Lifestyle

Sobat Delta! Di bulan ramadhan ini akan hadir MAKARENA (Makanan Rabu Enak) Live di beberapa tempat di Jakarta bersama Bara Pattiradjawane dan Harsya Subandrio #BaraHarsya Delta FM. Yang bisanya hanya Anda dengarkan On Air ataupun Live di beberapa social media kini mengajak Anda semua untuk bisa ikut hadir menyaksikan langsung bagaimana prosesnya sembari berbuka puasa bersama Delta FM. Mau ikut? Daftarkan diri Anda disini : http://bit.ly/MakarenaBukber01 bersama 3 orang Teman/Sahabat/Kerabat/Saudara/i yang ingin Anda ajak yah. Akan ada 5 orang yang beruntung untuk bisa ikut Makarena Bukber ini. Daftarkan diri Anda sekarang juga dan siapkan segala macam pertanyaan mengenai masakan agar Anda bisa berbagi ilmu disana nantinya. Semoga beruntung!

Setiap orang mungkin pernah mengalami sindrom lagu yang "menempel lama di kepala". Biasanya itu adalah lagu yang sedang populer dan sering diputar di radio atau televisi. Lagu itu pun akan terngiang-ngiang terus.

Hampir 90 persen orang pernah mengalami hal tersebut, bahkan ada yang cukup sering. Terus menerut mengingat satu lagu sebenarnya normal terjadi, terutama ketika otak kita sedang tidak sibuk, misalnya saat sedang mandi, jalan kaki, atau melakukan pekerjaan rumah.

Para ahli dari Universitas Durham menyebutkan bahwa beberapa lagu memang akan lebih lama diingat karena konten melodinya.

"Lagu yang musiknya menempel lama di kepala kita biasanya memiliki tempo yang cepat dengan bentuk melodi yang umum serta interval tidak biasa. Contohnya seperti musik awal di lagu Smoke On The Water milik Deep Purple atau refrain lagu Bad Romance milik Lady Gaga," kata Dr.Kelly Jakubowski, peneliti.

Dalam penelitian yang dilakukan Jakubowski dan timnya, terungkap ada tiga karakter khas yang membuat sebuah lagu menempel lama, yakni tempo, bentuk melodi, dan juga interval unik.

Penelitian itu dilakukan dengan melakukan survei terhadap 3000 orang mengenai lagu yang paling sering diingat.

Dalam hal tempo atau kecepatan, lagu yang paling sering menempel di kepala adalah yang tempo cepat dan lebih upbeat. Lagu yang struktur intervalnya tidak biasa.

Lagu-lagu yang sering dipakai untuk menemani olahraga sering membuat kita akan terus terngiang-ngiang.

Lagu dengan kontur melodi tertentu, terutama strukturnya sederhana, namun memiliki pola ritme juga sulit dihilangkan dari ingatan. Melodi yang mudah diingat juga membuat sebuah lagu menempel lama di kepala.

Lantas, bagaimana cara menyingkirkan lagu itu dari kepala? Menurut salah satu penelitian, cara paling mudah adalah mengunyah permen karet. (kompas.com)

Bill Gates, orang terkaya di dunia yang merupakan salah satu pendiri Microsoft memiliki kebiasaan membaca. Beberapa kali dalam tulisannya ia mengupas soal buku-buku yang ia baca dan apa yang ia sarankan agar orang lain ikut membacanya.

Tahun 2017 ini, Gates mengaku menggunakan lebih banyak waktunya untuk tenggelam membaca buku yang mengantarnya menjelajah dunia, dalam artian secara imajinasi. Menurut Gates, buku-buku yang ia baca di musim panas tahun ini membuatnya menanyakan kembali pikirannya soal bagaimana dunia bekerja.

Beberapa buku membantu Gates memahami lebih baik bagaimana rasanya orang tumbuh di daerah yang bukan merupakan arus utama, misalnya sebagai anak blasteran di negara apartheid Afrika Selatan, atau anak muda yang mencoba keluar dari kemiskinan di pedesaan Appalachia, atau sebagai anak seorang petani kacang di Plains, Georgia.

“Saya harap buku-buku ini juga membuat Anda berpikir lebih dalam soal arti hubungan yang sebenarnya dengan orang lain dan untuk memiliki tujuan dalam hidup Anda,” tulis Bill Gates seperti dikutip Time. Berikut 5 buku yang disarankan Bill Gates:

A Full Life, oleh Jimmy Carter.

Walau mantan Presiden AS itu telah menulis lebih dari dua lusin buku, namun ia tetap bisa memasukkan anekdot-anekdot hebat dalam buku tentang kisah hidupnya yang menarik. Gates menyukai bagian perjalanan “mustahil” Carter di mana ia akhirnya menjadi seorang presiden.

Buku ini membantu pembacanya memahami bagaimana kehidupan di pedesaan Georgia dalam sebuah rumah tanpa instalasi air dan listrik. Meski kebanyakan cerita di dalamnya merupakan kisah dekade sebelumnya, namun buku A Full Life terasa tak asing untuk masa di mana kepercayaan masyarakat terhadap tokoh politik dan institusi sedang rendah.

Homo Deus, oleh Yuval Noah Harari.

Gates merekomendasikan buku Harari berjudul Sapiens tahun lalu, dan kelanjutannya ini menurut Gates juga menantang, enak dibaca, dan mengajak kita berpikir. Homo Deus menampilkan kondisi di mana prinsip-prinsip yang selama ini mengatur masyarakat mengalami perubahan besar pada abad ke-21, dan menimbulkan akibat pada kehidupan yang kita ketahui selama ini.

Sejauh ini hal-hal yang membentuk norma di masyarakat antara lain soal aturan agama bagaimana kita menjalani hidup dengan baik, atau hal yang lebih sederhana seperti bagaimana menghindari sakit, kelaparan, atau peperangan. Apakah yang akan terjadi pada dunia setelah kita mencapai nilai-nilai itu?

Gates sendiri mengaku tidak sepenuhnya sepakat dengan tulisan Harari, namun menurutnya pengarang itu telah menuliskan sesuatu yang cerdas soal masa depan kemanusiaan.

The Heart, oleh Maylis de Kerangal.

Saat Anda menemukan buku ini pada bagian fiksi di toko buku, Anda akan mendapati bahwa Kerangal telah mengeksplorasi kesedihan dengan cara puitis. Ia sebenarnya bercerita tentang transplantasi jantung, di mana seorang pemuda tewas dalam kecelakaan, dan orangtuanya memutuskan untuk mendonorkan jantung anaknya itu.

Namun yang lebih utama dalam buku ini bukan cerita itu melainkan kekuatan kata-kata dan karakternya. Buku ini menggunakan bahasa indah untuk menghubungkan pembacanya dengan orang-orang dalam cerita tersebut.

Born a Crime, oleh Trevor Noah.

Sebagai penggemar The Daily show, Gates mengaku menikmati membaca buku ini tentang gaya penulisnya yang melakukan pendekatan orang luar dalam mengupas kisah di dalamnya.

Terlahir dari ibu kulit hitam Afrika Selatan dan ayah kulit putih asal Swiss di negara apartheid Afrika Selatan, tokoh dalam cerita ini mendapati dirinya lahir di negara yang melarang hubungan campur. Kebanyakan cerita Noah soal kehidupan di Afrika Selatan berakhir tragis. Namun buku ini kadang-kadang membuat Anda tertawa juga.

Hillbilly Elegy, oleh J.D. Vance.

Kehidupan miskin di Appalachia yang dilukiskan dalam buku ini sangat menyentuh. Vance dibesarkan oleh kakek neneknya yang penuh cinta namun tidak stabil. Mereka mengambil alih pengasuhan Vance setelah ayahnya pergi dan ibunya tidak berminat membesarkan Vance kecil.

Melewati segala rintangan, Vance akhirnya bisa bersekolah di Yale Law School. Walau buku ini menawarkan cerita soal masalah keluarga dan sosial karena kemiskinan, namun keindahan sesungguhnya terletak pada cerita itu sendiri dan keberanian Vance mengungkapkannya. (kompas.com)

Hampir setiap orang pernah menguap. Namun tahukah Anda bahwa ternyata hanya manusia dan sebagian kecil hewan cerdas yang bisa ketularan menguap?

“Menguap barangkali merupakan perilaku manusia yang kurang banyak diketahui,” ujar Robert Provine, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf, yang meneliti mengapa menguap bisa menular. “Meskipun sudah menjadi bagian umum dari perilaku manusia dan hewan, kita masih belum yakin apa yang menyebabkan kita menguap.”

Teori menyebutkan bahwa menguap adalah cara untuk menghirup oksigen ke dalam aliran darah saat kita lelah. Teori lain mengatakan, menguap berfungsi sebagai mekanisme untuk mendinginkan otak. Namun bagaimana menguap bisa menular masih tetap menjadi misteri.

Pertanyaan soal mengapa anggota keluarga, teman, bahkan binatang peliharaan bisa tertular saat kita menguap sudah menjadi teka-teki sejak jaman Aristoteles.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara ketularan menguap dengan kedekatan hubungan antara orang yang pertama menguap dengan yang ditularinya. Sebuah study lain menyebutkan bahwa perempuan, yang memiliki rasa empati tinggi, lebih mudah ketularan menguap dibanding laki-laki.

Dan teori paling dominan soal ketularan menguap menyebutkan bahwa fenomena itu terjadi akibat adanya empati dan hubungan sosial yang dekat. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana dan mengapa?

Nah, mendukung hipotesa bahwa menguap adalah perilaku sosial, berdasarkan study tahun 2009, 2010, dan 2013 para peneliti mendapati bahwa penyandang autisme umumnya tidak ketularan menguap, begitu juga dengan psikopat. Selain itu, anak-anak juga tidak terbawa menguap hingga umur 4 tahun, usia di mana mereka mulai berkembang secara sosial.

Selain itu, simpanse, primata yang memiliki struktur sosial kompleks juga mengalami fenomena ketularan menguap. Sedangkan anjing peliharaan bisa ketularan menguap dari manusia, namun bukan dari sesama anjing, seakan mereka tahu siapa teman terdekatnya.

Apakah ini berarti kebosanan, kelelahan, atau hal-hal lain yang membuat stres menyebabkan orang menguap sekaligus membuat lebih dekat satu sama lain? Bisa jadi demikian, walau kesimpulan ini masih dipertanyakan.

Yang jelas, kebanyakan peneliti sepakat soal kecenderungan seseorang bisa ketularan menguap, dan salah satu penyebabnya adalah rasa empati dan adanya ikatan. Dan bila ketularan menguap bisa membuat hubungan keluarga menjadi lebih dekat, maka fenomena itu menjadi sesuatu yang berguna dan ada alasannya.

Karenanya berbahagialah bila saat Anda menguap, anggota keluarga yang lain ikut ketularan. Mungkin itu pertanda adanya ikatan dan hubungan yang dekat. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net