Music



Kolaborasi Luis Fonsi dan Daddy Yankee, dalam ‘Despacito’ kini telah meraih kesuksesan lain. Video untuk single dance-latin tersebut kini telah sukses menjadi video paling banyak ditonton di YouTube. ‘Despacito’ hanya perlu 7 bulan setelah dirilis untuk menumbangkan pengisi posisi tersebut sebelumnya, yaitu ‘See You Again’ milik Wiz Khalifa dan Charlie Puth. Video ‘Despacito’ telah disaksikan lebih dari 3 miliar kali. Tepatnya 3.054.940.041 sampai tulisan ini diturunkan.

Daddy Yankee tentunya merasa sangat senang dengan prestasi ini. Dengan memanfaatkan akun Instagram Billboard, ia mengucapkan rasa syukurnya menjadi (salah satu) raja YouTube baru. “Terimakasih YouTube untuk sukes ‘Despacito'”, katanya. “Sungguh sebuah pengaruh yang besar dari platform ini. Industri musik telah berubah. Peraturan musik pun telah berubah. Dan YouTube memiliki penyebab yang besar dan aku sangat menghargai hal tersebut. Memecahkan rekor memang sangat menyenangkan dan aku merasa senang bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.”

Berkat remix yang menampilkan Justin Bieber, ‘Despacito’ secara pasti merajai tangga lagu. Lagu telah sukses menjadi juara Billboard Hot 100 selama 12 pekan sejauh ini. Lagu juga menjadi track yang paling banyak distreaming sepanjang masa, yaitu sekitar 4.6 miliar kali.

Kurang dari sebulan lalu, ‘See You Again’ Wiz Khalifa dan Charlie Puth telah melewati prestasi ‘Gangnam Style’ milik rapper Korea Selatan, PSY. Kini balada tersebut harus rela berada di posisi 2. (creativedisc.com)

Semakin berat badan Anda, semakin besar kemungkinan Anda memiliki risiko mengidap masalah kesehatan.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada Selasa (18/7/2017) oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health, peningkatan berat badan pada awal dan pertengahan usia dewasa akan meningkatkan resiko kesehatan di kemudian hari.

Orang yang mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah sedang (2,22 - 10 kilogram) sebelum usia 55 tahun meningkatkan resiko kematian dini, penyakit kronis dan menurunkan kesempatan untuk mendapatkan hari tua yang sehat. Semakin tinggi kenaikan berat badan, semakin besar pula risikonya.

"Penelitian ini secara sistematis memeriksa hubungan penambahan berat badan dari awal hingga pertengahan masa dewasa dengan resiko kesehatan utama di kemudian hari," kata peneliti senior Frank Hu, yang juga profesor di bidang nutrisi serta epidemiologi dan Ketua Departemen Nutrisi Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Adapun studi tersebut menganalisis data dari 93.000 peserta di mana berat badan mereka ditimbang pada usia 18 hingga 21 tahun, dan dilihat kembali 37 tahun kemudian. Hasilnya didapati bahwa rata-rata wanita mengalami kenaikan berat badan 10 kilogram, sementara pria naik rata-rata 8,6 kilogram. Dan mereka yang yang memperoleh tambahan berat lebih banyak juga menderita lebih banyak penyakit.

"Temuan menunjukkan bahwa bahkan jumlah kenaikan berat badan yang sedikit bisa memiliki akibat pada kesehatan,” kata Frank.

Parahnya, awal dan pertengahan masa dewasa adalah saat kebanyakan orang justru bertambah berat badannya. Ini karena metabolisme mereka melambat, lebih rentan cedera, dan menjadi kurang aktif pada usia 30 dan 40-an karena harus bekerja lebih lama dan memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding saat berusia 20-an.

Studi lain dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Cambridge di Inggris pada tahun lalu menyebutkan kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan risiko kematian dini.

Selain itu pada tahun 2013, 500 periset dari lebih 300 institusi global yang tergabung dalam Global Mortality Collaboration BMI (Body Mass Index), menyatakan bahwa untuk setiap kenaikan lima unit dalam BMI (dari, katakanlah, dari 30 sampai 35), maka meningkat pula risiko kematian karena penyakit jantung sebesar 49 persen, 38 persen untuk kematian akibat penyakit pernafasan dan 19 persen untuk kematian akibat kanker.

BMI menghitung berat badan, otot, lemak dan tulang dalam kaitannya dengan tinggi dan jenis kelamin. BMI 25 sampai 29,9 dianggap kelebihan berat badan, dan mereka yang memiliki BMI 30 atau lebih dianggap obesitas; sementara orang gemuk yang tidak sehat memiliki BMI 44,9 atau lebih.

Perlu juga diketahui bahwa bahaya kelebihan berat badan lebih besar pada orang muda dibanding pada orang tua, dan pada pria daripada pada wanita.

Intinya, ada risiko kesehatan yang signifikan terkait dengan kelebihan berat badan. "Dokter perlu memberi nasihat kepada pasien tentang bahaya kelebihan berat badan yang mencakup risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi, penyakit kardiovaskular, kanker dan kematian dini," kata Shilpa Bhupathiraju, ilmuwan penelitian di departemen nutrisi di Harvard Chan School of Public Health. (kompas.com)

Karier, hobi, dan keluarga acap kali memberikan tantangan serta ujian pada hidup Anda. Tak sedikit orang yang rela banyak berkorban demi keberlangsungan tiga hal tersebut di atas.

Namun, apakah tiga hal itu adalah unsur utama yang membuat hidup seseorang paling bahagia? Ternyata, tidak.

Riset dari London School of Economics terhadap 200.000 responden di seluruh dunia menyimpulkan bahwa hubungan cinta atau pernikahan yang langgeng serta harmonis lebih membahagiakan daripada memiliki uang banyak.

Kala para responden diminta untuk mengurutkan hal-hal yang membuat mereka bahagia, survei menyebutkan, uang berada di peringkat terakhir.

Lalu, apa yang membuat orang merasa sangat berbahagia? Jawabannya adalah memiliki pasangan hidup yang hangat, setia, dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, kehilangan pasangan menjadi alasan utama yang membuat mayoritas responden bersedih dan depresi.

Kemudian, survei juga mengungkapkan, kebahagiaan-kebahagiaan kecil seperti, mengudap cokelat, makan es krim, dan menonton serial televisi favorit juga dianggap sebagai kebiasaan yang membuat pikiran tenang dan hati senang.

“Hasil survei ini jelas memperlihatkan bahwa orang-orang harus mengubah perspektif mengenai kebahagiaan. Uang bukan segalanya, ini terbukti,” pungkas Richard Lavard, Ph.D., seorang profesor School of Economic dan rekan penulis hasil survei. (kompas.com)

Usia 20-an katanya menjadi waktu paling menantang. Kebanyakan mereka menuntaskan pendidikan dan banyak yang memulai kariernya.

Masa pencarian jati diri, ambisi, serta obsesi sukses di usia muda, sering membuat mereka melakukan lima kesalahan paling umum di usia 20-an. Seperti melansir dari Lifehack.org, Rabu (12/4/2017) berikut uraiannya;

Kesalahan # 1
Memaksa diri untuk mencari tahu semua hal dan mengharapkannya terjadi sekaligus

Tekanan untuk membangun karier sukses, menemukan pasangan sempurna, dan menemukan visi pada usia 30-an menjadi tuntutan bagi orang muda. Tak heran jika masalah kesehatan mental banyak terjadi pada kelompok usia ini.

Kesalahan # 2
Hidup untuk bekerja bukan bekerja untuk hidup

Mempunyai karier dan mendapatkan gaji yang baik menjadi menjadi kebanggan dan kepuasan tersendiri. Apalagi saat ditawarkan berbagai pilihan tempat kerja dengan gaji lebih menggiurkan.

Beberapa orang memutuskan pindah untuk uang yang melimpah dengan konsekuensi kehilangan hobi dan banyak waktu luang. Jangan biarkan hal ini terjadi pada Anda. Coba untuk menyeimbangkan antara bekerja dan menikmati hidup.

Kesalahan # 3
Menjadi sinis daripada berusaha memikirkan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat perbedaan

Pilihan untuk menjadi Sangat sinis dan fokus pada pemikiran negatif menghalangi langkah Anda untuk menciptakan inovasi. Padahal ketimbang sinis, Anda bisa mengambil kesempatan utnuk membuat perbedaan.

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah donasi dan sumbangan rutin ke lembaga-lembaga terkait, melakukan pekerjaan sukarela, atau terlibat dalam kelompok yang bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Kesalahan # 4
Berpikir cinta saja sudah cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan

Hubungan terbaik tidak didasarkan hanya pada cinta romantis saja. Tapi lebih kepada nilai-nilai bersama, impian, dan tujuan. keterampilan komunikasi dan kemampuan untuk berdebat tanpa menyakiti satu sama lain juga mutlak diperlukan.

Kesalahan # 5
Menyalahkan orang tua dan melupakan mereka juga manusia

Cara dibesarkan dan hubungan yang dimiliki dengan orang tua pasti akan mempengaruhi hidup Anda. Namun, banyak anak di usia 20-an yang membuat kesalahan dengan mengaitkan semuanya kepada orang tua.

Cobalah untuk mengambil pandangan yang lebih seimbang dari orang tua Anda. Kebanyakan orang tidak tahu apa yang mereka lakukan ketika menyambut anak pertama mereka ke dunia. Ingatkan diri Anda jika orang tua juga manusia. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net