Music



Sejak beberapa hari yang lalu, Agnez Mo sudah memberikan kode-kode melalui video “AGNEZ x MO intro: NOISES” yang nampaknya akan menjadi permulaan kembalinya Agnez Mo setelah melejit dengan “Coke Bottle” tiga tahun yang lalu. Eh? Sudah tiga tahun ya?

Namun sepertinya waktu yang panjang ini memang sengaja untuk mempersiapkan sesuatu yang besar. Seperti sebuah single baru yang dirilis tadi malam berjudul “Long As I Get Paid”. Video untuk lagu ini dirilis melalui channel Agnez Mo Vevo, dan yang penasaran seperti apa bisa nonton di sini:

Di lima detik pertama, memang wajar bila sekelebat kita teringat pada video milik Lady Gaga “Paparazzi” karena lokasi syutingnya memang sama. Agnez Mo memilih sebuah mansion mewah di Los Angeles, Amerika Serikat bernama Chateau d’Or. Kalau dilihat lebih teliti, ini juga lokasi yang sama di mana Beyonce membuat video klip untuk single “Haunted” yang menjadi original soundtrack film Fifty Shades of Grey.

Agnez Mo menggandeng aktor Amerika Brian White sebagai model video clip “Long As I Get Paid”. Tapi sayang tidak ada narasi jelas yang ditampilkan dalam video ini, setidaknya berbentuk sebuah cerita singkat. Jadinya sulit ditangkap apa maksud dari Agnez membawa sebilah belati, padahal Agnez sudah berada di lokasi syuting yang mewah.

Tapi terlepas dari itu semua, kita bisa menikmati indahnya jubah batik yang dikenakan Agnez. Seperti gaun yang dipakai dalam video clip “Coke Bottle”, kali ini Agnez juga mengenakan hasil karya desainer Anne Avantie. Nampaknya Agnez Mo memang selalu ingin menunjukkan kebesaran negara asalnya, Indonesia, dengan memamerkan budaya melalui karya-karyanya. Selain jubah batik yang mewah, Agnez pun sekilas menampilkan gerakan tari jari-jari. (creativedisc.com)

Setelah sempat disebut enggan untuk dikait-kaitkan lagi dengan One Direction, ternyata Harry Styles tidak benar-benar lupa dengan boyband yang membesarkan namanya tersebut. Setidaknya ini terbukti saat ia memulai konser pertama dari rangkaian world tour-nya yang berlangsung di San Fransisco, pada Selasa, 19 September lalu.

Harry tampaknya ingin memulai tur dengan benar-benar istimewa dan menyajikan malam yang tak akan terlupakan bagi para penonton yang memadati auditorium Masonic. Dan salah satu caranya tentunya adalah juga membawakan lagu-lagu One Direction, dengan ‘Stockholm Syndrome’ yang diambil dari album “Four” (2014) menjadi yang pertama.

Menyusul sesi nostalgia tersebut, Harry kemudian menghadirkan materi dari album debut solonya, seperti ‘Sweet Creature’, ‘Only Angel’, ‘Woman’ dan ‘Meet Me in the Hallway’. Ia kemudian menghadirkan lagu dari katalog One Direction lain, kali ini mega hit ‘That’s What Makes You Beautiful’.

Selain lagu-lagu klasik One Direction, Harry juga meng-cover lagu milik band legendaris Fleetwood Mac, ‘The Chain’, yang diniatkan sebagai tribut atau penghargaan kepada band yang telah menginspirasi dirinya tersebut. Sang penyanyi berusia 23 tahun kemudian menutup konser dengan single hit-nya sendiri sebagai penyanyi solo, ‘Sign of the Times’.

San Fransisco adalah kota pertama di Amerika Utara yang disinggahi Harry dari 13 kota yang telah dijadwalkan di bulan September dan Oktober, di mana akan berakhir di kota Phoenix, Arizona, pada tanggal 14 Oktober. Selepasnya ia akan menyebrang ke Eropa, Australia dan Jepang di bulan Desember. (creativedisc.com)

Sam Smith kembali ke dunia musik di awal September lalu dengan single baladanya, ‘Too Good At Goodbyes’. Sebagaimana lagu-lagu Sam yang lain, ‘Too Good At Goodbyes’ pun menghadirkan melankolisme yang siap untuk meremukkan perasaan pendengarnya. Hanya saja, kali ini Sam terdengar lebih gelap dan tidak terlalu optimistik.

Hal tersebut tampaknya terefleksikan dalam videonya yang disutradarai oleh Luke Monaghan. Video menelaah tentang cinta dan kehilangan, baik dalam aspek romantik ataupun keluarga, yang diambil dari sudut pandang yang berbeda. Video memang tidak senantiasa murung, karena tetap terlihat pasangan yang saling berpelukan di dalamnya. Hanya saja, nuansa kelam nyaris senantiasa hadir di sepanjang durasi.

‘Too Good at Goodbyes’ adalah single pertama Sam Smith untuk album keduanya yang akan segera rilis dan susulan album debutnya, “In The Lonely Hour” di tahun 2014. Single juga menandakan single pertama yang dirilisnya selama hampir dua tahun terakhir.

Menurut Sam lagunya diangkat dari hubungan dirinya dengan sang mantan kekasih dan pada dasarnya berkisah tentang bagaimana ia diputuskan. Sedang album baru Sam terinspirasi oleh pelajaran yang didapatnya baik dari pengalamannya sendiri maupun orang lain.

Simak videonya di bawah ini:

(creativedisc.com)

I’m very aware some of my fans had noticed I was laying low for part of the summer and questioning why I wasn’t promoting my new music, which I was extremely proud of. So I found out I needed to get a kidney transplant due to my Lupus and was recovering. It was what I needed to do for my overall health. I honestly look forward to sharing with you, soon my journey through these past several months as I have always wanted to do with you. Until then I want to publicly thank my family and incredible team of doctors for everything they have done for me prior to and post-surgery. And finally, there aren’t words to describe how I can possibly thank my beautiful friend Francia Raisa. She gave me the ultimate gift and sacrifice by donating her kidney to me. I am incredibly blessed. I love you so much sis. Lupus continues to be very misunderstood but progress is being made. For more information regarding Lupus please go to the Lupus Research Alliance website: www.lupusresearch.org/ -by grace through faith

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez) on

Keberanian Selena Gomez melakukan transplantasi ginjal atas sumbangan sahabatnya, Francia Raisa mendapat dukungan dan pujian yang membanjir. Rekan selebriti seperti Kesha, Lady GaGa, serta Demi Lovato pun ikut mengacungi jempol atas keberanian Gomez melawan lupus.

Melalui akun Instagram, Kesha memberikan pujiannnya bahkan tidak hanya pada Gomez. Dia juga memuji GaGa yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya menderita fibromylgia.

"Hati saya bersama @selenagomez dan @ladygaga. Kita semua manusia dan butuh merawat diri. Saya harap kedua ikon ini sembuh sepenuhnya dan merasa lebih baik. Mereka merupakan contoh yang luar biasa untuk bersikap jujur dalam dunia yang sangat kritis," tulisnya.

GaGa sendiri ikut mengulurkan tangannya pada Gomez melalui akun Twitter. "Doa dan cinta untuk @selenagomez. Kau seorang pejuang. Sungguh sebuah inspirasi," cuit pelantun Bad Romance itu.

Sedangkan rekan sesama Gomez saat menjadi bintang Disney, Lovato mengatakan kepada People betapa bangga dan bahagia dirinya pada sang sahabat. "Saya pikir dia wanita yang sangat kuat. Saya sangat bahagia dan bangga padanya," ucap pelantun Sorry Not Sorry itu.

Gomez dilaporkan mengalami gagal ginjal pada Mei lalu. Dalam sebuah unggahan di Instagram baru-baru ini, dia menyertakan foto berdampingan dengan sahabatnya, Raisa saat terbaring di ranjang rumah sakit.

"Saya sadar bahwa para penggemar mengetahui saya sedang terbaring lemah ketika musim panas dan mempertanyakan mengapa saya tak mempromosikan musik terbaru yang sangat saya banggakan," kata Gomez mengawali ceritanya di keterangan foto yang diunggahnya.

Dia pun melanjutkan, "Jadi saya tahu bahwa saya butuh transplantasi sebuah ginjal karena penyakit lupus dan sekarang sudah membaik. Saya membutuhkan itu untuk kesehatan saya."

Kekasih The Weeknd ini lantas berterima kasih kepada keluarga dan tim dokter yang sudah melakukan operasi dengan sukses. Rasa terima kasih juga diberikan Gomez untuk Raisa yang telah berkorban demi dirinya.

"Dan pada akhirnya, tak ada kata yang bisa mendeskripsikan bagaimana saya berterima kasih kepada teman saya yang cantik, Francia Raisa. Dia memberikan saya hadiah dan pengorbanan yang luar biasa dengan mendonasikan ginjalnya kepada saya. Saya sangat bersyukur. Saya sangat mencintaimu,” kata Gomez.

“Saya mencintaimu, saudaraku. Senang kita bisa melewati ini bersama,” balas Raisa. (cnnindonesia.com)

Page 1 of 143

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM