Music

Grammy Awards ke-60 akan kembali ke Madison Square tahun depan dan telah dikonfirmasi jika host tahun ini, James Corden, akan kembali menjabat sebagai sang pemandu acara untuk acara penganugerahan musik tahunan tersebut. CBS mengumumkan hal ini pada Rabu, 17 Mei, di saat presentasi stasiun televisi ini kepada para advertiser di Carnegie Hall, New York City.

Awal tahun ini Corden telah menggantikan LL Cool J yang sebelumnya mendapat kehormatan dengan menjadi host selama 5 tahun berturut-turut. Selain Grammy, sang komedian dan pembawa acara asal Inggris tersebut memang telah memiliki banyak pengalaman dalam hal memandu acara. Ia telah memandu acara Tony Awards ke 70 dan telah menjadi MC Brit Awards sebanyak 5 kali.

Sang pembawa acara “The Late Late Show with James Corden” telah mendapatkan pujian saat bertugas sebagai pemandu Grammy. Sebagai intro ia dengan berani melakukan rap, terjatuh dari tangga secara sengaja, dan kemudian memimpin sebuah carpool karaoke yang penuh bintang. Ada nama-nama seperti Jennifer Lopez, John Legend, Jason Derulo, Faith Hill, Tim McGraw dan banyak lagi yang sukses diajaknya menyanyikan lagu klasik milik Neil Diamond, ‘Sweet Caroline’. (creativedisc.com)

London - Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris. Indonesia ingin belajar dari London agar penyelenggaran Asian Games 2018 bisa selevel Olimpiade.

Sebelum meninjau, JK mendengar pemaparan dari pengelola dan pelaksana Olimpiade London 2012. JK juga diajak melihat London Stadium yang merupakan kandang klub liga Inggris, West Ham United. Setelah itu JK berkeliling melihat fasilitas di Aquatics Centre. 

Wapres JK yang merupakan ketua tim pengarah kepanitiaan Asian Games 2018 ingin fasilitas untuk Asian Games 2018 yang dibangun bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat luas. Misalnya untuk atletik, konser musik, sepak bola dan lain-lain.

"Pertama, ini kan mencari pengalaman karena mereka melaksanakan Olimpiade 2012. Lalu bagaimana memaksimalkan kompleks olahraga, juga untuk fungsi lainnya untuk masyarakat seperti atletik, konser musik, sepakbola dan lainnya, tapi tidak merusak sistem," ujar JK usai kunjungan ke London Stadium, Rabu (17/5/2017).

Saat ini pembangunan-pembangunan fasilitas olahraga masih dilakukan dan diharapkan selesai akhir tahun 2017 ini. Meski begitu, menurut JK ada hal yang lebih panting dari sekedar pembangunan. 

"Tapi yang paling penting adalah kooordinasi pelaksanaannya. Ini pekerjaan yang harus terkoordinir. Bahkan mereka menawarkan advise. Karena melaksanakan Olimpiade dan Asian Games tidak jauh beda, ada sekitar 10 ribu atlet," ungkapnya.

JK berharap kualitas Asian Games tahun depan bisa selevel dengan Olimpiade. "Iya, memang tidak jauh berebeda (pelaksanaannya). Syarat-syarat stadion juga dibikin bersama," pungkasnya.

Sementara itu Chief Executive London Legacy Development Corporation, David Goldstone, menyampaikan pembangunan Queen Elizabeth Olympic Park dilakukan dengan perencanaan jangka panjang. Kawasan yang dibangun di atas lahan seluas 202 hektar ini dibangun hingga 2031, selaras dengan pengembangan fasilitas lainnya untuk masyarakat.

Terkait London Stadium, West Ham United mengkontraknya dalam jangka panjang. Selain itu stadion tersebut juga biasa digunakan konser musik dalam skala besar.

Pantauan detikcom, dari satu venue ke venue lain di Queen Elizabeth Olympic Park cukup berdekatan. JK berjalan kaki sekitar 200 meter dari Stadion London menuju Aquatics Centre. 

Salah satu keunikan kolam renang indoor itu di antaranya adalah lantai kolam yang bisa diatur kedalamannya. Selain itu, kapasitas penonton juga bisa disesuaikan. Jika saat digelar olimpiade dapat menampung 15 ribu penonton, di luar event itu bisa dikurangi hingga 2.500 penonton saja. 

Tidak hanya itu, 40 ribu hunian untuk masyarakat juga dibangun di sekitar kompleks olahraga ini. Pembangunan pusat perbelanjaan dan bisnis yang dibangun juga diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat di timur London. 

"Ini meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi," ungkap Goldstone. (detik.com)

Palembang - "Saya tak mau sombong. Tapi Anda lihat sendiri sudah seperti apa kami mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2018."

Kalimat itu diucapkan Alex Noerdin, gubernur Sumatera Selatan, saat menerima detikcom di tempat kerjanya di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini. Ia menatap kami dengan penuh kepercayaan diri, "memaksa" kami untuk memercayai setiap ucapan dia saat memaparkan "masterpan" gawean Asian Games tahun depan.

Alex tahu, dan oleh sebab itu menantang kami untuk membuktikan omongannya di atas, karena sebelum bertemu kami menyempatkan waktu untuk keliling kota dan melihat-lihat sudah sejauh mana Palembang bersolek untuk menyambut event olahraga terbesar di Asia itu.

Dibandingkan dengan Jakarta, Palembang seperti kurang kedengaran gaungnya sebagai sama-sama kota penyelenggara Asian Games 2018. Lucunya, sejauh ini kesiapan Jakarta malahan acapkali dipertanyakan. Sebab, untuk hajatan sebesar ini, mereka tampak "adem ayem". Ironisnya, sejumlah masalah (sempat) muncul seperti tarik-ulur soal wisma atlet di Kemayoran dan dugaan penyelewengan dana sosialiasi. Renovasi sejumlah venue pun kongkretnya baru dikebut di pengujung 2016.

Sementara di seberang Selat Sunda sana, Palembang terus melenggang relatif tanpa "kegaduhan".

"Itulah, kadang-kadang media nasional kurang berimbang memberitakan persiapan Asian Games di sini. Untuk Palembang, dapat saya katakan persiapan kami sudah hampir 90 persen," ujar Alex.

Harus diakui, konsep Jakabaring Sport City (JSC) yang mulai berdiri sejak tahun 2010 menjadikan Palembang selalu siap untuk menggelar event-event besar khususnya di dunia olahraga. Sebab – dan ini yang sangat penting – mereka mampu memelihara aset dan propertinya dengan baik, sehingga tak terbengkalai – seperti misalnya Samarinda pasca menggelar PON 2008 atau Pekanbaru usai PON 2014.

Sebagai bukti, sepanjang tahun 2011 sampai 2016 kemarin JSC sudah menggelar sedikitnya 36 event olahraga bertaraf internasional. 

JSC memang satu-satunya komplek olahraga terintegrasi yang ada di Indonesia. Belasan venue berstandar internasional bercokol di lahan seluas lebih dari 300 hektar, yang dulunya adalah rawa-rawa. Dari pengamatan detikcom, venue-venue tersebut tinggal dipoles sedikit, dicat lagi, diperbaiki beberapa bagian saja, supaya kembali terlihat lebih bagus.

Tak cuma venue, komplek ini juga dilengkapi dengan wisma atlet yang dapat menampung sedikitnya 2.000 orang – terdiri dari tiga gedung --, plus aula khusus untuk bersantap para olahragawan yang sedang bertanding di sana.

"Di sini para atlet bisa saling berkenalan dengan atlet-atlet dari cabang olahraga lain. Dining hall kami bisa memuat 3.000 orang dalam satu sesi makan" ujar Mansyur, sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumsel.

Alex berani membandingkan efisiensi JSC dengan Jakarta. Ilustrasi dia, jika atlet menginap di hotel di tengah kota, sedangkan venue cabang-cabang olahraga terpencar-pencar, mereka harus bangun tidur lebih awal untuk sarapan dan menembus kemacetan menuju tempat pertandingan yang terjadwal pagi. Pun ketika harus kembali ke hotel dari venue yang akan memakan waktu lebih lama.

"Di sini, dari wisma mereka hanya perlu 5-10 menit untuk sampai di venue. Sarapan tak perlu tergesa-gesa, plus mereka masih punya waktu banyak untuk melakukan persiapan sebelum bertanding," cetus sang gubernur. (detik.com)

Tujuh paket renovasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tengah dikerjakan. Stadion Utama menjadi PR terbesar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

GBK menjadi venue utama Asian Games 2018 mulai 18 Agustus sampai 2 September. Kondisi GBK yang sudah tua memaksa pemerintah untuk merenovasi kompleks olahraga tinggalan Asian Games 1662 itu. 

Agar memudahkan proses lelang dan pengerjaannya, Kementerian PUPR memisahkan menjadi tujuh paket pengerjaan renovasi GBK. AG 1 meliputi Stadion Utama, AG 2 pada Training Facility, AG 3 pada Stadion Renang, AG 4 meliputi Lapangan Hoki, Panahan, dan Sepakbola A/B/C, AG 5 (Istora), AG 6 (Stadion Tenis Indoor dan Centercourt) dan AG 7 (Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket).

Berikut penjelasan Kementerian PUPR soal sudah sejauh mana renovasi yang mereka lakukan seperti disampaikan dalam rilsi kepada detikSport, Rabu (7/12/2016). 

Paket AG 1 atau Stadion Utama menjadi pekerjaan konstruksi terbesar Kementerian PUPR. Sampai saat ini renovasi telah menyelesaikan pembongkaran kursi tribun. 

Selain itu, GBK tengah dalam tahap perbaikan lantai tribun serta pembuatan drainase lapangan. Di samping itu tengah digarap pembongkaran area venue, pengelupasan cat dinding stadion dan pembongkaran instalasi ME.

Pekerjaan lapangan untuk AG 2 atau venue Training Facility tengah dalam tahap pembongkaran eksisting, pembongkaran atap, tribun, dan penyimpanan material bongkaran atau aset untuk gedung latihan bulutangkis.

Paket AG 3 telah menyelesaikan pemasangan saluran air untuk kolam polo air. Saat ini renovasi paket 3 dalam tahap pembesian lantai dasar kolam. Pekerjaan pelebaran galian dan pembuatan shotcreate kolam utama, pengecoran plat lantai area sekitar kolam polo air dan perbaikan lantai tribun. Untuk kolom struktur atap dan kolom struktur tribun dibuat baru.

Pekerjaan Paket AG 4 sedang dalam tahap penggalian dan pemasangan pipa HDPE untuk lapangan sepakbola A dan B, serta pipa Rcpipe untuk lapangan sepakbola C. 

Untuk lapangan Hoki sedang dalam pekerjaan pemasangan pipa Rcpipe. Adpaun untuk lapangan panahan tengah dalam proses pemasangan pondasi tribun dan pemasangan pipa HDPE.

Untuk pekerjaan Istora (AG 5) sedang dalam proses pengelupasan cat bangunan dan pembongkaran ruang pompa, scoring board, dan keramik lantai tribun. Serta pekerjaan pembuatan pondasi bangunan pemanasan dan pembongkaran atap bangunan.

Selanjutnya untuk pekerjaan Stadion Tennis Indoor (AG 6) dalam tahap pemasangan rangka atap, pemasangan dinding bata ringan, instalasasi listrik dan penambahan struktur tangga. Pada Stadion Tennis Centercourt sedang dalam tahap pembesian pondasi lift, pemasangan dinding bata ringan, perbaikan tribun dan instalasi listrik.

PR besar Kementerian PUPR ada pada pembangunan Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket atau paket AG 7. Sebab, proses pelelangan belum selesai. 

Paket AG 7 itu telah menetapkan dan mengumumkan pemenang tender pada 29 November 2016. Saat ini tengah dalam tahap masa sanggah hasil lelang. Penandatangan kontrak baru dapat dilakukan 8 Desember 2016.

Terkait penataan kawasan Wisma Atlet Kemayoran dan GBK Senayan dalam tahap penyusunan draft Detail Engineering Design (DED), dengan target penyelesaian pada pekan kedua Desember 2016. 

Adapun untuk progres pelelangan kontraktor pelaksana dijadwalkan pada pekan ketiga Desember 2016 dan pelaksanaan fisik untuk penataan kawasan GBK dijadwalkan pada Januari 2017. Jadwal untuk kawasan Wisma Atlet Kemayoran pada Maret 2017. (detik.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net