Music



Meski berstatus sebagai artis, mereka tetap manusia yang punya emosi dan rasa kesal. Begitu juga dengan penyanyi ikonik Elton John. Sang penyanyi asal Inggris ini dengan marah-marah memutuskan untuk turun panggung di tengah-tengah konser residensi Las Vegasnya.

Insiden ini terjadi pada Kamis, 1 Maret lalu. Elton merasa kesal karena seorang fan kerap menyentuh dirinya saat sedang membawakan lagu ‘Saturday Night’s Alright (for Fighting)’. Setelah membentak sang fan yang sangat ramah alias rajin menjamahg tersebut, Elton pun turun panggung dengan gusar.

Dalam sebuah video yang dilansir TMZ (lihat di sini), tampak Elton mengundang beberapa penonton untuk bergabung ke atas panggung dan menemani dirinya yang bernyanyi sembari memainkan piano. Salah seorang penonton, seorang pria, terlihat mencoba untuk menyentuh Elton, yang sepertinya meminta sang legenda melakukan “high five”. Tidak terima dengan “ketidak-sopanan” sang pria, Elton lantas mengucap “F**k off” kepadanya.

Tapi rupanya sang pria tak mengenal rasa segan dan terus menerus menyentuh Elton. Seorang aggota keamanan mencoba mengusir sang pria beberapa kali, sebelum akhirnya Elton merasa muak dan dengan merasa marah turun ke bawah panggung, sementara band tetap memainkan lagunya.

Para penonton lain sempat mengira jika konser telah berakhir akibat ulah sang penggemar usil. Untungnya Elton sudah bisa menenangkan diri dan kembali ke atas panggung dan menyelesaikan pertunjukkannya. Tapi bukan berarti ia sudah melupakan insiden yang baru terjadi. “Tidak ada lagi naik ke atas panggung saat lagu ‘Saturday Nigt’. Kalian mengacaukannya,” kata Elton kepada penonton sebelum membawakan lagu ‘Circle of Life’.

Sebelum insiden terjadi, beberapa waktu lalu Elton mengumumkan jika ia akan pensiun dari melakukan konser setelah melangsungkan tur di 300 tempat, “Farewell Yellow Brick Road”. Sebagai alasan Elton menyebutkan jika ia ingin lebih fokus pada sang suami, David Furnish, dan anak-anak mereka, Elijah dan Zachary. (creativedisc.com)

Orang yang paling bahagia ternyata bukanlah orang yang tak pernah menunjukkan rasa marahnya, ungkap sebuah temuan baru. Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, kata penulis studi. Kebahagiaan juga tentang merasakan emosi lain, seperti kecewa atau marah, yang sama-sama berharga bagi kesehatan mental.

Tak bisa dipungkiri, dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu. Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi “bom waktu” dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang. Walau ada juga, beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Para peserta disurvei tentang perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, serta perasaan apa yang paling ingin mereka tunjukkan. Peserta juga menjawab pertanyaan tentang gejala depresi dan kepuasan hidup.

Tak heran, temuan yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology tersebut mendapati, sebagian besar peserta berharap untuk bisa menunjukkan emosi yang lebih menyenangkan dalam hidup mereka.

Tetapi terlepas dari jenis emosi yang paling ingin ditunjukkan dan terlepas dari negara atau budaya, peserta yang menunjukkan emosi paling sesuai dengan kondisi emosi yang mereka alami, melaporkan kepuasan hidup lebih besar dan lebih sedikit gejala depresi.

Walau begitu, penelitian ini menekankan bahwa bukan berarti Anda bebas menjadi orang yang pemarah bagi orang lain, seperti mengutarakan kata-kata buruk yang menyakiti hati orang lain.

Semisal, saat Anda merasa kesal, Anda boleh berbicara dengan nada kesal, namun jika ternyata kekesalan itu sudah berlalu, tidak perlu dibuat-buat. Sebab untuk bisa menjadi kunci kebahagiaan, tujuan dari kemarahan adalah untuk “mengingatkan”, bukannya memuaskan emosi, kata Tamir.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa orang yang lebih bahagia adalah mereka yang menjalani emosi secara alami dan positif. Saat marah disalurkan dengan baik, maka pemulihannya akan menjadi lebih cepat, tak ada dendam, tak ada penyesalan, dan itu menyehatkan mental, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia secara keseluruhan," kata Tamir.

Selanjutnya, penelitian masa depan diperlukan untuk melihat apakah jenis emosi tidak menyenangkan lainnya, seperti rasa bersalah, ketakutan, kesedihan, atau rasa malu, juga merupakan bagian penting dari pengalaman hidup, kata Tamir. (kompas.com)

Sebastian Vettel terlibat kontroversi dalam lajunya di GP Meksiko 2016. Selain terkena penalti sehingga kehilangan podium, secara khusus pebalap Ferrari itu juga sempat marah-marah sampai mengucap kata-kata kasar di radio tim.

Vettel menyudahi balapan, Senin (31/10/2016) dinihari WIB, dengan berada di posisi empat tapi sempat naik ke peringkat tiga akibat penalti lima detik yang dijatuhkan kepada Max Verstappen dari Red Bull.

Akan tetapi, Vettel pada prosesnya kehilangan podium tersebut setelah mendapatkan penalti 10 detik akibat sebuah manuvernya ketika hendak mempertahankan posisi dari Daniel Ricciardo, pebalap Red Bull lainnya.

Hal itu membuat Vettel akhirnya turun ke posisi lima sedangkan podium ketiga GP Meksiko jatuh ke tangan Ricciardo--yang tidak absen merayakannya bersama tim walaupun tidak di atas podium resmi (mengingat kesempatan pada momen itu sudah lewat).

Dalam sengitnya balapan saat berada di tengah-tengah dua driver Red Bull itulah Vettel sempat marah-marah di radio tim. Ia bahkan memaki Direktur Balapan FIA Charlie Whiting.

Berikut cuplikan percakapan Vettel dengan timnya di radio tim, seperti dilansir Crash.net.

Vettel: Minggir, minggir. F**k, ya ampun. F**k dengan dirinya (Verstappen), seperti itulah dia. Apa cuma aku yang melihat ini, atau kalian luput melihatnya? Ia mendorongku ke arah Ricciardo? F**k, ya ampun

Ferrari: Charlie bilang [tidak jelas]…

Vettel: Ini pesan buat Charlie: F*** off! F*** off! Begini ya, aku sepertinya akan menabrak. Sepertinya banku bermasalah, yang kiri belakan [usai insiden di Turn 4 dengan Ricciardo].

Ferrari: Bannya tak apa-apa.

Vettel: Ia harus menyerahkan posisinya. Titik

Ferrari: Charlie bilang tidak.

Vettel: Ini pesan buat Charlie. F*** off! Bener, deh, f**k off.

Maurizio Arrivabene: Sebastian, Sebastian tenang. Hal itu sedang diselidiki. Kami tahu ini tak adil, tapi tetap tenang. Tundukkan kepala dan kami akan bicara setelahnya.

Vettel Sudah Temui Whiting

Pada prosesnya Vettel mengungkap dirinya sudah bertemu dengan Whiting usai balapan terkait dengan kata-katanya di radio tim tersebut. Namun, ia enggan merinci lebih jauh.

"Saya tak mengerti kenapa justru Anda yang ribut-ribut dan bertanya-tanya. Sudah pasti perkataan saya tak tepat. Di sisi lain emosi dan adrenalin saya saat itu sedang terpompa," ucapnya kepada Sky Sports.

"Saya tak paham kenapa Anda berusaha memojokkan saya dan memaksa saya menjawab sesuatu dan kemudian Anda berusaha berputar-putar lagi. Atas rasa hormat saya sudah menemuinya dan bilang apa yang saya katakan," beber Vettel.

Ketika ditanya lebih lanjut bagaimana reaksi Whiting, Vettel menjawab, "Itu bukan urusan Anda".

Kritik terhadap Vettel dari Kubu Bekas Tim

Tindakan Vettel juga mengundang kritikan dari Red Bull, yang bekas timnya sendiri. Salah satunya datang dari Helmut Marko, penasihat tim Red Bull yang juga menjadi bagian dari empat titel juara dunia F1 Vettel.

"Situasiinya sangat tak pantas buat seorang juara dunia empat kali. Pilihan kata-katanya sudah pasti tidaklah berkelas," sebut Marko di Motorsport.com.

Pilihan kata-kata ketika sedang emosi juga menjadi topik utama kritik dari Verstappen, pebalap Red Bull yang seperti Vettel juga sempat melaju di balik kokpit Toro Rosso.

"Saya tak tahu seberapa sering ia menggunakan kata-kata kotor secara umum tapi saya pikir ia harus sekolah lagi atau sesuatu semacamnya agar bisa bicara lebih baik," ujar Verstappen di Crash.net.

"Saya akan bicara kepadanya karena caranya menangani ini semua konyol sekali. Ia selalu terlihat frustrasi sekali, sepanjang pekan ini saja ia terus-menerus berteriak di radio. Saat ini ia hanyalah seorang pria yang frustrasi," sebutnya. (detik.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM