang perlu semua orang ketahui.

Lidah yang berwarna hitam, kuning, putih, atau bahkan merah,menandakan bahwa lidah tersebut tidak bersih.

Bagaimana cara menjaga kesehatan lidah?

Mengabaikan perawatan lidah bisa menimbulkan efek negatif. Lidah bisa menunjukkan tanda-tanda masalahnya dengan mengalami perubahan warna. Dalam beberapa kasus malah di sertai rasa sakit atau tidak nyaman.

Lidah yang berubah warna atau sakit dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius seperti kekurangan vitamin, AIDS, hingga kanker mulut.

Untuk mencegah berbagai penyakit dan infeksi yang mungkin terjadi, kita harus menjaga kesehatan lidah dengan cara:

1. Membersihkan lidah dengan pembersih khusus lidah

Dr. Euan Swan dari Canadian Dental Association di Ottawa mengatakan bahwa permukaan lidah bisa menampung banyak bakteri. Menumpuknya kuman di lidah bisa menjadi salah satu penyebab bau mulut.

Bakteri yang terkurung dalam lidah bisa melakukan perjalanan ke bagian lain di mulut. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan plak yang menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit pada gusi.

Pertumbuhan bakteri yang berlebihan bisa mengubah lidah menjadi kuning, putih atau bahkan hitam. Studi di University of Michigan’s School of Medicine menemukan bahwa sekitar sepertiga spesies bakteri yang ditemukan pada lidah manusia tidak pada permukaan lain di mulut mereka.

Oleh karena itu, dr. Ahuja mengatakan cara penting agar lidah tetap terjaga kesehatannya ialah dengan membersihkannya menggunakan alat khusus pembersih lidah.

Kamu bisa menggunakannya dengan menariknya dari pangkal ke ujung lidah. Ulangi kegiatan ini dua sampai tiga kali saat proses pembersihan lidah berlangsung.

Marc Lowenberg, dokter gigi kecantikan di New York mengatakan paling tidak sebaiknya kita membersihkan lidah satu kali dalam sehari. Gunakan alat pembersih lidah setelah menyikat gigi baik di pagi atau malam hari.

Setelah menggunakan alat pembersih lidah, disarankan untuk menggunakan obat kumur non-alkohol atau berkumur dengan air hangat.

2. Banyak minum air

Konsumsi 2 liter air per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Cara ini juga bisa membantu menjaga lidah tetap berwarna merah jambu dan sehat karena air membantu membersihkan bakteri di lidah dan membuatnya tetap lembab.

Mengonsumsi cukup air juga menghindari mulut dari kekeringan yang berisiko mendorong pertumbuhan mikroba pada permukaan lidah.

3. Berkumur dengan air garam

Untuk menjaga kesehatan lidah, kamu bisa berkumur dengan air garam. Caranya, isi gelas setengah penuh dengan air hangat dan masukkan setengah sendok teh garam ke dalamnya. Lalu, gunakan cairan tersebut untuk berkumur.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di British Dental Journal, bilasan air garam bermanfaat untuk meningkatkan pH di mulut sehingga mampu menghalangi pertumbuhan bakteri

4. Jangan menggunakan perhiasan di lidah

Melakukan tindik badan membawa risiko infeksi bagi tubuh. Namun, menurut Canadian Dental Association, risiko infeksi yang disebabkan tindikan di lidah jauh lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan mulut dan lidah itu sendiri sudah sarat dengan bakteri. Selain itu, perhiasan logam yang digunakan juga dapat merusak gigi serta gusi. Bahkan prosedur menindik lidah itu sendiri bisa merusak saraf yang dapat membuat lidah kehilangan kepekaannya.

Mulailah untuk mempraktikkan keempat hal di atas untuk menjaga lidah tetap bersih, sehat dan terawat. (kompas.com)

Kadang memang lebih mudah untuk bisa mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri.

Banyak hal yang bisa membuat kita merasa tidak suka dengan kondisi kita saat ini. Misalnya perut yang membuncit, tampak makin tua, karir mentok, tak punya uang, hingga hal-hal lainnya yang membuat hidup terasa gagal.

Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menjalin hubungan dengan orang lain. Bahkan mungkin jauh lebih penting lagi. Jadi, mulailah belajar mencintai diri sendiri.

Mencintai diri sendiri di sini bukan berarti menjadi orang yang narsisistik. Mencintai diri sendiri apa adanya berarti dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, namun di sisi lain juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan tanpa ditutupi. Sederhananya, mencintai diri sendiri haruslah sepenuh hati dan tanpa syarat.

Mencintai diri sendiri setulus hati membebaskan kita dari beban sosial. Dengan mencintai diri sendiri, kita belajar untuk memahami diri dan terus bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.

Kita tidak dituntut untuk fokus pada masalah orang lain. Kita juga tidak akan disibukkan untuk membandingkan diri dengan kehidupan orang lain, sehingga akan punya lebih banyak waktu untuk mengurus diri sendiri menjadi lebih baik lagi.

Pada akhirnya ketika sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, orang-orang di sekitar kita pun ikut merasakan hal yang sama. Mereka akan nyaman berada di dekat kita, karena kita memancarkan energi positif dari dalam diri.

Menurut Stephanie Kang, seorang psikolog dari PsychCentral, menjalin hubungan dengan diri sendiri adalah hal yang paling penting di muka bumi ini.

Sederhananya, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri akan membantu kita menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, sekaligus menjadi langkah awal kesuksesan dalam hidup.

Tidak usah muluk-muluk untuk belajar mencintai diri sendiri. Namun memang, untuk memulainya kita harus lebih dulu mengenal siapa kita sebenarnya secara mendalam — seperti apa sikap, karakteristik, kebutuhan, keinginan, hingga apa yang kita suka dan tidak suka.

Sudah siap untuk mulai mencintai diri sendiri? Coba ikuti lima langkah mudah ini.

1. Penuhi kebutuhan diri sendiri dengan baik
Menurut Julie Hanks, LCSW, terapis dari PsychCentral, langkah pertama untuk mulai bersahabat dengan diri sendiri adalah dengan memerhatikan kebutuhan fisik, rohani, psikis, dan mental kita.

Misalnya dengan mengetahui bahwa kita harus mendapatkan cukup tidur 7-8 jam setiap malam, makan tiga kali sehari, olahraga, hingga meluangkan waktu untuk meredakan stres dan beribadah, misalnya.

Namun jangan cuma diperhatikan. Semua kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara-cara yang sehat. Misalnya, dengan memastikan menu makanan sehat, mulai berkomitmen untuk olahraga kecil-kecilan, hingga menjadwalkan waktu tidur dan tidak membiasakan begadang.

Hanks juga menyarankan untuk memprioritaskan aktivitas yang membuat kita senang dan bahagia. Tidak perlu yang muluk-muluk. Kesenangan dan kebahagiaan bisa didapat dari hal kecil.

Contohnya, jalan-jalan di taman, makan makanan yang kita suka sesekali, berendam di air hangat sambil menyalakan lilin aromaterapi, atau menonton film kesukaan di kala senggang.

Meskipun terkesan remeh, hal-hal ini dapat membawa kebahagiaan dan kepuasan pada diri kita secara tidak langsung.

2. Ngobrol dengan diri sendiri
Bicara sendiri adalah cara sederhana untuk belajar mencintai diri sendiri. Dengan ngobrol dalam hati atau bicara sendiri di kamar tidur, kamar mandi, atau di depan cermin, kita akan mulai menjalin persahabatan dengan diri sendiri.

Ketika ngobrol sendiri, kita akan menempatkan diri sebagai orang lain yang berbicara dengan diri kita. Isi obrolan ini akan membuat kita lebih bisa menilai diri sendiri secara objektif, sehingga menjadi masukan yang membantu.

Berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya bisa membantu kita lebih fokus dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Sebagai contoh, tidak ada salahnya bertanya-tanya bila ada hal yang membuat kita merasa tidak nyaman. “Mengapa saya merasakan tidak nyaman? Apa yang membuat saya tidak nyaman?”

Nah, berbicara dengan diri sendiri bisa membantu kitaa menemukan jawabannya, sehingga bisa memutuskan akan melakukan apa untuk membuat diri kita merasa nyaman.

Satu lagi manfaat ngobrol dengan cerminan diri adalah untuk menyalurkan emosi yang terpendam. Ketika sedang kesal atau marah, kita boleh teriak-teriak sendiri. Tanpa disadari, lama-lama kita akan tenang sendiri.

3. Menerima diri sendiri
Menjalin hubungan baik dengan diri sendiri bisa dimulai dengan menerima diri sendiri apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Rasa percaya diri akan muncul ketika kita memiliki pandangan yang baik terhadap kepribadian diri.

Ingatkan bahwa keindahan yang sebenarnya tidak terlihat dari penampilan luar saja. Ketika kita merasa nyaman dengan diri sendiri, kita akan percaya diri dan berpikir bahwa cantik tidak berkaitan dengan paras yang elok atau tubuh seperti supermodel, namun berkaitan dengan hati dan pikiran.

Bila tidak bisa melakukannya sendiri, Stephanie Kang menyarankan untuk coba curhat dan berbagi dengan sahabat, keluarga atau bahkan psikolog yang bisa membantu masalah ketidakpercayaan diri.

4. Bergaul dengan orang-orang yang positif
Salah satu cara menjalin hubungan dengan diri sendiri yang baik dan sehat adalah mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang menyayangi kita.

Berkumpul dengan orang-orang yang positif, penyanyang dan penuh cinta, bisa menjadi sebuah keuntungan. Kita bisa terbawa suasana dan kebiasaan yang positif. Hal ini bisa membuat kita jadi lebih baik.

5. Kurangi mengonsumsi berita negatif
Rasa ingin tahu yang mendalam kadang menjerumuskan kita pada sumber negatif, salah satunya yang populer sekarang ini bisa didapatkan lewat media sosial.

Menurut Kang, mengasup berita-berita kebencian, kejahatan atau kekerasan bisa membuat kita terbebani, merasa takut dan akhirnya membuat diri sendiri tidak sehat pemikirannya.

Maka dari itu, coba batasi membaca berita-berita negatif yang bisa membuat berpikiran negatif terus menerus. Buat jadwal membuka twitter, facebook, instagram sesedikit mungkin, perbanyak berinteraksi dengan orang-orang positif. Lalu, temukan betapa berharganya diri kita di dunia ini. (kompas.com)

Apakah pekerjaan membuatmu tertekan dan menjadi stres? Kamu jelas tidak sendiri karena penelitian menyebutkan sumber stres yang paling umum adalah pekerjaan.

Sebuah riset terbaru telah menemukan fakta bahwa jutaan orang Inggris terbebani oleh tekanan kerja yang semakin lama semakin tinggi, jadwal sosial yang sibuk, dan kekhawatiran finansial.

Penelitian juga mengungkapkan dua pertiga orang Inggris memiliki ketakutan tinggi yang disebabkan tekanan kehidupan sehari-hari. Enam dari 10 orang dalam riset tersebut mengaku berjuang untuk mempertahankan hidup mereka dengan segala hal yang mereka hadapi.

Pekerjaan adalah sumber stres yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari, diikuti oleh uang, masalah keuangan, dan masalah keluarga.

Namun, stres terbesar berasal dari kehidupan dan hal umum, seperti seperti pekerjaan rumah tangga dan tuntutan hidup lainnya.

Greg Tatton-Brown dari kasino online Casumo.com, pemimpin riset tersebut, mengatakan, beberapa orang didorong oleh stres, sedangkan yang lain terjebak dalam daftar tugas yang selalu bertambah dan tampak tak ada habisnya.

"Seiring gaya hidup kita yang semakin sibuk, kita akan menghabiskan lebih banyak hidup kita untuk kesibukan tersebut dan merasakan waktu yang kurang. Jadi penting untuk bisa tetap teratur di mana pun kamu berada dan menyediakan waktu untuk kesenangan dalam hidup kapan pun kamu bisa," ucapnya.

Riset terhadap 2.000 pekerja di Inggris menemukan bahwa Inggris adalah negara dengan masyarakat sibuk, dengan 22 persen penduduknya berjuang dengan "lembur" yang harus mereka hadapi di kantor.

Sebanyak 66 persen berharap mereka bisa mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk mencari pekerjaan dan menyelesaikan tugas dalam kehidupan sehari-hari.

Dan 17 persen subyek penelitian bahkan percaya bahwa ponsel mereka telah menguras waktu, serta mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan.

Tujuh dari 10 orang menganggap hidup mereka telah menjadi "terlalu sibuk" dalam beberapa tahun terakhir, dan merasakan bahwa mereka butuh waktu untuk diri sendiri.

Hal ini rupanya tak hanya di alami masyarakat Inggris saja. Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa sekitar 14 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun ke atas menderita gangguan mental yang ditunjukan dengan gejala depresi dan kecemasan.

Survei yang dilakukan pada tahun 2015 di Jakarta juga menyebutkan bahwa salah satu penyebab stres warga Jakarta adalah beban pekerjaan, termasuk di dalamnya adalah tenggat, beban kerja, tekanan dari atasan dan kolega kerja.

Lebih dari sepertiga responden dalam survei tersebut menghabiskan waktu di kantor selama lebih dari 10 jam per hari. Padahal idealnya orang bekerja hanya selama delapan jam saja dalam sehari.

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dan merupakan kota paling sibuk di negara ini.

Dan 48 persen berpikir mereka bisa menghilangkan stres dan mengatur hidup mereka lebih efisien jika mereka hanya lebih banyak waktu untuk melakukan semuanya.

Setengah dari mereka yang disurvei menyimpan daftar hal yang ahrus dilakukan agar tak ada satupun tugas yang terlewat, dan seperempat lainnya memiliki aplikasi khusus di telepon untuk membantu mengingat janji atau tenggat waktu tugas yang harus dilakukan.

Lebih dari sepertiga masih melakukan hal kuno seperti menandai kalender kertas. Hanya sedikit orang dalam survei tersebut yang menolak mengambil langkah untuk mengatur kegiatan atau tugas yang harus mereka lakukan.

Namun survei yang dilakukan via OnePoll.com, ternyata rata-rata orang Inggris hanya memiliki waktu 73 menit dalam sehari untuk diri mereka sendiri.

Uniknya, hanya 15 persen peserta dalam survei tersebut yang menyebut diri mereka sebagai 'pecandu kerja'. Ini menunjukkan bahwa tidak orang yang senang memiliki pekerjaan terlalu banyak.

Hampir seperempat peserta dalam survei berpikir keseimbangan kehidupan kerja mereka sangat membutuhkan penyesuaian, dan hanya 16 persen yang berpikir bahwa tidak ada masalah antara kehidupan kerja dan kehidupan sosial mereka. (kompas.com)

Tidak mengherankan jika Paris mendapat predikat sebagai pusat mode dunia. Mulai dari Chanel, Dior, Saint Laurent, Hermes, Louis Vuitton dan masih banyak merek terkenal lainnya, lahir dari ibu kota Perancis ini.

Banyak perancang Perancis menciptakan merek mode paling terkenal dan laris di dunia. Ternyata reputasi industri pakaian Prancis yang begitu indah dengan gaya yang inovatif dan teknis memikat ini telah ada sejak abad ke 17.

Industri fashion di Perancis terkenal berkat Raja Louis XIV yang terkenal dengan julukan The Sun King. Ia memerintah perancis sejak tahun 1643.

Raja Louis XIV adalah pecinta keindahan yang memiliki selera sangat tinggi. Ini bisa kita lihat dari arsitektur Istana Versailles yang begitu spektakuler dan juga cara berpakaiannya.

Menyadari pentingnya barang mewah bagi perekonomian nasional, Louis membawa sejumlah industri artistik, termasuk perdagangan tekstil, di bawah kendali istana kerajaan hingga menjadi penentu gaya dunia. Sampai saat ini, kain dan bahan dengan kualitas terbaik dapat ditemukan di Perancis.

Jadi ketika kerajinan dari haute couture (pakaian dengan rancangan berteknik tinggi) berkembang pada akhir abad ke-19, para penjahit mulai beralih ke Perancis.

Charles Frederick Worth, orang Inggris yang berperan besar dalam perkembangan industri haute couture, adalah orang pertama yang membuka bisnisnya di Rue de la Paix di Paris.

Sejak saat itu, banyak rumah mode lainnya yang mengikuti jejak Charles, seperti Paul Poiret dan Madeleine Vionnet. Tak lama kemudian, Paris telah menjadi pusat mode yang berkembang pesat dan desain Prancis mulai dicontoh seluruh dunia.

Akibat perang dunia, distribusi tekstil sempat mengalami kesulitan hingga mengakibatkan kelangkaan. Namun, Christian Dior berhasil membangkitkan dunia fashion Perancis pada masa pasca perang dengan tren baru yang disebut "new look".

Kebangkitan tersebut ditandai dengan munculnya tren rok A line atau rok dengan potongan kecil di bagian pinggang dan melebar di ke bawah untuk membuat kesan feminin dan elegan.

Pada awalnya, fashion ciptaan Dior ini cukup kontroversial karena membutuhkan banyak kain di tengah kelangkaan tekstil yang begitu tinggi. Namun, Dior menanggapi kritik tersebut dengan sikap optimis. Hingga kemudian, galeri ciptaan Dior ini mendapatkan banyak pesanan dan mampu mengembalikan Paris sebagai kota paling modis di dunia.

Pada abad ke-20 banyak desainer handal mulai muncul. Sementara di Paris, desainer seperti Hubert de Givenchy dan Pierre Balmain berhasil mewarnai dan mempertahankan industri fashion di Perancis.

Kemudian muncul tingkat persaingan yang semakin signifikan dari Amerika Serikat dan Italia, di mana pada tahun 1951 pengusaha Giovanni Battista Giorgini mengatur sebuah pertunjukan yang mempromosikan karya desainer Italia. Cara ini terbukti sangat sukses dan berfungsi untuk menjadikan negara ini sebagai pesaing mode yang hebat.

Tapi, mungkin tantangan paling berat bagi Perancis terjadi pada tahun 1960an. 'Budaya pemuda' berkembang pesat di London, dengan Mary Quant memimpin gerakan tersebut.

Quant adalah perancang Inggris yang turut mempopulerkan 'rok mini' yang dipuja oleh generasi muda dan berperan besar terhadap emansipasi serta kebebasan gender. Ini merupakan prinsip dasar berbagai gerakan kontra budaya yang terjadi sepanjang dekade ini.

Karya Quant yang berani, cukup kontras dengan gaya berkelas dan model semi formal yang diproduksi di Paris dengan target pasar yang memang ditujukan untuk usia dewasa. Tapi, Yves Saint Laurent berhasil mempertahankan keunggulan fashion di Perancis sejak akhir 1960an hingga memasuki dekade berikutnya.

Saint Laurent tidak hanya bertanggung jawab atas peralihan sejumlah desain pria ke dalam lemari pakaian wanita - terutama le smoking alias tuxedo wanita atau dinner jacket - dia juga merupakan pencipta merek haute couture pertama yang memproduksi koleksi ready to wear (pakaian siap pakai).

Yves Saint Laurent menjadi orang yang menampilkan pakaian ready to wear yang modis, menjadi semakin populer di kalangan kelas atas dan mudah diakses.

Saat ini, hampir semua rumah couture memproduksi pakaian ready to wear. Bahkan, produksi pakaian ini lebih diminati dan mendatangkan lebih banyak keuntungan daripada koleksi haute couture sendiri.

Paris hari ini tetap menjadi pusat mode dunia selain Milan, New York dan London. Kota-kota seperti Barcelona, Berlin, Singapura juga turut mewarnai industri fashion.

Meskipun ada persaingan yang cukup ketat dari kota-kota ini, fashion tetap menjadi aspek budaya Perancis dan tetap menjadi label internasional bagi Perancis.

Yah, maka tak heran jika acara pekan mode mingguan di Paris ini diharapkan berjalan sukses. Banyak desainer kelas dunia dan ribuan rumah mode akan mewarnai acara ini. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM