Music



Penyanyi Pink dan Christina Aguilera ternyata telah mengakhiri perseteruan mereka yang dimulai 2001 silam sejak beberapa tahun terakhir. Keduanya akur kembali dan diam-diam berduet dalam sebuah karya.

Hal ini diakui oleh Pink ketika diwawancara The Sun. Pelantun So What tersebut mengakui telah melakukan rekaman bersama Aguilera pada dua tahun lalu.

"Kami melakukan duet untuk albumnya [Christina Aguilera] dan saya tidak tahu kapan akan rilis, tapi itu sangat menakjubkan," kata Pink.

"Kami melakukannya dua tahun yang lalu, jadi saya tidak ingat judulnya, tapi dia luar biasa."

Berdasarkan laporan The Sun, duet ini diperkirakan akan dirilis 2018.

Pink juga membantah soal ia yang disebut tampak mengejek Christina saat memberikan penampilan khusus untuk mendiang Whitney Houston di American Music Awards baru-baru ini.

"Christina telah tampil luar biasa untuk salah satu penyanyi favorit kami yang pernah ada. Ini tentang Whitney dan saya sangat mengagumi talenta Christina. Tunjukkan klip di mana saya menangis," kata Pink.

Pink dan Christina Aguilera dikabarkan bermusuhan sejak mereka bekerja sama dalam menggarap ulang lagu Lady Marmalade bersama dengan Lil' Kim dan Mya. Lagu Lady Marmalade versi 2001 itu dibuat untuk keperluan film Moulin Rouge!.

Dikisahkan The Sun, konflik bermula ketika Christina Aguilera membawa serta produser Ron Fair yang dengan sewenang-wenang mengambil alih bagian not tinggi lagu itu untuk Aguilera. Pink mengaku ia sewot saat itu.

Kondisi makin parah ketika Christina Aguilera menggandeng rekan karib Pink, penulis lagu Linda Perry untuk membuatkan Aguilera lagu ikonisnya, Beautiful pada 2002. Rumor menyebut, Aguilera 'mencuri' Perry dari Pink.

Setelah lebih dari 13 tahun berlalu, kini Pink menyebut tuduhan perseteruan dia dan Christina Aguilera secara terus-menerus sempat membuat pelantun Give Me A Reason tersebut frustasi. Ia pun angkat suara.

"Saya melakukan ini tak seperti biasanya, tapi menurut saya, narasi itu perlu diubah, itu omong kosong," kata Pink.

"Saya tidak akan tahan untuk itu, tapi saya sudah terbiasa dengan itu, jujur ​​saja. Ini tidak pernah terjadi pada pria, ini sangat spesifik untuk wanita," lanjut Pink.

Di sisi lain, Pink juga berbicara tentang video musik barunya untuk Beautiful Trauma yang dibintangi Channing Tatum.

Dia mengatakan tidak sulit membujuk si "Logan Lucky" untuk tampil di video musiknya, terlebih dalam hal permintaan mengenakan gaun wanita.

"Dia gila dan olahraganya bagus, dia juga banyak tertawa," ungkap Pink.

"Kami memiliki waktu yang sangat menyenangkan, dia suka mengenakan gaun, dia seperti, 'tentu saja' dan langsung melakukan semua yang kami minta," tambahnya, seperti dikutip dari Ace Showbiz. (cnnindonesia.com)

BEIJING - Jembatan Sungai Yangtze di kota Nanjing, China dikenal sebagai salah satu tempat "favorit" di dunia untuk bunuh diri.

Sudah banyak orang yang mengakhiri hidupnya dari jembatan ini, tetapi ada satu orang bernama Chen Si yang secara sukarela mencegah orang-orang yang hendak bunuh diri.

Selama 13 tahun terakhir, Chen sudah menyelamatkan 300 orang. Tindakan  Chen Si itu menjadi inspirasi sebuah film dokumenter garapan Frank L Leonardo dan Jordan Horowitz.

Kedua orang ini membuat film dokumenter berjudul The Angel of Nanjing untuk Journeyman Films yang memang dikenal sebagai tempat film-film dokumenter bermutu.

Belum lama ini, situs NowThisNews mencomot cuplikan film dokumenter yang mengisahkan aksi heroik Chen Si. Cuplikan video itu langsung ditonton sebanyak 12 kali.

Chen pertama kali pergi ke jembatan Nanjing pada 2003, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua. Kala utu dia datang ke Nanjing untuk bekerja .

Di Nanjing, Chen bertemu dengan seorang pria tua yang banyak memberinya nasihat-nasihan untuk menghadapi hidup dengan penuh optimisme.

Kemudian pria tua itu jatuh sakit dan bercerita soal anak-anaknya yang sudah berseteru soal warisan yang akan ditinggalkannya. 

Kondisi itu membuat pria tua itu enggan mengonsumsi makanan apapun dan akhirnya meninggal dunia.

Persahabatannya dengan pria tua itu menjadi motivasi Chen untuk membantu sesamanya. Dia yakin jika dia mengabaikan pria tua itu maka seluruh kehidupannya akan berbeda.

"Apa yang lebih penting ketimbang hidup itu sendiri?" kata Chen.

Setelah itu, setiap pekan, Chen pergi sejauh 25 kilometer je jembatan itu. Dia selalu tiba pukul 07.30. Dia kemudian menyusuri jembatan itu baik dengan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki.

Jika dia bertemu seseorang yang ingin bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan itu, Chen kemudian mengajak orang tersebut berbicara dan membujuk mereka agar mengurungkan niatnya.

Chen bahkan menuliskan nomor teleponnya di jembatan itu jika seseorang membutuhkan bantuan saat dia tak berada di sekitar tempat tersebut.

Salah satu sebab Chen rela membantu orang-orang yang hendak bunuh diri itu karena dia memahami perasaan mereka. 

Banyak dari mereka yang berniat bunuh diri bukanlah warga Nanjing, tetapi pekerja migran yang jauh dari kampung halaman mereka.

Chen mengatakan, dia pernah menjadi salah satu dari orang-orang putus asa itu, kecewa dengan kehidupan dan jauh dari keluarga yang dicintainya.

Namun, dia kemudian menemukan bahwa banyak hal yang bisa dicapai dalam kehidupan dan dia tak ingin seorang pun menyia-nyiakan hidupnya dengan cara nekat yaitu bunuh diri.

Namun, niat baik Chen tak selamanya mendapatkan respon positif. Pekan lalu dia terluka karena diserang seseorang yang hendak ditolongnya. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM