Lifestyle



Kencan pertama bukan cuma menjadi momen istimewa untuk mengenal lebih dalam kepribadian si dia, tapi juga bisa menentukan apakah hubungan ini dapat berlanjut pada hal yang lebih serius. Ada beberapa tanda yang mengisyaratkan jika pasangan kencan kita menginginkan hal yang lebih serius. Kita hanya perlu lebih jeli menangkapnya. Susan Winter, pakar hubungan dari New York, dan Leslie Beth Wish, selaku ahli psikoterapi, mengungkapkan beberapa tanda yang menunjukan keseriusan seseorang saat kencan pertama. Apa sajakah tanda-tanda tersebut:

1. Memberi tahu di awal

Menurut Susan Winter, orang yang benar-benar menginginkan hubungan serius akan mengatakannya saat kencan pertama. Meski terasa terburu-buru, namun hal tersebut mengandung kejujuran. Menurut Leslie Beth Wish, seseorang yang mengetahui apa yang mereka inginkan dalam pasangan adalah hal baik yang menunjukan kesiapan mereka.

2. Dia mengajukan pertanyaan mendalam

Ketika mencari pasangan untuk hubungan yang serius, seseorang pasti akan menanyakan pertanyaan yang mendalam. Meskipun mereka dapat membuka percakapan dengan pertanyaan sederhana, pembicaraan tersebut pada akhirnya akan beralih untuk menggali tujuan dan nilai hidup masing-masing. Jika obrolan pada saat kencan hanya berkutat pada hal dangkal dan si dia mengalihkan upaya untuk membicarakan hal mendalam, maka ini menunjukan hal sebaliknya. Menanyakan pendapat kita seputar hal penting dalam suatu hubungan atau hal yang kita pelajari dalam hubungan di masa lalu adalah contoh pertanyaan yang menandakan keseriusan.

3. Dia menanyakan apa yang kita cari

Menurut Winter, hubungan asmara memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Orang yang mencari komitmen serius akan memastikan kita memiliki tujuan yang sama dengannya. Keseriusan seseorang bisa dilihat saat kencan pertama. Namun, kita tak boleh terburu-buru menjalani komitmen. Saat kita merasa yakin jika dia orang yang tepat, Winter dan Wish menyarakan kita untuk menyatakan langsung mengenai pandangan hidup kita kepadanya. Namun, jangan menetapkan target terlalu tinggi. Biarkan semuanya berjalan apa adanya. Jika ternyata banyak ketidakcocokan, berarti mungkin sudah saatnya memilih jalan berbeda. (kompas.com)

Tabir surya bukan satu-satunya pelindung kulit dari paparan sinar matahari. Kini semakin banyak perusahaan yang mulai menawarkan pakaian dengan UPF, atau faktor perlindungan ultraviolet. UPF memiliki fungsi sama seperti SPF dari tabir surya, namun bedanya kita tak perlu mengoleskan ulang tiap dua jam sekali. "Orang-orang mengira kaus biasa dapat melindungi mereka dari matahari, namun rata-rata cotton tee hanya memiliki SPF sekitar 8," kata dokter kulit Patricia Wexler.

Kendati mungkin tidak terkena sinar matahari melalui pakaian, kita tetap berisiko terkena kerusakan akibat ultraviolet lainnya yang dapat mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko kanker kulit. Nah, bahan tenunan padat yang membentuk pakaian UPF dapat melindungi dari kedua jenis sinar yang dapat membakar, serta jenis yang dapat merusak kulit dari waktu ke waktu. “Saya pikir, tidak banyak orang yang rutin mengenakan tabir surya,” ujar Wexler.

Karena itu, menurutnya, pakaian ini mencoba membuat kekhawatiran tentang paparan sinar matahari berkurang, karena tak perlu repot bolak-balik mengenakan tabir surya setiap dua jam sekali. Apalagi pakaian modis ini memiliki UPF 50, yang berarti pelru 50 sinar matahari yang dapat menembusnya. (KOMPAS.com)

Bintang pop yang telah beralih sebagai desainer, Victoria Beckham, sangat menyukai terapi kristal. Kini, rasa cintanya ini ia wujudkan dalam karya busana terbarunya. Seperti dilansir laman Page Six, istri mantan pesepakbola Ingris David Beckham ini menambahkan manfaat terapi kristal dalam desain busananya. Ia menambahkan aksen kristal dalam loop sabuk dan membuat celana potongan lebar yang dilengkapi kantong rahasia untuk menyimpan butiran kristal. Kristal dipercaya dapat menyebarkan energi positif yang mampu meredakan stres dan memberi sensasi rileks. Berdasarkan laporan laman Elle, Victoria mengaku memahami manfaat kristal ini setelah bertahun-tahun mempelajarinya.

"Sudah bertahun-tahun membaca, ditambah rekomendasi dari teman-teman yang telah memberi saya pemahaman tentang kekuatan kristal," ucap wanita 44 tahun ini. "Saya benar-benar ingin berbagi beberapa pengetahuan itu dengan pelanggan saya," tambahnya. Ia mengawali karya terbarunya dengan menambahkan koleksi kristal pribadinya dan memikirkan hal penting bagi pelanggannya.

"Seperti semua koleksi saya, saya ingin membuat pelanggan saya merasa percaya diri dan aman," ucapnya. Baginya, menambahkan kristal merupakan cara terbaik untuk melakukan semua hal tersebut. Untuk mewujudkan semua itu, mantan anggota 'Spice Girls' ini mengunakan kristal Howlite putih. Menurut dia, batu tersebut bersifat menenangkan dan mampu meredakan stres, menenangkan pikiran dan seluruh tubuh. Namun, Victoria menyarankan untuk menggunakan batu permata yellow calcite bagi mereka yang ingin mendapatkan energi positif untuk meningkatkan motivasi dan dorongan pribadi. Untuk meningkatkan kualitas hubungan asmara, istri David Beckham ini menyarankan kita untuk memakai Rose Quartz. Sementara itu, permata tiger's Eye mampu memberi tubuh energi lebih dan membantu kita mewujudkan impian. Koleksi ini telah tersedia secara online atau bisa didapatkan secara langsung di butik pribadi miliknya yang berlokasi di Dover Street Market, London. (KOMPAS.com)

Pelembab Vs Krim Matahari, Mana yang Lebih Efektif Lindungi Kulit?

Memakai pelembab dengan SPF tidak akan cukup untuk melindungi kulit kita dari sinar matahari. Ini telah terbukti secara ilmiah berdasarkan riset yang dilakukan oleh University of Liverpool. Banyak orang menganggap mengaplikasikan pelembab dengan SPF 30 akan memberikan perlindungan penuh dari sinar matahari sepajang hari. Namun, periset dari University of Liverpool telah menemukan hal sebaliknya.

Berdasarkan temuan periset, hanya krim matahari atau sun cream yang ampuh melindungi kulit dari sinar matahari. Ini terjadi karena orang-orang cenderung kurang merata saat mengaplikasikan pelembab di wajah mereka. Riset dilakukan dengan meminta peserta mengaplikasikan krim matahari ke wajah mereka pada hari pertama penelitian. Setelah itu, peserta diminta mengaplikasikan pelembab dengan SPF di hari lain. Periset juga mengambil foto wajah peserta pada hari kedua penelitian dengan menggunakan kamera yang dimodifikasi khusus agar mampu melihat sinar UV. Semakin gelap kulit wajah yang muncul di foto, semakin besar tingkat perlindungan. Periset menemukan bahwa peserta hanya menutupi 89 persen wajah mereka ketika mengaplikasikan krim matahari. Sementara itu, ketika memakai pelembab hanya 84 persen wajah yang tertutupi. Gambar yang menunjukkan peserta menggunakan krim matahari tampak lebih gelap.

Ini menandakan mereka mengaplikasikan krim matahari lebih tebal daripada pelembab. Pada akhirnya, ini yang menyebabkan kulit mereka lebih terlindungi ketika mereka memakai krim matahari. Laman Independent dalam artikelnya menyebut, riset ini telah dipreentasikan dalam pertemuan tahunan the British Association of Dermatologist di Skotlandia. Austin McCormick, salah satu periset, menjelaskan mengapa pelembab dengan SPF tidak bisa digunakan sebagai alternatif yang cocok untuk krim matahari.

"Meskipun pelembap kulit dengan SPF memberikan perlindungan terhadap sinar matahari, penelitian kami menunjukkan bahwa itu tidak sama dengan tabir surya," katanya. Ia juga tidak merekomendasikan pelembab dan makeup yang mengandung perlindungan UV. Menurut dia, tabir surya dengan SPF tinggi lebih baik untuk perlindungan yang lama ketika berada di bawah sinar matahari.

Matthew Gass dari British Association of Dermatologists juga menekankan pentingnya menggunakan produk perlindungan matahari yang efektif. “Sayangnya, pelembab dengan SPF tidak berfungsi dengan baik dalam situasi dunia nyata dibandingkan dengan tabir surya,” kata dia. Meskipun pada kemasan tertulis pelembab tersebut mengandung SPF hingga 30, menurut Matthew Gas, tetap saja pelembab tersebut tidak memberi perlindungan efektif. Penelitian ini hanyalah bukti lebih lanjut bahwa kondisi pengujian lab untuk pelembab dengan SPF tidak bekerja secara efektif.

Hal lain yang penting ditekankan dalam riset ini adalah kita seringkali tidak mengaplikasikan produk perlindungan matahari secara merata atau sempurna pada wajah. "Cara yang baik untuk mencegah efek matahari pada kulit adalah memakai kacamata hitam dan menerapkan kembali tabir surya secara teratur," papar dia. (KOMPAS.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM