Delta Music Incubator



The Chainsmokers dan Halsey berkesempatan untuk memberi penghormatan pada DJ dan produser kenamaan Avicii yang telah meninggalkan kita untuk selamanya di acara Billboard Music Awards yang berlangsung di hari Minggu, 20 Mei lalu.

Selain memberi tribut, trio hitmaker ‘Closer’ ini juga mendorong para fans untuk memberi atensi lebih kepada orang-orang terdekat yang sedang berhadapan dengan masalah kesehatan mental. Avicii, yang bernama asli Tim Bergling, meninggal dunia secara tak terduga bulan lalu setelah berjuang melawan penyakit mental yang serius. Kematian Avicii disebutkan karena membunuh dirinya sendiri.

Sebelum menyerahkan piala Top Hot 100 kepada Luis Fonsi, Daddy Yankee dan Justin Bieber untuk kolaborasi mereka dalam ‘Despacito’, Drew Taggart dari The Chainsmokers berkata jika meninggalnya Avicii merupakan kehilangan besar untuk dunia musik. Ia menyebutkan Avicii sebagai sosok artis yang menginspirasi orang lain dan sangat berarti tidak hanya bagi komunutas EDM, tapi juga banyak orang lain.

Halsey sendiri menambahkan jika setiap orang yang pernah bekerjasama dengan Avicii menyebutkan jika sang artis adalah sosok yang sangat menyenangkan, sehingga kepergiannya memberi duka yang sangat mendalam. Tapi juga merupakan pengingat jika kita akan selalu ada untuk memberi dukungan dan cinta kepada sahabat dan keluarga yang sedang berjuang menghadapi masalah kesehatan mental. (creativedisc.com)

Hari Sabtu (19/5) menjadi hari yang paling bahagia bagi Pangeran Harry. Sebab di hari itu, resmi menikah dengan perempuan cantik Meghan Markle di St George's Chapel, Berkshire, Inggris. Pada hari yang sama, pemain Tottenham Harry Kane menjadi korban keusilan para warganet.

Royal Wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle menjadi pemberitaan yang menarik atensi dari berbagai penjuru dunia. Kabarnya, pesta pernikahan itu diliput 5000 orang media, 160 fotografer, serta 79 stasiun televisi yang menyiarkan langsung dari St George's Chapel.

Tidak hanya di stasiun televisi, pesta pernikahan itu pun ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, ada netizens yang secara khusus membuat parodi dalam bentuk foto, video berdurasi pendek, maupun gif. Satu tokoh yang menjadi "korban" kreativitas mereka satu di antaranya adalah Harry Kane.

Terlebih, penyerang tim nasional Inggris itu memiliki nama yang sama dengan Pengeran Harry. Bahkan, tidak hanya soal rupa yang dianggap memiliki kemiripan, para netizens juga menyoroti soal performa terakhir Harry Kane di ajang Premier League 2017-2018 saat Tottenhan Hotspur menghadapi Stoke City.

Pertandingan itu berakhir 2-1 untuk kemenangan Tottenham Hotspur. Namun, Harry Kane menuai kritik karena sempat mengklaim gol pertama Spurs yang dicetak Christian Eriksen. Publik menilai Harry Kane melakukan hal itu karena mengincar top scorer yang akhirnya menjadi milik Mohamed Salah.

Nah, klaim Harry Kane itu pun menjadi topik sindiran para netizens saat membahas pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Pemilik akun @KaranKhera2001, misalnya, yang menuliskan, "Hari ini, Harry Kane mengklaim telah menikah dengan Meghan Markle. #RoyalWedding."

Pada hari pernikahan tersebut juga muncul pemberitaan bahwa Ashley Cole yang merupakan mantan pemain Chelsea pernah mencoba mendekati Meghan Markle. Namun upaya itu gagal hingga akhirnya Meghan kini menjadi milik Pangeran Harry.

Nah, mau tahu seperti apa lagi sindirian untuk Harry Kane di media sosial saat Royal Wedding berlangsung. Yuk, saksikan reaksi pemilik akun Twitter di bawah ini:

(bola.net)

Raja Salman dari Arab Saudi telah mengangkat putranya, Mohammed bin Salman, menjadi putra mahkota, menggantikan sepupunya Mohammed bin Nayef. Perubahan ini bisa jadi memicu rentetan dampak yang mencapai Amerika Serikat.

Sang putra mahkota baru juga ditunjuk sebagai wakil perdana menteri dan akan melanjutkan perannya sebagai menteri pertahanan. Dengan demikian, dia akan terus memimpin pertempuran yang dipimpin Saudi di Yaman.

Meski pengumuman penunjukan Mohammed bin Salman ini mengejutkan banyak pihak, para pengamat justru sudah memperkirakannya sejak lama. Alasannya, kewenangan luas yang diberikan Raja Salman dalam beberapa tahun belakangan ini memberi kesan seolah dia sedang dipersiapkan untuk memimpin negara.

Kini tampaknya Mohammed Bin Nayef, 57, tidak akan lagi bisa berkutik karena ditikung oleh Putra Mahkota yang baru. Menyusul spekulasi yang menyebut Saudi mesti dipimpin oleh orang dari generasi muda, Mohammed bin Salman, 31, jelas menjadi pilihan untuk memodernisasi kerajaan sembari mengonsolidasi kekuatan.

Untuk Amerika Serikat, penunjukan Mohammed bin Salman bisa jadi merugikan. Prioritas AS di Timur Tengah adalah stabilitas dan situasi yang mudah diprediksi. Sementara, naiknya Mohammed bin Salman yang relatif kurang berpengalaman justru bisa membuat kawasan menjadi lebih labil.

Sebagai menteri pertahanan, Sang Pangeran telah mengambil sikap keras terhadap Qatar, Iran dan Yaman. Dengan demikian, AS pun mesti bersiap terjebak dalam ketegangan politik kawasan yang terus meningkat.

Krisis diplomatik terkini antara Saudi dan Qatar menjadi pelajaran buat Amerika dalam mengarungi jalur sempit diplomatik di Timur Tengah. Diketahui, Riyadh mencoba untuk mengisolasi Doha atas klaim yang menyebut negara tersebut mendukung terorisme.

Washington secara publik mendukung Saudi dalam kekisruhan ini. Namun, di saat yang sama, mereka juga mesti mempertahankan markas militer besarnya di Qatar.

Dengan naiknya Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota, menurut analisis CNN, dapat diasumsikan Arab Saudi akan melipatgandakan posisi garis kerasnya terhadap Qtaar, Iran dan konflik Yaman.

Sementara untuk Qatar sendiri, sulit untuk melihat dampak penunjukan ini dalam jangka pendek. Namun, pesannya jelas, hal ini berarti sikap keras Saudi akan bertahan dalam jangka panjang dan tidak akan ada suara dari generasi tua yang lebih bijak untuk menyelamatkan negara tersebut dalam waktu dekat.

Dampak terbesar mungkin akan terasa bagi Iran. Langkah ini akan membuat situasi antara kedua negara yang kini sudah berbahaya menjadi semakin labil.

Pada awal Juni, Iran menuding Saudi bertanggung jawab atas aksi teror di Teheran. Mereka menggunakannya sebagai alasan untuk meluncurkan rudal ke Suriah, melalui wilayah Saudi.

Ketegangan antara keduanya belakangan perlahan meningkat, dan Mohammed bin Salman telah mengambil sikap keras terhadap Iran. "Kami adalah target utama untuk rezim Iran," ujarnya dalam wawancara belum lama ini. "Kami tidak akan menunggu serangan terjadi di Arab Saudi, kami akan bekerja sehingga perang terjadi di wilayah Iran.

Begitu pula untuk Yaman. Perdamaian tampaknya masih jauh dari realisasi untuk negara yang dilanda konflik hingga kelaparan ini.

Dalam konflik ini, Mohammed bin Salman berperan besar, terutama dalam membantu pasukan Yaman melawan pemberontak Houthi yang dibantu Iran. Dalam beberapa hal, ini adalah pertempurannya dan dia mesti mengakhiri perang tersebut.

Namun, ini bukan hanya soal menyelamatkan wajahnya. Stabilitas Saudi berhubungan dengan stabilitas Yaman dan, untuk alasan itu, kerajaan tersebut mesti berhenti mendukung Yaman.

Kenyataan pahitnya, konflik di Yaman adalah perang proxy Iran melawan Saudi, dan putra mahkota baru ini adalah salah satu arsiteknya. Peperangan ini tidak akan bisa diselesaikan lewat jalur diplomasi dalam waktu dekat. (cnnindonesia.com)

Video musik kontroversial yang dilepas Donald Glover alias Childish Gambino untuk single barunya, ‘This Is America’ rupanya mampu membantu performa lagu di chart, utamanya Billboard Hot 100. Kini lagu tersebut-lah yang menjadi juara Hot 100, menyusul prestasinya sebagai single paling laris dan paling banyak distreaming di pekan terakhir.

Maka Childish Gambino pun mengakhiri dominasi Drake yang berminggu-minggu seolah tak tergantikan menjadi juara Hot 100. Prestasi Drake ini berkat single ‘Nice For What’ yang menjadi juara selama 4 pekan dan ‘God’s Plan’ selama 11 pekan. ‘This Is America’, ‘God’s Plan’ dan ‘Nice For What’ sendiri kini mencatatkan sejarah Billboard tersendiri, karena menjadi tiga lagu yang secara berturut debut langsung di posisi #1.

Dengan suksesnya ‘This Is America’ merebut posisi juara, maka ‘Nice For What’ melorot ke posisi #2 Hot 100 pekan ini. Sedangkan ‘God’s Plan’ menyusul di posisi #3. Melengkapi 5 besar adalah ‘Psycho’ Post Malone (#4) dan ‘Meant To Be’ Bebe Rexha bersama Florida Georgia Line (#5).

Yang juga menarik menjadi catatan untuk Hot 100 pekan ini adalah kembalinya mantan juara #1, ‘Perfect’ dari Ed Sheeran ke top 10, atau tepatnya di posisi #9. ‘Perfect’ sebelumnya menjadi juara selaa 6 pekan lamanya. (creativedisc.com)

Page 1 of 284

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM