Music



Setidaknya 10 orang meninggal dunia, puluhan orang lainnya mengalami luka bakar ketika sumur minyak ilegal di Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbakar pada Rabu (25/04) dini hari.

"Hasil koordinasi kami dengan camat, korban meninggal dunia sepuluh orang, luka-luka masih didata," demikian keterangan yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPB) Aceh Timur pada Selasa pagi.

Keterangan yang dikeluarkan oleh BPBD menyebutkan api diduga 'berasal dari percikan api pada saat seorang pekerja melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukkan ke dalam sumur'.

Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh mengatakan satu sumur yang dibor secara tradisional mengeluarkan minyak dan gas dan di saat yang bersamaan datang sekelompok warga untuk mengambil minyak yang keluar.

Dikatakan kelompok orang yang sedang mencari minyak mentah tersebut berjumlah lebih dari 10 orang.

Warga datang ke lokasi untuk mengambil tumpahan minyak yang tidak tertampung.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, mengatakan sampai saat ini api masih belum dapat dipadamkan dan pihaknya masih melakukan upaya agar api agar tidak melebar ke sumur bor yang lain.

"Hampir setiap rumah warga memiliki sumur bor dibelakang rumah, jaraknya sekitar 30 meter," kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, seperti dilaporkan wartawan di Aceh, Hidayatullah.

Wahyu Kuncoro menambahkan sumur bor ilegal yang meledak tersebut memiliki kedalaman sekitar 250 meter dan menyemburkan minyak yang berlebihan karena volume minyak yang begitu banyak.

Ia mengatakan pihaknya masih melakukan sterilisasi sekitar sumur yang meledak, agar tidak merambat ke puluhan sumur bor lainnya.

Bupati Aceh Timur, Hasballah, mengatakan sejauh ini sudah empat kali terjadi ledakan di wilayah yang sama.

Ledakan sumur bor ilegal terjadi sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Puluhan warga yang mengalami terluka dan yang telah meninggal dunia dibawa kerumah Sakit Abdul Azis Perlak dan Rumah Sakit Jubir Mahmud, Idi Kabupaten Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur dalam wawancara dengan TVOne mengatakan bahwa sumur minyak ilegal berada tengah di permukiman warga.

"Warga tak tahu teknis pengeboran (yang aman) ... limbah (minyak) bertebaran," kata Hasballah.

Di Aceh Timur terdapat sejumlah sumur minyak yang merupakan bekas pengeboran di zaman Belanda.

Seorang pejabat setempat kepada TVOne mengatakan sumur yang terbakar adalah 'sumur baru'. (bbcindonesia.com)

Pihak kepolisian dan wilayatul hisbah (polisi syariat) mengamankan 12 orang waria dari sejumlah salon di Kabupaten Aceh Utara saat menggelar operasi penyakit masyarakat, akhir pekan lalu. Para waria yang terjaring operasi kemudian dibina agar berperilaku seperti layaknya pria.

Kapolres Kabupaten Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata di Lhoksukon menyatakan, waria tersebut diamankan dari lima salon yang tersebar di Kecamatan Lhoksukon dan Panton Labu.

"Mereka merupakan pekerja dan pengunjung salon, saat ini sudah kita amankan ke Mapolres. Waria ini akan dilakukan pembinaan hingga mereka benar-benar menjadi seorang pria," kata Kapolres Untung seperti dilansir dari Antara.

Sumber lain di Polres Aceh Utara menyatakan, para waria itu sempat berupaya melawan dan menangis saat akan diangkut petugas ke Mapolres.

Petugas juga mendapati video porno di ponsel mereka, dan barang bukti lainnya. Sementara lima unit salon yang selama ini beroperasi di Lhoksukon dan Pantonlabu telah diberi garis polisi.

Setiba di Mapolres, kata AKBP Untung, mereka disatukan dalam sebuah kelompok baik yang diamankan di salon Lhoksukon dan Panton Labu.

Rambut para waria itu dicukur. Mereka juga diberi pakaian pria.

"Di samping itu, petugas juga membina mereka dengan cara disuruh berlari sejenak, kemudian juga disuruh bersorak sekeras-kerasnya hingga suara pria mereka keluar," sebut Ahmad Untung Surianata.

