Music



Miley Cyrus dan komedian Adam Sandler berkolaborasi untuk memberi penghormatan kepada para korban insiden tragis yang terjadi di Las Vegas baru-baru ini. Hal ini terjadi di pembukaan residensi sepekan Miley di acara “The Tonight Show Starring Jimmy Fallon”, yang berlangsung di Senin malam, 2 Oktober. Bersama mereka membawakan lagu milik Dido, ‘No Freedom’.

“Pagi ini kita terbangun dengan kabar penembakan tak masuk akal lain – kali ini terjadi di Las Vegas,” kata sang host acara Jimmy Fallon sebelum mengundang Miley dan Adam ke atas panggung. “Dalam menghadapi tragedi dan aksi teror, kita perlu mengenang kalau kebaikan masih ada di dunia ini. Kami di sini untuk menghibur kalian malam ini dan itulah yang akan kami lakukan.”

Ditemani dengan Adam pada gitar, Miley menghadirkan nyanyian yang emosional untuk single rilisan 2013 milik Dido tersebut. Selepas tampil, Miley menyempatkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya saat membawakan lagu tersebut melalui Instagaram tanpa terlupa memasukkan tagar #LandOfTheFree #StopTheViolence #GivePeaceAChance.

Adam sendiri hadir menjadi bintang tamu “The Tonight Show Starring Jimmy Fallon” pada malam itu guna mempromosikan film terbarunya yang juga dibintangi oleh Dustin Hoffman, yang juga hadir bersamanya, “The Meyerowitz Stories (New and Selected)”.

Simak penampilan Miley dan Adam di bawah ini:

(creativedisc.com)

AMMAN - Seorang warga Jordania tewas dan seorang warga Israel terluka parah dalam insiden penembakan di kedutaan besar negeri Yahudi itu di Amman, Minggu (23/7/2017).

Media setempat menyebut, pria Jordania itu tewas setelah berkelahi dengan seorang warga Israel di dalam gedung kedutaan besar.

Perkelahian yang belum diketahui penyebabnya itu membuat pria Jordania tersebut terkena dua tembakan di bahu sementara pria Israel tertikam di dadanya.

Aparat keamanan Jordania segera dikerahkan ke sekitar lokasi kedutaan besar Israel untuk mengamankan situasi.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan negara-negara tetangganya terkait pemasangan detektor logam di sekitar masjid Al-Aqsa, Jerusalem.

Sebelumnya, pemerintah Jordania menyerukan pertemuan darurat para menteri luar negeri negara-negara Arab untuk membicarakan masalah ini.

Sementara pemerintah Israel sendiri mengatakan, pihaknya terbuka untuk mengubah langkah pengamanan di sekitar tempat suci umat Islam itu.

Aparat keamanan Israel memasang detektor logam di sekitar masjid Al-Aqsa menyusul serangan yang menewaskan dua polisi Israel pada 14 Juli lalu.

Pemerintah Israel mengatakan, pelaku penyerangan menyelundupkan senjata api ke dalam situs suci itu lalu menembak kedua polisi itu saat dia keluar dari dalam masjid. (kompas.com)

Aparat Prancis mengaku telah mengetahui identitas pelaku penembakan di Paris yang menyebabkan seorang anggota polisi tewas dan dua personel lain luka-luka, Kamis (20/04) malam.

Jaksa Paris, Francois Molins, mengatakan "identitas penyerang telah diketahui dan sudah diverifikasi".

"Saya tidak akan mengungkapnya karena investigasi dan penggerebekan sedang berlangsung guna menentikan apakah ada bukti keterkaitan atau tidak (dalam serangan)," ujar Molins.

Presiden Prancis, Francois Hollande, menyakini serangan itu "terkait teroris". Insiden itu, menurutnya, akan menjadi pembahasan utama dalam rapat darurat pada Jumat (21/04) dengan perdana menteri, menteri dalam negeri, dan aparat keamanan.

"Sekilas, para petugas itu disasar secara sengaja," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Pierre-Henry Brandet.

Sementara itu, kelompok ISIS mengklaim bahwa salah satu 'petempurnya' telah melakoni serangan di Paris. Sebagaimana dinyatakan kantor berita Amaq yang senantiasa menyuarakan pesan-pesan ISIS, pelaku bernama Abu-Yusuf al-Baljiki.

Insiden itu sendiri bermula ketika sebuah mobil berhenti di samping bus polisi sesaat sebelum pukul 21.00 waktu setempat. Seorang pria keluar dari mobil itu dan melepaskan tembakan ke arah bus menggunakan senjata otomatis.

Setelah membunuh seorang polisi, dia berupaya kabur sembari melepas tembakan ke petugas lainnya. Namun, pelarian itu tidak berhasil lantaran aparat menembaknya hingga tewas.

Berdasarkan data yang dihimpun kantor berita AFP, serangan kaum jihadis di Prancis sejak 2015 telah menyebabkan 238 orang meninggal dunia. (bbcindonesia.com)

MUNICH - Remaja  keturunan imigran Iran yang melakukan penembakan secara acak di Munich, Jerman, adalah penyendiri yang terobsesi bermain sebagai “pembunuh” dalamvideo games.

 

Tim penyelidik di Munich, Jerman, Minggu (24/7/2016) mengatakan, remaja berusia 18 tahun yang menembak membabibuta di Munich adalah penyendiri.

Pelaku terobsesi bermain sebagai “pembunuh” dalam video gamesdan juga korban bullying yang kerap menderita “serangan panik”.

Aparat penegak hukum masih melengkapi potongan informasi tentang sosok remaja itu.  

Dikatakan, awal 2015 remaja tersebut pernah ini menjalani rawat inap di rumah sakit dan dilanjutkan dengan rawat jalan hingga Juni 2016 karena masalah depresi dan psikiatri.

Pernyidik mengatakan, obat-obatan untuk mengatasi masalah yang dialaminya masih ditemukan di kamar remaja itu. Namun, hasil otopsi dan toksikologi masih belum ada.

Itu sebabnya belum jelas apakah remaja itu minum obat ketika melakukan penembakan membabibuta Jumat (22/7/2016) sehingga sembilan orang tewas dan puluhan lain terluka.

Berdasarkan UU privasi di Jerman, remaja keturunan Iran berusia 18 tahun itu hanya diidentifikasi sebagai David S.

Sebelumnya dia digambarkan tim penyelidik sebagai korbanbullying – setidaknya satu kali empat tahun lalu.

Remaja itu juga sangat terpesona dengan sejumlah penembakan yang terjadi sebelumnya. Namun, juga ditambahkan bahwa tidak satu pun korban yang tewas mengenalnya.

Polisi Jerman, Minggu (24/7/2016) malam, mengatakan, mereka telah menanyai seorang rekan penembak itu, yang dinilai mengetahui rencana serangan tersebut.

Belum ada rincian lain dari hasil interogasi tersebut. Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan remaja berusia 16 tahun itu datang ke kantor polisi secara sukarela setelah serangan tersebut.

Sekitar 1.500 orang berkumpul di lokasi penembakan Minggu (24/7/2016) malam. Mereka menyalakan lilin dan meletakkan bunga untuk menghormati korban serangan.

Sedangkan di Paris, ibu Perancis, yang telah menjadi target serangan teror pada 13 November 2015 dengan 130 orang tewas, ada peringatan untuk para korban di Jerman.

Kenangan itu antara lain ditandai di menara Eiffel, yang diterangi lampu dengan warna bendera Jerman yaitu merah, hitam dan kuning keemasan. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM