Music



DEA

December 06, 2017

Dea Delila atau biasa dipanggil Dea adalah penyanyi yang bisa dibilang bukan pendatang baru di kancah musik Indonesia. Dea yang dulu dikenal sebagai satu-satunya vocalis wanita dari grup musik Hivi, saat ini memutuskan untuk menjalankan karier bermusiknya sendiri.
Bukan hal baru bagi Dea untuk menulis sebuah lagu, dan kali ini sebuah karya yang dipilih menjadi single debutnya pun diciptakan Dea bersama Caturadi Septembrianto dan Arnold Sadrach. “Cinta 99%” adalah judul dari single yang menceritakan tentang seseorang yang sedang merasa jatuh cinta namun belum 100% yakin dengan perasaannya. Dea yang menulis lirik pada single perdananya ini menghasilkan sebuah single yang segar dan berbeda. Sederhana namun mudah dicerna dan enak didengar, apalagi alasan yang bisa membuat lagu ini tidak bikin penasaran untuk segera didengarkan.
Setelah beberapa waktu lalu Dea sempat berkolaborasi dengan banyak musisi, yang juga dianggap sebagai perkenalan Dea dari pihak label nya (Musica’s Studio) sebagai artis terbarunya, kali ini para penikmat musik Indonesia akan benar-benar disuguhi siapa sih Dea yang sebenarnya melalui single perdananya ini. Perkenalan Dea yang ‘baru’ melalui lagu ini, juga berasal dari aransemen yang sangat nge pop dengan unsur jazz yang minimalis yang digarap oleh arranger musik kenamaan Ari Renaldi atau yang lebih kita kenal dengan Ari Aru yang juga sudah berpengalaman memproduseri banyak penyanyi seperti Tulus, Yura, Raisa, Ungu, Maudy Ayunda sampai band indie pop Mocca.
Menjadi solois ditempuh Dea dengan setumpuk keyakinan, “I had a tons of people that love me for who I am, jadi ngapain takut buat mulai mengeksplorasi ekspresi musik sendiri” tegas Dea.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

TRISOULS

November 02, 2017

Trisouls adalah grup vokal berbasis di Jakarta yang terdiri dari 3 pria muda yang terdiri dari Yerry Ririassa, Jesse Thomasmore, dan Damien Jonathans. Kelompok ini dibentuk setelah mereka tampil bersama dalam sebuah konser yang disebut Orchestronic. Trisouls memulai single pertamanya di bawah label Warner Music Indonesia dengan title “Senyummu Hanya Untukku”. Senyummu Hanya Untukku adalah moment untuk Trisouls sebagai pendatang baru di dunia musik Indonesia yang ingin menunjukkan rasa cintanya terhadap sesuatu yang menjadikannya sebagai motivasi untuk Trisouls tetap berkarya dalam bermusik.

Senyummu Hanya Untukku bercerita tentang seseorang yang kagum dengan senyum seseorang yang dicintainya, seseorang tersebut juga menggambarkan senyum kekasihnya melebihi semua keindahan yang ada di alam semesta, seperti bulan, bintang, mentari karena rasa kagumnya yang luar biasa terhadap kekasihnya tersebut. Mengusung tema fun, fresh & fantastic, lagu ini dikemas dalam nuansa akustik dan aransemen yang fun sehingga membuat lagu ini enak untuk didengarkan, untuk produksi lagu dipercayakan kepada Abdul (Coffee Theory), dan Irvan Nat sebagai Vocal Director, Harmonisasi suara Trisouls merupakan salah satu factor yang membuat lagu ini menjadi unik dan berbeda dari yang lain.


Setelah single perdana mereka “SENYUMMU HANYA UNTUKKU” yang berhasil tembus 1 juta stream hanya di Spotify (belum termasuk DSP yang lain) dan berhasil masuk sebagai nominasi di AMI Awards 2017 (kategori produksi group vocal), tak ketinggalan juga web series dan video clip yang sudah lebih dari 1juta viewers di youtube. TRISOULS merilis single terbaru mereka yang berjudul, Terbawa Perasaan. Lagu ini masih menonjolkan genre Pop R&B modern yang sama seperti single mereka yang terdahulu, dan bercerita tentang momen yang sering sekali dialami semua orang ataupun para SoulFamz (sebutan untuk fans Trisouls), yaitu terbawa perasaan dari biasa saja menjadi Cinta.

“Lagu ini bertujuan untuk mengingatkan kepada pendengar bahwa cinta tak harus memliki, banyak dari kita yang mungkin memaksakan ego untuk mengungkapkan perasaan tetapi ujungnya menyakitkan” ungkapan dari salah satu personil Trisouls yang memang semua orang pasti mengalami hal di atas. Lagu ini memang sangat dalam maknanya terutama untuk para pedengar yang sedang mengalami kejadian tersebut. “Hati-hati terhadap perasaan cinta yang mulai tumbuh kepada sahabat atau teman sendiri, karena hal tersebut justru dapat merusak hubungan persahabatan.” Tuntas salah satu personil Trisouls.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

NADYA FATIRA

October 10, 2017

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz.

Beberapa bulan lalu, Nadya juga tampil sebagai teman duet singer/songwriter lain yaitu Sandy Canester. Dilagu ini, Sandy Canester sebagai pencipta lagu bercerita tentang keperluan nya untuk mencari teman duet di lagu berjudul ”Awalnya” ini. Melalui perjumpaan yang ‘tidak di sengaja’ dengan Nadya Fatira disuatu panggung di Sulawesi, dan dari panggung itu juga Sandy dan Nadya akhirnya sepakat untuk mengarap lagu sepulangnya ke Jakarta. Hanya butuh dua kali brainstorming dan jammming lagu “Awalnya” yang bernuansa akustik minimalis ini tercipta, dimana di beberapa album terakhir, nuansa rock / elektrik lebih banyak menghiasi lagu-lagunya. Dan Sandy sendiri seperti kembali ke awal karir nya dimana dia banyak menciptakan lagu hanya dengan gitar akustik. Sedang Nadya sepertinya sudah cukup yakin dengan konsep akustik minimalis dan sangat cocok dengan lagu ini.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Karir bermusik Randy Pandugo bisa dibilang cukup panjang. Bermusik khususnya dengan gitar sudah dia tekuni sejak SMA dengan gitaris virtuoso macam Yngwie Malmstein, Joe Satriani sebagai panutannya. Randy juga sempat membuat band berformat duo gitar vokal dengan bass bernama Di-Da dan menghasilkan satu album. Tetapi proyek ini tidak berjalan lama dan Randy memutuskan berkarier sebagai solois dan banyak tampil menyanyikan lagu dari musisi luar negeri macam John Mayer, Landon Pigg, Ed Sheeran dan lainnya di beberapa kafe di Jakarta. Dari penampilan-penampilannya tersebut akhirnya Randy ‘ditarik’ untuk bekerjasama dengan salah satu label international yang ada di Indonesia, 

Setelah proses rekrut dengan label tersebut, Rendy segera tancap gas menggarap album penuh pertamanya, dimana semua proses kreatif dan penciptaan dilakukan di Swedia dengan beberapa produser musik pop ternama dunia. Walaupun sempat tidak menulis lagu selama 5 tahun, Rendy ditantang untuk menghasilkan 8 lagu untuk album yang kemudian dinamakan “The Journey” ini hanya dalam waktu 2 bulan workshop di Swedia. Dan hasilnya adalah satu album yang menurut Rendy adalah “album yang berarti bagi saya, karena album ini merupakan rangkuman nada-nada yang ada di kepala dalam lima tahun terakhir, dan banyak hal yang terjadi dalam perjalanan karir musik saya selama lima tahun tersebut”. semua lagu di album ini dibuat dalam bahasa Inggris, karena memang ini menjadi salah satu impian Rendy sejak lama, dan album ini direncanakan untuk juga di promosikan di regional ASEAN.

 

by :  Aulia Panji (@pienji)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM