Music



Tidak terasa kita sudah menapaki bulan terakhir di tahun ini. Semua sibuk bersiap menyambut pergantian tahun. Sebagian menyiapkan resolusi tahun baru yang ingin diwujudkan pada kehidupan di tahun depan. Resolusi dibuat berdasarkan pencapaian yang sudah diraih. Ada yang berhasil memenuhi resolusinya, sebagaian ada yang baru meraih separuh dari target. Namun ada pula yang tidak meraih pencapaian sama sekali dalam kehidupan yang dijalani saat ini, berada di titik yang sama dan tidak berpindah kemana-mana. Bahagia dengan kondisi ini? 

Sebagian orang tidak bisa menemukan kepuasan pada hidupnya ketika terjebak dalam kondisi hidup yang itu-itu saja. Tidak mengalami perkembangan yang signifikan dalam hidup bisa membuat orang jadi tidak bahagia. Sementara, orang lain sudah meraih peningkatan level dalam hidupnya.
Pernah mengalami kondisi seperti ini? Merasa terjebak dengan hidup dan kehilangan kendali atas hidup sendiri. Rasanya sangat ingin keluar dari kehidupan yang monoton. Bagaimana caranya?
Dilansir dari lifehack.org, Selasa (6/12/2016) ada 5 hal yang bisa dilakukan agar Anda bisa menemukan kembali kendali dalam hidup dan lebih bahagia karenanya.

Sadari Kekuatan Diri 
Tidak tahu langkah yang mesti dilakukan untuk membawa perubahan dalam kehidupan membuat seseorang hanya diam di satu titik. Menghabiskan waktu dalam aktifitas yang sama tanpa ada perubahan. Keadaan ini bisa menimbulkan frustasi. Akhirnya menyalahkan orang lain dan dunia luar atas kondisi stuck yang dialaminya. Jika mengalami ini, Anda harus mengambil kembali kendali hidup. Mulailah dengan menyadari kekuatan apa saja yang dimiliki. Sadar akan kekuatan yang dimiliki akan memandu untuk melangkah ke arah yang tepat pada pilihan hidup yang membuat Anda bahagia.

Mulailah Hidup Sehat
Tubuh yang sehat berperan untuk membentuk pola pikir yang sehat pula. Budaya hidup sehat yang diterapkan seperti istirahat yang berkualitas, nutrisi makanan tercukupi, olahraga teratur, tidak merokok dan menerapkan gaya hidup sehat lainnya, membuat kita menjadi orang yang bertanggung jawab atas kesehatan diri dan menghargai hidup. Tubuh yang sehat membuat Anda punya lebih banyak pilihan aktivitas yang ingin dijalani untuk menjadi bahagia.

Lakukan Hal yang Membuat Bahagia
Merasa terjebak dalam hidup menimbulkan ketidakbahagiaan bagi orang yang mengalaminya. Harus keluar dari keadaan ini agar bisa kembali bahagia. Tidak ada salahnya memilih aktivitas yang jarang atau belum pernah dilakukan sama sekali untuk menghalau rasa bosan. Anda bisa saja ikut komunitas hobi yang baru, menonton film, menghadiri pengajian, membaca buku, berwisata kuliner atau bicara dengan orang yang baru Anda temui. Aktivitas ini dipilih karena ada harapan Anda akan bahagia melakukannya. Perasaan bahagia membukakan pikiran untuk menghadirkan pilihan-pilihan hidup yang menyenangkan untuk dilakukan.

Cari Pekerjaan Baru
Jika pekerjaan yang selama ini dijalani tidak membawa kebahagiaan dalam kehidupan Anda, mungkin ini saatnya untuk segera mencari pekerjaan baru. Keberadaan uang memang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan. Itu terpenuhi dengan bekerja. Tetapi bahagia tidak selamanya soal uang. Jika pekerjaan yang dijalani saat ini membuat Anda terjebak dan tidak bisa bahagia, mengapa bertahan dengan pekerjaan sekarang? Anda bisa mulai cari pekerjaan baru atau ciptakan lapangan kerja sendiri.

Dalam bukunya "How to Become a Famous Writer Before You’re Dead", Ariel Gore menuliskan, jika Anda tidak tahu hal apa lagi yang harus dilakukan, lakukanlah sesuatu yang sama sekali berbeda dari yang biasa Anda kerjakan. Anda berhak untuk bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik. (liputan6.com)

Wanita karier sering disibukkan dengan tugas dan pekerjaan yang seolah tidak selesai. Belum selesai dengan pekerjaan di kantor, urusan rumah tangga sudah menunggu untuk ditangani. Waktu 24 jam sepertinya tidak cukup, bahkan waktu untuk diri sendiri pun tidak ada. Hal itu bisa membuat seorang wanita menjadi stres berkepanjangan. Berikut cara yang bisa Anda lakukan agar lebih bisa menikmati hidup di sela-sela padatnya aktivitas, seperti dilansir dari All Womens Stalk, Senin (28/22/2016).

Sadari bahwa hidup adalah pilihan
Pada dasarnya, kesibukan adalah sesuatu yang kita pilih sendiri. Kita seringkali mengambil peran dan tanggung jawab terlalu banyak. Hal tersebut membuat jadwal harian kita memadat dengan banyak aktivitas. Anda bisa memilah peran mana yang termasuk prioritas atau bisa dilimpahkan ke orang lain. Buka jadwal Anda dan pilih aktivitas yang meskipun Anda tinggalkan tidak memiliki pengaruh besar bagi Anda.

Rencanakan hari Anda
Jika Anda memulai hari tanpa target dan rencana, Anda kemungkinan mengerjakan tugas satu ke tugas lain tanpa ada satupun yang selesai. Setiap malam sebelum tidur, buatlah jadwal untuk hari esok. Anda juga bisa memberikan target batasan waktu untuk satu tugas. Hal ini bisa membuat hari Anda lebih terencana dan membantu Anda tetap fokus.

Jadwalkan jam istirahat
Tak kalah penting dari membuat jadwal tugas Anda sehari-hari, Anda juga harus membuat jadwal untuk waktu istirahat. Meskipun pekerjaan Anda sangat banyak dengan deadlineketat, usahakan tetap memberikan jeda bagi tubuh Anda untuk relaksasi. Ada bisa menghabiskan 10 atau 15 menit di sela-sela jam kerja untuk berjalan-jalan di taman dekat kantor, membuat segelas kopi dan menghirupnya perlahan, atau bercanda sebentar dengan rekan kerja. Hal tersebut bisa memberikan suntikan energi dan semangat secara cepat.

Belajar berkata “Tidak”
Anda telah disibukkan dengan pekerjaan Anda sendiri. Namun ketika seorang rekan kerja meminta bantuan untuk menyelesaikan tugasnya, Anda tidak bisa menolaknya karena tidak enak hati. Meskipun Anda tidak keberatan membantu mereka, namun Anda harus lebih dulu memprioritaskan pekerjaan Anda terlebih dahulu. Ingat bahwa berkata “tidak” bukan berarti Anda tidak ramah.

Jangan sungkan meminta bantuan
Bila Anda merasa beban pekerjaan Anda sudah di luar kemampuan, jangan sungkan untuk meminta bantuan. Katakan ke bos Anda bahwa jadwal Anda sudah hectic dan usulkan untuk menugaskan pegawai lain membantu Anda. Hal ini berlaku juga untuk urusan rumah tangga. Jika pekerjaan rumah tangga sudah sangat berat Anda pikul sendiri, bicarakan dengan pasangan atau anggota keluarga yang lain untuk membantu atau mencari solusi bersama. (liputan6.com)