Kapolres mengatakan, operasi pekan yang digelar akhir pekan kemarin untuk mencegah meningkatnya populasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

LGBT dinilai akan berdampak buruk terhadap generasi penerus bangsa. Operasi pekat itu juga telah mendapat restu dari ulama.

Isu LGBT belakangan mendapat sorotan setelah Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materiil KUHP tentang zina dan hubungan sesama jenis yang tercantum pada Pasal 284 tentang perzinaan, Pasal 285 tentang pemerkosaan, dan Pasal 292 tentang homoseksual.

Sedangkan beberapa hari lalu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut ada fraksi-fraksi di DPR yang mendukung dan menolak LGBT, meski hal itu kemudian diklarifikasi oleh Partai Amanat Nasional selaku partai yang dipimpin Zulkifli. (cnnindonesia.com)

Rakyat Indonesia kini harus berbangga dengan kearifan budaya lokal yang semakin menarik minat para seniman internasional. Belakangan ini, Coldplay memamerkan proyek video untuk lagu "Amazing Day" yang di dalamnya terdapat tarian asal Aceh, Tari Saman.

Dalam video berdurasi 4 menit 42 detik itu, band asal Inggris tersebut juga turut menampilkan pertunjukan Tari Topeng Jawa yang sedang dilakoni oleh dua orang penari di atas panggung. Video terbaru Coldplay itu juga menampilkan berbagai momen bahagia, tempat wisata, serta kebudayaan di seluruh dunia.

Diakui oleh band yang terdiri dari Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion itu, bahwa video tersebut merupakan hasil kiriman dari berbagai fans di seluruh dunia atas permintaan mereka sebelumnya. Fans Indonesia beruntung karena tarian Aceh dan Jawa turut dimasukkan ke dalamnya.

"Pada 19 November 2016, kami memintamu untuk menunjukkan apa yang terjadi di sudut duniamu untuk proyek film Amazing Day. Ribuan darimu telah melakukannya. Berikut film yang telah diselesaikan," tulis Coldplay melalui akun Facebook resmi mereka belum lama ini.

ampai artikel ini dibuat, proyek video yang diiringi lagu dari album A Head Full of Dreams itu telah dibagikan lebih dari 72 ribu kali dan disaksikan sebanyak lebih dari 3,7 juta kali. Tari Saman tak hanya diperlihatkan sekilas, melainkan muncul selama 2-3 detik. Di situ, para penari wanita terlihat melakukan gerakan Tari Saman di sebuah padang rumput.

Pengguna Facebook Aditya Syah Putra berterima kasih kepada Coldplay sembari menunjukkan rasa bangganya atas dimasukkannya dua tarian Indonesia dalam video lagu tersebut. "Indonesia.... Saman and topeng dance tradisional... Thanks coldplay. The best song for this new years," tulisnya. (liputan6.com)

MEULABOH - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (4/1/17) pagi hingga kini terus meluas ke 11 Kecamatan. Hanya tinggal satu kecamatan saja yang tak terendam banjir.

 

“Kondisi hari ini banjir terus meluas ke 11 kecamatan, hanya tersisa satu kecamatan, yaitu Panton Reu," kata Teuku Syahluna Polem, kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat kepada wartawan, Minggu (8/1/17).

Menurut Syahluna, ketinggian banjir akibat luapan air Sungai Kreung Woyla dan Kreung Meurebo itu bervariasi mulai dari 50 hingga 170 sentemeter.

“Ketinggian banjir bervariasi, sebelumnya wilayah Kecamatan Woyla hampir mencapai 2 meter, tapi sejak tadi pagi mulai surut di sana, sekarang malah naik ke Kecamatan Kaway XVI dan Meureubo dengan ketinggian rata-rata 1 meter," katanya.

Banjir selama lima hari ini berdampak pada 5.949 kepala keluarga atau 19.282 jiwa warga yang tersebar di 11 kecamatan.

 

 

Syahluna merinci, 11 kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, Woyla Induk, Woyla Timur, Woyla Barat, Sungai Mas, B ubon, Kawai XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM