Music



Hanya kurang dari sepekan lagi sebelum album terbaru Taylor Swift, “Reputation”, akan dirilis secara resmi. Tepatnya pada tanggal 10 November mendatang. Meski demikian, sepertinya album sudah mengincar status sebagai “pemecah rekor”.

Tidak heran, karena meski album belum dirilis, pre-sale untuk “Reputation” kabarnya sudah terjual sebanyak 400.000 unit, sebagaimana yang dilaporkan oleh Digital Spy. Angka ini berarti dua kali lebih besar dibandingkan angka pre-order album Taylor sebelumnya, “1989”, yang kemudian menjadi album yang terjual paling cepat di satu dekade terakhir.

Big Machine Records mengkonfirmasi angka ini kepada Associated Press (via Billboard) pada Jumat, 3 November lalu. Angka pre-order ini mencakup penjualan di Target, Walmart, Amazon, iTunes dan tentunya website Taylor itu sendiri. Target juga sudah mengkonfirmasi jika “Reputation” tercatat sebagai pre-sale album terbesar sepanjang masa mereka.

Oleh karenanya, rasa-rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi jika “Reputation” akan menyusul kesuksesan “1989” (2014), “Red” (2012) dan “Speak Now” (2010), yang sanggup terjual lebih dari 1 juta kopi di pekan pertama penjualannya.

So, are you ready for it?

(creativedisc.com)

Setelah beberapa tahun terakhir ini melakukan residensi sukses di Las Vegas, kini Britney Spears semakin melekatkan dirinya dengan kota tersebut dengan menghadirkan sebuah pusat kanker untuk anak-anak.

Digagas oleh Childhood Cancer Foundaton (NCCF), pusat kanker anak-anak tersebut diberi nama Britney Spears Campus dan dibuka secara resmi pada Sabtu, 4 November yang lalu, di mana Britney tentunya hadir. Ia juga disebutkan telah menyumbangkan sebesar $1 juta untuk pusat kanker anak-anak tesebut.

Britney, yang didampingi oleh sang kekasih, Sam Asghari, mendonasikan uang dari penjualan tiket residensinya di Planet Hollywood, agar kampus ini bisa terwujud. Dalam pidatonya Britney juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam mengumpulkan dana agar kampus bisa berdiri.

CEO NCCF, Jeff Gordon, memuji kedermawanan Britney dan berkata pada para hadirat jika ia telah melihat sisi baru sang diva pop, yang tidak banyak orang berkesempatan untuk menyaksikan langsung. Ia juga menyebutkan sangat berterimakasih kepada Britney karena bisa melakukan hal mulia seperti ini.

Selamat Britney dan sukses untuk kampusnya. (creativedisc.com)

Album baru Maroon 5, “Red Pill Blues”, akan dirilis pada Jumat, 3 November besok. Dan itu tidak menghalangi mereka untuk kembali merilis countdown track lain untuk albumnya, yaitu ‘Wait’, yang merupakan susulan ‘Whiskey’ di mana mereka berkolaborasi bersama A$AP Rocky.

Berbarengan dengan itu, band juga mengungkap penyesalan mereka karena telah memilih “Red Pill Blues” sebagai judul album. Mereka sungguh tidak mengira jika judul seperti itu bisa diasosiasikan dengan gerakan “men’s rights”, sebagaimana yang mereka sebutkan kepada Huffington Post.

Mereka menyebutkan sama sekali tidak tahun jika frasa tersebut memiliki arti lain. Alasan mereka memilih judul seperti itu karena terinspirasi dari sebuah adegan di film “The Matrix”, di mana karakter Morpheus yang diperankan Laurence Fisburne menawarkan dua pilihan pil kepada karakter Neo yang diperankan Keanu Reeves, yaitu merah atau biru.

Sang gitaris, James Valentine, berkata jika mereka sama sekali tidak paham tentang sesuatu yang disebut “men’s right” ini. Ia bahkan memberi penekanan, jika dari aksi dan sikap mereka selama ini Maroon 5 adalah pendukung gerakan feminisme. Oleh karena itu, dengan adanya asosiasi judul album yang bertentangan dengan sikap mereka selama ini kemudian menjadi sebuah situasi yang sangat buruk.

Valentine menyalahkan para troll di Internet yang harus merusakkan segala hal. Meski begitu mereka tidak akan mengubah judul album, karena menurutnya hal tersebut sudah sangat terlambat untuk dilakukan. Menurutnya, mungkin Maroon 5 bisa mengklaim kembali frasa “Red Pill” ke sisi baik. (creativedisc.com)

Sebuah album langka milik The Beatles dan dulunya pernah dimiliki oleh sang frontman, John Lennon, lengkap dengan sketsa buatan tangan, siap untuk dijual. Album rencananya akan dilelang mulai bulan depan dengan harga awal $200.000.

Album tersebut merupakan edisi awal dari “Yesterday and Today”, dan menampilkan kuartet legendaris asal Inggris ini berpakaian seperti tukang daging. Ini adalah satu-satunya copy yang tersisa setelah para eksekutif studio rekaman memerintahkan untuk menghancurkan setiap album dengan sampul tersebut.

Album milik John secara pribadi ini merupakan satu di antara yang sedikit tersisa. Ia kemudian memberikan album kepada kolektor The Beatles, Dave Morrell, di tahun 1972 sebagai ganti atas memorabilia dan materi bootleg. Sleeve album juga menampilkan pesan pribadi dari sang ikon The Beatles, serta gambar-gambar personal.

Heritage Auctions merupakan rumah lelang yang akan bertugas dalam menjual album istimewa yang langka ini. Gary Shrum, dari Heritage Auctions, menyebutkan jika kelebihan album langka ini tidak hanya seperti yang telah disebutkan di atas, namun juga hanya ada beberapa kopi saja untuk album “Yesterday and Today” dengan cover seperti ini yang dijual pada masanya, sehingga album memang sangat layak untuk dikoleksi.

“Yesterday and Today” dirilis di tahun 1966 yang lalu. Cover album dengan The Beatles dalam busana ala tukang daging memang dianggap kontroversial sehingga kemudian diganti dengan sampul yang menghadirkan profil yang lebih konvensional. (creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM