Music



Sukses dengan lagu religinya, penyanyi Devia Sherly kembali dengan lagu berjudul Cinta Hebatku. Ini merupakan single keempat yang dikeluarkannya.

Lagu ciptaan Ade Govinda sendiri berlatarbelakang cinta yang dimiliki seorang ibu pada anak-anaknya.

"Lagu ini terinspirasi dari banyaknya orangtua yang memiliki anak difabel dan masih kerap menyembunyikan anaknya, dengan cara tidak membolehkan anaknya keluar rumah," kata Devia Sherly kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

"Anak difabel haruslah mendapatkan cinta, kasih sayang, ruang dan lingkungan serta Pendidikan yang memadai agar anak bisa berkembang," tambah Devia.

Tak cukup sampai di situ, Devia Sherly juga membuat video klipnya. Ceritanya tentang totalitas seseorang yang tak terbatas dimiliki seorang ibu buat anaknya.

Meski si anak memiliki kelebihan namun sang Ibu tetap mencintai dan menyayangi anaknya dengan sepenuh hati.

"Di dalam klip itu juga terlihat inklusifitas yang terbangun antara anak non difabel bersama anak-anak difabel dengan beragam kelebihannya," katanya.

Ibu tiga anak itu mengharapkan dengan dibuatnya video klip Cinta Hebatku ini dapat memotivasi para ibu yang memiliki anak difabel agar bisa sepenuhnya menerima, mencintai dan menyayangi anak mereka dengan sepenuh hati. (liputan6.com)

Denpasar - Gitaris Balawan bakal mengeluarkan album baru. Rencananya, usai Lebaran nanti, Balawan akan muncul dengan album terbaru. Album ini rencananya akan berbentuk digital. Saat ditemui di Nusa Dua, Balawan mengaku belum memiliki nama untuk judul albumnya.

"Judul albumnya belum ada. Di album ini saya murni sendiri tidak ada kolaborasi," kata Balawan kepada Liputan6.com, di Nusa Dua, Bali, Senin, (9/5/2016).

Balawan menceritakan albumnya nanti berisi tujuh materi lagu. "Empat nyanyi, tiga instrumental. Formatnya nanti digital. Tapi ada juga bentuk CD-nya," papar Balawan.

Sebelum mengeluarkan album, Balawan mengaku akan mengeluarkan sebuah singel terlebih dahulu yang diberi judul 'Bunga'. "Sekarang video klip-nya lagi digarap. Di Bali digarapnya," tuturnya.

Ia berharap perubahan musiknya dapat diterima publik nasional. Dengan begitu, tawaran manggung akan semakin banyak. Sebab, kata Balawan, dari sana-lah pundi-pundi ekonomi musisi masuk.

"Target album sih agar banyak live performance. Musisi sekarang income-nya dari sana lebih banyak. Kepingan CD nggak ada yang beli sekarang. Bentuknya nanti digital, tapi ada CD-nya juga. Soalnya tokonya sudah nggak ada. Tokonya online sekarang," katanya. (liputan6.com)

Siapa sangka jika Project Pop telah 20 tahun lamanya menapaki karir di dunia musik. Dalam perayaannya itu Yosie, Tika, Udjo, Gugum, Odie dan Oon pun akan merayakannya dengan sebuah konser mini bertajuk 'Project Pop Menuju Anniversary 20 Tahun'.

"Ini menyambut ultah kita, karena memang kita kepikiran sudah lama. Tiap awal tahun kami ingin sekali buat konser dan rasanya tidak bisa terwujud karena banyak hal. Awalnya mau di usia 17 tahun, akhirnya baru bisa pas 20 tahun," ujar Tika saat jumpa pers di Sebastian Coffee, Jl. RC Veteran no 11A, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

Konser yang akan digelar pada tanggal 20 Mei nantinya itu akan menjadi awal permulaan bagi Project Pop ke konser yang lebih besar. Rencananya, mereka akan membuat konser yang lebih besar pada bulan September mendatang.

"Sekarang bikin showcase kecil dulu. Istilah anak sekarang ngecek-ngecek ombak. Ini kan road to ulang tahun, harapannya nanti bisa bikin konser sesungguhnya yang lebih besar," ujar Tika.

Konsernya sendiri akan digelar di Soehana Hall The Energy Building, SCBD, Jakarta. Untuk konsepnya, Project Pop menghadirkan suguhan yang Intim. Hanya terbatas 500 Popop--sebutan penggemarnya--yang bisa menyaksikan langsung.

"Persiapannya sekarang kami sudah latihan intensif. Sempat mendapat kesulitan sebetulnya di awal untuk memilih lagu mana saja. Karena, kalau dinyanyikan semua pasti nggak cukup. Akhirnya diputuskan 26 lagu dari sembilan album yang kami punya," ujar Yosie.

Selain lagu-lagunya yang lucu, kostum juga selalu menjadi sorotan dari aksi panggung Project Pop. Belum lagi, akankah nantinya grup pelantun hits 'Gara-gara Kahitna' itu menggandeng musisi lain untuk berkolaborasi?

Sementara itu pihak promotor sendiri mengaku acara ini memang dijadikan sebagai ajang kerinduan para fans Project Pop.

"Showcase ini akan mengobati kerinduan penggemar Project Pop dan khalayak ramai. Karena Project Pop sendiri sudah lama tidak tampil di televisi dan ada di panggung sendiri," tutup perwakilan promotor Catur Nawa Lintasswara, Theresia Caesarini Sebastian.

Konser mini Project Pop akan menjual kelas tiket yang bisa dibeli di kiostix. Ada Gold (Rp 350 ribu) dan Platinum (Rp 500 ribu). (liputan6.com)

Bunga Citra Lestari alias BCL dikenal sebagai penyanyi yang piawai melantunkan lagu bertema cinta. Namun, untuk lagu bertema lain, istri Ashraff Sinclair itu tetap maksimal mengolah vokalnya.

Hal tersebut tergambar melalui lagu berjudul "Tundukkan Dunia". Lagu bertema nasionalisme tersebut dinyanyikan oleh BCL sebagai single terbaru sekaligus soundtrack film 3 Srikandi, yang juga dibintanginya.

"Lagu ini punya makna yang lain, enggak cinta-cintaan ke sesama pasangan, tapi lebih bagaimana cinta kita kepada tanah air Indonesia," ucap BCL saat ditemui di kawasan Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan, Minggu (8/5/2016).

Melalui lagu tersebut, BCL ingin membagi semangat kepada para penonton film terbarunya, terutama generasi muda, kalau Indonesia bisa menaklukkan dunia melalui cara apa pun.

"Lagu ini lebih ke yang mengajak kita, mengingat lagi tentang persatuan. Kalau kita bisa sebetulnya melakukan dunia seperti apa yang dilakukan oleh 3 Srikandi," BCL menerangkan.

Film 3 Srikandi mengisahkan tentang perjalanan atlet panah wanita Indonesia yang bertanding di Olimpiade Seoul 1988. Dalam film garapan Multivision Plus Picture (MVP) itu, BCL memerankan tokoh Nurfitriyana bersama dua rekannya Lilies Handayani (Chelsea Islan) dan Kusuma Wardani (Tara Basro) sebagai tiga atlet panah wanita Indonesia yang berlaga di ajang Olimpiade Seoul 1988. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM