Music



Di era 90-an, Boyz II Men dikenal berkat harmonisasi vokal mereka yang padu dan biasanya dihadirkan secara akapela. Mungkin ingin mengenang kembali “masa keemasan” tersebut, maka penanyi kekinian Charlie Puth mengajak boygroup legendaris tadi untuk membantunya di salah satu lagu yang terdapat dalam album “Voicenotes” miliknya yang berjudul ‘If You Leave Me Now’.

Diset sebagai single ketiga, ‘If You Leave Me Now’ dibuka dengan Charlie bernyanyi secara akapela, sementara Boyz II Men dengan harmonisasi prima di latar. Setelah chorus pertama barulah Boyz II Men menyanyikan versenya, sebelum kemudian bergabung Charlie untuk bernyanyi bersama mereka.

“No, this is not goodbye. I swear that I’m gonna change. No, baby please don’t cry; it doesn’t have to end this way,” nyanyi Charlie membuka lagu dan kemudian secara bersama ia dan Boyz II Men menyanyikan lirik seperti, “If you give it up and just walk right out you will take the biggest part of me and all the things that I believe.“

Lagu ‘If You Leave Me Now’ menghadirkan pendekatan perbeda bagi Charlie, setelah dua single “Voicenotes” sebelumnya, ‘Attention’ dan ‘How Long’, cenderung bergaya dance. Sebuah lagu R&B yang merdu dan halus, Charlie menyebut ‘If You Leave Me Now’ sebagai salah satu lagu favorit yang pernah ditulisnya.

Meski rasa-rasanya akan menjadi calon hits Charlie berikutnya, kehadiran single bukan tanpa bersamaan dengan kabar buruk. “Voicenotes” awalnya akan dirilis tanggal 19 Januari. Namun melalui media sosial Charlie mengumumkan jika ia harus menunda perilisan album. Meski begitu ia menjanjikan album akan tetap dirilis di tahun 2018 ini.

Masalah tunda menunda memang bukan hal baru bagi Charlie. Album debutnya, “Nine Track Mind”, pun mengalami penundaan perilisan, setelah awalnya direncanakan rilis tanggal 6 November 2015, akhirnya dilepas secara resmi pada tanggal 29 Januari 2016.

Dengar ‘If You Leave Me Now’ di bawah ini:

(creativedisc.com)

Paduan suara mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ultima Sonora, berhasil membawa pulang tiga medali penghargaan dari Singapore International Choral Festival (SICF) 2016, Sabtu (13/8/2016).

Ultima Sonora yang dikenal dengan sebutan Ulson ini meraih satu Gold Diploma untuk kategori Folklore serta dua Bronze Diploma untuk kategori Mixed Voice dan Musica Sacra. Ini menjadi prestasi internasional perdana bagi paduan suara tersebut.

Ketua Ultima Sonora, Raymond Zamrudi, mengatakan bahwa timnya mempersiapkan lagu-lagu yang mereka nyanyikan dengan sebaik-baiknya.

"Kami bisa bertemu sekaligus bertukar pikiran dengan anggota choir lain dari berbagai negara, dan tentunya bisa merasakan suasana yang berbeda saat menaiki panggung internasional di luar Indonesia," kata Raymond, seperti yang dikutip dari laman umn.ac.id, Kamis (18/8/2016).

Dalam SICF 201f yang berlangsung dari 10 Agustus hingga 13 Agustus 2016 itu, Ulson menyanyikan tiga lagu untuk tiga kategori. Untuk kategori Mixed Voice, mereka membawakan "Salmo 150", "O magnum Mysterium", dan "Wash Me Thorughly".

Sedangkan, untuk kategori Musica Sacra, mereka menampilkan lagu "Alleluia", "Gloria 3", serta "Ave Maria". Lalu, lagu daerah berjudul "Benggong", "Luk Luk Lumbu", dan "Ahtoi Porosh" dinyanyikan pada kategori folklore.

"Pematangan dan penguasaan lagu serta koreografi berjalan dengan baik. Kami melatih sembilan lagu sekaligus dengan intensitas latihan antara empat hingga lima hari dalam seminggu," ucap Raymond.

Tim Ultima Sonora terdiri dari 34 penyanyi, seorang pianis, dan seorang konduktor. Sebelum tampil di SICF 2016, mereka terlebih dulu mengikuti pre-competition di Fuction Hall kampung UMN, beberapa gereja di wilayah Tangerang, dan sekolah Santa Ursula BSD. (kompas.com)

Penyanyi rap Indonesia, Denada, tampil unik dalam Pesta Rakyat: Konser Kemerdekaan di Eks Driving Range GBK Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016) malam.

Keunikan itu bukan dari gaya berbusananya, melainkan dari musik yang ia suguhkan.

Ibu satu anak ini berduet dengan Wildones memadukan gamelan Bali dengan musik elektronik lewat lagu terbarunya "Sing Ken Ken".

Tak hanya itu, Denada juga menyuguhkan tarian Bali bernuansa hiphop, lengkap dengan penari latar berpakaian tradisional Bali.

Ia bergerak gemulai sekaligus enerjik mengikuti irama mengentak sambil bernyanyi rap. Sementara ribuan penonton yang datang seakan terhanyut.

"'Sing Ken Ken' itu bahasa Bali artinya enggak apa-apa. Di dalamnya kami menggabungkan musik EDM dan tradisional yaitu gamelan Bali," ucap Denada yang ditemui sebelum tampil.

"Di situ kami juga kolaborasi dengan penari Bali. Makanya aku ajak Shakira lihat karena penari Bali-nya pakai kostum," tambahnya. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM