Lifestyle



Menikmati secangkir kopi saat menunggu jadwal penerbangan di lounge bandar udara kerap menjadi tradisi tersendiri.

Apalagi, menengguk kopi saat ini sudah menjadi semacam gaya hidup bagi sebagian besar orang.

Kopi memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain membuat lebih produktif, ternyata kopi pun bisa mengurangi berat badan.

Namun tetap saja, konsumsi kopi di saat yang salah, atau pun berlebihan akan mendatangkan dampak yang tidak baik, terutama bagi penderita asam lambung.

Satu lagi, dampak buruk akan muncul jika Kamu meminum kopi menjelang penerbangan.

Ya, kebiasaan minum kopi sebelum jadwal penerbangan tiba harus segera dihentikan.

Sebagian besar para ahli penerbangan menyarankan agar kopi dinikmati sesaat sebelum mencapai tujuan.

Alasannya, kopi dapat menghidrasi tubuh yang bisa menyebabkan mual dan sakit kepala saat berada di udara.

Selain itu, kabin pesawat selalu dingin dan kering yang berakibat buruk pada kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Nah, kafein pada kopi juga menyebabkan munculnya rasa gelisah dan efek ini akan bertambah saat seseorang berada di ketinggian.

Selain itu, minum kopi sebelum penerbangan dapat menyebabkan masalah pencernaan karena kopi memiliki sifat diuretik yang ringan.

Diuretik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi, sifat atau penyebab naiknya laju urinasi.

Lalu, efek kafein akan bekerja selama 5-6 jam. Jadi, minum kopi sebelum penerbangan bisa membuat kondisi tubuh menjadi buruk.

Sebaiknya, minumlah sebotol air sampai Kamu tiba di tujuan. Lebih baik gunakan cara aman daripada menyesal saat tiba di tujuan nanti. Bukan begitu? (kompas.com)

Rencana ‘menghitamkan’ ajang penghargaan Golden Globe ke-75 tahun ini benar-benar terealisasi. Para aktris dan aktor Hollywood yang mulai berdatangan tampak mengenakan gaun dan busana yang didominasi warna hitam.

Seperti ritual pada umumnya, sebelum memasuki lokasi acara, mereka terlebih dahulu melewati karpet merah untuk menyapa pendukung serta berinteraksi dengan media.

Pada kesempatan itu, beberapa dari para aktris menyuarakan dukungan mereka terhadap aksi kampanye melawan pelecehan seksual di industri film. Kampanye ini sendiri direpresentasikan lewat busana serba hitam yang menjadi ‘dresscode’ Golden Globes 2018.

“Saya benar-benar berpikir semua orang seharusnya mengenakan busana hitam karena nilai tersebut (perlawanan terhadap pelecehan seksual) dan semua orang sudah tahu itu. Semua orang terlihat cantik mengenakannya,” kata aktris Gal Gadot.

Sementara itu, aktris Shailene Woodley yang mengenakan gaun lengan panjang dengan warna hitam dominan ditambah warna silver pun memberikan suara atas kampanye ini.
“Ini adalah sebuah sejarah. Kita memiliki gerakan yang kuat, Time’s Up, yang berusaha melawan apa yang terjadi selama ini,” kata pemain film Divergent ini. (kompas.com)

Tahukah Anda kalau cara jalan bisa menunjukkan kepribadian seseorang? Pada umumnya, kesan pertama bisa dinilai dari penampilan, ucapan, dan perilaku Anda terhadap orang lain. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Social Psychological and Personality Science menyatakan bahwa cara berjalan seseorang juga bisa mencerminkan kepribadiannya. Benarkah demikian?

Studi baru ini menemukan bahwa orang dengan tipe kepribadian ekstrovert berjalan lebih cepat daripada orang dengan tipe kepribadian introvert. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis ini, menggunakan data dari lebih dari 15.000 orang dewasa berusia 25 sampai 100 tahun untuk melihat apakah ciri kepribadian terkait dengan gaya berjalan atau tidak.

Kepribadian para peserta penelitian dinilai melalui survei dan dinilai berdasarkan lima ciri kepribadian Big Five, yang mencakup ekstraversi, sifat berhati-hati (conscientiousness), keterbukaan (openness), mudah akur atau sepakat (agreableness), dan neurotisme/ neurotik.

Orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari interaksi sosial dengan orang lain (eksternal). Kebalikannya, orang dengan kepribadian introvert cenderung lebih fokus dan bisa mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari dalam diri sendiri (internal) atau hanya dari orang-orang terdekatnya saja dalam jumlah kecil.

Ternyata, kepribadian ekstrovert lebih sering dikaitkan dengan rata-rata jalan yang lebih cepat, yaitu sekitar 0,06 meter per detik lebih cepat daripada orang dengan kepribadian introvert. (kompas.com)

Banyak orang memiliki resolusi hidup saat memasuki tahun baru. Uniknya, sebagian pekerja Indonesia memiliki resolusi istimewa, yakni mendapatkan pekerjaan baru.

Riset “Global Leadership Study” yang digagas Dale Carnegie memperlihatkan bahwa lebih dari 30 persen tenaga kerja di Indonesia akan mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat -- akumulasi dari 20 persen karyawan yang berencana pindah tempat kerja pada tahun baru, dan 13 persen yang mengaku saat ini sedang mencari pekerjaan baru.

Sementara, hanya 28 persen karyawan di Indonesia yang berniat bertahan dalam jangka waktu cukup panjang di perusahaannya. Apa penyebab dari keinginan para pekerja untuk mencari pekerjaan baru?

“Kepuasan dalam bekerja (job satisfaction) dan keinginan untuk bertahan di suatu perusahaan (intention to stay) dipengaruhi oleh perilaku atasan di tempat karyawan tersebut bekerja,” kata Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.

Data dari studi ini juga menunjukkan bahwa 85 persen karyawan menganggap apresiasi dan pujian dari atasan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah penting. Namun pada praktiknya hanya 36 persen atasan yang melakukannya.

Digelar di 14 negara termasuk Indonesia, studi ini melibatkan sekitar 3.300 pekerja dengan rentang usia 22–61 tahun, mulai dari level karyawan hingga direktur. Di Indonesia, studi menyertakan 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga menengah, dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan yang efektif di tanah air.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa hanya 17 persen karyawan yang mengaku puas dengan pekerjaan mereka -- dan riset memperlihatkan bahwa kepuasan tersebut kuat dipengaruhi perilaku atasan.

Lantas, bagaimana kepemimpinan yang efektif berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan?

Menurut Dale Carnegie, ada beberapa perilaku atasan yang mempengaruhi kepuasan karyawan, seperti kesediaan memberi apresiasi serta pujian yang tulus kepada karyawan, kemauan melihat dari sudut pandang orang lain, menjadi pendengar yang baik, kesediaan mengakui kesalahan, dan mau menghargai kontribusi karyawan.

“Terbukti, atasan yang menunjukkan perilaku tersebut mampu meningkatkan kepuasan karyawan hingga lebih dari dua kali lipat, 36 persen,” katanya.

Selain itu, atasan yang ‘berani mengakui kesalahan’ menjadi faktor yang semakin penting memengaruhi kepuasan karyawan. Terlihat dari hasil studi bahwa 78 persen karyawan mengharapkan kondisi tersebut. Sayangnya hanya 37 persen supervisor yang melakukannya dengan konsisten.

Artinya terjadi gap 41 persen antara ekspektasi dan kenyataan – atau selisih terbesar kedua setelah faktor ‘memberikan penghargaan tulus’ yang sebesar 48 persen.

“Padahal keduanya sangat penting untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi karyawan, terutama guna memotivasi mereka agar berani melakukan inovasi serta berkembang,” ujar Joshua. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM