Delta Music Incubator



Karir bermusik Randy Pandugo bisa dibilang cukup panjang. Bermusik khususnya dengan gitar sudah dia tekuni sejak SMA dengan gitaris virtuoso macam Yngwie Malmstein, Joe Satriani sebagai panutannya. Randy juga sempat membuat band berformat duo gitar vokal dengan bass bernama Di-Da dan menghasilkan satu album. Tetapi proyek ini tidak berjalan lama dan Randy memutuskan berkarier sebagai solois dan banyak tampil menyanyikan lagu dari musisi luar negeri macam John Mayer, Landon Pigg, Ed Sheeran dan lainnya di beberapa kafe di Jakarta. Dari penampilan-penampilannya tersebut akhirnya Randy ‘ditarik’ untuk bekerjasama dengan salah satu label international yang ada di Indonesia, 

Setelah proses rekrut dengan label tersebut, Rendy segera tancap gas menggarap album penuh pertamanya, dimana semua proses kreatif dan penciptaan dilakukan di Swedia dengan beberapa produser musik pop ternama dunia. Walaupun sempat tidak menulis lagu selama 5 tahun, Rendy ditantang untuk menghasilkan 8 lagu untuk album yang kemudian dinamakan “The Journey” ini hanya dalam waktu 2 bulan workshop di Swedia. Dan hasilnya adalah satu album yang menurut Rendy adalah “album yang berarti bagi saya, karena album ini merupakan rangkuman nada-nada yang ada di kepala dalam lima tahun terakhir, dan banyak hal yang terjadi dalam perjalanan karir musik saya selama lima tahun tersebut”. semua lagu di album ini dibuat dalam bahasa Inggris, karena memang ini menjadi salah satu impian Rendy sejak lama, dan album ini direncanakan untuk juga di promosikan di regional ASEAN.

 

by :  Aulia Panji (@pienji)

Industri musik hip hop di Indonesia kehadiran salah satu pendatang baru, Adrian Khalif. Menjalani hidup sebagai remaja di Amerika Serikat, tepatnya di New York, membuat Adrian mulai menemukan ketertarikannya dengan musik hip hop dan bertekad mengejar mimpinya untuk menjadi seorang musisi. Adrian menyebut Kanye West sebagai tokoh yang paling banyak memberikan pengaruh dalam musiknya.
Pengalamannya tinggal di berbagai tempat membuat Adrian terekspos akan berbagai macam budaya dan kebiasaan. Hal ini ini menjadikan dirinya memiliki empati terhadap orang dari lingkungan dan latar belakang yang beraneka ragam, dan semakin menguatkan identitas diri dan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia. Bersama Dipha Barus – salah satu DJ dan produser terbaik Indonesia, Juni 2017 kemarin, Adrian merilis single pertamanya yang berjudul Made In Jakarta yang terinspirasi dari manis pahitnya tinggal di ibukota. “The story behind Made in Jakarta is basically a song about celebration of struggles. Saya ingin lagu ini menjadi sebuah anthem untuk mereka yang berjuang dan sukses [di Jakarta]—anthem tentang [hasil] kerja keras saya dalam mewujudkan mimpi”, ujar Adrian.
Berkolaborasi dengan Dipha Barus dalam pembuatan debut single-nya ini merupakan satu pengalaman yang sangat luar biasa bagi Adrian. Dengan mengangkat ambience musik gospel dipadukan dengan melodi dan rap yang ear-friendly, Made in Jakarta diharapkan akan memberikan warna baru dalam musik Indonesia.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Page 3 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM